MCB KWH sering trip, Ini solusinya

Mcb dirumah sering trip atau istilah lainnya "jeglek"? Hal ini dapat disebabkan karena beberapa factor loh, lalu bagaimana sih cara mengetahui penyebabnya, serta solusinya? Beberapa konsumen rumah sering mengeluhkan bahwa dirumahnya sering mengalami masalah  listrik mati mungkin istilah lainnya MCB yang di kwh / meteran jeglek, padahal ga ada pemakaian listrik berlebihan. Hal ini akan saya bahas pada uraian artikel ini.

Atau ada kasus lain MCB sering trip atau mudah trip padahal beban rumah sudah banyak yang dikurangi. Jika memang mudah trip, kemungkinan memang MCB-nya sudah “lemah”. Bisa lapor PLN untuk diperiksa, karena kWh-meter adalah otoritas PLN untuk membukanya.  Saya juga akan bahas masalah ini beserta masalah MCB yang lain.

Artikel ini sebenarnya saya susun berdasarkan banyaknya apresiasi dalam tanya jawab di beberapa artikel sebelumnya blog ini yaitu tentang permasalahan MCB KWH yang sering trip dengan kronologis penyebab yang berbeda-beda. Untuk bisa menganalisa tripnya MCB KWH kita harus mengetahui terlebih dahulu bagaimana prinsip kerja dari MCB serta karakteristiknya sehingga solusi yang kita peroleh adalah solusi yang tepat sasaran.

konstruksi MCB
konstruksi MCB

Prinsip Kerja dan Karakteristik MCB


Pada dasarnya, prinsip kerja suatu MCB adalah melakukan pemutusan beban ketika mendeteksi adanya aliran arus listrik yang sudah diluar atau diatas spesifikasinya baik karena gangguan short circuit sehingga over current ataupun karena kondisi beban listrik berlebih.  Sebagai contoh MCB 4A maka ketika terjadi aliran arus listrik melebihi 4A maka MCB tersebut harus segera memutuskan aliran listrik tersebut.

Komponen MCB
Komponen MCB

Pada gambar diatas terdapat beberapa komponen yang merupakan bagian bagian dari MCB yang perlu kita ketahui yaitu:

1. Contact point

Contact point merupakan titik kontak yang sangat vital fungsinya yaitu sebagai kontak utama tersambung dan terlepasnya aliran arus listrik menuju beban. ada 2 bagian dari kontak poin ini yaitu fixed contact (bagian yang tetap diam) dan moving contact (bagian yang bergerak). Moving contact  inilah yang kondisinya dikontrol berdasarkan kondisi aliran arus yang terjadi. Apakah harus kondisi terbuka / lepas sehingga arus listrik tidak mengalir, atau harus kondisi tertutup / tersambung dan mengalirkan arus listrik.

Pada gambar diatas menunjukan kondisi MCB sedang dalam kondisi On, perhatikan posisi contact poinnya yang menyentuh bagian logam input current. Posisi On MCB ini pada realitasnya bisa dilihat dari posisi toogle switch MCB, mengacu gambar diatas toogle MCB mengarah ke atas. Perhatikan aliran arus atau current flow yang ditandai garis merah pada gambar diatas, terlihat sebagai kontak tertutup karena posisi contast poin yang menyentuh bagian logam input current tersebut.

Adapun kondisi MCB saat posisi Off agar pembaca bisa membandingkan adalah sebagai berikut:

MCB kondisi Off
MCB kondisi Off
Sebagai perbandingan dengan gambar sebelumnya, anda cukup perhatikan posisi contact poin yang terbuka dari logam input current sehingga aliran arus listrik menuju beban terputus, selain itu kondisi Off MCB ini ditandai dengan posisi toogle MCB yang menghadap kebawah. Silahkan kembali tengok gambar MCB sebelumnya untuk memudahkan membandingkan.

Kondisi Off inilah yang terjadi ketika MCB bekerja atau trip karena mendeteksi arus listrik yang mengalir dengan besaran diatas spesifikasinya.

