Cara Menghitung Beban Aman Tali Serat: Faktor Desain 5, 6, 9 dan 5 Hal yang Memangkas Kekuatannya

Oleh Suhinar El · Seri Motor Academy: Safety, Lesson 16: Tali Serat, Webbing Sling, dan Round Sling (artikel 6 dari 7)

Beban aman tali serat dihitung dengan membagi kekuatan putusnya dengan faktor desain. Untuk tali 3 untaian berdiameter 19 mm, hasilnya kira-kira begini: manila 490 kg, nylon 680 kg, polyester 600 kg, dan polypropylene 610 kg. Tapi angka itu baru titik awal. Mata splice memangkas sekitar 10 sampai 15 persen, tekukan tajam bisa memangkas sampai 50 persen, dan keduanya berlaku bersamaan. Tali nylon 19 mm yang bermata splice dan melewati sudut tajam bisa tinggal sekitar 290 kg.

Tali melewati tepi tajam tanpa bantalan dibandingkan dengan bantalan sudut
Panel kiri kehilangan sampai separuh kekuatannya. Bantalan di panel kanan harganya beberapa puluh ribu rupiah.

Tabel Kekuatan Putus Tali 3 Untaian

Angka di bawah ini adalah kekuatan putus rata-rata untuk tali tiga untaian yang masih baru dan kering. Pakai sebagai gambaran umum saja. Untuk pekerjaan tertentu, angka pabrikan yang berlaku, dan selisihnya antar-merek bisa cukup besar.

DiameterManilaNylonPolyesterPolypropylene
±12 mm±1.200 kg±2.760 kg±2.760 kg±1.810 kg
±19 mm±2.450 kg±6.120 kg±5.390 kg±3.660 kg
±25 mm±4.080 kg±10.770 kg±9.480 kg±6.030 kg
±38 mm±8.390 kg±22.840 kg±20.170 kg±12.800 kg
±50 mm±14.060 kg±39.640 kg±34.470 kg±22.410 kg

Menghitung Beban Aman

Rumusnya satu baris:

Beban aman = kekuatan putus ÷ faktor desain

Faktor desain yang dipakai modul pelatihan klasik adalah 5 untuk manila, 9 untuk nylon dan polyester, dan 6 untuk polypropylene. Angka 9 terlihat besar. Itu memang disengaja, karena tali sintetis molor sangat banyak sebelum putus sehingga cadangannya perlu dibuat lebih tebal daripada tali alami.

Untuk tali 19 mm, hasilnya:

BahanKekuatan PutusFaktor DesainBeban Aman Vertikal
Manila±2.450 kg5±490 kg
Nylon±6.120 kg9±680 kg
Polyester±5.390 kg9±600 kg
Polypropylene±3.660 kg6±610 kg

Ada satu hal penting yang harus disebutkan. OSHA versi sekarang tidak lagi mencantumkan satu angka faktor desain tunggal untuk tali serat, melainkan memakai tabel beban terpasang per diameter dan per jenis hitch yang di dalamnya sudah ikut diperhitungkan kekuatan bahan, faktor desain, sudut pembebanan, dan rasio lengkungan. Artinya perhitungan di atas berguna untuk memperkirakan dan untuk memahami logikanya, tapi yang mengikat tetap angka di label sling. Untuk sling yang dipakai di pekerjaan nyata, baca labelnya, jangan menghitung sendiri.

Pemotong Kekuatan #1: Tekukan Tajam

Ini pemotong terbesar, sekaligus yang paling sering diabaikan karena tidak meninggalkan jejak apa pun pada talinya. Tali yang melewati sudut tajam bisa kehilangan sampai setengah kekuatannya.

Penyebabnya bukan talinya yang lemah, melainkan serat di sisi luar tekukan yang terpaksa meregang jauh lebih panjang daripada serat di sisi dalam, sehingga beban berhenti terbagi rata ke seluruh penampang dan menumpuk di satu sisi saja. Serat luar putus duluan. Sisanya mengikuti satu per satu.

Dua cara mengatasinya. Pasang bantalan sudut di setiap tepi yang dilewati tali, dan pasang thimble di setiap mata splice supaya matanya tidak memipih waktu ditarik shackle. Keduanya murah. Keduanya sering dilewatkan justru karena murah.

Pemotong #2: Sambungan dan Fitting

Splice apa pun, sebaik apa pun pengerjaannya, memangkas kekuatan tali sekitar 10 sampai 15 persen. Itu bukan tanda splice-nya jelek, melainkan konsekuensi wajar dari untaian yang harus dibelokkan keluar dari jalur pilinannya lalu diselipkan kembali ke tempat yang bukan tempat aslinya.

Dua hal yang sama sekali tidak boleh dipakai. Simpul memotong kekuatan sampai separuh, jauh lebih buruk daripada splice. Klem seling dirancang untuk tali kawat baja dan akan menggencet serat sampai putus di bawah sadelnya.

Semua komponen logam yang menempel juga harus punya kapasitas minimal setara tali. Sekadar membandingkan: OSHA bahkan meminta fitting mekanis pada sling tali serat mampu menahan dua kali beban terpasang slingnya.

Contoh Gabungan

Ambil tali nylon 19 mm tadi, beban aman vertikal 680 kg.

  • Dibuat sling bermata eye splice: 680 kg × 0,85 sampai 0,90 = 580 sampai 610 kg
  • Sling yang sama melewati tepi pelat yang tajam: 580 kg × 0,50 = ±290 kg

Dari 680 kg tinggal 290 kg. Tidak ada yang rusak, tidak ada yang cacat, dan talinya masih kelihatan baru keluar dari bungkusnya. Yang berubah cuma dua hal: ada mata splice, dan talinya menekuk di tepi tajam.

Mata tali tanpa thimble yang memipih dibandingkan mata bertimble yang membulat
Mata kiri memipih pada beban pertama. Setelah itu seratnya menggesek shackle setiap kali tali bergerak.

Pemotong #3: Suhu

Di sinilah modul pelatihan lama perlu diperbaiki, dan koreksinya penting untuk iklim Indonesia.

Batas suhu kerja sling tali serat menurut OSHA adalah maksimum 90 °C dan minimum −40 °C, dan di luar rentang itu sling tidak boleh dipakai sama sekali, termasuk tidak boleh bersentuhan dengan benda apa pun yang suhunya berada di luar rentang tersebut. Ada catatan tambahan yang jarang dikutip: sebagian benang sintetis bisa kehilangan kekuatan putus kalau terpapar lama di atas 60 °C, jadi untuk pemakaian terus-menerus di tempat hangat, pabrikan harus dikonsultasi.

Modul yang beredar sering menulis rentang "−20 sampai 100 °F" lalu mengonversinya menjadi "−28 sampai 65 °C". Konversi itu keliru: 100 °F sama dengan sekitar 38 °C, bukan 65 °C. Angka 65 °C setara 149 °F.

Satu catatan lagi menyertai rentang suhu di modul. Di ujung bawah rentang, angka kekuatan yang tercantum hanya berlaku untuk tali kering, dan tali serat alami yang basah lalu membeku tidak boleh dipakai sama sekali karena air yang membeku di dalam serat memuai lalu merusaknya dari dalam tanpa meninggalkan tanda di permukaan.

Pemotong #4: Kelembapan

Manila menyerap air sampai seperempat beratnya sendiri. Tali manila yang basah lalu disimpan tanpa dikeringkan akan lapuk dan berjamur dari dalam, dan kerusakan seperti itu tidak kelihatan sama sekali dari permukaan sampai seseorang membuka pilinannya untuk memeriksa.

Tapi efek kelembapan yang paling berbahaya di bengkel motor listrik bukan soal lapuk. Tali basah menghantarkan listrik.

Tali serat kering adalah isolator yang lumayan, dan itu salah satu alasan tali tambang dipakai di dekat peralatan listrik. Begitu basah, sifat itu hilang. Tali yang basah oleh air hujan, air cucian motor, atau bahkan kelembapan tinggi di ruangan tertutup berubah menjadi jalur arus, dan orang yang memegangnya berdiri tepat di ujung jalur itu.

Aturannya tegas: hanya tali kering yang boleh dipakai di dekat peralatan bertegangan. Kalau ragu apakah talinya sudah kering, anggap basah.

Pemotong #5: Bahan Kimia

Asam dan kaustik merusak serat. Yang sering tidak disadari, uapnya saja sudah cukup, sehingga tali yang digantung di atas bak pencuci kaustik tidak perlu tercelup sekali pun untuk kehilangan kekuatannya dalam beberapa minggu.

Ringkasnya begini. Manila lemah terhadap asam maupun alkali, nylon tahan alkali tapi rusak oleh asam, polyester justru kebalikannya karena tahan asam tapi rusak oleh alkali kuat, dan polypropylene paling tahan terhadap keduanya meski kekuatannya paling rendah di antara tali sintetis.

Kalau Talinya Tidak Vertikal

Semua angka beban aman di atas berlaku untuk tarikan vertikal lurus. Begitu tali dipasang menyudut, tegangan di dalamnya naik.

Hubungannya ditulis seperti ini:

Beban terpasang = beban aman vertikal × sinus sudut kaki terhadap bidang datar

Artinya sling dengan beban aman vertikal 600 kg yang dipasang pada sudut 30 derajat hanya boleh menanggung 600 × 0,5 = 300 kg per kaki. Semakin rata sudutnya, semakin kecil beban yang boleh dibawa. Penjelasan lengkap dan tabelnya ada di artikel sudut sling.

Tali tambang basah tergeletak di depan panel listrik yang terbuka
Tali serat kering adalah isolator yang lumayan. Tali serat basah adalah kabel.

Konteks Motor Academy: Test Bench dan Motor Basah

Dua situasi di bengkel motor listrik yang langsung berhubungan dengan isi artikel ini.

Pertama, area test bench saat solo run. Motor yang sedang diuji tanpa beban tetap tersambung ke sumber tegangan, dan di sekitarnya berserakan kabel uji, terminal terbuka, serta panel kontrol yang pintunya sering dibiarkan terbuka selama pengujian berlangsung. Kalau ada tali di area itu, apa pun gunanya, talinya harus kering. Tali yang baru dipakai di luar saat gerimis tidak boleh langsung masuk.

Kedua, motor yang baru dicuci. Setelah pencucian dengan air atau larutan pembersih, rumah motor basah dan sering masih meneteskan air. Tali yang dipakai memindahkannya ikut basah, lalu begitu pemindahan selesai tali tadi digulung dan ditaruh kembali di rak seperti biasa. Besoknya tali itu masih lembap. Tidak ada yang tahu.

Pemecahannya sederhana dan tidak gratis. Sediakan tempat menggantung tali basah, terpisah dari rak tali kering, dengan sirkulasi udara yang cukup supaya talinya benar-benar kering sebelum kembali ke rak utama. Tali yang masih menggantung di situ tidak boleh dipakai.

Sudut Pandang Workshop

Yang paling sering saya lihat keliru bukan rumusnya, melainkan cara orang memakai hasilnya. Angka beban aman dihitung sekali, ditulis di papan, lalu dipakai untuk semua kondisi sampai papannya pudar.

Padahal dua pemotong terbesar, tekukan tajam dan sudut sling, berubah setiap kali pekerjaannya berubah, dan kadang berubah di tengah pekerjaan yang sama ketika beban digeser ke posisi lain. Satu angka di papan tidak bisa mewakili itu. Yang lebih berguna adalah kebiasaan memeriksa dua hal sebelum mengangkat: apakah ada tepi tajam yang dilewati tali, dan berapa kira-kira sudut kakinya.

Soal kalkulator, ini salah satu fitur yang sedang saya rancang untuk aplikasi monitoring workshop. Input-nya empat: jenis tali, diameter, ada mata splice atau tidak, dan sudut kaki. Output-nya satu angka beban aman beserta rinciannya, supaya orang melihat dari mana angka itu turun dan bukan sekadar menerimanya.

Tapi satu peringatan tetap berlaku, dan peringatan itu tidak akan saya hilangkan dari kalkulator mana pun yang saya buat. Hasil hitungan adalah perkiraan untuk perencanaan. Untuk sling yang benar-benar dipakai mengangkat, yang berlaku adalah angka di labelnya. Kalkulator membantu orang memperkirakan apakah sling yang tersedia kira-kira cukup. Label yang memutuskan.

Cek Pemahaman

  1. Splice apa pun mengurangi kekuatan tali kurang dari 5 persen.
    Jawaban: Salah. Pengurangannya 10 sampai 15 persen.
  2. Di ujung bawah rentang suhu kerjanya, angka kekuatan tali hanya berlaku untuk …
    Jawaban: tali kering.
  3. Splice pada tali serat menyebabkan apa terhadap beban terpasangnya?
    Jawaban: menurunkannya sekitar 10 sampai 15 persen.
  4. Berapa beban aman tali nylon 19 mm untuk tarikan vertikal lurus?
    Jawaban: sekitar 680 kg, dari kekuatan putus 6.120 kg dibagi faktor desain 9.
  5. Berapa batas suhu kerja maksimum sling tali serat?
    Jawaban: 90 derajat Celsius, dengan catatan paparan lama di atas 60 derajat bisa menurunkan kekuatan.

Baca Juga

Ringkasan

  • Beban aman = kekuatan putus dibagi faktor desain. Manila 5, nylon dan polyester 9, polypropylene 6.
  • Tali 19 mm: manila ±490 kg, nylon ±680 kg, polyester ±600 kg, polypropylene ±610 kg.
  • OSHA sekarang memakai tabel beban terpasang, bukan satu angka faktor desain. Label sling yang mengikat.
  • Tekukan tajam memangkas sampai 50 persen. Pakai bantalan sudut dan thimble.
  • Splice memangkas 10 sampai 15 persen. Simpul memangkas sampai separuh dan dilarang.
  • Klem seling dilarang untuk tali serat.
  • Batas suhu kerja 90 °C maksimum dan −40 °C minimum. Di atas 60 °C dalam waktu lama bisa menurunkan kekuatan.
  • Tali basah menghantarkan listrik. Hanya tali kering yang boleh di dekat peralatan bertegangan.
  • Uap asam atau kaustik merusak tali tanpa perlu kontak langsung.
  • Untuk sudut tidak vertikal, kalikan dengan sinus sudut kaki terhadap bidang datar.

Pertanyaan yang Sering Muncul

Berapa beban aman tali nylon 19 mm?

Sekitar 680 kg untuk tarikan vertikal lurus, dari kekuatan putus kira-kira 6.120 kg dibagi faktor desain 9. Angka itu turun lagi kalau talinya bermata splice, melewati tepi tajam, atau dipasang menyudut, dan untuk sling yang benar-benar dipakai mengangkat yang berlaku adalah angka di labelnya.

Berapa faktor keamanan tali serat?

Faktor desain yang dipakai modul pelatihan klasik adalah 5 untuk manila, 9 untuk nylon dan polyester, dan 6 untuk polypropylene. OSHA versi sekarang tidak lagi menyebut satu angka tunggal, melainkan memakai tabel beban terpasang per diameter dan per jenis hitch yang sudah memperhitungkan bahan, sudut, dan rasio lengkungan.

Bolehkah tali disambung dengan simpul untuk mengangkat?

Tidak. Simpul memaksa serat menekuk tajam di satu titik dan bisa memotong kekuatan tali sampai separuh, jauh lebih buruk daripada splice yang hanya memangkas 10 sampai 15 persen. Simpul juga mengencang sendiri di bawah beban sehingga sulit dibuka kembali.

Apakah tali nylon menghantar listrik?

Tali serat yang kering adalah isolator yang cukup baik, tapi begitu basah sifat isolasinya hilang dan talinya menghantarkan listrik. Karena itu hanya tali yang benar-benar kering yang boleh dipakai di dekat panel, terminal, atau peralatan bertegangan lain, dan tali yang basah oleh hujan atau air cucian harus dikeringkan dulu.

Berapa kekuatan yang hilang karena sambungan?

Splice apa pun, termasuk yang dikerjakan dengan benar, memangkas beban terpasang tali sekitar 10 sampai 15 persen. Angka itu harus dimasukkan ke perhitungan beban aman sejak awal, bukan dianggap cadangan tambahan yang kebetulan tersedia.

Sumber

  • TPC Training, Industrial Rigging Principles and Practices, Course 318, Lesson 4 (modul internal Motor Academy).
  • OSHA, Safe Sling Use: Natural and Synthetic Fiber Rope Slings, untuk batas suhu 90 °C dan −40 °C, catatan paparan lama di atas 60 °C, serta dasar tabel beban terpasang.
  • OSHA 1910.184, Slings, ketentuan sling tali serat alami dan serat sintetis.
  • ASME B30.9 Slings, bagian sling tali serat.
  • Permenaker No. 8 Tahun 2020 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pesawat Angkat dan Pesawat Angkut.
Workshop Superintendent Servis & Rewinding Motor Listrik Praktisi kelistrikan lapangan, asesor uji kompetensi ketenagalistrikan, dan Ahli K3 Listrik. Menulis di listrik-praktis.com untuk menerjemahkan praktik kelistrikan industri jadi panduan yang aman dipakai di rumah. Profil lengkap penulis →

Posting Komentar untuk "Cara Menghitung Beban Aman Tali Serat: Faktor Desain 5, 6, 9 dan 5 Hal yang Memangkas Kekuatannya"