Memahami Konsep Daya Trafo Tanpa Keliru

Artikel ini sebenarnya merupakan artikel review dari pertanyaan salah seorang pembaca semoga mewakili juga keingin tahuan dari pembaca lainnya yaitu tentang pemahaman terhadap daya trafo. Ini akan sangat bermanfaat sekali karena persepsi kita tentang daya trafo tidak menutup kemungkinan sama kurang tepatnya sehingga dalam beberapa kasus analisa kelistrikan kita menjadi meleset dari fakta yang ada di lapangan. Maka perlu kiranya kita mengingat kembali pengetahuan kita tentang trafo khusunya bagi pembaca yang yang sedang studi / kuliah atau bergelut dibidang ketenagalistrikan dengan pemahaman yang benar.


Dalam memahami konsep daya trafo, saya akan mengasumsikan sebuah trafo dengan kondisi  ideal tanpa rugi-rugi trafo atau bisa disebut juga bahwa saya mengabaikan rugi-rugi trafo tersebut. Ini hanya untuk memudahkan kita memahami konsep dari daya trafo yang kita bahas sehingga dengan artikel ini diharapkan pembaca bisa mulai memahami konsep daya trafo anpa keliru.

Ketika saya sedang membahas  tentang starter motor listrik 3 phasa menggunakan auto trafo, muncul pertanyaan dari pembaca di kolom komentar yang saya screen shoot seperti dibawah ini:

pertanyaan tentang daya trafo
pertanyaan tentang daya trafo

Bagi pembaca yang merasa pertanyaan tersebut adalah punya anda, SELAMAT !!! anda beruntung menjadi jalan perantara pembaca lain memahami lebih jauh konsep daya trafo, semoga jalan perantara ini menjadi amal sholeh untuk anda... #modeustadz;)

Bagaimana pembaca lain yang lebih mengerti menjawab pertanyaan tersebut? silahkan untuk tidak sungkan meninggalkan jejak dikolom komentar yang sudah disediakan, dan semoga menjadi amal kebaikan juga buat anda ;)

Berikut adalah jawaban yang saya sampaikan dengan segala keterbatasan ilmu yang saya miliki tentunya, mudah-mudahan bisa bermanfaat dan menggiring pemahaman konsep sebenarnya bagi yang memang masih bingung dengan screen shot pertanyaan diatas.

Jawab:

"Waalaikum salam wr.wb..

Pertanyaan dan penalarannya bagus mas, namun ada kesalahan persepsi yang mudah-mudahan bisa diluruskan bersama ya. Pahami juga tentang “karakteristik beban” sebuah peralatan listrik tsb.

Daya trafo yang mas maksud secara ideal memang benar S primer = S sekunder, sehingga dari unsur S yaitu  I dan V jika salah satu parameter besarannya kita rubah maka akan merubah pula besaran lainnya untuk mempertahankan nilai S yang tetap. Besaran yang paling mudah dirubah dari S trafo adalah besaran V karena memang fungsi trafo adalah konversi nilai tegangan pada variasi nilai tertentu berdasarkan persamaan terhadap jumlah  lilitannya (n). Lalu besaran I sebagai salah satu unsur S trafo dari mana didapatkan itulah yang harus dipahami.

Nilai I pada sebuah trafo adalah tergantung dari besarnya S beban. Awas!!! jangan “salah persepsi”, bukan S trafo yang mengendalikan nilai I trafo, tapi S bebanlah yang mengendalikan nilai I trafo pada variasi nilai tertentu. Jadi jika S beban turun maka sebenarnya nilai S trafo akan turun juga otomatis. Pada kondisi ini S primer trafo akan terjaga tetap sama dengan S skunder trafo pada nilai S yang tentunya berubah sesuai nilai S beban tersebut (asumsi rugi2 penghantar saya abaikan).  Adapun nilai S yang tertera di nameplate trafo adalah nilai S maksimun yang diijinkan untuk trafo tersebut.

Jadi penalaran mas tentang V trafo diturunkan maka nilai I trafo akan naik otomatis itu adalah BENAR jika beban memiliki karakteristik mempertahankan nilai S pada besaran yang TETAP meskipun terjadi penurunan tegangan pada trafo atau pada beban tersebut. Pada konteks beban sebuah “motor listrik” punya karakteristik beban tersendiri. Semakin kecil tegangan motor maka semakin kecil pula arus motor atau semakin kecil pula S motor, sebaliknya semakin besar tegangan motor semakin besar pula arus motor atau semakin besar pula S motor (fakta lapangan bisa membuktikan).

Jadi ingat kembali “bukan S trafo yang mengendalikan nilai I trafo, tapi sebaliknya S bebanlah yang mengendalikan nilai I trafo” Saat motor diberikan tegangan yang kecil dari trafo maka S motor pun kecil sehingga I trafo juga akan kecil menyesuaikan motor tersebut.

Demikian, semoga bisa dipahami."

Semoga sekilas pertanyaan dan jawaban yang saya review kembali pada artikel ini bisa melebarkan lebih luas lagi manfaat yang bisa diperoleh bagi para pembaca, mohon maaf jika ada yang kurang berkenan pada tulisan artikel kali ini.

Wassalam
loading...

Berlangganan update artikel terbaru via email:

1 Response to "Memahami Konsep Daya Trafo Tanpa Keliru"

  1. Sy bisa bantu meluruskan mis presepsi dari trafo. metode starting motor listrik.., resistor starter , impedansi starter , auto trafo starter. auto starter ini dimaksudkan untuk memperkecil tegangan awal sekitar 57 - 65 % setelah beberapa saat running baru 100 % ful voltage.. cara ini sebenarnya sm dengan star delta , bedanya tegangan tetap sambungan dirubah bintang segitiga ..yang artinya pada saat dirubah bintang masing masing coil menerima tegangan 57% juga distart awal , setealh delta baru 100 %. Motor listrik tanpa beban bisa diasumsikan jika tegangan mengecil arus ikut mengecil , jika tegangan membesar ikut membesar. Namun jangan keliru , motor yang sudah terpasang beban , semisal kipas atau compressor jika tegangan mengecil bukan arus mengecil malah arus membesar dn bisa mengakibatkan terbakarnya motor ? mengapa demikian : dikarenakan meski tegangan mengecil , frekuensi listrik tetep 50 hz artinya beban tetep mengacu pada putaran nominal dan daya nominal ..karena tegangan kurang maka aruslah yang membesar dan melibihi arus nominalnya...moga bermanfaat.

    ReplyDelete

Silahkan berkomentar yang sesuai dengan topik, Mohon Maaf komentar dengan nama komentator dan isi komentar yang berbau P*RN*GRAFI, OB*T, H*CK, J*DI dan komentar yang mengandung link aktif, Tidak akan ditampilkan!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel