Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Smart Factory, Sebuah Keharusan Menghadapi Zaman

Pada zaman sekarang ini yang menuntut semua sistem melakukan modernisasi, istilah "smart" pada sebuah sistem tentunya menjadi diksi yang sudah familiar ditelinga. Ada Smart phone, smart home, smart build, smart city, smart TV, dan smart-smart yang lain yang mau tidak mau jika kita mewakili sebuah industri, kita harus beradaptasi dan mengadopsi sistem yang smart ini untuk bisa bertahan survive menghadapi zaman industri 4.0.

Pada artikel ini saya akan membahas sekilas tentang Smart Factory yang saat ini sudah merupakan sebuah keharusan bukan sebuah pilihan lagi jika kita ingin bertahan survive dan bersaing dengan kompetitor produk serupa. Jika kita tidak melakukan perubahan factory dari konvensional factory menjadi Smart Factory maka bersiaplah untuk menerima kepunahan tergilas zaman. Sudah cukup kiranya peristiwa produk handphone ternama Nok*a yang dibantai habis dengan kehadiran smartphone android dikala itu. Salahsatu penyebabnya adalah terlalu nyaman dan terlupakan untuk beradaptasi dengan perubahan zaman.

Pengertian Smart Factory

Menurut The National Institute of Standards and Technology (NIST) Smart Factory atau Smart Manufacturing didefinisikan sebagai sistem yang “sepenuhnya terintegrasi, sistem manufaktur kolaboratif yang merespons secara real time. Dengan sistem tersebut, terwujudlah Smart Factory yang mampu memenuhi tuntutan dan kondisi yang berubah-ubah di pabrik, baik terkait dengan supply chain atau kebutuhan pelanggan.” 

Pengertian lain mengenai smart factory menurut Radziwon (The Smart Factory: Exploring Adaptive and Flexible Manufacturing Solutions) yaitu: "Solusi manufaktur yang menyediakan proses produksi yang fleksibel dan adaptif yang mampu memecahkan permasalahan yang muncul secara mandiri, dinamis dan cepat dimana pemecahan masalah dilakukan secara otomatis dalam rangka optimalisasi produksi baik optimalisasi pekerja maupun optimalisasi sumber daya lainnya, selain itu solusi tersebut mampu terhubung dan berkolaborasi dengan partner industri pendukung".

Dari  pengertian-pengertian diatas bisa disimpulkan bahwa pada smart factory terdapat kolaborasi antara teknologi produksi, informasi dan komunikasi, dengan potensi integrasi di seluruh rantai pasokan manufaktur.

Karakteristik Teknologi Smart Factory

Karakteristik yang menjadi ciri sebuah Smart Factory adalah visibilitas, konektivitas dan otomasi sehingga pada konsep smart factory ini jumlah karyawan atau operator manusia akan lebih sedikit dibandingkan pabrik biasa pada umumnya dengan output produksi Smart Factory yang lebih baik.

Melalui penggunaan teknologi modern yang mendukung, sistem Smart Factory mampu mempelajari proses yang biasa berjalan di pabrik serta mampu beradaptasi secara real time. Hal ini memungkinkan sebuah Smart Factory dapat beroperasi dengan jauh lebih fleksibel daripada pabrik-pabrik pada umumnya sehingga optimalisasi respon terhadap perubahan produk yang dinamis bisa dilakukan dengan baik.

Kelebihan Smart Factory selain ditandai oleh kemampuan pabrik untuk beradaptasi, sebuah Smart Factory dapat melakukan efisiensi sumber daya dan ergonomi, serta melakukan integrasi pelanggan dan mitra bisnis dalam proses bisnis dan menghadirkan value untuk pelanggan yang bisa meningkatkan unsur trust atau kepercayaan pelanggan. Dasar teknologi dari Smart Factory ini adalah terdiri dari sistem fisik cyber dan Internet of Things (IoT). Inilah yang menjadi target dari Industri 4.0 , yang awalnya diinisiasi oleh pemerintah Jerman kala itu.

Percontohan Smart Factory di Indonesia 

Percontohan Smart Factory yang ada di Indonesia adalah Schneider Electric Indonesia yang ada di Batam sekaligus menjadi percontohan untuk implementasi Industri 4.0 di Indonesia. Schneider Electric juga menjadi salah satu perintis Smart Factory di Indonesia.

Terdapat beberapa aplikasi dan peralatan yang digunakan Smart Factory milik Schneider Electric ini yang digunakan dengan tujuan untuk menghubungkan proses-proses produksi, serta tools untuk analisis untuk pengelolaan energi. Beberapa di antaranya adalah Augmented Operator Advisor, Power Monitoring Expert, IoT Monitoring via Machine Advisor and Aveva Insight, Lean Digitalization System for Shop Floor Management, Virtual Reality for industrialization, Augmented Reality for Operator Training, Collaborative Robots, Automatic Guided Vehicles, Remote Assistance for Maintenance and Machine Learning.

Platform EcoStruxure merupakan platform IoT unggulan spesial dari schneider Electric yang bersifat terbuka, user friendly atau mudah dioperasikan dan kompatibel. Semua tools yang ada di Smart Factory Schneider Electric terhubung dengan platform ini. EcoStruxureTM memiliki banyak kelebihan dalam hal keamanan, kehandalan, efisiensi, daya tahan dan konektivitas.

Berdasarkan sumber informasi umum bahwa di Schneider Electric Indonesia yang terdapat di Batam  ini mempekerjakan lebih dari 2.900 karyawan di tiga Smart Factory yang memproduksi beragam produk. Hasil produksi mereka tidak hanya dipasarkan di dalam negeri, namun juga di Eropa, Amerika Utara, China, India dan wilayah Asia Pasifik. 

Smart Factory
Smart Factory

6 Manfaat EcoStruxture untuk Smart Factory

Terdapat 6 manfaat yang bisa diperoleh dari platform IoT EcoStruxture dalam aplikasinya untuk sebuah Smart Factory yang saya kutip dari web resmi Schneider dengan pengertian yang saya uraikan sebagai berikut:

1. Manajemen yang gesit

Dengan akses data yang informatif yang bisa diberikan dari platform IoT EcoStruxture ini  atas kondisi dari parameter  Smart Factory yang terukur akan menghasilkan analisa keputusan manajemen yang cepat dan tepat untuk improvement proses factory yang lebih baik.

Terbukti saat ini menurut pihak Schneider sudah terdapat tiga Smart Factory Schneider yang diakui oleh Forum Ekonomi Dunia sebagai garis depan Revolusi Industri Keempat.

2. Efisiensi Proses

EcoStruxture memungkinkan melakukan pengukuran dan proses loop tertutup (menganalisa output untuk feedback perbaikan input proses) yang lebih baik untuk proses yang lebih besar dengan waktu yang lebih cepat. Hal ini  pastinya akan mempengaruhi terhadap efisiensi proses dari sebuah Smart Factory.

3. Manajemen kinerja Aset

Dengan dukungan EcoStruxture penggunaan aset dapat dioptimalkan untuk meningkatkan profitabilitas atau memperbesar keuntungan perusahaan dengan jumlah aset yang tetap.

4. Operator yang diberdayakan

Dengan dukungan EcoStruxture juga akan memberdayakan operator lapangan dalam menentukan keputusan yang efektif dan tepat dengan dasar data yang kuat.

5. Keandalan

EcoStruxture dengan data dan informasi yang valid bisa mengestimasi waktu operasional pabrik, proses, dan aset sehingga keandalan proses bisa terjaga dan operasional produksi menjadi optimal dengan penyusunan strategi yang baik sehingga bisa menghindari lebih dini kondisi potensi gangguan yang merugikan yang bisa terjadi pada sebuah proses pada Smart Factory.

6. Efisiensi Energi

Efisiensi energi jelas sekali bisa didapatkan dengan sifat  visibilitas dari EcoStruxture tersebut. Mempercepat proses produksi dengan analisa yang tepat dan output produksi yang baik jelas akan mengecilkan proses faktor kali waktu dalam formula energi listrik terhadap operasional mesin sehingga didapatkan pemakaian energi listrik yang efisien. Efektifitas proses juga akan mempengaruhi efisiensi energi yang dipakai dengan optimalisasi aset yang relevan sesuai kebutuhan.

Demikian artikel singkat tentang Smart Factory yang mudah-udahan menambah pengetahuan bagi pembaca. Bagi anda pelaku industri yang punya visi untuk revolusi factory menjadi smart factory setidaknya bisa melakukan studi ke percontohan Smart Factory yang ada di Indonesia atau berkonsultasi langsung dengan produsen device Smart Factory yang sudah terbukti kredibilitasnya.

Wassalam.

Posting Komentar untuk "Smart Factory, Sebuah Keharusan Menghadapi Zaman"