RCBO Slim Domae, Melindungi Keluarga dari Bahaya Listrik

Artikel kali ini saya fokus membahas tentang salah satu aspek K3 kelistrikan yaitu tentang potensi bahaya yang bisa ditimbulkan oleh listrik tegangan rendah yang di konsumsi rumah atau di gedung. Bahaya yang paling dominan terjadi berdasarkan data adalah kebakaran akibat listrik. Selain bahaya kebakaran akibat listrik, bahaya karena sengatan listrik mengenai tubuh manusia yang bisa mengorbankan nyawa juga perlu mendapat perhatian khusus.

Catatan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (PKP) DKI Jakarta 2016 bahwa kasus kebakaran yang terjadi di Jakarta, 73% diakibatkan oleh arus listrik. Kenapa listrik bisa menimbulkan kebakaran? Pertanyaan ini tentunya harus bisa dipahami oleh kita dan oleh masyarakat pada umumnya sebagai pengguna listrik rumah tangga agar potensi kebakaran akibat listrik bisa dihindari. Peran pemerintah untuk mengedukasi masyarakat perihal bahaya listrik yang bisa mengakibatkan kebakaran sangat diharapkan tentunya.

Selain bahaya listrik yang menimbulkan kebakaran, ada satu hal penting tentang bahaya listrik lainnya yaitu bahaya tegangan sentuh langsung ataupun tak langsung. Dalam bahasa populer di masyarakat awam, fenomena bahaya ini dinamakan kesetrum listrik. Saya tidak punya data detail perihal korban jiwa akibat bahaya listrik tegangan sentuh atau kesetrum ini, tetapi untuk standar tegangan rendah di Indonesia, hal ini menjadi hal yang penting untuk diperhatikan.

Seperti kita ketahui, sistem tegangan standar di Indonesia adalah 220Volt AC, sedangkan tegangan sentuh yang aman bagi manusia berdasarkan IEC 449 , IEC60479 dan PUIL 2000 (Persyaratan Umum Instalasi Listrik SNI04-0225-2000) batas atas rentang tegangan adalah 50 Volt arus bolak balik (AC) dan 120 volt arus searah (DC) dalam waktu yang singkat tentunya.

Solusi untuk menghindari atau meminimalisir bahaya akibat listrik adalah dengan memperhatikan semua pekerjaan instalasi aman dan sesuai standar SNI yang berlaku. Solusi lainnya adalah dengan aplikasi salah satu komponen listrik yang bisa mengatasi masalah bahaya listrik berupa kebakaran dan tersengat listrik tersebut yaitu RCCB, RCD atau ELCB atau RCBO. Selanjutnya saya akan membahas bagaimana bisa produk RCBO Slim Domae, Melindungi keluarga dari bahaya listrik.

RCBO
RCBO Slim Domae

Apa itu RCBO Slim Domae?

RCBO kepanjangan dari Circuit Breaker with Over current Protection adalah inovasi terbaru dari Schneider Electric yang merupakan kombinasi antara MCB dan ELCB dalam satu produk dengan lebar yang sama yaitu 18 mm, sehingga hemat tempat dan lebih sederhana dari segi pemasangan.

Berdasarkan Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL), pencegahan mengalirnya arus gangguan melalui badan manusia, ternak, dan sesuatu yang menyebabkan kebakaran, membutuhkan alat tambahan selain MCB yaitu ELCB. MCB dan ELCB inilah unsur yang terdapat pada satu komponen yaitu RCBO. 

Untuk mengenal perbedaan antara RCBO dengan ELCB dan MCB perhatikan gambar dibawah ini :

Fungsi RCBO, ELCB, MCB
Fungsi RCBO, ELCB, MCB
Jika ELCB hanya melindungi bahaya kesetrum, dan MCB hanya melindungi bahaya beban lebih dan kebakaran, Maka RCBO memiliki fungsi yang lebih komplit layaknya gabungan antara fungsi ELCB dan MCB yaitu melindungi bahaya listrik berupa beban lebih, kebakaran dan kesetrum. Berikut ini adalah 5 keuntungan dari RCBO :

1. 3 in 1
3 Proteksi dalam 1 Produk: Beban Lebih + Hubung Singkat + Arus Bocor (Kesetrum)