2. Arc Chute

Arc Chute atau istilah indonesianya adalah pemadam busur api, merupakan komponen MCB yang berfungsi meredam atau memadamkan loncatan bunga api yang terjadi saat pelepasan contact point MCB dari On menjadi Off (trip) karena adanya arus listrik yang besar diluar spesifikasi MCB nya. Saya tidak bisa menjelaskan proses arc chute dalam meredam bunga api secara detail karena penjelasan ini membutuhkan pembedahan dari konstruksi arc cute tersebut. Cukup mengetahui fungsinya saja sudah lebih dari cukup.

3.  Solenoid

Solenoid merupakan sebuah lilitan pada komponen MCB yang mewakili karakteristik magnetik. Saat solenoid ini dialiri arus yang sangat besar karena gangguan hubung singkat di beban, maka akan terbentuk medan magnet yang cukup besar pada ruang dalam solenoid yang mampu menarik "movable armatur" menuju "fixed armatur" di dalam ruang solenoid sehingga menghasilkan gerakan dorongan untuk "hammer trip" yang akan  menyentuh komponen "lock release & trips" dan mengakibatkan MCB trip saat terjadi gangguan hubung singkat.

Prinsip kerja karakterustik magnetik ini hanyalah salah satu contoh prinsip kerja pada beberapa merk MCB tertentu, untuk merk MCB lain sangat memungkinkan konstruksi, karakteristik dan prinsip kerja magnetiknya berbeda secara desain, tetapi pada dasarnya prinsip kerja MCB yang mengacu pada karakteristik magnetik adalah sama, dimana ada arus gangguan yang sangat besar, dirasakan oleh solenoid dan menjadikannya medan magnet, kemudian medan magnet tersebut akan membuat MCB trip.

Prinsip kerja karakteristik magnetik MCB
Prinsip kerja karakteristik magnetik MCB
 

4. Bimetal Strip 

Bimetal strip merupakan sebuah elemen logam yang bisa berubah bentuknya dengan pengaruh panas pada suhu tertentu. Berubah bentuk yang saya maksud adalah pada kondisi normal bimetal ini berbentuk lurus, tetapi pada kondisi tidak normal yakni ketika adanya nilai arus yang tinggi karena kenaikan beban yang diluar spesifikasi MCB tersebut, maka terjadi pemanasan suhu pada logam bimetal yang akan menyebabkan perubahan bentuk dari bimetal tersebut. Bentuk bimetal yang sebelumnya lurus, pada bagian ujung akan mengalami pemuaian yang menjadikan ujung bimetal menjadi melengkung menuju atau sampai menyentuh komponen lock release & trips sehingga MCB akan trip. Proses inilah yang mewakilui MCB sebagai alat dengan prinsip kerja karakteristik thermal.

Pada karakteristik temperatur ini, proses trip nya MCB yang disebabkan perubahan bentuk elemen bimetal karena adanya beban lebih memerlukan waktu tertentu yang lebih lama jika dibandingkan dengan prinsip kerja MCB pada karakteristik magnetik yang sudah saya jelaskan pada poin sebelumnya.

karakteristik thermal MCB
karakteristik thermal MCB


Dengan mengetahui karakteristik dan prinsip kerja yang dijelaskan diatas, maka penyebab ketika kita mengalami MCB yang trip bisa kita analisa dengan benar sehingga solusi yang dilakukan pun sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Berikut saya paparkan berapa kasus MCB trip, penyebab serta solusi yang harus dilakukan yaitu sebagai berikut:

1. MCB trip ketika cuaca sedang hujan

Pada kasus ini saya bisa pastikan penyebab tripnya MCB karena karakteristik magnetik yang bekerja. Keywordnya adalah hujan, maka akan identik dengan air atau suhu yang lembab. Dari keyword inilah bisa dipastikan bahwa sudah ada kegagalan isolasi pada instalasi didalam rumah dimana dengan udara yang lembab atau tersiram air hujan menjadi perantara short circuit terhadap grounding berupa tembok, besi beton dan sebagainya.

Solusi untuk permasalahan ini adalah periksa kembali instalasi listrik anda dan temukan kemungkinan kegagalan isolasi pada penghantar / kabel. Kecurigaan yang paling besar potensinya adalah periksa setiap sambungan kabel, jika tidak ditemukan baru cek visual pada semua penghantar, jika tidak memungkinkan juga cek dengan meger, atau alternatif terakhir sebagai jurus pamungkas adalah perbaharui semua instalasi listrik anda.

2. MCB trip padahal tidak ada penambahan beban baru

Pada kasus ini yang pertamakali dicurigai adalah kondisi kelayakan MCB apakah masih normal atau sudah tidak layak pakai. Untuk menelusuri kepastiannya akan lebih baik jika dilakukan pengukuran arus keluaran MCB saat beban yang biasanya mentripkan MCB tersebut. Jika memang terjadi kenaikan arus diatas rating MCB maka bisa dipastikan kondisi instalasi atau bebanlah yang menjadi tersangka. Tapi biasanya tidak trip? Pertanyaan itulah yang akan menjadi pertanyaan susulan jika analisanya tripnya MCB seperti yang saya sampaikan tersebut.

Untuk menjawab pertanyaan susulan tersebut maka prakiraan penyebabnya adalah faktor instalasi. Solusinya adalah cobalah periksa instalasi listrik anda, bisa saja terjadi kegagalan isolasi seperti pada kasus nomor 1, tetapi sifat short circuit dari kegagalan isolasi tersebut adalah temporer atau masih memiliki jarak tertentu terhadap grounding tetapi masih menimbulkan kebocoran arus menuju grounding. Hal ini bisa menimbulkan penambahan resultan arus total yang akan dirasakan MCB.

Jawaban alternatif berikutnya adalah kondisi peralatan listrik sudah tidak efisien karena faktor usia peralatan listrik yang mengakibatkan nilai faktor daya atau cos phi yang jelek / jauh dibawah 1. Anda boleh mencurigai lampu-lampu penerangan yang menggunakan balast, karena balast bersifat induktif atau menurunkan nilai cos phi. Pompa air atau kompresor AC atau kulkas yang merupakan beban motor lilit yang sifatnya seperti balast. Solusinya adalah ganti beberapa beban yang menurut anda usianya sudah lama, mulai dari harga barang termurah, lampu penerangan yang menggunakan balast misalnya. Atau jika anda tidak menginginkan penggantian beban listrik maka anda boleh mencari peralatan listrik yang bersifat sebagai kompensator atau alat operbaikan faktor daya / cosphi. Alat ini memiliki sifat kapasitif, saya mengulasnya lengkap pada artikel "alat penghemat listrik, keliru!"

Jika semua solusi diatas tidak berhasil, maka solusi pamungkas adalah mengajukan penambahan daya ke PLN.

Berbeda lagi halnya jika ketika dilakukan pengukuran arus keluaran MCB ternyata masih dibawah rating MCB maka bisa dipastikan MCB KWH yang digunakan sudah lemah atau sudah tidak layak pakai. Solusinya segera hubungi PLN untuk minta digantikan dengan MCB yang baru dengan nilai Ampere yang sama tentunya.

3. MCB selalu trip ketika starting pompa air

Pada kasus ini sering dialami banyak orang termasuk saya pernah mengalami. Analisa penyebab pasti adalah arus start pompa yang tinggi diluar spesifikasi MCB terpasang. Dari respon MCB yang trip begitu cepat saat start pompa maka bisa dipastikan karakteristik MCB yang berperan mentripkan MCB pada kasus ini adalah karakteristik magnetik. Arus pompa yang begitu besar sudah cukup membuat komponen magnetik pada MCB bekerja.

Solusi real berdasarkan pengalaman langsung adalah dengan mematikan terlebih dahulu semua beban listrik atau beban listrik tertentu yang berdaya besar hanya untuk proses start pompa saja. Ketika pompa sudah operasi stabil baru kita normalkan semua beban listrik yang ada dirumah kita. Solusi ini selalu berhasil tetapi kurang praktis dan cukup merepotkan.

Solusi praktisnya adalah tambah daya ke PLN agar arus starting motor pompa masih bisa diakomodir oleh MCB yang nilai seting arusnya sudah upgrade.

Solusi klasiknya adalah jika memungkinkan proses transfer air menggunakan tenaga manusia menggunakan katrol seperti jaman dulu, he..he. atau persediaan air dirumah dialihkan dengan kontrak PDAM, itu juga jika masih memungkinkan, he..he..

4. MCB trip dan tuas MCB tidak bisa dinormalkan sesaat

Pada kasus ini bisa dipastikan bahwa MCB trip karena karakteristik thermal yang bekerja. Telah terjadi kenaikan beban atau beban lebih yang nilainya diatas rating MCB. Anda bisa membuktikan analisa saya dengan cara pada saat trip MCB, peganglah MCB tersebut apakah panas atau tidak. Jika panas berarti komponen bimetal sudah berubah bentuk, melengkung menekan kunci On MCB agar release. Jika pada saat itu MCB tidak mau dinormalkan, solusinya tunggulah sesaat menunggu penurunan suhu bimetal MCB baru anda normalkan. Kurangi beberapa beban l;istrik agar hal yang sama tidak terjadi.

5. MCB trip kemudian dinormalkan kembali dan beberapa menit kemudian trip kembali dan selalu berulang

Pada kasus ini analisa penyebabnya hampir sama dengan kasus no.4 yaitu tripnya MCB karena karakteristik thermal yang bekerja. Kenapa saya menyimpulkan hal tersebut karena tripnya MCB tersebut membutuhkan waktu yang tidak spontan. Itulah proses yang dibutuhkan komponen bimetal MCB berubah bentuk dan mentripkan MCB.
Solusinya pun sama yaitu kurangi beberapa beban l;istrik kemudian normalkan. Atau jurus pamungkasnya adalah mengajukan penambahan daya ke PLN, he..he..

Demikianlah sekelumit kasus MCB sering trip beserta solusinya, meskipun masih banyak kasus MCB trip dengan kronologi yang berbeda, saya harapkan apa yang disampaikan pada artikel ini sudah mewakili dan bisa menjadi penambahan wawasan anda dan pemicu anda memahami lebih baik setiap kejadian abnormal kelistrikan khusunya tentang MCB tersebut sehingga didapatkan solusi yang tepat.

Untuk masukan ataupun saran silahkan meninggalkan jejak  dikolom komentar.

Wassalam.

6 Responses to "MCB KWH sering trip, Ini solusinya"

  1. Apakah tegangan PLN yang kurang dari standar (dibawah 220 V) dapat menyebabkan MCB sering trip?

    ReplyDelete
    Replies
    1. bisa, untuk beban dengan karakteristik daya statis seperti motor listrik berbeban (pompa air, kompresor kulkas, kompresor AC)akan membutuhkan arus yang cukup besar sebagai kompensasi tegangan yang rendah dan mempertahankan konsumsi daya beban tersebut. Terutama saat proses starting beban2 tersebut maka kenaikan arus start dengan tegangan dibawah standar akan lebih terasa lonjakan arusnya dan bisa mentripkan MCB.

      Delete
  2. salam.
    saya berencana memindahkan letak phb rumah ke letak lain, untuk kabel yg dari kwh meter yg menuju phb pada installasi lama apa bisa/aman kalau saya sambung dengan tambahan kabel seperti menyambung kabel biasa ke letak posisi phb yg baru ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. salam,
      aman selama koneksi penyambungan baik atau sesuai standar kelistrikan dan jika anda bukan praktisi listrik saya sarankan aktivitas penyambungan tersebut dilakukan pihak yang berkompeten.

      Delete
  3. Permisi mau nanya, MCB di KWH meter sy sering trip ketika listrik baru nyala setelah mati lampu. Itu sebabnya kenapa ya ? Padahal pemakaian listrik tidak besar. Saya pernah tanya orang PLN katanya karena sy tdk menggunakan MCB untuk pembagian listrik di rumah, jadi MCB di KWH bebannya berat, apakah berpengaruh ? Terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. karakteristik magnet MCB bekerja saat penyalaan pertama karena in rush current, beban dirumah On secara bersamaan. Saran saya matikan dulu sebagian beban contohnya AC atau kulkas atau dispenser baru anda naikan MCBnya.
      Pembagian listrik tidak terlalu berpengaruh jika proses menaikan MCB pada saat beban On secara bersamaan.

      Delete

Silahkan berkomentar yang sesuai dengan topik, Mohon Maaf komentar dengan nama komentator dan isi komentar yang berbau P*RN*GRAFI, OB*T, H*CK, J*DI dan komentar yang mengandung link aktif, Tidak akan ditampilkan!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel