Cara Menyambung Tali Tambang yang Benar: Whipping, Short Splice, Long Splice, dan Eye Splice
Oleh Suhinar El · Seri Motor Academy: Safety, Lesson 16: Tali Serat, Webbing Sling, dan Round Sling (artikel 4 dari 7)
Tali tambang disambung dengan splice, yaitu menganyam kembali untaiannya, bukan dengan simpul dan bukan dengan klem seling. Ada tiga jenis splice yang dipakai: short splice untuk menyambung dua tali secara cepat, long splice kalau tali harus melewati puli, dan eye splice untuk membuat mata di ujung tali. Sebelum tali dipotong, ujungnya wajib di-whipping lebih dulu supaya untaiannya tidak mekar. Sambungan sebaik apa pun tetap memotong kekuatan tali sekitar 10 sampai 15 persen.
Whipping dipasang di kedua sisi titik potong. Melewatkan langkah ini berarti menghabiskan setengah jam berikutnya menata ulang untaian yang mekar.
Whipping Dulu, Baru Potong
Tali serat tiga untaian dipilin, dan pilinan itu selalu ingin terbuka. Potong tanpa pengaman, dan untaiannya mekar dalam hitungan detik. Setelah itu seratnya terurai sedikit demi sedikit setiap kali tali dipakai, sampai beberapa sentimeter ujungnya tidak bisa dipegang lagi.
Whipping adalah lilitan benang rapat di dekat titik potong yang menahan pilinan tetap rapat. Benangnya tipis tapi kuat, biasanya benang layar atau benang nilon, dan lebar lilitannya kira-kira sama dengan diameter talinya sendiri sehingga tali 20 mm dililit selebar kurang lebih 20 mm juga.
Langkahnya empat. Bentuk benang jadi loop panjang dan letakkan di atas tali. Lilitkan ujung kerja benang melingkari tali dan menutupi loop, rapat-rapat, maju menjauhi ujung tali. Selipkan ujung kerja ke dalam sisa loop yang masih terlihat. Tarik ujung benang yang satunya sampai loop beserta ujung kerjanya tertarik masuk ke tengah lilitan, lalu potong kedua ujung benang yang mencuat.
Pasang whipping di kedua sisi titik potong sebelum gergaji atau pisau menyentuh tali. Satu sisi saja tidak cukup.
Short Splice: Cepat Tapi Menebal
Short splice menyambung dua tali menjadi satu. Hasilnya kuat dan cepat dikerjakan, tapi bagian sambungannya menjadi lebih tebal daripada tali aslinya. Karena itu tali yang di-short-splice tidak boleh melewati puli atau katrol: bagian yang menebal akan tersangkut atau terjepit di alur puli.
Urutannya begini. Urai pilinan masing-masing tali sepanjang enam sampai delapan putaran, lalu beri whipping kecil di ujung setiap untaian supaya seratnya tidak buyar. Pertemukan kedua tali dengan untaian yang saling selang-seling, persis seperti jari dua tangan yang bertautan, dan ikat sementara di titik pertemuannya supaya susunan untaian yang sudah rapi itu tidak bergeser saat tangan berpindah.
Lalu mulai menyelipkan. Setiap untaian masuk ke bawah untaian tali lawan, melawan arah pilinan, satu kali untuk tiap set selipan, dan arah itu harus konsisten dari awal sampai akhir karena satu selipan yang searah pilinan akan terbuka sendiri begitu tali ditarik. Untuk tali manila cukup tiga set selipan di setiap sisi. Untuk tali sintetis seperti nilon dan polyester, yang permukaannya lebih licin, dibutuhkan empat set supaya tidak tergelincir.
Setelah semua selipan selesai, gulung sambungan itu di bawah telapak tangan atau di atas permukaan datar, lalu ketuk perlahan dengan palu kayu sampai bentuknya rata dan tidak ada untaian yang menonjol sendiri. Tujuannya meratakan serat sekaligus merapatkan sambungan. Terakhir, potong sisa ujung untaian tapi jangan terlalu mepet, sisakan sedikit supaya tidak melorot saat dibebani pertama kali.
Long Splice: Boleh Lewat Puli
Long splice dibuat ketika tali harus tetap berdiameter sama di sepanjang badannya, misalnya tali derek yang melewati katrol.
Caranya berbeda. Urai pilinan jauh lebih panjang, sekitar 15 putaran, lalu buka satu untaian dari tali pertama sambil mengisi alur yang ditinggalkannya dengan untaian pasangan dari tali kedua, terus begitu sampai kedua untaian itu bertemu di titik yang jauh dari tempat semula. Untaian itu diputar masuk mengikuti alur yang kosong, jadi tidak ada penumpukan di satu titik.
Setiap pasangan untaian yang bertemu diikat dengan satu simpul overhand supaya tidak bergeser, lalu masing-masing diselipkan dua kali. Sisa ujungnya diruncingkan, bukan dipotong rata. Buang sebagian seratnya supaya peralihan ke badan tali halus.
Konsekuensinya satu. Long splice memakan tali jauh lebih banyak, dan untuk tali 20 mm panjang kerja yang terpakai bisa sampai dua meter penuh. Itu harga sambungan yang tidak menebal.
Satu-satunya pertanyaan yang menentukan pilihan: apakah tali ini akan melewati puli?
Eye Splice: Membuat Mata di Ujung Tali
Eye splice membentuk lingkaran permanen di ujung tali. Inilah splice yang paling sering dibutuhkan di bengkel. Mata itulah yang nanti dipasang ke shackle atau hook.
Urai pilinan sekitar lima putaran dari ujung tali, beri whipping di ujung tiap untaian, lalu lipat tali membentuk loop sebesar mata yang diinginkan sambil menahan titik pertemuannya dengan ibu jari supaya ukurannya tidak berubah sepanjang pengerjaan. Tahan terus sampai selipan pertama selesai.
Selipan pertama adalah untaian tengah. Masukkan ke bawah satu untaian di badan tali, melawan arah pilinan, lalu lanjutkan dengan untaian kedua yang diselipkan ke bawah untaian berikutnya di badan tali dengan cara yang persis sama. Untaian ketiga diselipkan dari sisi sebaliknya, karena kalau dipaksa dari sisi yang sama, tiga untaian akan menumpuk di satu alur dan matanya jadi miring.
Setelah satu putaran selesai, ulangi penyelipan dengan pola yang sama. Tiga set untuk manila, empat set untuk sintetis. Pada dua set terakhir, buang separuh serat dari tiap untaian sebelum diselipkan. Bagian yang meruncing itu membuat peralihan dari sambungan ke badan tali tidak mendadak, sehingga tidak ada titik kaku yang jadi titik patah.
Satu hal yang tidak boleh dilewatkan: pasang thimble di dalam mata. Tanpa thimble, mata tali akan memipih dan seratnya langsung bergesekan dengan shackle setiap kali dibebani.
Tabel Memilih Splice
| Jenis | Kegunaan | Menebalkan Tali? | Boleh Lewat Puli? | Tali yang Terpakai |
|---|---|---|---|---|
| Whipping | Mengunci ujung tali sebelum dipotong | Tidak | Ya | Hampir nol |
| Short splice | Menyambung dua tali | Ya, jelas | Tidak | Sedikit |
| Long splice | Menyambung dua tali yang melewati katrol | Tidak | Ya | Banyak |
| Eye splice | Membuat mata permanen di ujung | Di bagian mata saja | Tidak relevan | Sedang |
Tiga Larangan
Di luar teknik splice yang benar, ada tiga hal yang tidak boleh dilakukan pada tali angkat.
- Jangan pernah memakai simpul. Simpul memaksa serat menekuk tajam di satu titik, dan tali yang disimpul bisa kehilangan sampai separuh kekuatannya. Simpul juga mengencang sendiri di bawah beban sehingga sulit dibuka, lalu orang memotongnya, dan talinya jadi pendek.
- Jangan memakai klem seling pada tali serat. Klem U-bolt dirancang untuk menjepit tali kawat baja yang keras. Pada tali serat, klem justru menggencet dan memutus serat di bawah sadelnya.
- Jangan menyambung tali kalau belum terlatih. Splice yang selipannya kurang atau arahnya terbalik terlihat sama rapinya dari luar, dan baru ketahuan salah ketika sambungannya melorot di bawah beban.
Terakhir, angka yang perlu diingat: sambungan apa pun, bahkan yang dikerjakan dengan benar, memotong kekuatan tali sekitar 10 sampai 15 persen. Angka itu harus masuk ke perhitungan beban aman, bukan dianggap bonus cadangan.
Thimble bukan tambahan opsional. Mata tali tanpa thimble memipih pada beban pertama.
Konteks Motor Academy: Membuat Tag Line
Di bengkel motor listrik, splice yang paling sering saya butuhkan bukan untuk sling angkat, melainkan untuk tag line, yaitu tali pengarah yang dipegang orang di bawah untuk mengendalikan putaran beban yang sedang menggantung.
Stator motor besar bentuknya tidak simetris. Begitu terangkat, benda itu berputar perlahan mencari posisi setimbangnya, dan kalau dibiarkan, perputaran itu bisa membenturkan kotak terminal ke tiang atau ke rak di sekitarnya. Tag line menahan perputaran itu tanpa membuat siapa pun harus berdiri di bawah beban.
Tag line yang baik punya tiga sifat. Panjangnya cukup supaya orang yang memegangnya berdiri jauh di luar area jatuh. Ujungnya punya eye splice supaya bisa dikaitkan dengan cepat ke titik yang sudah ditentukan di beban, bukan diikat asal dengan simpul yang nantinya susah dilepas. Dan ujung yang dipegang diberi whipping supaya tidak terurai menjadi berumbai dan licin.
Tali polypropylene cocok untuk tag line karena ringan dan tidak menyerap air. Satu catatan penting. Tag line bukan tali angkat, jadi jangan pernah dipakai menahan atau menarik beban yang sedang turun.
Sudut Pandang Workshop
Splicing itu keterampilan tangan, dan keterampilan tangan tidak pernah bisa dipelajari dari artikel mana pun, termasuk yang ini. Yang bisa diberikan tulisan ini cuma urutan langkah dan alasan di baliknya. Sisanya latihan.
Saran saya untuk yang baru mulai: beli tali manila 16 mm sepanjang tiga meter, potong jadi beberapa bagian, dan latih eye splice sampai tangan hafal arah selipannya. Tali manila lebih mudah dibaca pilinannya daripada tali sintetis yang licin. Setelah terbiasa, baru pindah ke polyester.
Satu alat yang sangat membantu adalah fid, yaitu batang runcing dari kayu keras atau kuningan untuk membuka alur antar-untaian. Obeng bisa dipakai kalau terpaksa, tapi ujungnya yang tumpul merusak serat. Fid kayu buatan sendiri dari gagang palu bekas sudah cukup bagus, asal ujungnya diamplas halus supaya tidak menyangkut serat ketika ditarik keluar dari alur.
Dan satu peringatan yang perlu diulang. Splice buatan sendiri boleh dipakai untuk tag line, tali pengikat, atau keperluan yang tidak menggantung beban di atas kepala orang. Untuk sling angkat, pakai sling buatan pabrik yang bersertifikat dan berlabel. Kemampuan membuat splice yang rapi tidak sama dengan kewenangan membuat alat angkat.
Cek Pemahaman
- Short splice tidak boleh dipakai bila tali harus melewati puli.
Jawaban: Benar, karena sambungannya menebal dan akan tersangkut di alur puli. - Ujung tali serat harus di-whipping … dipotong.
Jawaban: sebelum. - Berapa set selipan yang dibutuhkan untuk short splice pada tali sintetis?
Jawaban: empat set di setiap sisi, satu lebih banyak daripada tali manila. - Apa yang wajib dipasang di dalam mata hasil eye splice?
Jawaban: thimble.
Baca Juga
- Cara Pasang Klem Seling yang Benar dan Seizing Sebelum Memotong
- Webbing Sling (Sling Belt): Jenis Type 1-6, Ply, Lebar, dan Cara Memilih
- Kapan Webbing Sling dan Tali Serat Harus Dibuang?
- Apa Itu Rigging Industri? Alat, Sistem, dan 9 Pertanyaan Wajib
Ringkasan
- Whipping dipasang di kedua sisi titik potong sebelum tali dipotong, selebar kira-kira satu diameter tali.
- Short splice cepat tapi menebalkan tali, jadi tidak boleh melewati puli.
- Long splice tidak menebalkan tali tapi memakan panjang tali jauh lebih banyak.
- Eye splice membuat mata permanen, dan matanya wajib diberi thimble.
- Tali manila butuh 3 set selipan, tali sintetis butuh 4 set karena lebih licin.
- Pada dua set selipan terakhir, buang separuh serat untuk meruncingkan sambungan.
- Jangan pernah memakai simpul atau klem seling pada tali angkat.
- Sambungan apa pun memotong kekuatan tali sekitar 10 sampai 15 persen.
- Splice buatan sendiri untuk tag line boleh, untuk sling angkat tidak.
Pertanyaan yang Sering Muncul
Bagaimana cara menyambung tali tambang tanpa simpul?
Dengan splice, yaitu menganyam kembali untaian kedua tali supaya saling mengunci. Untuk sambungan biasa pakai short splice dengan tiga set selipan pada tali manila atau empat set pada tali sintetis, dan untuk tali yang harus melewati katrol pakai long splice supaya diameternya tidak menebal.
Apa beda short splice dan long splice?
Short splice lebih cepat dikerjakan dan memakai tali lebih sedikit, tapi bagian sambungannya menjadi lebih tebal sehingga tidak bisa melewati puli. Long splice menyelipkan untaian ke dalam alur pilinan yang dikosongkan, jadi diameter tali tetap sama, tapi butuh tali jauh lebih panjang dan waktu pengerjaan lebih lama.
Bagaimana membuat mata (eye) di ujung tali?
Urai pilinan sekitar lima putaran, beri whipping di tiap ujung untaian, lipat tali menjadi loop, lalu selipkan untaian tengah ke bawah untaian di badan tali melawan arah pilinan, disusul untaian kedua dan ketiga dari sisi yang sesuai. Ulangi sampai tiga set untuk manila atau empat set untuk sintetis, runcingkan dua set terakhir, lalu pasang thimble di dalam matanya.
Kenapa ujung tali harus di-whipping?
Karena tali serat tiga untaian dipilin, dan pilinannya selalu cenderung membuka begitu ujungnya bebas. Tanpa whipping, untaian mekar dalam hitungan detik setelah tali dipotong, lalu seratnya terus terurai setiap kali tali dipakai sampai ujungnya rusak beberapa sentimeter ke dalam.
Bolehkah tali yang disambung lewat katrol?
Boleh kalau sambungannya long splice, karena diameter tali tetap sama di bagian sambungan. Tali yang disambung dengan short splice tidak boleh melewati katrol atau puli, sebab sambungannya menebal dan akan tersangkut atau terjepit di alur puli.
Sumber
- TPC Training, Industrial Rigging Principles and Practices, Course 318, Lesson 4 (modul internal Motor Academy).
- OSHA 1910.184, Slings, ketentuan sling tali serat alami dan serat sintetis.
- ASME B30.9 Slings, bagian sling tali serat dan efisiensi sambungan ujung.
- Permenaker No. 8 Tahun 2020 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pesawat Angkat dan Pesawat Angkut.



Posting Komentar untuk "Cara Menyambung Tali Tambang yang Benar: Whipping, Short Splice, Long Splice, dan Eye Splice"
Posting Komentar
Silahkan berkomentar yang sesuai dengan topik, Mohon Maaf komentar dengan nama komentator dan isi komentar yang berbau P*RN*GRAFI, OB*T, H*CK, J*DI dan komentar yang mengandung link aktif, Tidak akan ditampilkan!