Jenis Sarung Tangan Safety dan Kelas Sarung Tangan Listrik
Tidak ada satu sarung tangan yang melindungi dari semua bahaya. Kulit untuk benda tajam dan kasar, karet atau nitril untuk sebagian bahan kimia, dan sarung tangan isolasi berkelas tegangan 00 sampai 4 untuk pekerjaan listrik — kelas 0 misalnya dipakai sampai 1.000 volt AC.
Memakai sarung tangan yang salah sering lebih berbahaya daripada tidak memakai sama sekali, karena pemakainya merasa terlindungi padahal tidak. Sarung tangan kain di depan bahan kimia, atau sarung tangan karet dapur untuk kerja listrik, adalah dua contoh yang paling sering ditemukan.
Setiap bahan hanya melindungi dari kelompok bahaya tertentu; tidak ada yang serbaguna.
Pilih Berdasarkan Bahaya, Bukan Berdasarkan Kebiasaan
| Bahaya | Bahan yang cocok | Tidak cocok untuk |
|---|---|---|
| Benda tajam, kasar, berduri | Kulit, sarung tangan anti-potong berlapis | Bahan kimia, listrik |
| Panas dan percikan las | Kulit tebal, kain berlapis aluminium | Bahan kimia, listrik |
| Bahan kimia dan pelarut | Nitril, neoprene, butyl, karet alam — sesuai tabel ketahanan | Benda tajam, panas, listrik |
| Listrik bertegangan | Karet isolasi berkelas, diuji berkala | Semua bahaya mekanik tanpa pelindung luar |
| Benturan dan getaran | Sarung tangan berbantalan (impact gloves) | Bahan kimia, listrik |
| Pekerjaan ringan dan kotor | Katun, poliester berlapis karet | Hampir semua bahaya serius |
Dua kolom terakhir itu yang paling sering diabaikan. Sarung tangan kulit yang bagus untuk memegang pelat stator sama sekali tidak menghentikan thinner yang meresap, dan sarung tangan nitril tipis untuk menangani varnish akan langsung sobek kena sudut inti stator.
Kulit vs Karet: Keduanya Punya Titik Lemah
| Aspek | Kulit | Karet / nitril |
|---|---|---|
| Tahan sobek dan gesekan | Baik | Buruk sampai sedang |
| Tahan bahan kimia | Buruk — menyerap dan menahan cairan | Baik, sesuai jenis bahannya |
| Tahan panas | Baik | Buruk, sebagian meleleh |
| Kepekaan jari | Sedang | Baik, terutama nitril tipis |
| Setelah terkena kimia | Harus dibuang; kulit menahan zat dan terus memaparkan kulit tangan | Dicuci atau dibuang sesuai jenis |
Poin terakhir pada kolom kulit perlu digarisbawahi. Kulit yang menyerap pelarut akan menahan zat itu di dekat tangan berjam-jam setelah pekerjaan selesai. Sarung tangan kulit yang pernah basah oleh varnish atau thinner tidak bisa "dikeringkan lalu dipakai lagi".
Dua Lapis: Saat Satu Sarung Tangan Tidak Cukup
Beberapa pekerjaan menghadirkan dua bahaya sekaligus, dan jawabannya bukan mencari satu sarung tangan ajaib melainkan menumpuk dua.
Benda kasar yang berlumur bahan kimia — pasang karet di dalam, kulit di luar. Karet menahan zat kimianya, kulit menahan gesekan dan sobekan. Urutannya tidak boleh dibalik: kulit di dalam akan menyerap kimia yang menembus dari luar.
Pekerjaan listrik — urutannya sama logikanya: sarung tangan isolasi karet di dalam, sarung tangan kulit pelindung di luarnya. Sarung tangan kulit di sini bukan untuk isolasi, melainkan untuk melindungi karet isolasi dari tusukan, sobekan, dan ozon. Satu lubang jarum pada karet isolasi sudah cukup untuk menghilangkan seluruh perlindungannya.
Sarung Tangan Kimia: Jangan Menebak, Cek Tabelnya
Bahan kimia tidak selalu merusak sarung tangan secara terlihat. Sebagian menembus bahan lewat proses yang disebut permeation — sarung tangan tampak utuh, tetapi zatnya sudah sampai ke kulit.
