Reeving Hoist Tali Kawat: Single vs Double Reeving, Arti 4PS, dan Cara Menghitung Gaya di Tiap Tali

Oleh Suhinar El · Seri Motor Academy: Safety, Lesson 17: Hoist, Chain Block, dan Overhead Crane (artikel 6 dari 7)

Reeving adalah cara tali kawat dilewatkan melalui puli hoist untuk mendapatkan keuntungan mekanis. Prinsipnya sederhana: semakin banyak helai tali yang menopang blok beban, semakin ringan beban yang ditanggung tiap helai. Pada reeving 4 part, beban 9,1 ton ditopang empat helai, jadi tiap helai menahan sekitar 2,3 ton sebelum memperhitungkan gesekan puli. Yang membedakan single dan double reeving bukan kekuatan, melainkan arah: pada double reeving hook tetap di tengah saat naik turun, sedangkan pada single reeving hook bergeser mendatar mengikuti lilitan tali di drum.

Perbandingan single reeving dengan hook bergeser dan double reeving dengan hook tetap
Panah mendatar di panel kiri itulah masalahnya. Pada double reeving di kanan, panah itu tidak ada.

Single Reeving

Pada susunan ini hanya ada satu ujung tali yang terikat di drum. Tali melilit dari satu sisi drum ke sisi lain seiring hook naik.

Konsekuensinya langsung terasa. Karena titik keluar tali bergeser di sepanjang drum, hook ikut bergeser mendatar, dan pada hoist kecil pergeserannya mungkin cuma beberapa sentimeter sehingga tidak terasa, sedangkan pada hoist besar dengan drum panjang hook bisa berjalan puluhan sentimeter dari posisi awal sampai posisi tertinggi.

Karena itu drum pada hoist single-reeved dipasang sejajar dengan arah rel. Dengan begitu pergeserannya terjadi searah rel, dan hoist tidak terdorong miring di relnya. Kalau drumnya dipasang tegak lurus rel, pergeseran tali akan mendorong hoist ke samping setiap kali mengangkat, dan itu side pull yang dibuat sendiri oleh rancangannya.

Double Reeving

Di sini kedua ujung tali terikat di drum, masing-masing di satu sisi, lalu keduanya melilit menuju bagian tengah drum.

Karena tali ditarik dari dua sisi yang berlawanan secara bersamaan dan kedua gulungan bertambah dengan laju yang sama, titik tumpu efektifnya tetap berada di tengah sepanjang pengangkatan, berapa pun tinggi hook saat itu. Hook naik lurus. Inilah yang disebut true vertical lift, dan kemampuan itu penting justru ketika gerakan mendatar hook harus dihindari, misalnya saat menurunkan benda ke dalam cetakan, ke lubang, atau ke dudukan yang toleransinya sempit.

Keuntungan double reeving tidak berhenti di situ.

  • Drum boleh dipasang tegak lurus rel. Karena tidak ada pergeseran mendatar, orientasi drum tidak lagi dibatasi arah rel, sehingga perancang punya kebebasan menata badan hoist.
  • Tali, puli, dan drum bisa lebih kecil. Beban terbagi ke lebih banyak helai sejak di drumnya, jadi tiap helai menanggung lebih sedikit.
  • Hook bisa naik lebih tinggi. Susunan blok yang lebih ringkas memberi ruang tambahan di bagian atas.

Dua istilah yang menyertainya sering tertukar di pasaran, jadi perlu ditegaskan. Hoist single-reeved disebut standard-headroom, sedangkan hoist double-reeved disebut close-headroom. Istilah low-headroom yang kadang dipakai penjual punya arti lain lagi dan tidak selalu berarti double reeving, jadi jangan dicampur.

Arti 1PS, 2PS, 4PS, dan 4PD

Kode ini muncul di nameplate dan katalog hoist, dan artinya langsung begitu dipecah.

Angkanya adalah jumlah helai tali (parts) yang membentang antara drum atau blok diam dengan blok beban. Huruf di belakangnya menunjukkan susunannya: S untuk single reeving, D untuk double reeving. Jadi 4PS berarti empat parts dengan single reeving, dan 4PD berarti empat parts dengan double reeving. Jumlah parts bisa sampai 18 pada hoist berkapasitas besar.

Menghitung Gaya per Helai Tali

Rumusnya satu baris:

Gaya per helai = beban ÷ jumlah parts

ReevingBebanJumlah partsGaya per helai (ideal)
1PS2,3 t12,3 t
2PS4,5 t22,3 t
4PS9,1 t42,3 t
4PD9,1 t4, ditarik dari dua sisi drum±1,1 t per sisi drum

Perhatikan tiga baris pertama. Beban totalnya naik dari 2,3 ke 9,1 ton, tapi gaya per helainya tetap 2,3 ton. Itulah seluruh gunanya reeving: diameter tali yang sama bisa mengangkat beban empat kali lipat, cukup dengan menambah jumlah helai yang menopang.

Contoh Bengkel

Sebuah motor seberat 5 ton diangkat dengan hoist bersusunan 4PS.

  • Gaya ideal per helai: 5 ton dibagi 4, jadi 1,25 ton.
  • Angka itu belum memperhitungkan gesekan di setiap puli yang dilewati tali.
  • Gesekan membuat helai yang paling dekat ke drum menanggung sedikit lebih besar daripada yang jauh, jadi dalam praktik pabrikan memakai faktor efisiensi puli.

Faktor efisiensi itu berbeda antar-pabrikan dan antar-jenis bantalan puli, jadi angkanya dibaca dari data pabrikan, bukan ditebak. Untuk keperluan memperkirakan, pembagian sederhana sudah cukup memberi gambaran.

Harga yang Dibayar

Menambah parts tidak gratis. Kecepatan angkat dibagi jumlah parts.

Hoist 1PS yang mengangkat satu meter per menit menjadi hanya seperempat meter per menit pada susunan 4PS, karena drum harus menggulung empat meter tali untuk menaikkan hook satu meter. Itu sebabnya hoist berkapasitas besar terasa lambat, dan itu bukan kekurangan melainkan konsekuensi langsung dari cara kerjanya.

Diagram susunan reeving satu, dua, dan empat parts dengan beban yang membesar
Beban yang bisa diangkat naik empat kali lipat dari kiri ke kanan, dengan diameter tali yang sama persis. Kecepatan angkatnya turun empat kali lipat juga.

Wrap, Overwrap, dan Aturan Dua Lilitan

Tali yang menggulung di drum harus duduk rapat dan tegang merata dalam satu lapisan yang rapi. Kalau tidak, muncul dua masalah yang keduanya mahal.

Overwrap

Overwrap terjadi ketika tali menumpuk di atas lilitan di bawahnya, bukan berjajar rapi di sebelahnya, dan penyebabnya bisa lilitan yang kendur, tali yang pernah keluar alur, atau pengisian drum yang melebihi kapasitas gulungnya.

Dua akibatnya. Pertama, tali yang menyilang di atas lilitan lain mengalami tekanan setempat yang tinggi, dan di titik silang itulah kawat luarnya cepat rusak. Kedua, setelan geared limit switch bergeser, karena alat itu menghitung posisi hook dari jumlah putaran drum. Satu lapisan tambahan berarti satu putaran drum sekarang menaikkan hook lebih jauh daripada perhitungan semula.

Aturan Dua Lilitan

Ini aturan yang paling sering dilanggar justru karena tidak kelihatan dari lantai: minimal dua lilitan tali harus tetap tersisa di drum ketika hook berada di posisi paling bawah.

Alasannya ada pada sambungan ujung tali di drum, yang dirancang menahan tali di tempatnya dan bukan menahan seluruh beban, sebab yang sebenarnya menahan beban adalah gesekan antara lilitan tali dengan permukaan drum, dan gesekan itu butuh beberapa lilitan untuk terkumpul. Kalau lilitannya habis, seluruh beban menggantung pada sambungan ujung saja.

Hoist yang punya lower limit switch akan berhenti sendiri sebelum titik itu tercapai. Masalahnya pada hoist yang hanya punya upper limit switch, dan itu tidak jarang. Pada hoist seperti itu, operator yang bertanggung jawab memastikan blok tidak diturunkan sampai lilitan tersisa kurang dari dua.

Cara praktis mengeceknya: turunkan hook sampai titik terendah yang akan dipakai, lalu lihat drumnya. Kalau yang tersisa kurang dari dua lilitan penuh, berarti titik terendah yang aman lebih tinggi dari itu, dan batas itu perlu ditandai.

