Photocell vs Timer, Mana yang Lebih Bagus

Pada artikel terdahulu saya pernah membahas tentang instalasi saklar otomatis khususnya yang menggunakan photcell untuk aplikasi lampu penerangan. Kondisi dilapangan saya pun banyak menemukan aplikasi kontrol lampu aotomatis dengan tujuan kerja hampir sama seperti aplikasi photocell yaitu dengan menggunakan perangkat saklar timer analog, seperti salah satu merk yang sudah familiar yaitu Theben SUL 181 h. Jadi untuk aplikasi yang sama antara photocell vs timer, mana yang lebih bagus ? Mudah-mudahan uraian di artikel ini bisa membantu kesimpulan anda.

Photocell vs Timer
Photocell vs Timer

Untuk mendapatkan perbandingan yang ideal, maka aplikasi dari kedua perangkat ini ( timer dan photocell ) saya fokuskan untuk aplikasi pengendali lampu penerangan out door yang dipengaruhi cahaya dan cahaya tersebut dipengaruhi waktu tertentu.

Pada kinerja aplikasi yang sama, untuk photocell akan menerjemahkan bahwa lampu yang dia kendalikan harus nyala ketika gelap tiba, dan harus kembali mati ketika terang tiba. Sedangkan untuk saklar timer akan menerjemahkan bahwa lampu harus nyala ketika pkl 18.00 dan harus kembali mati pkl. 06.00. Waktu setting timer tersebut adalah hasil survey waktu gelap dan terang cahaya luar berdasarkan tempat dikendalikannya lampu penerangan. Bisa saja ditempat lain bukan jam tersebut, saklar timer bisa disetting menyesuaikan.


Photocell


Photocell adalah perangkat listrik yang berfungsi sebagai saklar pengendali yang kerjanya dipengaruhi oleh intensitas dari cahaya luar. Prinsip kerja dan cara instalasi dari photocell ini bisa anda baca pada artikel saya sebelumnya "Cara instalasi sensor cahaya photocell yang baik, lengkap".

Saklar Photocell
Saklar Photocell
Gambar diatas adalah contoh penampakan dari sebuah photocell merek tertentu. Aplikasi alat ini banyak ditemukan khususnya pada aplikasi pengendali lampu-lampu luar ruangan. Tapi tidak menutup kemungkinan juga jika photocell ini anda aplikasikan pada lampu didalam ruangan agar operasi otomatis jika malam tiba seolah-olah rumah anda saat ditinggal terkesan ada orang didalam untuk menghindari kesempatan orang jahat spesialis perampok rumah kosong beraksi.


Timer


Timer yang saya maksud disini adalah perangkat listrik yang berfungsi sebagai saklar pengendali yang kerjanya dipengaruhi dari setting waktu terhadap alat tersebut. Pada artikel ini saya ambil contoh timer analog merek terkenal yang biasa dipakai di lapangan yaitu "Theben SUL 181 h".

Timer "Theben SUL 181 h"
Timer "Theben SUL 181 h"

Gambar diatas adalah contoh penampakan dari sebuah Timer merek tertentu. Aplikasi alat ini banyak ditemukan pada banyak aplikasi pengendali beban listrik termasuk juga pada pada aplikasi pengendali lampu-lampu luar ruangan agar lampu bisa nyala dan mati sesuai dengan kehendak kita berdasarkan seting waktu yang kita tentukan. Tidak menutup kemungkinan juga jika perangkat timer ini anda aplikasikan seperti aplikasi photocell yang saya uraikan sebelumnya yaitu untuk lampu didalam ruangan agar operasi otomatis jika malam tiba seolah-olah rumah anda saat ditinggal terkesan ada orang didalam untuk menghindari kesempatan orang jahat spesialis perampok rumah kosong beraksi.

Aplikasi untuk timer ini sangatlah banyak, tetapi pada artikel ini saya khususkan pada aplikasi timer untuk mengendalikan operasi lampu out door agar saya bisa membahasnya serta membandingkannya dengan aplikasi photocell sehingga bisa didapatkan kesimpulan mana yang lebih baik berdasarkan keunggulan dan kelemahan dari masing-masing alat pada aplikasi kerja yang sama.

Untuk cara instalasi dari saklar timer ini dibahas lengkap pada artikel cara instalasi listrik menggunakan timer.


1. Keunggulan dan Kelemahan Photocell


Berikut ini akan saya uraikan beberapa keunggulan dan kelemahan photocell khususnya pada aplikasi pengendali lampu penerangan sehingga bisa membantu kita dalam mempertimbangkan baik dan buruknya menerapkan aplikasi ini dengan bantuan perangkat photocell.


a. Keunggulan Photocell


Beberapa keunggulan photocell pada aplikasi pengendali lampu adalah :

- Fungsi lebih praktis dan efisien

Fungsi praktis dari photocell dikarenakan kerja photocell akan sesuai dengan yang diinginkan. Jika cahaya gelap maka lampu harus nyala meskipun gelap cahaya tersebut siang hari karena mendung.

Fungsi efisien dari photocell adalah photocell lebih selektif bekerja sesuai dengan intensitas cahaya. Jika jam menunjukan kategori sudah mulai malam seperti pkl. 18:00, maka jika cahaya pada waktu tersebut adakalanya masih terang, lampu tidak perlu nyala sehingga tidak perlu ada pemborosan energi listrik.

- Harga lebih murah daripada saklar timer


Untuk harga silahkan anda cek sendiri di toko-toko listrik atau toko-toko online. Secara umum ada selisih harga yang signifikan dari kedua alat tersebut.


b. Kelemahan Photocell


Adapun beberapa kelemahan dari penggunaan photocell pada aplikasi pengendali lampu adalah :

- Adanya drop tegangan sampai ke lampu

Kelemahan ini dikarenakan prinsip kerja photocell dengan mengandalkan komponen utama LDR ( Light Dependent Resistor ) yang secara sederhana bisa dijelaskan prinsip kerjanya seolah-olah menjadi saklar terbuka ketiga cahaya terang, dan menjadi saklar tertutup ketika cahaya redup. Konteks saklar terbuka dan tertutup bukan pada arti sebenarnya, tetapi analogi dari besar kecilnya nilai tahanan LDR dipengaruhi cahaya.

Saat LDR nilai tahanannya besar ( siang hari ) maka LDR bisa menghambat laju arus listrik menuju lampu sehingga seperti saklar terbuka. Sedangkan saat LDR nilai tahanannya kecil ( malam hari ), maka LDR bisa menjadi perantara mengalirnya arus listrik ke lampu, tetapi perlu diingat akan ada drop pada LDR tersebut karena nilai tahanannya tidak nol murni seperti halnya sebuah saklar tertutup.

Untuk lampu LED dengan sensitivitas parameter tegangan stabil kadang hal ini menjadi masalah tersendiri seperti lampu LED tidak mau nyala. Solusi dari permasalahan ini ada, yaitu dilakukan modifikasi instalasi photocell menghindari drop tegangan. Baca artikel "sensor cahaya photocell, modifikasi instalsi tanpa drop tegangan ke lampu"

- Life time photocell rendah

Life time atau umur dari photocell rendah atau pendek atau sering rusak atau tidak tahan lama, semuanya dikarenakan penempatan photocell itu sendiri. Pada umumnya penempatan photocell ditempatkan diluar ruangan ninteraksi dengan cahaya langsung serta interaksi dengan panas terik matahari atau derasnya hujan. Meskipun secara indeks proteksi, penempatan tersebut aman dan diijinkan, tetapi teknologi bahan dari cashing photocell tersebut tentunya mempunyai tingkat ketahanan tertentu yang dipengaruhi cuaca.

Jika anda ingin menghindari kelemahan photocell ini, anda harus kreatif memodifikasi penempatan photocell tersebut sehingga minim pengaruh cuaca tetapi respon terhadap cahaya luar tidak terganggu. Silahkan berekspresi dan berinovasi..he..he..

- Zona Operasi terbatas

Maksudnya adalah Photocell hanya bekerja di zona cahaya terang (siang) dan cahaya gelap (malam), selain intensitas cahaya tersebut, kinerja dari photocell tidak bisa kita kendalikan.


- Efisiensi pemakaian listrik dengan aplikasi photocell susah terukur

Maksudnya adalah ketika anda pengguna photocell melakukan  pendataan atau perhitungan berapa energi listrik yang bisa dihemat dengan menggunakan photocell, anda tidak akan mendapatkan nilai tetap yang pas. Hal ini dikarenakan kinerja photocell bukan fungsi waktu secara langsung, tetapi kerja photocell adalah fungsi intensitas cahaya. Kita tahu pada variasi musim dan iklim yang ada di Indonesia, gelap tidak harus dimulai pkl. 18:00, begitu juga terang tidak harus dimulai pkl. 06:00.

Intinya efisiensi itu pasti akan ada tetapi jika mengharuskan untuk menghitungnya, caranya dengan mengamati langsung dilapangan atau dengan waktu asumsi. Kelemahan ini tidak menjadi faktor yang serius bagi saya pribadi, tetapi tidak ada salahnya pembaca mengetahui juga untuk tambahan pengetahuan semata.


2. Keunggulan dan Kelemahan Timer


Berikut ini akan saya uraikan beberapa keunggulan dan kelemahan dari timer khususnya pada aplikasi pengendali lampu penerangan sehingga bisa membantu kita juga dalam mempertimbangkan baik dan buruknya menerapkan aplikasi ini dengan bantuan perangkat timer tersebut sekaligus membandingkannya dengan aplikasi menggunakan photocell yang sudah saya uraikan diatas.

a. Keunggulan Timer

Beberapa keunggulan photocell pada aplikasi pengendali lampu adalah :

- tidak ada drop pada lampu yang dikendalikan

Pada aplikasi timer, tidak akan ada drop tegangan seperti halnya pada photocell karena konteks fungsi saklar terbuka dan tertutup pada timer yang bekerja berdasarkan setting waktu adalah konteks saklar sebenarnya secara fungsi.

Jadi ketika timer berfungsi sebagai saklar tertutup, itu adalah kondisi sebenarnya bahwa dudalam komponen timer tersebut ada saklar dengan kondisi tertutup yang mengalirkan arus listrik sampai ke lampu yang dikendalikan tanpa adanya drop tegangan di timer.

Sebaliknya  ketika timer berfungsi sebagai saklar terbuka, itu adalah kondisi sebenarnya bahwa dudalam komponen timer tersebut ada saklar dengan kondisi terbuka sebenarnya atau real yang memutus arus listrik sampai ke lampu yang dikendalikan

- Life time timer lebih panjang

Life time atau umur dari timer lebih panjang atau awet atau tahan lama, semuanya dikarenakan penempatan timer itu sendiri. Dengan prinsip kerja yang hanya terpengaruh fungsi waktu, maka intensitas cahaya luar sama sekali tidak mempengaruhi. Dari prinsip kerja inilah maka pemasangan timer bisa ditempatkan diruangan tertutup atau bergabung pada panel instalasi yang terhindar dari pengaruh cuaca ataupun getaran.

- Memiliki variasi zona operasi lebih banyak

Maksudnya adalah pada timer memiliki banyak zona operasi terhadap waktu karena memang tersedia waktu setting per setengah jam dalam 24 jam (untuk timer Theben SUL181h), artinya ada 48 zona waktu yang bisa dikendalikan.

Misalkan selain difungsikan mengendalikan lampu disiang hari dan malam hari dengan setting waktu pada pkl. 18:00 s/d pkl. 06:00, kita bisa menyelipkan waktu tambahan diantara waktu yang sudah disetting tersebut. Contoh, karena suatu hal dan keperluan kita bisa setting selain berfungsi mengendalikan lampu di zona seperti photocell, pada pkl. 01:00 (malam) lampu outdoor bisa dikendalikan menjadi mati selama 1 jam untuk keperluan tertentu dan lampu nyala kembali secara otomatis. Itu hanyalah contoh saja, waktu dan aplikasi silahkan menyesuaikan dengan kondisi dan keperluan si pengguna timer tersebut.

- Efisiensi pemakaian listrik dengan aplikasi timer bisa terukur

Tidak seperti pada aplikasi photocell, pada aplikasi timer perhitungan efisiensi yang bisa dicapai sangatlah mudah dihitung. Ini tentu saja bisa dengan mudah diperoleh karena memang timer bekrja berdasarkan fungsi waktu, dan untuk menghitung konsumsi energi kita tinggal mendata saya berapa daya watt dari lampu yang dikendalikan timer, dan berapa waktu nyala dan mati lampu tersebut. Seperti kita ketahui konsumsi energi listrik adalah daya (satuan kilo watt) dikalikan waktu (satuan jam) sehingga akan didapatkan nilai KWH.


b. Kelemahan Timer


Adapun beberapa kelemahan dari penggunaan timer pada aplikasi pengendali lampu adalah :

- Kurang praktis dan kurang efisien

Kurang praktis dari timer dalam hal ini jika dibandingkan dengan photocell adalah dikarenakan kerja timer pada kondisi tertentu bisa mengakibatkan error seting pengendalian waktu. Ini akan terjadi pada kasus dimana tempat timer tersebut diinstalasi terjadi mati lampu sehingga timer kehilangan tegangan. Maka pada kondisi ini waktu timer pun akan terhenti otomatis, sedangkan waktu actual dunia akan terus berjalan.

Jika mati lampu tersebut selama 1 jam, maka kinerja timer mengendalikan waktu akan telat 1 jam juga. Yang tadinya harus nyala pkl 18.00 sesuai setting, maka akan menjadi nyala pkl. 19.00 karena terdelai mati lampu sebelumnya.

