Cara Menjumlahkan Desibel, Hitung Dosis Bising Harian
Oleh Suhinar El. Seri Motor Academy: Safety, Lesson 11: Melindungi Kesehatan di Tempat Kerja (artikel 1 dari 9)
Dua kompresor yang masing-masing 90 dB tidak menghasilkan 180 dB. Hasilnya 93 dB. Desibel memakai skala logaritmik, jadi setiap kenaikan 3 dB berarti intensitas bunyinya naik dua kali lipat. Rumus penjumlahannya: L total = 10 x log (10^(L1/10) + 10^(L2/10) + ...). Angka ini penting bukan karena menarik secara matematis, tapi karena menentukan berapa jam seorang pekerja boleh berada di area itu.
Penjumlahan desibel memakai logaritma, sehingga menggandakan jumlah mesin hanya menambah 3 dB.
Kenapa Desibel Tidak Bisa Dijumlahkan Biasa
Desibel bukan satuan mutlak seperti meter atau kilogram. Ia perbandingan, ditulis dalam logaritma, terhadap ambang pendengaran manusia. Karena itu 90 dB bukan "dua kali lebih keras" dari 45 dB.
Yang perlu dipegang cuma satu angka: +3 dB sama dengan intensitas dua kali lipat. Dari situ semuanya mengalir. Menggandakan jumlah mesin yang sama persis menambah 3 dB. Melipatempatkan menambah 6 dB. Sepuluh mesin identik menambah 10 dB.
Telinga manusia sendiri baru merasakan "dua kali lebih keras" pada kenaikan sekitar 10 dB. Jadi ada jarak antara apa yang terasa dan apa yang sebenarnya diterima telinga. Itulah kenapa pekerja sering merasa area kerjanya "biasa saja" padahal alat ukur bilang lain.
Empat Contoh Hitungan
Masukkan tiap angka ke rumus, lalu bandingkan hasilnya dengan dugaan awal.
| Situasi | Hitungan | Hasil |
|---|---|---|
| Dua kompresor, masing-masing 90 dB | 10 x log (10^9 + 10^9) | 93,0 dB |
| Empat mesin, masing-masing 90 dB | 10 x log (4 x 10^9) | 96,0 dB |
| Motor uji 85 dB + kompresor 88 dB + gerinda 90 dB | 10 x log (3,16x10^8 + 6,31x10^8 + 1,00x10^9) | 92,9 dB |
| Mesin keras 95 dB + mesin pelan 85 dB | 10 x log (3,16x10^9 + 3,16x10^8) | 95,4 dB |
Baris terakhir yang paling berguna untuk dipakai di lapangan. Mematikan mesin 85 dB di sebelah mesin 95 dB hanya menurunkan total dari 95,4 dB ke 95,0 dB. Nyaris tidak ada bedanya.
Artinya: kalau mau menurunkan bising di satu area, kerjakan sumber yang paling keras lebih dulu. Mengurusi mesin yang pelan terasa produktif, tapi angkanya tidak bergerak. Saya pernah melihat anggaran peredam habis di area yang salah gara-gara urutan ini dibalik.
Hitung Dosis Bising Harian, dan Kenapa Dua Standar Memberi Jawaban Berbeda
Nilai Ambang Batas (NAB) kebisingan di Indonesia adalah 85 dBA untuk 8 jam kerja, dengan faktor tukar 3 dB. Setiap kenaikan 3 dB memotong waktu aman jadi setengahnya. Tabel lengkapnya sampai 140 dBA ada di Permenaker No. 5 Tahun 2018 dan sudah dibahas di artikel earplug vs earmuff dan batas bising 85 dB.
OSHA di Amerika memakai angka lain: 90 dB untuk 8 jam, faktor tukar 5 dB. Modul pelatihan asing, termasuk modul EASA yang jadi sumber seri ini, memakai tabel OSHA. Selisihnya besar.
| Tingkat bising | Indonesia (85 dBA, tukar 3 dB) | OSHA (90 dB, tukar 5 dB) |
|---|---|---|
| 85 dB | 8 jam | 16 jam |
| 88 dB | 4 jam | sekitar 10,6 jam |
| 91 dB | 2 jam | sekitar 7 jam |
| 94 dB | 1 jam | sekitar 4,6 jam |
| 97 dB | 30 menit | sekitar 3 jam |
| 100 dB | 15 menit | 2 jam |
Satu pekerja, dua hasil yang bertolak belakang
Ambil kasus yang realistis. Seorang teknisi test bay menghabiskan 4 jam di area 91 dB, lalu 4 jam di area 85 dB. Dosis hariannya dihitung dengan menjumlahkan rasio waktu aktual terhadap waktu yang diizinkan:
- Menurut NAB Indonesia: 4/2 + 4/8 = 2 + 0,5 = 2,5 atau 250%. Melebihi batas dua setengah kali lipat.
- Menurut OSHA: 4/7 + 4/16 = 0,57 + 0,25 = 0,82 atau 82%. Masih di bawah batas.
Pekerja yang sama, hari kerja yang sama, dua kesimpulan yang berlawanan. Ini bukan soal mana yang benar secara ilmiah, tapi soal aturan mana yang mengikat di tempat Anda bekerja.
⚠ Jangan memakai tabel paparan bising dari modul atau situs Amerika untuk tempat kerja di Indonesia. Faktor tukarnya berbeda, dan paparan yang "lolos" menurut OSHA bisa melanggar NAB Permenaker 5/2018 beberapa kali lipat.
Sound Level Meter atau Noise Dosimeter?
Dua alat ini sering dianggap sama, padahal menjawab pertanyaan yang berbeda. Soal ini juga yang paling sering salah dijawab peserta pelatihan, termasuk saya sendiri saat mengerjakan kuis modul ini.
| Sound level meter | Noise dosimeter | |
|---|---|---|
| Menjawab pertanyaan | Berapa dB di titik ini, sekarang? | Berapa total paparan pekerja ini selama shift? |
| Cara pakai | Dipegang petugas, diarahkan ke sumber, dibaca di tempat | Dijepit di bahu pekerja, dibawa bekerja seharian |
| Hasil | Angka sesaat per titik | Persentase dosis dan rata-rata paparan di akhir hari |
| Dipakai untuk | Memetakan area, mencari sumber, menguji efektivitas peredam | Menentukan kepatuhan terhadap NAB untuk orang tertentu |
| Keterbatasan | Tidak bisa menangkap paparan 8 jam penuh, apalagi kalau pekerja berpindah-pindah | Tidak menunjukkan sumber mana yang bermasalah |
Keduanya saling melengkapi. Sound level meter dipakai untuk memetakan bengkel dan memutuskan mesin mana yang harus dibungkus peredam. Dosimeter dipakai untuk membuktikan bahwa teknisi A memang menerima paparan berlebih, yang mana jadi dasar program konservasi pendengaran dan tes audiometri. Soal tesnya ada di tes audiometri karyawan.
Dosimeter ikut bekerja seharian bersama pemakainya, sehingga angkanya mewakili orang, bukan titik.
Tinggi mikrofon disamakan dengan tinggi telinga pekerja, bukan diletakkan di lantai atau di meja.
Pengendalian: Urutannya Bukan dari APD
Menurunkan bising punya urutan yang sudah baku. APD telinga ada di urutan terakhir, bukan pertama.
- Kurangi di sumbernya. Ganti bantalan karet yang aus, kencangkan dudukan yang bergetar, rawat bearing yang berisik. Mesin yang bising sering sedang memberi tahu ada yang tidak beres.
- Bungkus atau sekat sumbernya. Enclosure atau panel peredam di sekeliling mesin melindungi semua orang di area itu sekaligus, tanpa bergantung pada kedisiplinan tiap orang.
- Batasi waktu di area bising. Rotasi tugas, atau pindahkan pekerjaan yang tidak harus dilakukan di dekat mesin.
- Baru APD telinga, dengan NRR yang sesuai dan yang penting nyaman dipakai delapan jam. Pelindung paling bagus di atas kertas tidak ada gunanya kalau dilepas tiap setengah jam.
Dasar hierarki pengendalian ini dibahas di pengendalian bahaya: ventilasi, prosedur, dan APD.
Cek Pemahaman
Alat untuk mencatat paparan bising selama 8 jam penuh adalah... (noise dosimeter, bukan sound level meter). Makin keras bunyinya, makin pendek waktu paparan yang diizinkan. (Benar)
Memetakan Bising di Bengkel Motor Listrik
Di bengkel servis dan rewinding, sumber bising terkumpul di beberapa titik yang itu-itu saja:
- Test bay, terutama saat menguji motor 2 kutub tanpa beban. Kipas pendingin motor putaran tinggi menghasilkan bising aerodinamis yang jauh lebih keras dari dugaan orang.
- Kompresor udara, yang biasanya menyala sepanjang hari dan jarang dihitung karena sudah dianggap suara latar.
- Sandblasting atau grit blasting housing dan rangka. Bising ditambah debu, jadi dua bahaya sekaligus. Sisi debunya dibahas di penyakit paru akibat debu kerja.
- Gerinda tangan dan gerinda duduk, bising tinggi tapi durasinya pendek-pendek sehingga mudah diremehkan.
- Palu dan pukulan logam saat melepas bearing atau mengetuk wedge slot. Bunyinya impulsif, dan bising impulsif dinilai dengan cara tersendiri.
Saya belum punya hasil pengukuran bengkel sendiri yang layak dipublikasikan di sini, jadi saya tidak akan mencantumkan angka tipikal per mesin. Yang bisa saya sarankan: sewa jasa pengukuran lingkungan kerja, karena Permenaker No. 5 Tahun 2018 Pasal 6 memang mewajibkan pengukuran untuk mengetahui tingkat pajanan faktor fisika, kimia, biologi, ergonomi, dan psikologi. Minta hasilnya dalam bentuk peta titik, bukan satu angka rata-rata untuk seluruh bengkel. Rata-rata akan menyembunyikan titik terburuknya.
Sudut Pandang Workshop
Yang mengubah cara saya melihat angka bising bukan tabel NAB, tapi hitungan dosis di atas. Selama bertahun-tahun saya berpikir dalam satuan "berapa dB di area itu". Padahal yang dilindungi aturan bukan area, melainkan orang. Dua teknisi yang bekerja di bengkel yang sama bisa punya dosis harian yang jauh berbeda, cuma karena yang satu lebih sering bolak-balik ke test bay.
Kebiasaan praktis yang murah: catat berapa jam tiap orang berada di area bising, bukan cuma berapa dB area itu. Catatan kasar di papan shift sudah cukup untuk melihat siapa yang perlu diprioritaskan tes pendengarannya.
Peta Seri Lesson 11
Artikel ini bagian dari sembilan artikel Lesson 11 tentang bahaya kesehatan yang merusak pelan-pelan:
- Ergonomi kerja, artikel pilar Lesson 11
- Carpal tunnel syndrome pada teknisi
- Tes audiometri karyawan
- Bahaya radiasi pengion dan non pengion
- Bahaya asbes
- Penyakit paru akibat debu kerja
- Bahaya kimia bagi pekerja hamil
- Limbah B3 bengkel
Baca juga: bahaya kesehatan kerja: zat toksik, bising, radiasi sebagai pengantar, dan program K3 perusahaan dan P2K3 untuk kerangka programnya.
FAQ
Bagaimana cara menjumlahkan desibel?
Pakai rumus logaritmik L total = 10 x log (10 pangkat L1/10 + 10 pangkat L2/10 + seterusnya). Desibel tidak bisa dijumlahkan biasa karena skalanya logaritmik. Patokan cepatnya: menggandakan jumlah sumber bising yang sama besar menambah 3 dB, bukan melipatduakan angkanya.
Dua mesin 90 dB jadi berapa desibel?
93 dB. Dua sumber yang sama besar selalu menambah 3 dB terhadap salah satunya, karena intensitas suaranya menjadi dua kali lipat. Empat mesin 90 dB menghasilkan 96 dB, dan sepuluh mesin 90 dB menghasilkan 100 dB.
Berapa NAB kebisingan di Indonesia?
85 dBA untuk 8 jam kerja per hari menurut Permenaker No. 5 Tahun 2018, dengan faktor tukar 3 dB. Setiap kenaikan 3 dB memotong waktu paparan yang diizinkan menjadi setengahnya, sehingga 88 dBA hanya boleh 4 jam, 91 dBA 2 jam, dan 94 dBA 1 jam.
Berapa lama boleh terpapar bising 94 dB?
Satu jam per hari menurut NAB Indonesia. Standar OSHA Amerika mengizinkan sekitar 4,6 jam untuk tingkat yang sama karena memakai faktor tukar 5 dB. Untuk tempat kerja di Indonesia yang berlaku adalah angka 1 jam.
Apa beda sound level meter dan noise dosimeter?
Sound level meter mengukur tingkat bising di satu titik pada satu waktu, berguna untuk memetakan area dan mencari sumbernya. Noise dosimeter dipakai di bahu pekerja sepanjang shift dan menghasilkan persentase dosis paparan di akhir hari, sehingga bisa dipakai menilai kepatuhan terhadap NAB untuk orang tertentu.
Sumber dan Rujukan
- EASA Vo-Tech Vol. 1 Safety, TPC Training Course 109, Lesson 11: Protecting Your Health
- Ringkasan Permenaker No. 5 Tahun 2018 tentang K3 Lingkungan Kerja, termasuk kewajiban pengukuran pada Pasal 6



Posting Komentar untuk "Cara Menjumlahkan Desibel, Hitung Dosis Bising Harian"
Posting Komentar
Silahkan berkomentar yang sesuai dengan topik, Mohon Maaf komentar dengan nama komentator dan isi komentar yang berbau P*RN*GRAFI, OB*T, H*CK, J*DI dan komentar yang mengandung link aktif, Tidak akan ditampilkan!