Tes Audiometri Karyawan: Aturan, Hasil, dan Kapan Wajib Diulang

Oleh Suhinar El. Seri Motor Academy: Safety, Lesson 11: Melindungi Kesehatan di Tempat Kerja (artikel 8 dari 9)

Pekerja yang sehari-hari berada di area bising perlu tes audiometri sejak awal masuk kerja dan diulang minimal satu kali setahun, karena sel rambut di koklea yang rusak akibat bising tidak tumbuh kembali. Tes pertama berfungsi sebagai garis dasar; tanpa garis dasar itu, penurunan pendengaran tahun kelima tidak bisa dibuktikan datangnya dari mana. Yang bikin masalah ini sering terlambat ketahuan: penurunan pertama terjadi di frekuensi 4000 Hz, di luar rentang bicara, jadi orangnya masih merasa pendengarannya normal.

⚠ Tulisan ini informasi keselamatan kerja, bukan panduan medis. Hasil audiogram perorangan hanya boleh ditafsirkan dokter, dan artikel ini tidak dipakai untuk menilai pendengaran siapa pun. Kalau Anda merasa pendengaran menurun atau telinga berdenging, periksakan ke dokter atau dokter perusahaan.

Diagram jalur suara dari daun telinga ke koklea dengan inset sel rambut rusak
Sel rambut yang rebah di inset kanan itu yang tidak bisa kembali tegak.

Jalan Suara dari Daun Telinga sampai Otak

Suara masuk sebagai getaran udara, lalu diubah jadi sinyal listrik dalam empat tahap:

  1. Daun telinga dan saluran telinga mengumpulkan getaran dan mengarahkannya ke dalam.
  2. Gendang telinga bergetar, lalu tiga tulang pendengaran kecil (martil, landasan, sanggurdi) meneruskan getaran itu sambil memperkuatnya.
  3. Koklea, rumah siput berisi cairan, menerima getaran tersebut. Di dalamnya ada ribuan sel rambut halus yang ikut bergoyang.
  4. Sel rambut mengubah goyangan jadi sinyal listrik yang dikirim lewat saraf pendengaran ke otak.

Posisi sel rambut di koklea menentukan frekuensi yang ditangkapnya. Yang di pangkal menangkap nada tinggi, yang di ujung spiral menangkap nada rendah. Bising kerja merusak bagian pangkal lebih dulu, dan itulah sebabnya kerusakan muncul di frekuensi tinggi.

Kenapa Kerusakannya Permanen

Sel rambut di koklea manusia tidak beregenerasi. Sekali rebah atau patah karena getaran berlebihan, tidak ada sel pengganti yang tumbuh. Alat bantu dengar bisa memperkeras suara yang masuk, tapi tidak mengembalikan sel yang hilang.

Prosesnya juga tidak dramatis. Satu hari di area bising biasanya hanya menimbulkan pergeseran ambang sementara: telinga terasa penuh, berdenging, dan pendengaran agak tumpul beberapa jam, lalu pulih. Masalahnya, pemulihan itu tidak pernah seratus persen kalau paparannya berulang setiap hari selama bertahun-tahun. Pergeseran yang tadinya sementara perlahan jadi menetap.

Telinga berdenging setelah pulang kerja bukan tanda telinga sedang "menyesuaikan diri". Itu tanda sel rambut baru saja kelelahan berlebihan. Batas bising dan cara memilih pelindung telinga dibahas lengkap di earplug vs earmuff: batas bising 85 dB dan cara menghitung perlindungan NRR.

Cara Membaca Hasil Audiogram

Audiometri mengukur ambang dengar, yaitu suara paling pelan yang masih bisa didengar pada tiap frekuensi, biasanya 500, 1000, 2000, 3000, 4000, 6000, dan 8000 Hz. Hasilnya dicatat dalam dB HL (decibel hearing level). Makin besar angkanya, makin keras suara yang dibutuhkan, artinya makin turun pendengarannya.

Ambang dengar (dB HL)Kategori umumPengaruh sehari-hari
0 sampai 25Dalam batas normal untuk orang dewasaTidak ada keluhan
26 sampai 40Penurunan ringanSulit menangkap bisikan dan percakapan di tempat ramai
41 sampai 60Penurunan sedangPercakapan normal mulai harus diulang
61 sampai 80Penurunan beratHanya suara keras yang tertangkap
Di atas 80Penurunan sangat beratPerlu alat bantu dengar atau tindakan lain

Batas angka kategori ini berbeda tipis antar rujukan. WHO sejak 2021 memakai ambang 20 dB sebagai batas atas normal, sedangkan banyak panduan klinis dan program kesehatan kerja masih memakai 25 dB. Perbedaan lima desibel itu tidak mengubah cara kerja pencegahannya, tapi penting diketahui agar hasil dari dua laboratorium yang berbeda tidak dibandingkan mentah-mentah.

Dua hal yang dicari saat audiogram dibaca untuk keperluan kerja:

  • Takik di 4000 Hz. Gangguan pendengaran akibat bising punya pola khas: ambang dengar turun tajam di sekitar 4000 Hz, lalu sedikit membaik lagi di 8000 Hz. Bentuk grafiknya seperti lembah. Pola ini yang membedakannya dari penurunan akibat usia, yang biasanya menurun landai terus ke frekuensi tinggi.
  • Pergeseran dari garis dasar. Yang dibandingkan bukan hanya angka absolutnya, melainkan selisihnya terhadap audiogram pertama. Praktik OSHA memakai batas pergeseran rata-rata 10 dB atau lebih pada frekuensi 2000, 3000, dan 4000 Hz di salah satu telinga sebagai penanda bahwa program perlindungan perlu dievaluasi.

Grafik audiogram normal dibanding pola takik 4000 Hz akibat bising kerja
Lembah di 4000 Hz ini muncul jauh sebelum pekerja merasa pendengarannya berkurang.

Aturan di Indonesia: Awal, Berkala, dan Khusus

Indonesia tidak punya satu peraturan yang menyebut "program konservasi pendengaran" secara utuh seperti aturan OSHA. Yang ada dua lapis: kewajiban mengendalikan bising di tempat kerja, dan kewajiban memeriksakan kesehatan pekerja. Audiometri masuk di lapis kedua, lewat Permenakertrans No. 02/MEN/1980 tentang Pemeriksaan Kesehatan Tenaga Kerja.

Jenis pemeriksaanKapan dilakukanFungsinya untuk pendengaran
Sebelum kerja (awal)Sebelum pekerja diterima bekerjaInilah audiogram garis dasar. Kalau tidak diambil sekarang, tidak akan pernah bisa diambil lagi.
BerkalaSekurang-kurangnya satu kali setahunMembandingkan ambang dengar terhadap garis dasar untuk melihat ada tidaknya pergeseran
KhususAtas keluhan pekerja, temuan pengawas, setelah kecelakaan atau sakit dengan perawatan lebih dari dua minggu, dan kelompok tertentuMenindaklanjuti dugaan gangguan pendengaran sebelum jadwal berkala berikutnya

Tiga catatan praktis dari aturan ini. Pemeriksaan awal tidak perlu diulang bila dalam tiga bulan terakhir sudah ada pemeriksaan oleh dokter yang berwenang dan hasilnya tidak diragukan. Pemeriksaan berkala wajib diselenggarakan perusahaan, dan bila ditemukan kelainan, pengurus wajib menindaklanjutinya, bukan sekadar menyimpan hasilnya di map. Pemeriksaan khusus bisa dipicu keluhan pekerja, jadi teknisi yang merasa pendengarannya turun berhak meminta diperiksa tanpa menunggu agenda tahunan.

Soal berapa batas bising yang mewajibkan seseorang masuk program pemeriksaan pendengaran, dasarnya Nilai Ambang Batas pada Permenaker 5/2018, yaitu 85 dBA untuk 8 jam kerja. Perhitungan dosis harian dan cara menjumlahkan beberapa sumber bising sekaligus ada di cara menjumlahkan desibel dan menghitung dosis bising harian.

Yang Perlu Disiapkan Sebelum Tes

Audiometri bukan tes yang bisa dilakukan di sembarang ruangan. Beberapa syarat yang sering diabaikan:

  • Ruang kedap atau booth. Bising latar di ruang tes harus cukup rendah, kalau tidak, ambang dengar yang terukur jadi lebih buruk dari kenyataan. Tes di ruang rapat kantor yang bersebelahan dengan bengkel tidak layak dipakai sebagai garis dasar.
  • Bebas bising sebelum tes. Praktik yang dipakai program OSHA adalah pekerja tidak terpapar bising kerja selama 14 jam sebelum pengambilan audiogram garis dasar. Tujuannya memastikan pergeseran sementara sudah pulih, sehingga yang terukur kondisi sebenarnya. Tes di akhir shift setelah delapan jam di test bay akan menghasilkan angka yang terlalu buruk.
  • Alat terkalibrasi. Audiometer wajib dikalibrasi berkala. Hasil dari alat yang kalibrasinya lewat tidak bisa dibandingkan dengan audiogram tahun lalu.
  • Riwayat paparan dicatat. Termasuk bising di luar pekerjaan, karena itu ikut menentukan tafsiran hasilnya.

Pekerja bengkel menjalani tes audiometri di dalam booth kedap suara
Booth kedap bukan formalitas, karena bising latar langsung memalsukan hasil ambang dengar.

Bising Kerja Bukan Satu-satunya Penyebab

Audiogram yang memburuk tidak otomatis berarti kesalahan tempat kerja. Penyebab lain yang umum:

  • Usia. Penurunan pendengaran akibat usia juga mengenai frekuensi tinggi, tapi polanya landai, bukan berlembah di 4000 Hz.
  • Infeksi dan penyakit telinga. Radang telinga tengah, gendang telinga berlubang, dan kotoran telinga yang menyumbat bisa menurunkan hasil tes sementara.
  • Bising di luar jam kerja. Knalpot racing, musik keras lewat headset, konser, dan senapan angin. Untuk teknisi muda, sumber ini sering lebih besar daripada paparan di bengkel.
  • Obat tertentu dan penyakit sistemik. Ini ranah dokter, bukan ranah supervisor.

Karena itu hasil audiogram harus ditafsirkan dokter dengan melihat riwayat lengkap, bukan dibaca sendiri lalu dipakai mengambil keputusan kepegawaian.

Tiga Tindakan yang Benar-benar Melindungi

Urutannya sama dengan pengendalian bahaya lain, dan APD tetap di urutan terakhir.

  1. Kurangi bising di sumbernya. Peredam pada rumah kompresor, bantalan karet di bawah mesin, perawatan bearing yang sudah mendengung, dan penutup pada saluran buang udara. Satu kompresor yang dipindahkan ke ruang terpisah bisa menurunkan bising seluruh bengkel.
  2. Batasi waktu di area bising. Giliran kerja di test bay, dan jangan menumpuk pekerjaan bising di jam yang sama supaya tidak semua orang terpapar sekaligus.
  3. Pakai pelindung telinga yang nyaman dengan NRR yang sesuai. Modul Lesson 11 menanyakan pelindung mana yang lebih baik, dan jawabannya bukan yang angkanya paling besar, melainkan yang paling nyaman sehingga benar-benar dipakai sepanjang waktu. Earplug NRR 29 yang dilepas setiap sepuluh menit kalah dari earmuff NRR 22 yang dipakai terus.

Siapa yang Perlu Didahulukan di Bengkel Motor Listrik

Kalau anggaran pemeriksaan terbatas, urutan prioritasnya bisa disusun dari paparan harian:

KelompokSumber bising utamaPrioritas audiometri
Operator test bay dan run test motorMotor 2 kutub tanpa beban, blower pendinginTinggi
Operator sandblasting dan ruang kompresorNozzle abrasif dan kompresorTinggi
Teknisi bongkar pasang dan pelepas bearingPalu, hidrolik, gerindaSedang
Bagian gulung dan varnishOven dan kipas sirkulasiRendah sampai sedang
Staf kantor bengkelBising lingkungan dari bengkel sebelahRendah

Satu hal yang sering luput: pekerja yang sering dikirim ke plant pelanggan mungkin paparannya lebih besar daripada yang sehari-hari di bengkel, karena area pompa, turbin, dan kompresor besar di plant bisa jauh lebih bising daripada bengkel sendiri.

Sudut Pandang Workshop

Saya belum pernah melihat audiogram siapa pun di tim saya. Pemeriksaan kesehatan yang ada selama ini bentuknya cek darah, tekanan darah, dan rontgen dada. Tes pendengaran tidak masuk paket, dan sejujurnya tidak ada yang pernah memintanya.

Padahal tandanya kelihatan. Teknisi yang sudah lama di bagian test bay bicaranya cenderung lebih keras, dan sering minta diulang kalau diajak bicara di dekat mesin yang jalan. Dulu saya kira itu kebiasaan, sekarang saya tidak seyakin itu.

Yang bisa langsung dikerjakan tanpa menunggu anggaran MCU ditambah ada dua. Pertama, catat siapa saja yang masuk area bising dan berapa lama, karena daftar itu yang nanti jadi dasar mengusulkan audiometri ke manajemen. Kedua, berhenti memperlakukan telinga berdenging sepulang kerja sebagai hal biasa. Kalau ada yang mengeluh begitu, itu pintu masuk pemeriksaan khusus, dan haknya ada di aturan yang sudah berlaku sejak 1980.

Cek Pemahaman
Bila sel rambut di koklea rusak akibat bising, kondisinya... (permanen, karena sel rambut tidak tumbuh kembali). Pelindung telinga mana yang lebih baik dipakai? (yang paling nyaman dengan NRR yang sesuai, karena pelindung hanya bekerja selama benar-benar dipakai). Frekuensi yang pertama kali turun pada gangguan akibat bising adalah... (sekitar 4000 Hz, di luar rentang bicara, sehingga tidak terasa di awal)

Baca Juga

Pertanyaan yang Sering Muncul

Apa itu tes audiometri?

Tes untuk mengukur ambang dengar, yaitu suara paling pelan yang masih bisa didengar pada tiap frekuensi, biasanya 500 sampai 8000 Hz. Pesertanya memakai headphone di ruang kedap dan menekan tombol setiap kali mendengar nada. Hasilnya berupa grafik audiogram dalam satuan dB HL, dan dipakai membandingkan kondisi pendengaran dari tahun ke tahun.

Apakah pendengaran yang rusak karena bising bisa sembuh?

Tidak. Sel rambut di koklea tidak beregenerasi, sehingga kerusakannya menetap. Yang masih bisa dilakukan adalah mencegah penurunan berikutnya dengan mengurangi bising di sumber, membatasi waktu paparan, dan memakai pelindung telinga. Alat bantu dengar memperkeras suara yang masuk, tapi tidak mengembalikan sel yang sudah hilang.

Berapa kali karyawan perlu tes pendengaran?

Menurut Permenakertrans 02/MEN/1980, pemeriksaan kesehatan dilakukan sebelum kerja dan diulang berkala sekurang-kurangnya satu kali setahun, ditambah pemeriksaan khusus bila ada keluhan atau temuan. Untuk pekerja di area bising, tes awal berfungsi sebagai garis dasar dan tes tahunan dipakai membandingkan pergeseran ambang dengar terhadap garis dasar itu.

Kenapa telinga berdenging setelah berada di tempat bising?

Itu tanda sel rambut di koklea baru saja kelelahan berlebihan, bukan tanda telinga sedang menyesuaikan diri. Biasanya disertai pergeseran ambang dengar sementara yang pulih dalam beberapa jam. Kalau terjadi berulang setiap hari selama bertahun-tahun, pemulihannya tidak lagi penuh dan penurunan berubah jadi menetap.

Kenapa gangguan pendengaran akibat bising baru terasa setelah bertahun-tahun?

Karena penurunan pertama terjadi di sekitar frekuensi 4000 Hz, sedangkan suara percakapan sehari-hari berada di rentang 500 sampai 2000 Hz. Selama frekuensi bicara belum ikut turun, pekerja masih merasa pendengarannya normal meskipun audiogramnya sudah menunjukkan takik. Itulah alasan tes audiometri berkala lebih bisa diandalkan daripada perasaan sendiri.

Workshop Superintendent Servis & Rewinding Motor Listrik Praktisi kelistrikan lapangan, asesor uji kompetensi ketenagalistrikan, dan Ahli K3 Listrik. Menulis di listrik-praktis.com untuk menerjemahkan praktik kelistrikan industri jadi panduan yang aman dipakai di rumah. Profil lengkap penulis →

Posting Komentar untuk "Tes Audiometri Karyawan: Aturan, Hasil, dan Kapan Wajib Diulang"