2. Dimensi Ramping
Dimensi ramping dengan lebar 18 mm, sama dengan lebar 1 MCB

3. Instalasi Mudah
Cukup lepaskan MCB, ganti dengan RCBO Slim Domae, dan memasang kabel netral

4. Harga Ekonomis
Harga RCBO Slim Domae lebih ekonomis dibandingkan dengan harga MCB + ELCB

5. SNI.
RCBO Slim Domae telah diuji sesuai standar SNI

Spesifikasi dari sensitivitas RCBO dalam kaitannya dengan perlindungan terhadap bahaya listrik berupa kesetrum adalah 30 mA. Nilai 30 mA ini adalah sudah berdasarkan rekomendasi para ahli mengenai arus listrik aman yang mampu dialiri pada tubuh manusia pada satuan waktu yang singkat. Perhatikan grafik bahaya arus listrik dibawah ini:

Grafik Bahaya listrik
Grafik Bahaya listrik
Dari Grafik diatas terlihat zona aman arus listrik yang mengalir pada tubuh manusia adalah zona 2 (warna biru) yaitu maksimal 30mA pada satuan waktu maksimal 400mS atau 0.4 detik (lihat garis melengkung / L berwarna merah muda). jika 30mA mengalir pada tubuh manusia dengan rentang waktu diatas 400mS maka akan masuk ke zona 3 dengan kategori berbahaya untuk jantung. Oleh karena itu diperlukan sebuah alat yang bisa merasakan sensitivitas arus bocor 30mA dengan pemutusan yang sangat cepat (dibawah 400mS). Spesifikasi tersebut dimiliki oleh salah satu komponen berikut ini yaitu ELCB atau RCBO.

Bagaimana RCBO melindungi bahaya kesetrum?

Pada dasarnya prinsip kerja RCBO dalam hal perlindungan terhadap bahaya listrik berupa kesetrum adalah sama dengan komponen lain yang serupa seperti halnya ELCB, RCCB dan RCD. Berikut adalah gambar dari prinsip kerja RCBO sebagai fungsi perlindungan terhadap bahaya kesetrum :

prinsip kerja RCBO
prinsip kerja RCBO
Ketika penghantar line atau fasa dan netral melayani sebuah peralatan listrik atau load, maka akan ada arus listrik yang mengalir. Arus listrik merupakan besaran vektor yang artinya selain memiliki nilai dalam satuan ampere, juga memiliki arah yaitu menuju beban (ditandai dengan nilai positif (+)) atau meninggalkan beban (ditandai nilai negatif (-)).

Sensing coil pada gambar diatas akan membaca resultan arus fasa dan arus netral. Pada kondisi normal tidak ada kebocoran arus dijalur instalasi beban, maka resultan arus yang dibaca relay adalah plus Ampere + minus Ampere = Nol Ampere. Sebaliknya jika terjadi arus bocor pada beban karena tersentuh manusia (kesetrum) yang menyebabkan arus bocor mengalir pada tubuh orang menuju ground, maka nilai arus yang meninggalkan beban akan losses terkurangi arus bocor menuju ground pada orang kesetrum tersebut, sehingga resultan arus pada sensing coil memiliki nilai Ampere (tidak nol) karena arus menuju beban lebih besar daripada arus yang meninggalkan beban. Berdasarkan hukum khirchoff maka berlaku : Arus yang menuju beban = arus meninggalkan beban + arus bocor.

Perbedaan nilai arus tersebut akan dirasakan oleh sensing coil dan akan memicu relay bekerja memutuskan kontak RCBO. Sensitivitas RCBO bekerja sangat cepat yaitu ketika sensing coil merasakan perbedaan resultan arus sebesar 30mA berdasarkan spesifikasi RCBO.

Bagaimana RCBO melindungi bahaya kebakaran?

Fungsi proteksi kebakaran pada RCBO adalah salah satu peran RCBO sebagai MCB. Peran ini berfungsi membatasi arus mengalir pada penghantar dari beban berlebih yang bisa menimbulkan kenaikan suhu pada penghantar. Jika kenaikan suhu akibat beban berlebih gagal diamankan, maka proses pertama kerusakan penghantar adalah gagalnya isolasi kabel (meleleh), kemudian dengan suhu yang tinggi logam penghantar / kabel karena dialiri arus diatas kapasitasnya secara terus menerus, akan menjadi seperti bara api yang akan membakar material disekitarnya yang mudah terbakar seperti kayu dan bahan bangunan lain dalam rumah. Salah satu faktor inilah yang menjadi asal muasal kebakaran terjadi akibat listrik. Sebelum kenaikan suhu tersebut akibat beban lebih, RCBO akan langsung memutus aliran listrik.