Dua sumber yang harus dibaca sebelum membeli:
- Tabel ketahanan kimia (chemical resistance chart) dari produsen sarung tangan. Tabel ini mencantumkan waktu tembus untuk tiap zat, biasanya dalam menit. Angka inilah yang menentukan berapa lama sarung tangan boleh dipakai sebelum diganti.
- Bagian 8 lembar data keselamatan bahan yang bersangkutan, yang menyebut jenis bahan sarung tangan yang direkomendasikan. Cara membaca ke-16 bagiannya dibahas di artikel SDS/LDKB pada seri ini.
Konteks bengkel motor listrik: varnish impregnasi, resin epoksi, dan solvent pembersih belitan masing-masing punya rekomendasi bahan yang berbeda. Satu kotak nitril biru tipis di gudang biasanya tidak cukup untuk ketiganya — dan nitril tipis sekali pakai umumnya memang hanya untuk kontak percikan singkat, bukan untuk mencelup tangan.
Sarung Tangan Isolasi Listrik: Kelas dan Batas Tegangannya
Ini bagian yang paling sering salah dipahami. Sarung tangan karet biasa — sarung tangan cuci piring, sarung tangan medis, nitril bengkel — tidak memberi perlindungan listrik sama sekali. Yang dimaksud sarung tangan isolasi adalah produk khusus yang diuji per kelas tegangan menurut IEC 60903 (padanannya ASTM D120 di Amerika).
| Kelas | Tegangan kerja maksimum (AC) | Tegangan uji | Warna label |
|---|---|---|---|
| 00 | 500 V | 2.500 V | Krem (beige) |
| 0 | 1.000 V | 5.000 V | Merah |
| 1 | 7.500 V | 10.000 V | Putih |
| 2 | 17.000 V | 20.000 V | Kuning |
| 3 | 26.500 V | 30.000 V | Hijau |
| 4 | 36.000 V | 40.000 V | Oranye |
Untuk bengkel motor listrik yang bekerja pada sistem 380/400 V dan panel suplai test bay, kelas 00 atau kelas 0 adalah rentang yang umumnya relevan. Motor tegangan menengah 6,3 kV menuntut kelas yang jauh lebih tinggi dan prosedur tersendiri.
Pengujian ulang berkala. Sarung tangan isolasi bukan barang beli sekali. Acuan yang banyak dipakai industri mengikuti OSHA 1910.137: diuji ulang secara elektris setiap 6 bulan bila sudah dikeluarkan untuk dipakai, dan paling lama 12 bulan bila masih tersimpan belum pernah dipakai. Tanggal uji terakhir dicap pada sarung tangannya — kalau capnya sudah lewat, sarung tangan itu bukan APD lagi.
⚠️ Peringatan: sarung tangan isolasi bukan izin untuk bekerja pada bagian bertegangan. Urutannya tetap: matikan, kunci dan beri label sumber energi, buktikan tidak bertegangan dengan alat ukur, baru bekerja. Sarung tangan isolasi adalah lapis perlindungan terakhir bila ternyata masih ada tegangan yang tidak terduga — bukan pengganti prosedur.
Cara Menguji Sarung Tangan Isolasi Sebelum Dipakai
Uji ini wajib dilakukan setiap kali sebelum sarung tangan dipakai, bukan hanya saat pengujian berkala di laboratorium. Waktunya kurang dari satu menit.
Langkah 1 — Periksa tanggal uji terakhir
Cari cap tanggal pada manset. Kalau sudah lewat dari interval yang ditetapkan perusahaan, kembalikan ke gudang dan ambil yang lain.
Langkah 2 — Periksa permukaan luar dan dalam
Balik sarung tangan dan amati seluruh permukaan: sobekan, tusukan, goresan dalam, bercak kaku, perubahan warna, atau permukaan lengket. Semua itu alasan untuk menyingkirkan.
Langkah 3 — Gulung manset untuk memerangkap udara
Gulung manset ke arah jari beberapa kali sampai sarung tangan menggembung oleh udara yang terperangkap di dalamnya.
Langkah 4 — Amati dan dengarkan kebocoran
Perhatikan apakah ada bagian yang mengempis. Dekatkan ke pipi atau telinga untuk merasakan dan mendengar desis udara yang keluar. Sekecil apa pun kebocoran berarti sarung tangan tidak boleh dipakai.
Langkah 5 — Pasang bersama pelindung kulit di luarnya
Setelah lolos, pakai sarung tangan isolasi lebih dulu, lalu sarung tangan kulit pelindung di luarnya.
Langkah 6 — Simpan dengan benar setelah dipakai
Simpan dalam kantong atau wadah khusus, tidak dilipat, tidak tertindih, dan jauh dari sinar matahari, panas, oli, dan ozon dari mesin las atau motor listrik.
Uji tiup kurang dari satu menit, tapi inilah yang menangkap lubang yang tidak terlihat mata.
Larangan: Sarung Tangan di Dekat Mesin Berputar
Ini satu-satunya situasi di mana memakai sarung tangan justru menambah bahaya, dan aturannya tidak punya pengecualian.
Sarung tangan yang tersangkut bagian berputar akan menarik tangan ikut masuk. Tangan telanjang punya peluang terlepas; tangan di dalam sarung tangan tidak, karena bahannya menggenggam dan tidak sobek secepat yang dibayangkan.
Mesin di bengkel motor listrik yang masuk larangan ini:
- Mesin bubut komutator dan bubut poros
- Mesin bor duduk
- Mesin balancing rotor
- Gerinda duduk dan gerinda tangan dengan batu berputar
- Poros motor saat solo run test
- Mesin gulung (coil winding machine)
Yang dipakai sebagai gantinya: lengan baju tergulung rapi dan dikancing, tidak ada perhiasan, rambut panjang diikat dan ditutup, serta pelindung mata. Kalau tangan perlu dilindungi dari serpihan panas, solusinya adalah pelindung mesin dan alat bantu pemegang benda kerja — bukan sarung tangan.
Hitung Biayanya: Matriks Sarung Tangan vs Satu Cedera Tangan
Angka berikut adalah contoh ilustrasi dengan asumsi yang disebutkan, bukan data perusahaan. Asumsinya bengkel 40 orang dengan empat jenis sarung tangan.
| Komponen | Asumsi | Biaya setahun |
|---|---|---|
| Sarung tangan kulit | 40 orang × 6 pasang × Rp 28.000 | Rp 6.720.000 |
| Nitril sekali pakai | 20 kotak × Rp 95.000 | Rp 1.900.000 |
| Sarung tangan kimia tahan pelarut | 12 pasang × Rp 180.000 | Rp 2.160.000 |
| Sarung tangan isolasi kelas 0 + pelindung kulit | 6 set × Rp 1.250.000 | Rp 7.500.000 |
| Uji ulang isolasi 2× setahun | 6 set × 2 × Rp 150.000 | Rp 1.800.000 |
| Total | Rp 20.080.000 |
Satu cedera tangan yang menyebabkan jahitan dan absen sepuluh hari sudah menghabiskan sekitar Rp 2,8 juta hanya dari upah hari hilang, belum termasuk pengobatan, henti kerja, dan investigasi. Tiga kejadian seperti itu dalam setahun sudah menyamai separuh anggaran di atas — dan cedera tangan adalah salah satu jenis cedera paling sering di bengkel.
Sudut Pandang Workshop
Yang paling sering saya temukan bukan sarung tangan yang salah jenis, tapi satu jenis sarung tangan untuk semua pekerjaan. Satu kotak sarung tangan kain di dekat pintu, dipakai untuk mengangkat stator, menuang varnish, sampai memegang kabel di panel. Begitu ada satu jenis yang "tersedia", orang berhenti memilih.
Perbaikan yang paling cepat terasa bukan membeli yang mahal, tapi memisahkan rak sarung tangan per pekerjaan dan menempel satu lembar matriks di atasnya. Setelah rak dipisah, pertanyaan "ini pakai yang mana" hilang dengan sendirinya.
Untuk sarung tangan isolasi, satu hal yang saya cek setiap kali: tanggal uji di manset. Sarung tangan isolasi yang disimpan di laci bersama obeng dan tang biasanya sudah tidak layak jauh sebelum tanggal ujinya lewat.
Di mesin berputar, sarung tangan mengubah tersentuh menjadi tertarik.
Baca Juga
- Cara Membaca SDS/LDKB 16 Bagian: Contoh pada Varnish Motor — bagian 8 menyebut bahan sarung tangan yang sesuai
- Arti 9 Simbol Bahaya GHS pada Label Bahan Kimia — mengenali bahaya bahan dari kemasannya
- Hak dan Kewajiban Pekerja dalam K3 Menurut UU 1/1970 — kewajiban APD disediakan cuma-cuma
- 4 Jenis Bahaya di Tempat Kerja dan Contohnya — bahaya kimia, mekanik, dan listrik
- 9 Jenis Kecelakaan Kerja dan Contohnya di Bengkel — terjepit dan tertarik mesin
- Unsafe Action vs Unsafe Condition: Contoh dan Bedanya — sarung tangan di mesin berputar sebagai tindakan tidak aman
- Bagaimana Cara Menggunakan Multimeter untuk Mengukur Arus? — membuktikan tidak bertegangan sebelum bekerja
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Sarung tangan apa yang cocok untuk bahan kimia?
Bergantung pada zatnya. Nitril, neoprene, butyl, dan karet alam masing-masing tahan terhadap kelompok bahan yang berbeda. Cara menentukannya adalah membaca tabel ketahanan kimia dari produsen sarung tangan dan bagian 8 lembar data keselamatan bahan yang bersangkutan. Sarung tangan kulit dan kain tidak pernah cocok untuk bahan kimia karena menyerap dan menahan zatnya di dekat kulit.
Apakah sarung tangan karet biasa aman untuk pekerjaan listrik?
Tidak. Sarung tangan karet rumah tangga, sarung tangan medis, dan nitril bengkel tidak memberi perlindungan listrik sama sekali. Yang dimaksud sarung tangan isolasi adalah produk khusus yang diuji per kelas tegangan menurut IEC 60903 atau ASTM D120, dengan kelas dan tanggal uji tercantum pada mansetnya.
Kenapa tidak boleh memakai sarung tangan di mesin bubut?
Karena sarung tangan yang tersangkut bagian berputar akan menarik tangan ikut masuk ke mesin. Tangan telanjang masih punya peluang terlepas, sedangkan bahan sarung tangan menggenggam dan tidak sobek secepat yang dibayangkan. Larangan ini berlaku juga untuk bor duduk, gerinda, mesin balancing, dan poros motor saat solo run test.
Apa arti kelas 0 pada sarung tangan listrik?
Kelas 0 menurut IEC 60903 berarti sarung tangan isolasi tersebut boleh dipakai pada tegangan kerja maksimum 1.000 volt AC dan diuji pada 5.000 volt, dengan label berwarna merah. Kelas 00 berlaku sampai 500 volt, sedangkan kelas 1 sampai 4 untuk tegangan yang lebih tinggi.
Berapa lama sekali sarung tangan isolasi harus diuji ulang?
Acuan yang banyak dipakai industri mengikuti OSHA 1910.137, yaitu pengujian elektris ulang setiap 6 bulan bila sarung tangan sudah dikeluarkan untuk dipakai, dan paling lama 12 bulan bila masih tersimpan belum pernah dipakai. Di luar itu, uji tiup wajib dilakukan sendiri oleh pemakainya setiap kali sebelum dipakai.
Kesimpulan
Aturan paling sederhana soal sarung tangan ada tiga. Pilih dari bahayanya, bukan dari apa yang kebetulan tersedia di rak. Untuk dua bahaya sekaligus, tumpuk dua lapis dengan urutan yang benar — karet di dalam, kulit di luar. Dan di depan mesin berputar, lepas semuanya. Khusus pekerjaan listrik, sarung tangan isolasi hanya berarti kalau kelasnya sesuai, tanggal ujinya masih berlaku, dan uji tiupnya dilakukan sebelum dipakai.
Sumber
- Permenaker No. PER.08/MEN/VII/2010 tentang Alat Pelindung Diri
- Kelas sarung tangan isolasi IEC 60903 / ASTM D120 — tegangan kerja dan tegangan uji
- Kepmenaker No. 187/MEN/1999 tentang Pengendalian Bahan Kimia Berbahaya di Tempat Kerja
- EASA Vo-Tech Vol. 1 Safety — TPC Training Course 109, Lesson 3: Personal Protective Equipment



Posting Komentar untuk "Jenis Sarung Tangan Safety dan Kelas Sarung Tangan Listrik"
Posting Komentar
Silahkan berkomentar yang sesuai dengan topik, Mohon Maaf komentar dengan nama komentator dan isi komentar yang berbau P*RN*GRAFI, OB*T, H*CK, J*DI dan komentar yang mengandung link aktif, Tidak akan ditampilkan!