Cara Menggunakan APAR: Teknik PASS, Berapa Jarak Amannya
Oleh Suhinar El · Seri Motor Academy — Safety, Lesson 10: Keselamatan Kebakaran (artikel 1 dari 8)
Cara menggunakan APAR dipersingkat jadi satu singkatan: PASS — Pull (tarik pin pengunci), Aim (arahkan nozzle ke pangkal api), Squeeze (tekan tuas), Sweep (sapukan kiri-kanan). Berdiri sekitar 1,8–2,4 meter dari api — setara 6 sampai 8 kaki pada modul aslinya — dengan punggung menghadap jalur keluar yang bebas. Seluruh isi tabung habis dalam hitungan detik, bukan menit, jadi arah semprotan pertama menentukan hasilnya.
Urutan PASS dirancang supaya bisa diingat saat panik, ketika tidak ada waktu membaca label tabung.
Tiga Syarat Sebelum Anda Boleh Memadamkan
Modul TPC Training Course 109 menempatkan syarat ini sebelum teknik, bukan sesudahnya. Alasannya sederhana: kesalahan terbesar dalam kebakaran bukan salah menyapukan nozzle, tapi memutuskan melawan api yang sebetulnya sudah di luar kemampuan satu orang.
- APAR yang tersedia sesuai kelas apinya. APAR air pada api listrik atau api pelarut justru memperburuk keadaan. Kelas api dan padanan medianya dibahas di kelas kebakaran A, B, C, D, dan K.
- Anda terlatih dan yakin bisa memakainya. Ragu-ragu di depan api sama dengan membuang delapan detik pertama — dan delapan detik itu sering satu-satunya yang Anda punya.
- Anda bisa memadamkan tanpa menghirup asap dan fume. Begitu harus masuk ke ruangan berasap, berhenti. Asap kebakaran bahan plastik dan kabel mengandung gas beracun; APAR biasa tidak melindungi paru-paru Anda.
⚠ Aturan yang tidak bisa ditawar: jangan pernah melawan api yang membahayakan keselamatan Anda. Api yang sudah menjalar ke rak bahan, ke tumpahan cairan, atau yang menutup jalan keluar bukan lagi urusan Anda — keluar, bunyikan alarm, dan serahkan ke regu pemadam.
Satu Orang Membunyikan Alarm dan Menelepon Damkar
Dalam prosedur kebakaran, membunyikan alarm dan memanggil bantuan adalah tugas terpisah dari memadamkan api. Jangan dirangkap. Begitu api terlihat, satu orang keluar untuk membunyikan alarm dan menelepon pemadam, sementara yang terlatih mengambil APAR terdekat.
Modul menegaskan satu hal yang sering dilanggar di lapangan: regu pemadam tetap dipanggil walaupun api sudah padam. Bara yang tersisa di dalam tumpukan majun, di sela belitan motor, atau di balik panel bisa menyala lagi setengah jam kemudian, saat semua orang sudah kembali bekerja.
| Nomor | Untuk | Catatan |
|---|---|---|
| 113 (atau 1131) | Pemadam kebakaran (Damkar) | Nomor nasional; sebagian daerah memakai nomor posko lokal yang berbeda |
| 112 | Panggilan darurat umum | Mencakup kebakaran, kecelakaan, bencana; dikelola Kementerian Komdigi, aktif sejak 2016 |
| 119 / 118 | Ambulans dan gawat darurat medis | Untuk korban luka bakar atau terhirup asap |
| 123 | Gangguan PLN | Bila sumber api dari jaringan atau kWh meter |
Tempel nomor-nomor ini di dekat APAR dan di pintu keluar, bukan hanya di dokumen prosedur. Satu nomor tambahan yang wajib ada di papan itu: nomor posko damkar kota atau kabupaten Anda sendiri, karena waktu responsnya biasanya lebih cepat daripada rute 112.
Teknik PASS Langkah demi Langkah
Empat langkah ini berlaku untuk hampir semua APAR portabel yang beredar — powder, CO₂, foam, maupun air bertekanan.
1. Pull — Tarik pin pengunci
Pin pengunci adalah pasak logam di leher tabung, biasanya disegel kawat tipis atau plastik. Tarik lurus ke luar; segelnya memang dirancang putus. Sebagian APAR memakai mekanisme tuas pengaman atau klip tekan, bukan pin — kenali mana yang dipakai di area kerja Anda sebelum ada kebakaran.
Sambil menarik pin, arahkan nozzle menjauh dari wajah. Beberapa tabung bertekanan melepas semburan pendek begitu tuas tersentuh.
2. Aim — Arahkan ke pangkal api
Ini langkah yang paling sering salah. Naluri mengarahkan nozzle ke lidah api yang paling besar dan paling terang; yang benar adalah mengarahkan rendah, ke dasar api, tempat bahan bakarnya berada. Memadamkan lidah api tanpa menyentuh bahan bakarnya sama dengan tidak melakukan apa-apa — api menyala lagi begitu semprotan berhenti.
3. Squeeze — Tekan tuas
Pegang tabung tegak, genggam gagang bawah dengan satu tangan dan tekan tuas atas dengan tangan lain. Melepas tuas menghentikan semprotan, jadi Anda bisa menyemprot putus-putus untuk menghemat isi. Jangan membanting tabung ke lantai atau memiringkannya berlebihan.
4. Sweep — Sapukan kiri-kanan
Sapukan nozzle melintang di atas pangkal api dengan gerakan mendatar, maju perlahan mengikuti api yang mundur. Jangan berhenti menyapu di satu titik. Setelah api tampak padam, jangan langsung membelakanginya — mundur perlahan sambil tetap menghadap ke sana, dan awasi beberapa menit. Bila menyala lagi, ulangi dari langkah 2 dengan tabung kedua.
Beda Kecil Antar Jenis APAR
PASS sama, tetapi perilaku tiap media berbeda. Perbedaan ini yang membuat latihan dengan tabung yang benar-benar ada di area kerja jauh lebih berguna daripada menghafal teori.
| Jenis APAR | Yang perlu diperhatikan saat memakai |
|---|---|
| CO₂ | Jangan memegang corong plastiknya — gas yang keluar sangat dingin dan bisa menyebabkan luka beku. Jarak semprot pendek, jadi harus lebih dekat. Lanjutkan menyemprot sebentar setelah api padam supaya area tidak langsung menyala ulang. |
| Dry chemical (powder) | Bubuk keluar sangat cepat dan membentuk awan putih yang menutup pandangan. Sapukan cepat dan mantap. Residunya lengket dan harus dibersihkan setelahnya. |
| Foam (AFFF) | Arahkan ke dinding wadah atau lantai di belakang api supaya busa mengalir menyelimuti permukaan cairan — jangan menyemprot langsung ke genangan, nanti cairannya terciprat. |
| Air bertekanan | Hanya untuk kelas A. Jangan dipakai pada api listrik, pelarut, atau minyak. |
Padanan media dengan jenis api, termasuk mana yang aman untuk panel dan belitan motor, dibahas terpisah di jenis APAR untuk panel listrik, motor, dan belitan terbakar.
Durasi Semprot Jauh Lebih Pendek dari Dugaan Orang
Ini angka yang paling mengejutkan peserta pelatihan. Satu tabung APAR bukan selang pemadam — isinya habis dalam hitungan detik.
| Jenis APAR | Durasi semprot penuh | Artinya |
|---|---|---|
| CO₂ | ±8–15 detik | Satu atau dua sapuan saja. Harus tepat sasaran sejak awal. |
| Dry chemical (powder) | ±8–25 detik | Tergantung ukuran tabung; tabung 3 kg berada di ujung bawah rentang ini. |
| Air bertekanan | ±1 menit | Paling lama, tetapi kelas apinya paling sempit. |
Hitungan sederhana: kalau tabung CO₂ Anda habis dalam 12 detik dan Anda butuh 5 detik untuk ragu-ragu membaca label kelas di badan tabung, 41% isi tabung terbuang sebelum nozzle menyentuh api. Itu alasan teknis kenapa latihan wajib dilakukan sebelumnya, bukan karena formalitas audit.
Konsekuensi praktisnya: untuk api yang sedikit lebih besar dari tempat sampah, siapkan APAR kedua sejak awal, dan pastikan ada orang kedua yang membawanya.
Cek Pemahaman
Singkatan yang mudah diingat untuk langkah memakai APAR adalah… (PASS: Pull, Aim, Squeeze, Sweep — tarik, arahkan, tekan, sapukan)
Empat Aturan Penyelamat Nyawa
Modul menutup pelajaran ini dengan empat aturan yang berlaku sebelum kebakaran terjadi, bukan saat terjadi. Tiga di antaranya pekerjaan harian, bukan tindakan darurat.
- Jaga kerapian area kerja. Tumpukan majun, kardus, dan kaleng pelarut kosong adalah bahan bakar yang menunggu sumber api. Rincian langkahnya ada di pencegahan kebakaran bengkel.
- Jangan biarkan empat unsur api berkumpul di satu tempat. Bahan bakar, panas, oksigen, dan reaksi berantai — cukup satu yang dijauhkan. Lihat segitiga api dan piramida api.
- Kuasai alat pemadam di area kerja Anda sendiri. Bukan APAR di gedung sebelah: tabung yang Anda lewati setiap hari, jenisnya apa, dan apakah jarum manometernya masih hijau. Cara mengeceknya ada di cara memeriksa APAR.
- Jangan memadamkan api bila Anda tidak bisa menghindari asapnya. Ini aturan keempat sekaligus batas tegas: begitu asap tidak terhindarkan, tugas Anda berubah menjadi evakuasi.
Konteks Motor Academy: Latihan di Area yang Benar
Di bengkel servis dan rewinding motor listrik, titik kebakaran yang realistis bukan tersebar merata. Ada tiga yang paling sering:
- Area oven dan varnish. Thinner dan varnish impregnasi adalah api kelas B dengan uap yang menyebar lebih jauh dari dugaan. Latihan di sini memakai foam atau powder, bukan CO₂, karena hembusan CO₂ bisa menerbangkan cairan yang terbakar.
- Panel dan test bay. Begitu sumber listrik diputus, apinya berubah sifat mengikuti bahan yang terbakar. Urutannya selalu: putus dulu, baru padamkan. Prinsip pemutusan sumber dibahas di aturan dasar keselamatan kerja listrik.
- Gudang peti kayu dan kardus kemasan motor. Api kelas A murni, dan satu-satunya tempat di bengkel ini di mana APAR air benar-benar pilihan terbaik.
Satu hal administratif yang berpengaruh nyata: tunjuk penanggung jawab alarm per shift, bukan per departemen. Shift malam dengan empat orang di lantai punya persoalan berbeda dari shift pagi dengan tiga puluh orang — dan dalam struktur Kepmenaker No. KEP-186/MEN/1999, penyelenggaraan latihan dan gladi penanggulangan kebakaran secara berkala adalah kewajiban perusahaan, dengan jumlah petugas peran kebakaran minimal dua orang untuk setiap 25 tenaga kerja.
Segel yang masih utuh adalah bukti tercepat bahwa tabung belum pernah dilepas tekanannya.
Sudut Pandang Workshop
Yang paling sering saya temui saat memeriksa kesiapan area kerja bukan APAR yang rusak, melainkan APAR yang terhalang — tertutup pallet, di belakang tumpukan rotor yang menunggu antrean balancing, atau di dinding yang kini tertutup rak baru. Tabungnya penuh, jarumnya hijau, segelnya utuh; tetapi untuk mencapainya butuh tiga puluh detik yang tidak kita punya.
Kebiasaan yang saya minta ke tim: saat briefing pagi, orang yang berdiri paling dekat APAR menunjuk tabung itu dan menyebut jenisnya satu kali. Terdengar berlebihan selama dua minggu pertama, lalu berhenti terdengar berlebihan ketika ada yang menjawab salah.
Peta Seri Lesson 10 — Keselamatan Kebakaran
Artikel ini bagian pertama dari delapan artikel Lesson 10. Yang lain:
- Segitiga api dan piramida api — empat unsur api dan cara memutusnya (artikel pilar)
- Kelas kebakaran A, B, C, D, K — beda versi Indonesia, Amerika, dan Eropa
- Jenis APAR untuk panel listrik dan motor
- Cara memeriksa APAR — 5 kondisi wajib lapor dan checklist bulanan
- Titik nyala bensin, minyak tanah, thinner
- Karbon monoksida dan ledakan debu
- Pencegahan kebakaran bengkel
Baca juga: tanggap darurat di tempat kerja untuk prosedur evakuasi dan titik kumpul, serta listrik statis dan bonding grounding saat menuang thinner.
FAQ
Bagaimana cara menggunakan APAR yang benar?
Pakai urutan PASS: tarik pin pengunci (Pull), arahkan nozzle rendah ke pangkal api (Aim), tekan tuas (Squeeze), lalu sapukan kiri-kanan di atas pangkal api sambil maju perlahan (Sweep). Berdiri 1,8–2,4 meter dari api dengan punggung menghadap jalur keluar, dan pastikan APAR yang dipakai sesuai kelas apinya.
Apa kepanjangan PASS pada APAR?
PASS adalah Pull, Aim, Squeeze, Sweep. Dalam bahasa Indonesia: tarik pin pengunci, arahkan ke pangkal api, tekan tuas, sapukan kiri-kanan. Singkatan ini dipakai karena mudah diingat dalam kondisi panik.
Berapa jarak aman saat memadamkan api dengan APAR?
Sekitar 1,8 sampai 2,4 meter (6–8 kaki) dari api, dengan punggung menghadap jalur keluar yang bebas. APAR CO₂ punya jarak semprot lebih pendek sehingga perlu lebih dekat, tetapi batas jarak tetap ditentukan oleh panas yang masih bisa Anda tahan dan jalur mundur yang masih terbuka.
Berapa lama satu tabung APAR bisa menyemprot?
Jauh lebih pendek dari dugaan banyak orang: APAR CO₂ sekitar 8–15 detik, dry chemical sekitar 8–25 detik tergantung ukuran tabung, dan APAR air bertekanan sekitar 1 menit. Karena itu tidak ada waktu membaca label saat kebakaran sudah terjadi.
Kapan sebaiknya tidak memadamkan api sendiri?
Berhenti dan evakuasi bila APAR yang ada tidak sesuai kelas apinya, bila Anda belum pernah dilatih memakainya, bila asap tidak bisa dihindari, bila api sudah menjalar ke tumpahan cairan atau rak bahan, atau bila api menutup jalan keluar. Satu orang tetap membunyikan alarm dan menelepon damkar 113 atau 112.
Sumber dan Rujukan
- EASA Vo-Tech Vol. 1 Safety — TPC Training Course 109, Lesson 10: Fire Safety
- Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. KEP-186/MEN/1999 tentang Unit Penanggulangan Kebakaran di Tempat Kerja
- Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. PER.04/MEN/1980 tentang Syarat-syarat Pemasangan dan Pemeliharaan APAR



Posting Komentar untuk "Cara Menggunakan APAR: Teknik PASS, Berapa Jarak Amannya"
Posting Komentar
Silahkan berkomentar yang sesuai dengan topik, Mohon Maaf komentar dengan nama komentator dan isi komentar yang berbau P*RN*GRAFI, OB*T, H*CK, J*DI dan komentar yang mengandung link aktif, Tidak akan ditampilkan!