Drum hoist dengan lilitan tali rapi dibandingkan dengan lilitan yang menumpuk overwrap
Titik silang di drum kanan merusak kawat luar. Yang tidak terlihat, setelan geared limit switch-nya juga sudah bergeser.

Konteks Motor Academy: Membaca Nameplate Hoist

Nameplate hoist bengkel memuat lebih banyak informasi daripada yang biasanya dibaca orang. Umumnya cuma kapasitasnya yang diperhatikan, padahal di situ ada tiga angka yang saling berhubungan.

  • Kapasitas dalam ton atau kilogram. Ini batas yang mengikat.
  • Susunan reeving dalam kode seperti 2PS atau 4PD. Dari sini bisa dihitung gaya per helai dan diketahui apakah hooknya true vertical lift atau bergeser.
  • Kecepatan angkat dalam meter per menit. Angka ini sudah memperhitungkan jumlah parts.

Yang berguna dari membaca ketiganya bersama adalah ini: kalau hoist di bengkel terasa lambat dan ada yang bertanya kenapa tidak dipercepat, jawabannya ada di kode reeving. Mempercepatnya berarti mengurangi parts, dan mengurangi parts berarti menurunkan kapasitas.

Kenapa Hook Berjalan Saat Mengangkat Stator

Ini keluhan yang pernah saya dengar beberapa kali, dan penjelasannya ada di artikel ini.

Hook diposisikan tepat di atas titik berat stator, beban mulai diangkat, dan stator bergeser sedikit ke samping saat terangkat. Reaksi pertama orang biasanya menyalahkan pengikatannya atau titik beratnya.

Padahal kalau hoistnya single-reeved, pergeseran itu memang bawaan. Hook berjalan mendatar mengikuti lilitan tali di drum, dan stator ikut bergeser bersamanya. Solusinya bukan mengikat ulang, melainkan memposisikan ulang trolley supaya hook berada tepat di atas titik berat pada ketinggian yang akan dipakai, bukan pada ketinggian awal.

Untuk pekerjaan yang benar-benar tidak boleh bergeser, misalnya menurunkan rotor ke dudukan bearing, hoist double-reeved jauh lebih enak dipakai. Kalau yang ada cuma single-reeved, siasatnya adalah mengangkat sampai ketinggian kerja dulu di tempat yang lapang, baru menggeser trolley ke posisi akhir.

Sudut Pandang Workshop

Reeving adalah bagian hoist yang paling jarang dipahami orang bengkel, dan alasannya masuk akal: semuanya terjadi di atas, di luar jangkauan pandang, dan tidak ada yang perlu disetel sehari-hari.

Tapi ada satu hal praktis yang membuat pemahaman ini berguna. Ketika hoist bermasalah dan teknisi luar datang memeriksa, pertanyaan pertama mereka hampir selalu menyangkut susunan reeving dan kondisi lilitan drum, dan orang bengkel yang sudah bisa menjawab tanpa harus naik dulu menghemat waktu diagnosis yang lumayan panjang.

Soal lilitan drum, saya menyarankan satu kebiasaan yang murah. Sekali saja, saat kondisi hoist sedang bagus, naik dan foto drumnya dengan hook di posisi terendah dan tertinggi, lalu simpan dua foto itu di kartu alat, supaya nanti ketika ada dugaan overwrap pembandingnya sudah tersedia dan tidak perlu menebak apakah tumpukan itu memang dari dulu begitu. Murah, sekali kerja.

Satu lagi yang sering jadi salah paham di lapangan. Hoist yang lambat sering dikira bermasalah, padahal justru hoist berkapasitas besar memang lambat karena jumlah partsnya banyak. Sebelum memanggil teknisi karena hoist terasa melambat, bandingkan dulu dengan angka kecepatan di nameplate. Kalau sesuai, tidak ada yang rusak.

Cek Pemahaman

  1. Keunggulan hoist double-reeved adalah true vertical lift.
    Jawaban: Benar.
  2. Kemampuan menjaga hook tetap di tengah paling penting pada situasi apa?
    Jawaban: ketika gerakan mendatar hook harus dihindari, misalnya menurunkan beban ke dudukan bertoleransi sempit.
  3. Double reeving memungkinkan hook naik ke posisi yang bagaimana dibanding single reeving?
    Jawaban: posisi yang lebih tinggi.
  4. Berapa lilitan minimum tali yang harus tersisa di drum?
    Jawaban: dua lilitan.
  5. Apa yang terjadi pada kecepatan angkat kalau jumlah parts ditambah?
    Jawaban: kecepatan angkat dibagi jumlah parts, jadi makin lambat.

Baca Juga

Ringkasan

  • Reeving melewatkan tali melalui puli supaya beban terbagi ke beberapa helai.
  • Gaya per helai sama dengan beban dibagi jumlah parts, sebelum memperhitungkan gesekan puli.
  • Pada 4 parts, beban 9,1 ton ditanggung sekitar 2,3 ton per helai.
  • Single reeving membuat hook bergeser mendatar, jadi drumnya dipasang sejajar rel.
  • Double reeving memberi true vertical lift, drum boleh tegak lurus rel, dan hook naik lebih tinggi.
  • Single-reeved disebut standard-headroom, double-reeved disebut close-headroom. Istilah low-headroom berarti lain.
  • Kode 4PS berarti empat parts single reeving, 4PD berarti empat parts double reeving.
  • Menambah parts menaikkan kapasitas tapi membagi kecepatan angkat dengan jumlah yang sama.
  • Overwrap merusak kawat di titik silang dan menggeser setelan geared limit switch.
  • Minimal dua lilitan harus tersisa di drum, karena yang menahan beban adalah gesekan lilitan, bukan sambungan ujung.

Pertanyaan yang Sering Muncul

Apa itu reeving pada hoist?

Reeving adalah cara tali kawat dilewatkan melalui puli-puli hoist sehingga beban terbagi ke beberapa helai tali sekaligus. Semakin banyak helai yang menopang blok beban, semakin kecil gaya yang ditanggung tiap helai, sehingga tali berdiameter sama bisa dipakai mengangkat beban yang jauh lebih berat.

Apa beda single dan double reeving?

Pada single reeving hanya satu ujung tali yang terikat di drum, sehingga titik keluar tali bergeser seiring lilitan dan hook ikut berjalan mendatar saat naik turun. Pada double reeving kedua ujung tali terikat di dua sisi drum dan melilit menuju tengah, sehingga hook tetap berada di satu garis vertikal, yang disebut true vertical lift.

Apa arti 4PS pada hoist?

Angka 4 menunjukkan jumlah helai tali atau parts yang membentang antara drum dengan blok beban, sedangkan huruf S berarti single reeving. Jadi 4PS adalah susunan empat parts dengan satu ujung tali terikat di drum, dan pada susunan itu beban terbagi ke empat helai sehingga tiap helai menanggung sekitar seperempat beban total.

Kenapa hook hoist bergeser saat mengangkat?

Karena hoistnya kemungkinan besar single-reeved, dan pada susunan itu titik keluar tali berpindah di sepanjang drum seiring tali menggulung, sehingga hook ikut bergeser mendatar. Ini sifat bawaan rancangannya, bukan kerusakan, dan cara mengatasinya adalah memposisikan trolley agar hook tepat di atas titik berat pada ketinggian kerja, bukan pada ketinggian awal.

Berapa lilitan minimum tali di drum?

Minimal dua lilitan harus tetap tersisa di drum ketika hook berada di posisi paling bawah. Alasannya, yang sebenarnya menahan beban adalah gesekan antara lilitan tali dengan permukaan drum, sedangkan sambungan ujung tali hanya dirancang menahan tali di tempatnya, bukan menanggung seluruh beban.

Sumber

  • TPC Training, Industrial Rigging Principles and Practices, Course 318, Lesson 5 (modul internal Motor Academy).
  • OSHA 1910.179, Overhead and Gantry Cranes, termasuk ketentuan lilitan tersisa di drum pada pasal lower-limit device.
  • ASME B30.2, Overhead and Gantry Cranes, dan ASME B30.16 untuk hoist underhung dan stasioner.
  • Permenaker No. 8 Tahun 2020 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pesawat Angkat dan Pesawat Angkut.
Workshop Superintendent Servis & Rewinding Motor Listrik Praktisi kelistrikan lapangan, asesor uji kompetensi ketenagalistrikan, dan Ahli K3 Listrik. Menulis di listrik-praktis.com untuk menerjemahkan praktik kelistrikan industri jadi panduan yang aman dipakai di rumah. Profil lengkap penulis →

Posting Komentar untuk "Reeving Hoist Tali Kawat: Single vs Double Reeving, Arti 4PS, dan Cara Menghitung Gaya di Tiap Tali"