Cara Pasang Instalasi Sensor Cahaya Photocell yang Baik, lengkap - LISTRIK PRAKTIS BLOGS

Cara Pasang Instalasi Sensor Cahaya Photocell yang Baik, lengkap

Cara Pasang Instalasi Sensor Cahaya Photocell yang Baik, lengkap

Photocell merupakan peralatan listrik dengan rangkaian elektronika didalamnya yang berisi komponen LDR ( Light Dependent Resistor ) yang berfungsi sensor cahaya. LDR adalah suatu bentuk komponen yang mempunyai perubahan resistansi yang besarnya tergantung pada cahaya. Semakin terang cahaya maka
nilai resistansi / tahanan LDR semakin besar, LDR pada kondisi ini dianalogikan sebagai saklar terbuka (Off), sebaliknya semakin redup cahaya maka nilai resistansi LDR semakin kecil, LDR pada kondisi ini dianalogikan sebagai saklar tertutup (On). Paket dari perangkat sensor cahaya ini dipasaran sering disebut photocell, dan cara instalasi sensor photocell yang baik  sangatlah mudah, orang yang awam dengan elektro atau kelistrikan saya rasa bisa melakukannya selama mengikuti tutorial yang saya jelaskan.

Photocell / photo control
Photocell / photo control

Gambar diatas adalah penampakan dari photocell dengan spesifikasi tegangan dan arus. Alat ini bisa kita manfaatkan sebagai sensor cahaya untuk penerangan out dor atau untuk lampu halaman / lampu taman. Dengan menggunakan alat ini kita mempunyai banyak keuntungan diantaranya adalah, tidak perlu repot mengoperasikan lampu ketika malam tiba atau mematikan lampu ketika hari sudah siang karena alat ini bisa menjadi saklar otomatis bagi anda yang operasinya dikendalikan cahaya luar, dan anda tidak perlu khawatir bepergian keluar rumah tanpa menyalakan lampu. Selain itu, dengan alat ini diharapkan bisa menghemat listrik karena terkadang lupa atau kesiangan mematikan lampu halaman / taman atau karena telat bangun kesiangan.

Atau anda bisa juga memakai alat alternatif lain dengan tujuan kerja alat yang sama yaitu memakai komponen saklar timer dengan kelebihan dan kekurangan yang dibandingkan dengan penggunaan photocell. Selengkapnya bisa anda baca diartikel "Photocell vs timer, mana yang lebih bagus".

Cara pasang instalasi photocell


Seperti yang sudah saya katakan, untuk instalasi photocell ini sangat mudah. Untuk anda yang berkecimpung di dunia elektro atau kelistrikan hal ini mungkin sudah tidak asing lagi, tapi bagi anda yang tidak termasuk golongaan tersebut, artikel ini bisa diikuti.

Instalasi Photocell
Instalasi Photocell

1. Pemilihan Photocell


Jika anda akan menggunakan photocell tersebut untuk lampu out dor di rumah tinggal perlu diperhatikan pemilihan spesifikasi alat ini. Anda akan menemukan parameter tegangan (volt) dan arus (A). Untuk parameter tegangan pilihlah tegangan kerja standar yang terpasang di rumah yaitu AC 220 V agar lebih praktis dan anda tidak perlu memasang perangkat lain untuk menyesuaikan tegangan kerja dari photocell. Sedangkan untuk parameter arus bisa disesuaikan dengan kebutuhan, semakin kecil besar parameter arus maka semakin mahal harganya. Untuk memudahkan pengembangan fungsi nantinya saya sarankan untuk pemilihan parameter arus bisa 2A keatas atau lebih besar lebih baik. Artinya dengan kemampuan arus yang besar hanya dengan 1 alat ini bisa mengendalikan banyak lampu.

2. Cara pemasangan / instalasi photocell


Cara pemasangan atau instalasi photocell bisa anda lihat gambar diatas, untuk lebih memudahkan anda supaya tidak bingung, berikut saya jelaskan langkah-langkah praktisnya :

- Matikan sumber listrik dengan meng Off kan MCB utama di KWH Meter untuk menjamin keamanan anda saat melakukan instalasi

- Buka fitting lampu yang sudah terpasang sebelumnya yang rencananya  akan dikendalikan oleh photocell

- Anda akan menemukan 2 kabel difitting lampu tersebut, kabel tersebut adalah kabel phase dan netral, Jika instalasi mengikuti standar, kabel netral berwarna biru, atau anda bisa pastikan mana netral dan phase menggunakan tespen ( pengetesan dengan tespen, instalasi harus dalam keadaan bertegangan / phase akan membuat lampu tespen anda nyala, sedangkan netral tidak membuat tespen anda nyala ).

- Perpanjang 3 kabel di photocell dengan kabel bantuan, karena sangat direkomendasikan pemasangan photocell tidak boleh dibawah cahaya langsung dari lampu, upayakan photocell bisa menangkap intensitas cahaya alam luar rumah dengan maksimal tanpa terpengaruh cahaya lampu

- Di fitting yang sudah anda buka langsung jointing kabel putih fotocell di terminal netral fitting tersebut menyatu dengan netral fitting lampu, sedangkan untuk phase fitting lampu bisa anda lepas dan langsung jointing dengan kabel hitam dari photocell, terminal phase di fitting lampu kini kosong tidak ada kabel terhubung, kabel merah dari photocell inilah yang kemudian dikoneksikan dengan terminal phase pada fitting tersebut ( lihat gambar instalasi photocell diatas ). Setiap jointing kabel sangat diharapkan untuk diisolasi dengan isolasi khusus instalasi listrik.

ket : untuk standar pewarnaan kabel photocell saya ambil secara umum dari photocell merk tertentu dimana untuk Red = Load; Black = Line; White = Netral, anda harus cek kembali dengan melihat nameplate dari photocell yang anda akan pasang dan menyesuaikannya

- Pastikan instalasi sudah selesai anda pasang dan photocell terpasang ditempat yang tepat, pasang kembali fitting lampu ditempat sebelumnya.

- hidupkan MCB utama di KWH Meter, posisikan saklar lampu posisi On, tunggu sampai cahaya redup atau menjelang malam maka lampu yang tadi diinstalasi harus nyala otomatis.

Aplikasi menggunakan photocell bisa digantikan pula dengan komponen timer sebagai alternatif, untuk lebih jelasnya silahkan baca artikel saya tentang cara instalasi listrik menggunakan timer, dimana timer yang digunakan adalah timer analog Theben SUL 181h.

Adapun permasalahan-permasalahan yang dihadapi saat instalasi photocell yang tidak sesuai harapan, anda bisa baca diartikel yang lain pada blog ini yaitu tentang permasalahan photocell dan solusinya.

Demikianlah Cara Pasang Instalasi Sensor Cahaya Photocell yang Baik, lengkap. Saran, masukan ataupun koreksi silahkan meninggalkan jejak di kolom komentar. ( baca juga artikel berkaitan, modifikasi instalasi photocell tanpa drop tegangan ke lampu )

sangat direkomendasikan agar dalam pekerjaan instalasi selalu memperhatikan 5 langkah keselamatan kerja kelistrikan serta didampingi oleh orang yang berkompeten.

Wassalam.
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, atau ketikan email anda pada kotak yang disediakan kemudian klik tombol "Subscribe" Jangan lupa cek email untuk verifikasi. Nama email anda kami rahasiakan. GRATISSS!!!
31 Komentar untuk "Cara Pasang Instalasi Sensor Cahaya Photocell yang Baik, lengkap"

nambihin ya pak suhinar,
barang kali mau yg praktis untuk di rumah, bisa pakai fitting sensor otomatis harga'a lebih murah (mulai dari 25rb) tinggal pasang difiiting lampu.

untuk photocell seperti diatas dipasaran sekitar 50rb.

thanks Pak Suhinar share artikel'a.
semoga visitor'a makin banyak.

betul om radi, fitting yang sudah dilengkapi sensor memang ada, saya pun pernah mencobanya, kelemahannya kurang awet alias cepat rusak, mungkin karena mereknya abal2 kali...he...

makasih do'a dan kunjungannya...
sukses & sehat terus om radi dengan sepedanya..he..

Pak Suhinar mau tanya nih,
Sekarang kan musim'a lampu LED, kenapa klo dipasang photocell ga mau nyala ya?
saya coba beban'a lampu TL yg masih pake ballast + lampu LED, yg nyala hanya lampu TL,
klo saya kasih beban lampu LED aja ga bisa nyala lampunya, tp klo tanpa photo cell ga ada masalah.

lampu LED yg dipake Ceiling downlight LED 12W.



beberapa merk lampu led memang ada yang sensitif terhadap stabilitas tegangan. Saya anggap pemasangan lampu led tersebut + lampu TL sudah benar ya, dipasang paralel agar pembagian tegangannya tidak terpengaruh. untuk masalah lampu led yang tak mau nyala, analisa saya lampu led lebih merasakan penurunan tegangan karena dropp di tahanan LDR dari photocell yang terpasang serial dengan beban. Sebenarnya dropp tersebut sangat kecil dan bisa diabaikan untuk beban2 yang tidak sesensitif LED. pada photocell sebenarnya analogi saklar didalamnya tidak benar2 seperti saklar yang bisa close dan open, tapi analogi open adalah membesarnya tahanan resistansi LDR di photocell sehingga tegangannya tidak sampai ke lampu, adapun analogi saklar close adalah mengecilnya tahanan resistansi LDR di photocell sehingga tegangan sampai ke beban, dalam kenyataannya posisi close tersebut masih ada drop tegangan resistansi LDR tersebut meskipun kecil, dan bagi Led yang sensitif ini jadi masalah.
saran saya pilih lampu led selain melihat watt nya, pilihlah yang punya range tegangan lebih variable dan saat ini sudah banyak dipasaran, seperti 110 - 220 volt dsb.merk terkenal tidak menjamin selalu handal ditegangan rendah.

semoga bisa membantu om radi...
terimakasih kunjungannya..
boleh di share jika artikel2 disini bermanfaat...he...:)

selamat sore Pak Suhinar. saya tertarik dengan photocel dan fitting otomatis yang dibahas diatas. rencananya akan saya pakai untuk bagian garasi. akan tetapi, garasi yg akan saya gunakan belum ada aliran listrik sama sekali (rumah kosong). apakah memungkinkan jika sumber energinya berasal dari aki (motor/mobil)? jika memungkinkan, mohon info pak bagaimana cara proses instalasinya. karena jujur saya bingung dengan kelistrikan. maklum masih awam pak. terimakasih

sangat bisa pak, pastikan semua peralatan yang bapak pasang support tegangan aki ( biasanya 12 volt DC ), photocell 12 Vdc banyak dipasar online, lampu led 12 Vdc juga tersedia. Gambar instalasi seperti diatas hanya sumber PLN diganti sumber aki ( jika tipe photocell yang digunakan sejenis ), lebih tepatnya lihat manual / template photocell.

Selamat sore pa suhinar.aku mau nanya.kan saya pasang lampu son 250 watt.saya pakai photocell yg 6 ampere.tp kenapa nyala lampunya nyampe malem sekali.padahal dah gk ada cahaya dekat photocellnya.apa besar kecil ampere mempengaruhi pa.makasih

Saya rasa besar kecilnya amper tidak ada pengaruh pak untuk kasus bapak, masalah ada pada sensitifitas dari sensor photocell itu sendiri pak ( LDR ) atau bisa jadi lampu yang bapak pasang sensitif pada kestabilan tegangan kerjanya, karena proses mengecilnya tahanan LDR karena cahaya redup tidak langsung mendekati nol, masih ada proses bertahap mengecil dari tahanan LDR ketika cahaya terang sehingga drop tegangan masih dirasakan lampu, dan lampu tdk bisa menyalakarena tegangan kerja ke lampu belum tercapai, untuk mensiasatinya bapak bisa baca artikel photocell lain di blog ini tentang "modifikasi instalasi photocell tanpa drop tegangan ke lampu"
demikian, semoga membantu.

menarik informasinya pak,

kesimpulan yang saya tangkap ialah apabila kita menggunakan photocell dengan lampu led plafon sebaiknya memilih yang tegangannya 110-220v pak?

atau bisa berfungsikah jika photocell dipasang pada 2 lampu led yang dipararel tapi tegangannya 220v?

selama pemasangannya paralel idealnya tiap lampu tetap mendapatkan tegangan yang sama dengan V sumber pak, hanya arus spec photocell saja yang harus diperhitungkan, apakah masih dalam range nameplate photocellnya tdk, kalau masih ya ga masalah.

Kelamahan photocell ini supply tegangannya tidak konstan karena tertahan LDR, supaya tegangan outputnya stabil bisa ditambahkan relay AC sebagai pemutus/pengontak arus ke lampu.

Betul sekali pak Ekko, solusi hal tersebut sudah diulas lengkap pada artikel http://listrik-praktis.blogspot.co.id/2015/10/modifikasi-instalasi-sensor-cahaya-tanpa-drop-tegangan.html

Izin pak, ingin bertanya, pemasangan photochell ini kan d luar ruangan, apakah ada akibat jika terkena hujan, dan alat ini kemungkinan rusaknya jika terkena hujan dan pemasngan yg goyang gimna pak,?? Terima kasih

Untuk setiap peralatan elektronik idealnya tidak boleh berinteraksi dengan air. Tetapi hal tersebut bisa diatasi dengan kualitas cashing yang mengacu standar IP (indeks proteksi. Untuk beberapa produk photocell ada yang sudah memiliki IP tahan terhadap air sehingga terkena hujan pun tidak masalah. Tapi seandainya photocell tersebut tidak punya kapasitas menahan air hujan tentunya bisa disiasati masalah penempatannya, yang penting photocell tersebut bisa menangkap cahaya.

begitu juga dengan pemasangan yang goyang pastinya mempengaruhi umur photocell, tapi jika produk tersebut punya IP terhadap getaran akan menjadi tidak terpengaruh.

Selamat sore pak suhinar
Saya mau bertanya
Saya mencoba memasang fhoto
Control 10 A untuk pemasangan sebuah lampu street light LED 40 w ,tetapi lampu langsung nyala,tadinya sy kira alatnya yg mati tapi sy coba sampe 5 pcs ,sama juga kenapa ya pak?

coba diperiksa cara instalasinya bu, tidak harus seperti yang saya gambar diatas, merek tertentu mungkin punya manual instruksi instalasi sendiri.
atau jangan2 waktu masang cahayanya sedang redup, boleh dicoba saat cahaya terang...

Sy mau tanya pak knp Lampu LED sy pasang LDR tdk menyala lampunya,Lampu Lednya wattnya bervariasi,sy sdh tutupi Ldr dengan Plastik hitam,sama saja lampu tdk menyala,mohon instruksinya pak,salam Ricky

masalah biasanya bukan di watt lampu lednya pak, jika saya asumsikan pemasangan LDR yang anda lakukan sudah benar, maka kemungkinan terbesar adalah masalah pada drop tegangan di LDR. Banyak lampu led yang sangat sensitif dengan tegangan diluar speknya ( dibawang rangenya ). Solusinya sebaiknya pemasangan LDR untuk lampu LED sebaiknya pakai instalasi yang sudah dimodikasi ( lihat artikel saya yang lain tentang modifikasi photocell tanpa drop tegangan ke lampu ), atau alternatif lain adalah pilihlah lampu led yang punya spec tegangan lebih lebar jangan cuma 1 nilai tegangan, misal 200 - 220 V.
semoga membantu...

Mungkin fotocell + Kontaktor pasti lebih lancar bisa melayani beberpa titik walau fotocell 2 A, tapi ya itu kabel panjang + kontaktor. makasih.

penambahan kontaktor dalam 1 photocell tdk terlalu berpengaruh ke penggunaan kabel, panjang kabel yang diperlukan hanya dipengaruhi posisi lampu saja.

Maaf pak saya mau tanya... Kalo photocell dapet sumber dari stopkontak lalu output yang ke lampu langsung kita jumper ke fiting yang masih dapet line pln... Atau fasa pln itu ngaruh gak pak kalo bekerja bersamaan atau tabrakan antara saklar lampu aslinya sama photocellnya jadi saya mau masang photosell buat rumah tanpa merubah instalasinya pak jadi photocellnya cuma buat emergency kalo saya pergi ke luar kota

selama sumber fasanya sama saya rasa tidak menjadi masalah pak, posisi saklar On kerja photocell terabaikan, sedangkan posisi saklar Off kerja photocell mengambil alih. Its Good idea...

di tempat sy pke alat ini awalnya bekerja normal, selang bbrp bulan lampu kadang nyala bbrp menit trus mati lamaaa, trus nyala lg sebentar n mati lagi. Sekarang malah nyala terus2an gak mati2...kira2 masalahnya di mana ya pak?

Masalah photocell nyala terus mati dan berulang seperti itu kemungkinan penempatan photocell berdekatan dengan cahaya lampu sehingga ketika menangkap cahaya gelap photocell merespon dengan menghidupkan lampu, ketika lampu nyala photocell juga menangkap cahaya lampu dan diterjemahkan sebagai cahaya terang sehingga merespon agar lampu kembali mati, begitu seterusnya. Beberapa photocell memiliki karakteristik menangkap cahaya luar yang berbeda. Saran saya perhatikan penempatan photocell agar hanya cahaya alam saja yang mempengaruhinya.

Jika lampu nyala terus tdk bisa mati, Masalahnya komponen LDR di photocellnya sudah tidak bagus / rusak, saran saya ganti photocell yang baru, ikuti langkah instalasi yang benar, perhatikan penempatan photocellnya.

terimakasih sudah berbagi pengalaman.

maaf pak mau tanya untuk 10A photocell yg 10A itu untuk brapa lampu ya pak...?? Misal saya pake LED yg 18 waht tu mampuh tu brapa lampu pak...???

Pahami rumus daya listrik gan, jika saya andaikan cosphi lampu led itu = 0.9, maka 10A untuk tegangan PLN dirating 220Volt adalah,
P = I x V x cos phi
P = 10A x 220 Volt x 0.9
P = 1980 Watt
Jadi 10 A jika digunakan untuk lampu led @18 Watt, cukup untuk pemasangan lampu LED tersebut sebanyak 1980watt/18watt = 110 buah lampu LED @18 Watt

semoga membantu.

Pak Suhinar,
Apakah bisa photocell di pasang untuk 2 bola lampu yang parallel?
Terima kasih,

Rusdi

sangat bisa pak, selama tidak melebihi spec arus photocell tersebut.

Pk suhinar
Mengapa photo cell memakan durasi waktu untuk menyalakan atau memadankan lampu yah?
Ini lah yang terjadi pada percobaan saya pk, mohon penjelasannya

prinsip fungsi saklar pada photocell adalah perubahan nilai resistansi / tahanan pada komponen LDR yang dipengaruhi intensitas cahaya. Proses perubahan nilai tersebutlah yaitu perubahan intensitas cahaya dari redup ke terang atau sebaliknya yang memerlukan durasi untuk pengkondisian nilai tahanan LDR, tapi menurut saya tidak terlalu jadi kendala.

Silahkan berkomentar yang sesuai dengan topik, Mohon Maaf komentar dengan nama komentator dan isi komentar yang berbau P*RN*GRAFI, OB*T, H*CK, J*DI dan komentar yang mengandung link aktif, Tidak akan ditampilkan!

Back To Top