Bahaya Kimia bagi Pekerja Hamil: Daftar Bahan dan Perlindungannya
Oleh Suhinar El. Seri Motor Academy: Safety, Lesson 11: Melindungi Kesehatan di Tempat Kerja (artikel 9 dari 9)
Modul Lesson 11 menyebut 11 bahan yang berbahaya bagi kemampuan punya anak yang sehat dan bagi janin: timbal, merkuri, benzena, toluena, xilena, karbon monoksida, hidrogen sulfida, fenol, vinil klorida, nikotin, dan alkohol. Lima di antaranya ada di bengkel servis motor listrik biasa, sebagian bahkan di meja kerja yang dipakai setiap hari. Yang membedakan bahaya ini dari bahaya kerja lain: dampaknya bukan pada pekerja yang terpapar, melainkan pada janin yang tidak punya pilihan.
⚠ Tulisan ini informasi keselamatan kerja, bukan nasihat medis dan bukan nasihat hukum. Artikel ini tidak memuat batas aman perorangan karena penilaian itu harus dilakukan dokter dengan melihat kondisi masing-masing. Pekerja yang sedang hamil, merencanakan kehamilan, atau menyusui sebaiknya berkonsultasi dengan dokter kandungan dan dokter perusahaan, serta membawa daftar bahan yang ditangani di tempat kerjanya.
Lima dari sebelas bahan ini ada di bengkel servis motor listrik yang biasa.
Sebelas Bahan dan Di Mana Biasanya Ditemukan
| Bahan | Sumber yang umum di tempat kerja | Jalur masuk utama |
|---|---|---|
| Timbal | Solder, cat lama, aki, pemberat balancing rotor | Terhirup sebagai asap atau debu, tertelan lewat tangan kotor |
| Merkuri | Lampu TL pecah, termometer lama, beberapa sakelar tilt kuno | Uap terhirup |
| Benzena | Bensin, sebagian pelarut lama | Terhirup dan terserap kulit |
| Toluena | Thinner, varnish isolasi, lem kontak, cat semprot | Terhirup dan terserap kulit |
| Xilena | Thinner, pembersih bagian logam, cat | Terhirup dan terserap kulit |
| Karbon monoksida | Knalpot genset dan forklift, mesin yang dihidupkan di ruang tertutup | Terhirup |
| Hidrogen sulfida | Saluran limbah, tangki, ruang terbatas di plant pelanggan | Terhirup |
| Fenol | Sebagian resin dan perekat, bahan pembersih tertentu | Terserap kulit dan terhirup |
| Vinil klorida | Proses pembuatan PVC, dan asap dari kabel PVC yang terbakar | Terhirup |
| Nikotin | Rokok, termasuk asap rokok orang lain di area kerja | Terhirup |
| Alkohol | Konsumsi, bukan bahan kerja | Tertelan |
Daftar ini bukan daftar lengkap semua bahan yang pernah dikaitkan dengan gangguan reproduksi. Modul menyusunnya sebagai contoh yang paling sering ditemui di industri, bukan sebagai daftar tertutup. Untuk bahan apa pun yang tidak ada di tabel, jawabannya ada di lembar datanya sendiri, dan cara membacanya dibahas di cara membaca SDS atau LDKB.
Kenapa Pelarut Jadi Perhatian Khusus
Toluena dan xilena adalah dua nama yang paling sering muncul di bengkel gulung motor, karena keduanya ada di thinner dan di varnish isolasi. Dua sifatnya yang bikin pelarut berbeda dari debu:
- Menguap di suhu ruang. Kaleng yang dibuka tanpa ditutup kembali tetap melepas uap ke udara meskipun tidak ada yang sedang memakainya. Bau yang masih tercium artinya kadarnya masih ada di udara yang dihirup.
- Terserap kulit. Ini bagian yang paling sering diabaikan. Mencuci tangan pakai thinner, atau memegang majun basah pelarut tanpa sarung tangan, memasukkan bahan itu lewat kulit tanpa melewati hidung sama sekali. Jadi respirator saja tidak menutup jalur ini. Perbedaan jalur masuk dan jenis bahayanya dibahas di bahaya kesehatan bahan kimia: iritan, korosif, karsinogen.
Soal pertanyaan yang paling sering muncul, apakah bau thinner berbahaya bagi janin: bau adalah tanda ada paparan, bukan ukuran seberapa besar paparannya. Sebagian pelarut tercium pada kadar yang jauh di bawah batas yang dianggap bermasalah, sebagian lain justru melumpuhkan indra penciuman sehingga tidak tercium lagi pada kadar tinggi. Karena itu yang dipakai menilai bukan hidung, melainkan pengukuran kadar di udara, dan keputusannya diserahkan ke dokter, bukan ke perasaan.
Urutan Perlindungan yang Benar
Urutannya sama dengan pengendalian bahaya lain: perbaiki dulu udaranya, baru pasang pelindung di orangnya.
- Ventilasi dan penangkapan di sumber. Hisap lokal di meja varnish dan di area cat semprot, bukan sekadar kipas angin yang mengaduk udara. Kaleng pelarut ditutup rapat saat tidak dipakai, dan majun basah pelarut dimasukkan ke wadah logam bertutup.
- Pisahkan pekerjaan, bukan hanya pekerjanya. Pekerjaan dengan pelarut dan cat dikerjakan di area khusus yang terpisah, supaya orang yang tidak berkepentingan tidak ikut terpapar hanya karena lewat.
- APD yang cocok untuk bahannya. Sarung tangan harus dipilih dari bahan yang tahan pelarut tersebut, karena sarung tangan lateks tipis justru ditembus banyak pelarut. Untuk saluran napas, masker debu tidak berfungsi sama sekali terhadap uap pelarut; yang dibutuhkan respirator dengan cartridge uap organik. Jenis dan batasnya ada di jenis respirator: masker debu, cartridge, supplied-air, dan SCBA.
- Baca SDS tiap bahan, bagian bahaya reproduksi. Pada lembar data, informasi ini ada di bagian bahaya kesehatan, biasanya dengan penanda khusus untuk toksisitas terhadap reproduksi. Bagian itulah yang dibawa saat konsultasi ke dokter.
- Pengukuran kadar di udara. Ini tanggung jawab perusahaan, bukan pekerja. Tanpa angka hasil pengukuran, pembicaraan soal aman atau tidak aman cuma adu pendapat.
Pembahasan ventilasi, prosedur, dan APD secara utuh ada di pengendalian bahaya bahan kimia: ventilasi, prosedur, dan APD.
Bahaya yang Bukan Kimia
Modul juga menyebut tiga hal di luar bahan kimia yang perlu diperhatikan untuk pekerja usia subur dan pekerja hamil.
- Radiasi. Terutama radiasi pengion. Pekerjaan di dekat sumber radiasi butuh pelindung dan alat pantau dosis, dan pekerja hamil termasuk kelompok yang penanganannya diatur tersendiri. Dasar aturannya ada di bahaya radiasi pengion dan non pengion di tempat kerja.
- Angkat angkut. Pekerjaan mengangkat beban dan postur membungkuk berulang perlu dibantu alat angkat atau rekan kerja, bukan diselesaikan dengan tenaga sendiri. Prinsip penyesuaian pekerjaan terhadap tubuh pekerja dibahas di ergonomi kerja: sesuaikan pekerjaan dengan tubuh pekerja.
- Bahaya biologis. Limbah yang berpotensi infeksius, air genangan, dan kotoran hewan pengerat di gudang lama. Di bengkel motor ini jarang jadi isu utama, tapi muncul saat pekerjaan masuk ruang terbatas atau pit yang lama tidak dibuka.
Hak Pekerja Perempuan Menurut Aturan Indonesia
Di luar urusan teknis, ada sisi aturan yang menyangkut kedua pihak, pekerja maupun pemberi kerja. Ringkasan berikut bersifat informatif, dan untuk kasus tertentu sebaiknya diperiksa langsung ke teks peraturannya atau ke pihak yang berwenang.
| Hal | Dasar aturan | Isi ringkas |
|---|---|---|
| Kerja malam bagi pekerja hamil | UU 13/2003 tentang Ketenagakerjaan, Pasal 76 | Pengusaha dilarang mempekerjakan pekerja perempuan yang sedang hamil pada pukul 23.00 sampai 07.00 bila menurut keterangan dokter berbahaya bagi kesehatan dan keselamatan kandungan maupun dirinya |
| Kesempatan menyusui | UU 13/2003, Pasal 83 | Pekerja perempuan yang anaknya masih menyusu diberi kesempatan sepatutnya untuk menyusui anaknya bila hal itu harus dilakukan selama waktu kerja |
| Cuti melahirkan | UU 4/2024 tentang Kesejahteraan Ibu dan Anak, Pasal 4 dan 5 | Paling singkat 3 bulan pertama, dapat ditambah paling lama 3 bulan berikutnya bila ada kondisi khusus yang dibuktikan surat keterangan dokter |
| Upah selama cuti | UU 4/2024, Pasal 5 ayat (2) | Bulan pertama sampai keempat upah penuh, bulan kelima dan keenam 75 persen dari upah |
| Jaminan tidak diberhentikan | UU 4/2024, Pasal 5 ayat (1) | Ibu yang menjalankan hak cutinya tidak dapat diberhentikan dari pekerjaannya dan tetap memperoleh haknya |
Yang tidak diatur secara rinci di tingkat undang-undang adalah daftar pekerjaan yang harus dihindari pekerja hamil. Keputusan itu jatuh ke penilaian dokter atas kondisi masing-masing, digabung dengan data bahan dan hasil pengukuran kadar di tempat kerja. Artinya perusahaan tetap perlu menyiapkan datanya, karena tanpa itu dokter tidak punya bahan untuk menilai.
Yang Ada di Bengkel Motor Listrik
Dari sebelas bahan di tabel, yang realistis ditemui di bengkel servis dan rewinding motor listrik ada lima:
- Toluena dan xilena dari thinner, varnish isolasi, dan cat. Ini yang paparannya paling rutin.
- Timbal dari solder sambungan kabel dan dari cat lama pada housing motor tua yang dikerok sebelum dicat ulang.
- Karbon monoksida dari genset uji dan forklift yang dihidupkan di dalam bangunan. Bahaya CO dan kenapa alat ukur lebih bisa dipercaya daripada perasaan dibahas di karbon monoksida dan ledakan debu.
- Nikotin dari asap rokok di area kerja. Ini satu-satunya yang bisa dihilangkan tanpa biaya sama sekali.
Satu kelompok yang sering terlewat dari perhitungan: staf administrasi, QC, dan tamu internal yang masuk area produksi tanpa APD karena cuma sebentar. Mereka tidak terdaftar sebagai pekerja produksi, jadi namanya tidak masuk daftar paparan, padahal rute jalan kaki mereka melewati meja varnish dan area cat.
Bagian inilah yang dibawa ke dokter, bukan nama dagang bahannya saja.
Sudut Pandang Workshop
Di bengkel saya tidak ada teknisi perempuan di bagian produksi, jadi topik ini mudah sekali dianggap tidak relevan. Tapi ada staf administrasi dan QC perempuan yang hampir setiap hari masuk area produksi, dan rute mereka melewati meja varnish. Tidak ada satu pun dari mereka yang pernah ditanya apakah sedang hamil atau merencanakan kehamilan, dan memang bukan tempat saya menanyakan itu.
Yang bisa saya kerjakan tanpa menyentuh urusan pribadi siapa pun ada tiga, dan ketiganya berguna untuk semua orang, bukan hanya pekerja hamil. Pertama, kaleng pelarut ditutup. Kedengarannya sepele, tapi kaleng thinner yang dibiarkan terbuka setengah hari di meja gulung itu sumber uap yang paling besar dan paling gampang dihilangkan. Kedua, majun basah pelarut masuk wadah logam bertutup, tidak ditumpuk di ember terbuka. Ketiga, daftar bahan yang kami pakai dikumpulkan beserta SDS-nya, supaya kalau suatu saat ada yang perlu berkonsultasi ke dokter, datanya sudah tersedia dan tidak perlu mencari-cari.
Soal hak cuti dan aturan kerja malam, itu ranah HRD, bukan ranah saya. Tapi supervisor tetap perlu tahu garis besarnya, karena yang pertama kali mendengar kalau ada pekerja merasa tidak nyaman di area tertentu biasanya atasan langsungnya, bukan HRD.
Cek Pemahaman
Pekerja perempuan perlu dilindungi dari bahan tertentu di tempat kerja karena bahan itu... (dapat membahayakan kemampuan memiliki anak yang sehat, dan dapat memengaruhi janin). Apakah respirator cukup untuk melindungi dari toluena? (Tidak, karena toluena juga terserap lewat kulit, jadi sarung tangan yang sesuai sama pentingnya). Siapa yang bertanggung jawab mengukur kadar bahan kimia di udara tempat kerja? (Perusahaan, bukan pekerja)
Baca Juga
- Cara membaca SDS atau LDKB: 16 bagian dan mana yang dibaca duluan
- Pengendalian bahaya bahan kimia: ventilasi, prosedur, dan APD
- Bahaya kesehatan bahan kimia: iritan, korosif, karsinogen
- Jenis respirator: masker debu, cartridge, supplied-air, dan SCBA
- Karbon monoksida dan ledakan debu: bahaya yang tidak terlihat
- Bahaya asbes: atap rumah, kampas rem, dan cara menanganinya
- Ergonomi kerja: sesuaikan pekerjaan dengan tubuh pekerja
- Bahaya kesehatan kerja yang tersembunyi: zat toksik, bising, radiasi
Pertanyaan yang Sering Muncul
Bahan kimia apa saja yang berbahaya bagi ibu hamil di tempat kerja?
Modul keselamatan EASA menyebut sebelas bahan: timbal, merkuri, benzena, toluena, xilena, karbon monoksida, hidrogen sulfida, fenol, vinil klorida, nikotin, dan alkohol. Daftar ini contoh yang paling sering ditemui di industri, bukan daftar tertutup. Untuk bahan lain, informasinya ada di lembar data keselamatan bahan pada bagian bahaya kesehatan.
Apakah bau thinner berbahaya bagi janin?
Bau menandakan ada paparan, tetapi bukan ukuran seberapa besar paparannya. Sebagian pelarut tercium pada kadar jauh di bawah batas yang dianggap bermasalah, sebagian lain melumpuhkan indra penciuman sehingga tidak tercium lagi pada kadar tinggi. Penilaiannya memerlukan pengukuran kadar di udara dan keterangan dokter, bukan penilaian dari hidung.
Apakah respirator sudah cukup melindungi dari pelarut seperti toluena?
Belum. Toluena dan xilena juga terserap melalui kulit, sehingga respirator dengan cartridge uap organik hanya menutup jalur pernapasan. Sarung tangan dari bahan yang tahan pelarut tersebut sama pentingnya, dan sarung tangan lateks tipis tidak termasuk karena ditembus banyak pelarut.
Apa hak pekerja hamil dan ibu melahirkan menurut undang-undang di Indonesia?
UU 13/2003 Pasal 76 melarang pengusaha mempekerjakan pekerja perempuan yang sedang hamil pada pukul 23.00 sampai 07.00 bila menurut keterangan dokter berbahaya bagi kandungan maupun dirinya, dan Pasal 83 memberi kesempatan menyusui selama waktu kerja bila memang harus dilakukan. UU 4/2024 tentang Kesejahteraan Ibu dan Anak mengatur cuti melahirkan paling singkat 3 bulan pertama, dapat ditambah paling lama 3 bulan berikutnya bila ada kondisi khusus yang dibuktikan surat keterangan dokter, dengan upah penuh sampai bulan keempat dan 75 persen pada bulan kelima dan keenam.
Bagaimana perusahaan sebaiknya melindungi pekerja usia subur dan pekerja hamil?
Mulai dari ventilasi dan penangkapan uap di sumber, pisahkan pekerjaan dengan pelarut dan cat ke area khusus, sediakan sarung tangan dan respirator yang sesuai bahannya, kumpulkan lembar data keselamatan setiap bahan yang dipakai, dan lakukan pengukuran kadar di udara. Keputusan penempatan kerja diserahkan pada penilaian dokter dengan memakai data tersebut.



Posting Komentar untuk "Bahaya Kimia bagi Pekerja Hamil: Daftar Bahan dan Perlindungannya"
Posting Komentar
Silahkan berkomentar yang sesuai dengan topik, Mohon Maaf komentar dengan nama komentator dan isi komentar yang berbau P*RN*GRAFI, OB*T, H*CK, J*DI dan komentar yang mengandung link aktif, Tidak akan ditampilkan!