Hal ini akan menimbulkan kerepotan tertentu bagi si pengguna karena harus setting ulang waktu dari timer tersebut mengikuti jam sebenarnya. Untuk pengguna yang sudah familiar dengan penggunaan timer mungkin tidak terlalu masalah, tetapi untuk orang tertentu yang tidak paham masalah teknis seperti ini akan menjadi beban tersendiri.

Kurang efisien dari timer adalah kendali operasi dari timer tidak bisa menyesuaikan cuaca. Bisa jadi cuaca cerah, pkl. 18:00 masih terang benderang diluar kebiasaan, timer akan tetap menghidupkan lampu penerangan karena setting waktu operasi On lampu pkl 18:00 tersebut. Begitu juga ketika pkl. 06:00 pagi masih terasa gelap diluar kebiasaan, timer akan mematikan lampu penerangan karena setting waktu Off lampu pkl. 06:00 tersebut. Hal ini seharusnya jadi peluang efisiensi pemakaian energi listrik.

Hal ini bisa dihindari jika pengguna rajin update seting waktu timer mengikuti kondisi yang ada. Resikonya adalah faktor kurang praktis dari timer semakin terasa.

- Harga lebih mahal dibandig photocell

Untuk harga silahkan anda cek sendiri di toko-toko listrik atau toko-toko online. Secara umum ada selisih harga yang signifikan dari kedua alat tersebut. Timer lebih mahal karena memang dari sisi kontruksi alat lebih kompleks dan penggunaan lebih tahan lama.


Kesimpulan


Dari uraian keuntungan dan kelebihan timer ataupun photocell untuk aplikasi pengendali lampu luar ruangan, anda seharusnya sudah bisa menyimpulkan sendiri mana yang lebih cocok untuk anda sebagai pengguna. Akan ada jawaban berbeda-beda dengan pertimbangan masing-masing adalah hal yang wajar.

Kedua alat tersebut memiliki keuntungan dan kerugian masing-masing. Bagi anda yang kurang familiar dengan dunia teknik khususnya kelistrikan saya menyarankan lebih memilih photocell. Dan bagi anda yang familiar dengan dunia teknik khususnya kelistrikan anda bisa mencoba memakai timer sekaligus bisa bereksperimen dengan setting zona waktunya. Tapi jika anda tidak mau direpotkan dengan pekerjaan setting waktu di timer, pakai photocell lebih baik.

Demikianlah artikel tentang photocell vs timer, mana yang lebih bagus. Silahkan anda memutuskan dengan sebijak mungkin sehingga akan banyak benefit yang bisa anda dapatkan.

Wassalam..

8 Responses to "Photocell vs Timer, Mana yang Lebih Bagus"

  1. Sangat berguna, trimaksih untuk penulis

    ReplyDelete
  2. Gan, Coba badingkan dengan timer Yang digital, jelas lebih unggul timer, Karena jamnya tidak ikut mati waktu mati listrik (Ada batereinya). Bahkan settingannya bisa banyak bisa seminggu,juga tidak terbatas mengontrol lampu,tapi bisa alat listrik lainnya, bisa nyala Hari kerja Saja, Hari libur mati, atau sesukanya Hati kita.

    ReplyDelete
  3. Apa semua jenis switch timer analog menggunakan listrik untuk memutar timernya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau tidak menggunakan listrik untuk memutar timernya artinya sifatnya mekanik manual, artinya timer bisa bekerja dengan diputar terlebih dahulu, contohnya pada timer mesin cuci. Untuk aplikasi timer seperti yang dijelaskan pada artikel, timer mekanik manual ini sangatlah tidak efektif karena ketika timer sudah mencapai waktunya, timer menjadi tdk aktif / selesai bekerja, kita harus memutar kembali timer tersebut agar aktif kembali dan hal ini tidak efektif dan tdk memungkinkan.

      Delete
  4. Halow
    Jika pemasangan tanpa mcb/kontraktor dapat berfungsi dengan baik? Apakah ada dampak buruk nya jika tanpa mcb/kontraktor? Jadi dari sumber daya listrik/pln ke timer lalu ke lampu

    ReplyDelete
    Replies
    1. jika tanpa MCB maka anda akan kesulitan saat ada servis jalur, tidak masalah langsung dari MCB Utama PLN tanpa melalui MCB lagi, resikonya saat ada servis jalur semua listrik dirumah harus dimatikan untuk pengamanan. Adapun proteksi jalur sudah ter back up oleh MCB PLN.
      itu saja dampaknya.

      Delete

Silahkan berkomentar yang sesuai dengan topik, Mohon Maaf komentar dengan nama komentator dan isi komentar yang berbau P*RN*GRAFI, OB*T, H*CK, J*DI dan komentar yang mengandung link aktif, Tidak akan ditampilkan!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel