Checklist Inspeksi Harian Overhead Crane dan Hoist, Plus Kriteria Afkir Tali Kawat yang Beda dengan Sling

Oleh Suhinar El · Seri Motor Academy: Safety, Lesson 17: Hoist, Chain Block, dan Overhead Crane (artikel 3 dari 7)

Kriteria afkir tali kawat hoist berbeda dari kriteria sling seling, dan perbedaannya justru di angka yang paling mirip. Sling seling diafkir pada 10 kawat putus acak per satu rope lay, sedangkan tali hoist pada 12. Untuk kawat putus dalam satu untaian, sling seling berhenti di 5, tali hoist di 4. Dua angka itu berlawanan arah, dan di situlah orang sering keliru. Di luar itu, tali hoist juga diafkir kalau kawat luarnya aus sampai sepertiga diameter atau diameternya berkurang lebih dari 5 persen dari nominal.

Perbandingan batas kawat putus per rope lay pada sling seling dan tali hoist
Satu rope lay adalah jarak satu untaian menyelesaikan satu putaran penuh mengelilingi tali. Tanpa memahami ukuran itu, angka 10 dan 12 tidak ada artinya.

Tiga Lapis Inspeksi

Inspeksi crane tidak terjadi sekali setahun. Ada tiga lapis, dan masing-masing punya pelaku yang berbeda.

Sebelum dipakai, rigger memeriksa crane secara visual dan fungsional. Ini dikerjakan setiap hari, oleh orang yang akan memakainya, dan tidak butuh alat khusus.

Selama dipakai, rigger terus memperhatikan. Suara yang berubah, gerakan yang tersentak, dan bau terbakar dari arah motor hoist adalah hal yang hanya ketahuan kalau ada yang memperhatikan sepanjang pekerjaan berlangsung.

Berkala, pemeriksaan dilakukan oleh petugas yang ditunjuk, dengan catatan tertulis yang disimpan. Di Indonesia, pesawat angkat dan angkut tunduk pada riksa uji sesuai Permenaker 8 Tahun 2020, dan lembar pemeriksaannya ditandatangani oleh Pengawas Ketenagakerjaan Spesialis K3 atau Ahli K3 bidang pesawat angkat dan pesawat angkut. Untuk interval dan prosedur persisnya, konfirmasi ke pengawas atau PJK3 setempat, karena praktiknya berbeda antar-daerah dan antar-jenis pesawat.

Checklist Harian

Urutannya disusun begini supaya pemeriksaan yang berisiko dikerjakan belakangan, setelah yang tanpa beban selesai dan hasilnya aman.

NoYang diperiksaCaranyaTanpa beban
1Tag inspeksi dan nameplate kapasitasPastikan terbaca dan belum lewat tanggalYa
2Pendant dan tombolTekan tiap tombol, pastikan kembali sendiri dan tidak macetYa
3Tombol E-stopTekan, pastikan semua gerakan mati, lalu resetYa
4Limit switch atas dan bawahJalankan pelan sampai limit bekerja, tanpa beban terpasangYa
5Hook dan safety latchCari bukaan melebar, puntiran, retak, latch yang tidak menutupYa
6Tali kawat atau rantai bebanTurunkan hook sampai habis, periksa sepanjang jalurYa
7Lilitan tali di drumRapat, tegang merata, tidak ada yang menyilangYa
8KebocoranPeriksa gearbox, sistem hidrolik dan pneumatik, termasuk genangan di lantaiYa
9Rem hoistAngkat beban beberapa sentimeter, tahan, lihat apakah melorotTidak
10Suara dan getaranDengarkan selama gerakan berlangsung, bandingkan dengan biasanyaTidak

Dua butir yang paling sering dilewati adalah nomor 4 dan nomor 8.

Limit switch dilewati karena mengujinya terasa membuang waktu, padahal pengujiannya cuma butuh belasan detik: jalankan hoist pelan ke atas tanpa beban sampai berhenti sendiri. Kalau tidak berhenti, cranenya tidak dipakai hari itu.

Genangan di lantai dilewati karena dianggap bukan bagian dari crane. Padahal genangan oli di bawah bridge adalah satu-satunya tanda kebocoran gearbox yang terlihat dari lantai, dan kalau lantainya baru dipel pagi itu, tandanya hilang sebelum sempat dibaca siapa pun.

Kriteria Afkir Tali Kawat Hoist

Tali hoist bekerja berbeda dari sling. Ia melewati puli dan menggulung di drum ribuan kali, jadi pola kerusakannya juga berbeda, dan angka batasnya ikut berbeda.

KriteriaSling selingTali hoist
Kawat putus acak dalam satu rope lay1012
Kawat putus dalam satu untaian per lay54
Di dekat sambungan ujung atau socket1 kawat putus atau korosi2 kawat putus
Aus kawat luarTidak diangkakanSepertiga diameter kawat, permukaannya tampak pipih
Pengurangan diameter taliTidak diangkakanLebih dari 5 persen dari nominal

Perhatikan dua baris pertama. Angkanya bersilangan: batas acak tali hoist lebih longgar, tapi batas per untaiannya justru lebih ketat. Itu bukan kesalahan ketik. Kawat putus yang menumpuk di satu untaian jauh lebih berbahaya daripada yang tersebar, karena berarti satu untaian kehilangan penampang sementara untaian lain masih utuh dan beban berpindah ke sana.

Soal diameter minimum, modul pelatihan lama memuat tabel dalam pecahan inci yang sulit dibaca dan angkanya tidak konsisten. Jangan dikutip. Yang dipakai adalah kriteria yang lebih sederhana dan lebih mudah diperiksa di lapangan: ukur diameter tali di beberapa titik, bandingkan dengan nominalnya, dan afkirkan kalau berkurang lebih dari 5 persen. Untuk tali 10 mm, batas itu berarti sekitar 9,5 mm.

Mengukurnya pakai jangka sorong, dan caranya ada aturannya: ukur melintang pada titik terlebar, yaitu dari puncak untaian ke puncak untaian di seberangnya, bukan dari lembah ke lembah. Ambil di beberapa posisi sepanjang tali, terutama di bagian yang paling sering melewati puli.

Tali Pengganti

Tali hoist yang diganti harus sama ukurannya, sama grade-nya, dan sama konstruksinya dengan tali aslinya. Reeving-nya juga dipasang persis sesuai petunjuk pabrikan.

Mengganti dengan tali yang kelihatannya setara tapi konstruksinya beda, misalnya 6x19 diganti 6x37 karena kebetulan itu yang ada di gudang, mengubah kelenturan dan pola kontak tali dengan alur puli. Konsekuensinya baru terasa beberapa bulan kemudian, dalam bentuk keausan yang tidak wajar.

Mengukur diameter tali kawat hoist yang kawat luarnya sudah aus pipih
Kawat luar yang tampak pipih dan mengkilap adalah tanda aus, bukan tanda terawat. Jangka sorong dipasang dari puncak untaian ke puncak untaian.

Kriteria Rantai Beban Hoist

Untuk hoist berantai, tanda bahaya dasarnya sama dengan rantai sling: mata rantai yang memanjang, tergores dalam, bengkok, terpuntir, atau terkena panas. Di atas itu ada tiga tanda yang khas rantai beban.

  • Aus di titik kontak antar-mata rantai. Tidak terlihat dari luar. Dideteksi dengan mengukur panjang sederet mata rantai dan membandingkannya dengan angka saat rantai masih baru, atau dengan wear limit gauge dari pabrikan.
  • Korosi sampai berbentuk sumuran. Karat permukaan yang tipis bisa dibersihkan. Karat yang sudah membentuk lubang-lubang kecil berarti penampang logamnya sudah berkurang.
  • Gerakan tersentak atau bunyi menggertak saat rantai melewati pocketwheel. Ini tanda bahwa jarak antar-mata rantai sudah tidak lagi pas dengan kantung roda.

Yang Bukan Tugas Rigger

Inspeksi harian berhenti di menemukan dan melaporkan. Ia tidak mencakup memperbaiki.

Menyetel limit switch, mengencangkan rem, mengganti tali, atau membuka panel kontrol bukan bagian dari inspeksi harian, meskipun orangnya tahu caranya. Alasannya bukan soal kemampuan, melainkan soal kewenangan dan jejak: perbaikan yang dicatat bisa ditelusuri, sedangkan setelan kecil yang dilakukan diam-diam tidak muncul di riwayat alat mana pun.

Tiga langkah ketika menemukan temuan:

  1. Hentikan pemakaian. Kalau temuannya menyangkut rem, limit switch, hook, tali, atau rantai, cranenya tidak dipakai sampai diperbaiki.
  2. Beri tanda dan laporkan. Tag di pendant atau di saklar utama, lalu laporan tertulis ke atasan pada hari yang sama.
  3. Serahkan perbaikan ke personel berwenang. Dan jangan pernah perbaikan sementara. Mengganjal, mengikat, atau mem-bypass limit switch supaya pekerjaan hari itu selesai adalah cara membuat masalah berikutnya jauh lebih besar.

Teknisi menguji limit switch atas tanpa beban sambil memegang pendant crane
Hook naik kosong, pelan, sampai berhenti sendiri. Belasan detik, dan itu satu-satunya cara tahu pengamannya masih hidup.

Konteks Motor Academy: Checklist yang Benar-Benar Diisi

Checklist crane di bengkel saya pernah berupa kertas yang ditempel di tiang dekat saklar utama. Hasilnya bisa ditebak. Bulan pertama diisi rajin, bulan kedua diisi seadanya, bulan ketiga kertasnya sudah menguning dan tidak ada yang menyentuhnya lagi.

Masalahnya bukan pada orangnya. Masalahnya pada friksi: mengisi kertas berarti mencari pulpen, dan kertas yang sudah penuh berarti mencari lembar baru di laci kantor.

Sekarang checklist harian crane masuk ke aplikasi monitoring workshop yang sedang saya kembangkan, dengan bentuk yang disesuaikan dengan kenyataan pagi hari di bengkel. Satu form, sepuluh butir, semuanya dicentang di layar ponsel. Butir yang ditemukan bermasalah bisa langsung difoto, dan foto itu otomatis menempel ke temuannya. Begitu ada satu butir yang ditandai tidak aman, notifikasi masuk ke supervisor tanpa perlu ada yang mengantar laporan.

Yang paling berguna justru bagian yang tidak terpikir di awal: riwayatnya. Ketika sebuah hoist akhirnya bermasalah, riwayat enam bulan terakhir bisa dibuka, dan sering terlihat bahwa tandanya sudah muncul berminggu-minggu sebelumnya dalam bentuk catatan kecil yang waktu itu dianggap tidak penting.

Sudut Pandang Workshop

Butir checklist yang paling sering diisi asal adalah "suara tidak normal". Alasannya sederhana: tidak ada patokannya. Normal menurut siapa, dan dibandingkan dengan kapan.

Cara saya mengatasinya bukan dengan menghapus butir itu, melainkan dengan membuatnya punya pembanding. Setiap crane direkam suaranya sekali, saat kondisinya memang sedang bagus, dengan ponsel biasa selama satu siklus naik turun penuh. Rekaman itu disimpan di kartu alat. Orang yang ragu tinggal memutar rekamannya dan membandingkan.

Terdengar berlebihan, tapi biayanya nol dan hasilnya nyata. Operator baru yang belum pernah mendengar crane itu dalam kondisi sehat sekarang punya acuan.

Satu hal lagi soal rem. Uji rem sering dilakukan dengan beban yang kebetulan sedang diangkat hari itu, dan kalau bebannya ringan, remnya hampir pasti lolos. Rem yang mulai aus baru menunjukkan gejalanya pada beban yang mendekati kapasitas. Karena itu kalau hari itu ada pekerjaan dengan beban berat, pengujian rem yang berarti justru di situ, bukan di angkatan pertama pagi hari yang bebannya cuma endshield.

Cek Pemahaman

  1. Inspeksi harian oleh rigger mencakup pengujian limit switch tanpa beban terpasang.
    Jawaban: Benar.
  2. Mana yang bukan bagian dari inspeksi harian rigger: memeriksa hook, menguji rem, mendengarkan suara tidak normal, atau melakukan penyetelan kecil pada hoist?
    Jawaban: melakukan penyetelan kecil pada hoist.
  3. Mana yang bukan alasan mengafkir tali kawat hoist: 6 kawat putus acak dalam satu rope lay, 4 kawat putus dalam satu untaian, aus sepertiga diameter kawat luar, atau 2 kawat putus di dekat socket?
    Jawaban: 6 kawat putus acak dalam satu rope lay. Batasnya 12, jadi 6 belum memenuhi kriteria afkir.
  4. Berapa batas pengurangan diameter tali hoist dari ukuran nominalnya?
    Jawaban: lebih dari 5 persen.

Baca Juga

Ringkasan

  • Inspeksi berjalan tiga lapis: sebelum pakai oleh rigger, selama pakai, dan berkala oleh petugas yang ditunjuk.
  • Checklist harian dikerjakan tanpa beban dulu, baru dengan beban untuk uji rem.
  • Limit switch diuji tanpa beban, dengan kecepatan terendah, setiap hari.
  • Tali hoist diafkir pada 12 kawat putus acak per rope lay, sling seling pada 10.
  • Untuk satu untaian, tali hoist diafkir pada 4, sling seling pada 5. Angkanya bersilangan.
  • Aus kawat luar sampai sepertiga diameter dan pengurangan diameter lebih dari 5 persen adalah alasan afkir.
  • Tali pengganti harus sama ukuran, grade, dan konstruksinya.
  • Rantai beban diperiksa dengan mengukur panjang sederet mata rantai terhadap angkanya saat baru.
  • Rigger menemukan dan melaporkan. Perbaikan dikerjakan personel berwenang, tanpa perbaikan sementara.

Pertanyaan yang Sering Muncul

Apa saja yang dicek dalam inspeksi harian crane?

Tag inspeksi dan nameplate kapasitas, pendant dan semua tombolnya, tombol E-stop, limit switch atas dan bawah tanpa beban, hook beserta safety latch, tali kawat atau rantai beban sepanjang jalurnya, lilitan tali di drum, serta kebocoran pada gearbox dan sistem hidrolik atau pneumatik termasuk genangan di lantai. Setelah semua itu aman, barulah rem diuji dengan beban dan suara mesin didengarkan selama gerakan berlangsung.

Bagaimana cara mengecek rem hoist?

Angkat beban beberapa sentimeter dari lantai, hentikan gerakan, lalu tahan posisi itu beberapa detik sambil memperhatikan apakah beban melorot turun. Pengujian ini paling berarti kalau dilakukan dengan beban yang mendekati kapasitas kerja, karena rem yang mulai aus biasanya masih sanggup menahan beban ringan.

Kapan tali kawat crane harus diganti?

Ketika ditemukan 12 kawat putus yang tersebar acak dalam satu rope lay, atau 4 kawat putus dalam satu untaian pada satu lay, atau 2 kawat putus di dekat sambungan ujung. Selain itu tali juga diafkir kalau kawat luarnya sudah aus sampai sepertiga diameter sehingga permukaannya tampak pipih, atau kalau diameter talinya berkurang lebih dari 5 persen dari ukuran nominal.

Apa beda kriteria afkir tali crane dan sling seling?

Untuk kawat putus acak dalam satu rope lay, sling seling berhenti di 10 sedangkan tali hoist di 12, jadi tali hoist lebih longgar. Tapi untuk kawat putus yang menumpuk dalam satu untaian, sling seling berhenti di 5 sedangkan tali hoist di 4, jadi justru lebih ketat, karena kerusakan yang terpusat di satu untaian lebih berbahaya daripada yang tersebar merata.

Bolehkah operator memperbaiki crane sendiri?

Tidak. Inspeksi harian berhenti pada menemukan dan melaporkan, sedangkan perbaikan hanya boleh dilakukan personel yang terlatih dan berwenang. Penyetelan kecil seperti mengatur limit switch atau mengencangkan rem juga termasuk perbaikan, dan perbaikan sementara dalam bentuk apa pun tidak pernah dibenarkan.

Sumber

  • TPC Training, Industrial Rigging Principles and Practices, Course 318, Lesson 5 (modul internal Motor Academy).
  • ASME B30.2, Overhead and Gantry Cranes, kriteria penggantian tali kawat berjalan dan ketentuan inspeksi.
  • OSHA 1910.179, Overhead and Gantry Cranes, termasuk ketentuan lilitan tersisa di drum.
  • ASME B30.16, Overhead Underhung and Stationary Hoists, untuk rantai beban hoist.
  • Permenaker No. 8 Tahun 2020 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pesawat Angkat dan Pesawat Angkut.
Workshop Superintendent Servis & Rewinding Motor Listrik Praktisi kelistrikan lapangan, asesor uji kompetensi ketenagalistrikan, dan Ahli K3 Listrik. Menulis di listrik-praktis.com untuk menerjemahkan praktik kelistrikan industri jadi panduan yang aman dipakai di rumah. Profil lengkap penulis →

Posting Komentar untuk "Checklist Inspeksi Harian Overhead Crane dan Hoist, Plus Kriteria Afkir Tali Kawat yang Beda dengan Sling"