Selain over heating pada penghantar yang bisa menyebabkan kebakaran, short circuit juga punya potensi menyebabkan kebakaran. Pada proses short circuit akan menyebabkan loncatan bunga api dan panas yang tinggi yang bisa membakar bahan disekitarnya dan terjadi kebakaran jika fenomena ini tidak segera diamankan. Dengan fungsi MCB pada RCBO, fenomena short circuit juga akan segera diamankan dengan karakteristik magnetnya, sehingga bahaya kebakaran akibat listrik bisa terlindungi.

Bagaimana cara instalasi RCBO ?

Berikut ini saya tampilkan sebuah gambar ilustrasi atau contoh dari pemasangan RCBO pada sebuah box MCB bergabung dengan komponen lainnya yaitu Surge arrester sebagai proteksi tegangan petir, ELCB sebagai pengaman tegangan sentuh layaknya RCBO, dan MCB sebagai pengaman hubung singkat dan beban lebih.

Petunjuk Instalasi RCBO
Petunjuk Instalasi RCBO
Seandainya pada instalasi diatas RCBO (no.4) adalah komponen terakhir yang anda pasang menggantikan MCB yang terpasang sebelumnya pada grup yang melayani stop kontak, maka prosedur yang anda lakukan adalah mengganti MCB dengan RCBO di jalur atau grup stop kontak. Langkahnya adalah sebagai berikut:

1. Pastikan rating arus RCBO (bukan sensitivitas arus RCBO) adalah sama dengan rating arus pada MCB yang akan diganti.
Rating RCBO
Rating RCBO
2. Matikan sumber listrik yang menuju box MCB tempat akan diinstalasi RCBO agar pekerjaan instalasi listrik anda aman.

3. Buka cover box MCB

4. Cabut MCB yang akan diganti dengan melepas kabel instalasinya terlebih dahulu kemudian melepas MCB dari rel logam box MCB dengan menarik pin MCB bagian bawah.

5. Pasang RCBO ditempat MCB yang dilepas sebelumnya dengan cara menarik pin RCBO, menempatkan RCBO pada rel box MCB kemudian menekan pin RCBO agar posisi RCBO pada rel logam box MCB sebagaimana mestinya.

6. Masukan kabel fasa bagian atas, ex input MCB yang diganti tersebut ke terminal RCBO bagian atas yang bertanda L, kencangkan baud koneksi RCBO tersebut.

7. Tarik kabel netral dari terminal Box MCB ataupun langsung dari sumber, masukkan kabel netral tersebut ke terminal RCBO bagian atas yang bertanda N

8. Koneksikan kabel fasa bagian bawah, ex keluaran MCB yang menuju jalur grup stop kontak, pasang pada terminal RCBO bagian bawah yang bertanda L, kencangkan koneksi baud RCBO tersebut.

9. Lepas koneksi kabel netral dari terminal box MCB yang menuju stop kontak

10. Koneksikan kabel netral stop kontak pada box MCB tersebut ke terminal RCBO bagian bawah yang bertanda N, kencangkan koneksi netral baud RCBO tersebut.

11. Selesai, Grup stop kontak kini sudah terlindungi dari short circuit, beban lebih, dan tegangan sentuh.

12. Tutup kembali cover box MCB dengan rapi, nyalakan kembali sumber listrik yang menuju box MCB tersebut, cek kinerja RCBO dengan menekan tombol test, RCBO harus segera trip.

Demikian artikel tentang RCBO Slim Domae melindungi keluarga dari bahaya listrik, semoga tulisan diartikel ini menjadi sumbangsih kecil dalam kontribusi mensosialisasikan listrik sehat kepada masyarakat yang belum paham akan bahaya listrik tersebut. Menurut UU no 30 Pasal 29 th 2009, konsumen wajib melaksanakan pengamanan terhadap bahaya akibat pemanfaatan tenaga listrik.

Bagi anda pembaca setia blog listrik praktis atau kebetulan singgah dan membaca artikel ini, silahkan untuk share ke pihak-pihak yang membutuhkan untuk edukasi masyarakat dalam hal bahaya listrik ini. Semoga kita semua bisa berkontribusi menebarkan manfaat dalam hal kebaikan. Terimakasih.

Wassalam.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "RCBO Slim Domae, Melindungi Keluarga dari Bahaya Listrik"

Post a Comment

Silahkan berkomentar yang sesuai dengan topik, Mohon Maaf komentar dengan nama komentator dan isi komentar yang berbau P*RN*GRAFI, OB*T, H*CK, J*DI dan komentar yang mengandung link aktif, Tidak akan ditampilkan!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel