Isyarat Tangan Operator Crane: 10 Kode Standar yang Wajib Dihafal Rigger

Oleh Suhinar El · Seri Motor Academy: Safety, Lesson 17: Hoist, Chain Block, dan Overhead Crane (artikel 1 dari 7)

Pada crane yang dikendalikan dari kabin atau pulpit, operator tidak bisa melihat beban sedekat orang yang berdiri di bawahnya. Yang menghubungkan keduanya adalah isyarat tangan. Dua isyarat yang paling wajib dihafal adalah STOP, yaitu satu lengan direntangkan ke samping dengan telapak menghadap bawah lalu ditahan kaku, dan EMERGENCY STOP, yaitu kedua lengan direntangkan dengan telapak menghadap bawah lalu digerakkan bolak-balik mendatar. Aturannya tegas: hanya satu orang yang boleh memberi isyarat gerakan, tapi perintah berhenti wajib dipatuhi dari siapa pun yang memberikannya.

Grid sembilan isyarat tangan standar untuk operator overhead crane
Sembilan isyarat ini cukup untuk hampir semua pekerjaan di bay bengkel. Dua di antaranya soal berhenti.

Kapan Isyarat Tangan Dipakai

Tidak semua crane butuh isyarat tangan. Yang menentukan bukan ukuran cranenya, melainkan posisi orang yang menekan tombolnya.

Pada crane yang dikendalikan dengan pendant, yaitu kotak tombol menggantung yang dibawa berjalan di lantai, rigger merangkap sebagai operator. Dia melihat sendiri bebannya dan menekan sendiri tombolnya, jadi tidak ada perintah yang perlu disampaikan ke orang lain sama sekali. Inilah konfigurasi paling umum di bengkel menengah.

Pada crane cab-operated, operator duduk di kabin yang ikut bergerak bersama bridge. Pada crane pulpit-operated, operator berada di ruang kendali tetap. Di dua konfigurasi inilah isyarat tangan menjadi satu-satunya jalur perintah, karena operator berada jauh di atas atau di seberang ruangan dan sering tidak bisa melihat titik ikat bebannya sama sekali dari posisinya duduk.

Sembilan Isyarat Standar

Daftar di bawah ini mengikuti ASME B30.2, standar yang juga jadi rujukan sebagian besar SOP perusahaan di Indonesia. Perhatikan kolom paling kanan. Beberapa isyarat memang mudah tertukar.

IsyaratArtiPosisi tanganSering tertukar dengan
HoistNaikkan bebanLengan bawah tegak, telunjuk menunjuk ke atas, tangan memutar lingkaran kecil mendatarMove slowly bila tangan kedua ikut terangkat
LowerTurunkan bebanLengan lurus ke bawah, telunjuk menunjuk ke bawah, tangan memutar lingkaran kecil mendatarStop bila telapak terbuka
Bridge travelJalankan bridgeLengan terentang ke depan, telapak terbuka sedikit terangkat, gerakan mendorong ke arah tujuanTrolley travel
Trolley travelJalankan trolleyTelapak menghadap atas, jari mengepal, ibu jari menunjuk arah, tangan disentak mendatarBridge travel
StopBerhentiSatu lengan terentang, telapak menghadap bawah, ditahan kakuEmergency stop
Emergency stopBerhenti daruratKedua lengan terentang, telapak menghadap bawah, digerakkan bolak-balik mendatarStop
Move slowlyGerakan pelanSatu tangan memberi isyarat gerakan, tangan lain diam tidak bergerak di depannyaIsyarat gerakan biasa
Multiple trolleysPilih trolleyAngkat satu jari untuk blok nomor 1 atau dua jari untuk blok nomor 2, lalu isyarat biasaMove slowly
Magnet disconnectedMagnet dilepasKedua tangan direntangkan ke samping, telapak menghadap atasEmergency stop

Dua isyarat tambahan sering dipakai di luar daftar inti tadi, dan keduanya layak dihafal karena justru muncul di saat-saat yang tidak direncanakan, ketika pengangkatan sudah berjalan dan keadaan berubah.

  • Use main hoist: kedua kepalan mengetuk kepala, lalu dilanjutkan isyarat biasa. Dipakai pada crane yang punya hoist utama dan hoist bantu.
  • Dog everything: kedua tangan saling menggenggam di depan badan. Artinya hentikan semua gerakan dan tahan posisi. Dipakai ketika situasi berubah mendadak, misalnya hujan turun, beban tidak muat di tempat yang direncanakan, atau ada orang masuk ke area di bawah beban.

Beda Stop dan Emergency Stop

Ini bagian yang paling sering keliru. Kekeliruannya berbahaya, karena yang satu berarti berhenti biasa sedangkan yang lain berarti ada sesuatu yang salah dan semua gerakan harus mati saat itu juga.

Stop memakai satu lengan, telapak menghadap bawah, dan posisi itu ditahan diam. Isyarat ini bagian normal dari pekerjaan. Beban sampai di posisi, gerakan dihentikan.

Emergency stop memakai kedua lengan, telapak menghadap bawah, dan digerakkan bolak-balik mendatar. Jadi yang membedakan bukan cuma jumlah lengannya. Satu diam, satu bergerak.

Ada beberapa variasi di standar lain, dan sebagian rujukan justru memakai satu lengan yang digerakkan cepat untuk emergency stop. Karena itu yang mengikat di tempat kerja bukan artikel ini, melainkan SOP perusahaan masing-masing. Yang penting versinya satu untuk semua orang di bay yang sama.

Perbandingan isyarat stop satu lengan diam dan emergency stop dua lengan bergerak
Satu lengan diam berarti berhenti biasa. Dua lengan bergerak berarti ada yang salah sekarang juga.

Empat Aturan Komunikasi

  1. Hanya satu orang yang memberi isyarat gerakan. Kalau dua orang memberi isyarat bersamaan, operator tidak punya cara memutuskan yang mana yang diikuti. Penunjukan siapa yang memberi isyarat dilakukan sebelum pengangkatan dimulai, bukan di tengah jalan.
  2. Perintah berhenti dipatuhi dari siapa pun. Ini satu-satunya pengecualian dari aturan pertama, dan alasannya jelas. Orang yang melihat bahaya belum tentu orang yang ditunjuk memberi isyarat.
  3. Pemberi isyarat harus terlihat operator sepanjang waktu. Kalau garis pandang terputus, entah karena beban menghalangi atau karena rigger harus berpindah ke sisi lain, gerakan dihentikan dulu, atau komunikasi dipindah ke radio.
  4. Isyarat yang tidak jelas berarti tidak ada gerakan. Operator yang ragu wajib berhenti dan meminta isyarat diulang. Menebak isyarat adalah cara paling cepat untuk salah arah.

Soal siapa yang boleh menjadi pemberi isyarat, di Indonesia peran ini masuk kategori juru ikat dalam Permenaker 8 Tahun 2020, dan lampiran peraturannya menetapkan pelatihan juru ikat sebanyak 30 jam pelajaran. Operator cranenya sendiri punya kelas lisensi K3 tersendiri yang ditentukan oleh kapasitas pesawat yang dioperasikannya.

Kapasitas overhead craneKualifikasi operator
Sampai dengan 25 tonOperator Kelas III
Di atas 25 ton sampai 100 tonOperator Kelas II
Di atas 100 tonOperator Kelas I

Konteks Motor Academy: Bay yang Bising

Bengkel rewinding bukan ruangan sunyi. Test bench berjalan, blower pengering menyala, kadang ada gerinda di sudut lain. Dalam kondisi seperti itu berteriak bukan cuma tidak efektif, tapi menyesatkan, karena operator di kabin menangkap suara samar lalu menebak sendiri maksudnya tanpa sadar sedang menebak.

Isyarat tangan bekerja justru karena tidak bergantung pada suara. Tapi ia bergantung penuh pada penglihatan, dan di situlah masalah berikutnya muncul. Stator besar yang sedang diangkat bisa menutupi badan rigger dari sudut pandang kabin.

Dua hal yang saya terapkan untuk itu. Pertama, posisi berdiri rigger ditentukan sebelum beban terangkat, dipilih di sisi yang tidak akan terhalang beban di sepanjang jalur perjalanannya nanti, bukan cuma di titik awal. Kedua, rompi pemberi isyarat dibuat berbeda warna dari rompi orang lain di bay.

Untuk latihannya, isyarat tangan masuk ke materi toolbox meeting sebulan sekali dengan format sederhana: satu orang memperagakan, yang lain menebak. Lima menit cukup. Yang diuji justru isyarat yang jarang dipakai seperti dog everything, karena yang sering dipakai sudah otomatis dengan sendirinya.

Rigger berompi oranye memberi isyarat tangan ke operator crane di kabin
Warna rompi yang berbeda menjawab pertanyaan pertama operator sebelum dia melihat isyaratnya: siapa yang harus saya lihat.

Sudut Pandang Workshop

Kesalahan yang paling sering saya temui bukan isyarat yang salah peragaan, melainkan isyarat yang diberikan oleh orang yang tidak ditunjuk.

Bentuknya selalu mirip. Pengangkatan sudah berjalan, lalu ada orang ketiga yang melihat sesuatu dari sudut pandangnya sendiri dan refleks mengangkat tangan untuk memberi arahan. Niatnya baik. Tapi operator di kabin sekarang melihat dua orang memberi isyarat yang berbeda, dan dalam satu dua detik kebingungan itu, beban masih bergerak.

Solusinya bukan melarang orang bicara, melainkan memisahkan dua hal. Siapa pun boleh berteriak atau memberi isyarat berhenti, dan itu memang harus begitu karena orang yang kebetulan melihat bahaya belum tentu orang yang ditunjuk. Tapi untuk arahan gerakan, hanya satu orang.

Satu lagi soal radio. Radio memang menyelesaikan masalah garis pandang, tapi menambah satu masalah baru yang tidak ada pada isyarat tangan: operator kehilangan cara untuk tahu apakah orang di ujung sana masih benar-benar memperhatikan beban atau sudah berpaling sejenak. Karena itu kalau memakai radio, saya minta rigger menyebutkan kondisi secara berkala, bukan cuma perintah. Bukan "turun terus", tapi "turun pelan, jarak masih setengah meter". Kalimatnya lebih panjang, dan justru itu gunanya: operator tahu orang di ujung sana masih memperhatikan.

Cek Pemahaman

  1. Apa isyarat untuk menghentikan gerakan crane dalam keadaan normal?
    Jawaban: satu lengan direntangkan ke samping, telapak menghadap bawah, ditahan kaku.
  2. Dua jenis crane yang dikendalikan operator khusus dan membutuhkan rigger pemberi isyarat adalah …
    Jawaban: cab-operated dan pulpit-operated.
  3. Berapa orang yang boleh memberi isyarat gerakan kepada satu operator crane?
    Jawaban: satu orang. Tapi isyarat berhenti wajib dipatuhi dari siapa pun.
  4. Apa arti isyarat kedua tangan saling menggenggam di depan badan?
    Jawaban: dog everything, yaitu hentikan semua gerakan dan tahan posisi.

Baca Juga

Ringkasan

  • Isyarat tangan dipakai pada crane cab-operated dan pulpit-operated. Pada crane pendant, rigger merangkap operator.
  • Stop memakai satu lengan yang ditahan diam. Emergency stop memakai dua lengan yang digerakkan mendatar.
  • Hoist memakai telunjuk ke atas, lower memakai telunjuk ke bawah, keduanya dengan lingkaran kecil mendatar.
  • Bridge travel memakai telapak terbuka mendorong, trolley travel memakai ibu jari menunjuk arah.
  • Move slowly dibuat dengan menahan satu tangan diam di depan tangan yang memberi isyarat.
  • Hanya satu orang yang memberi isyarat gerakan, tapi isyarat berhenti dipatuhi dari siapa pun.
  • Isyarat yang tidak jelas berarti tidak ada gerakan sampai diulang.
  • Di Indonesia juru ikat dilatih 30 jam pelajaran, dan kelas lisensi operator ditentukan kapasitas crane.

Pertanyaan yang Sering Muncul

Apa isyarat tangan untuk berhenti pada crane?

Satu lengan direntangkan lurus ke samping dengan telapak menghadap bawah, lalu posisi itu ditahan kaku tanpa digerakkan. Isyarat ini berbeda dari emergency stop yang memakai kedua lengan direntangkan dengan telapak menghadap bawah dan digerakkan bolak-balik mendatar.

Siapa yang boleh memberi isyarat ke operator crane?

Hanya satu orang yang ditunjuk sebelum pengangkatan dimulai yang boleh memberi isyarat gerakan, supaya operator tidak menerima dua perintah berbeda sekaligus. Pengecualiannya adalah isyarat berhenti, yang wajib dipatuhi operator dari siapa pun yang memberikannya, karena orang yang melihat bahaya belum tentu orang yang ditunjuk.

Apa isyarat untuk menurunkan beban?

Lengan diluruskan ke bawah dengan telunjuk menunjuk ke bawah, lalu tangan diputar membuat lingkaran kecil mendatar. Kebalikannya, isyarat menaikkan beban memakai lengan bawah yang ditegakkan dengan telunjuk menunjuk ke atas dan lingkaran kecil yang sama.

Apa bedanya stop dan emergency stop?

Stop memakai satu lengan dengan telapak menghadap bawah yang ditahan diam, dan merupakan bagian normal dari pekerjaan. Emergency stop memakai kedua lengan dengan telapak menghadap bawah yang digerakkan bolak-balik mendatar, dan menandakan ada bahaya yang menuntut semua gerakan dihentikan saat itu juga.

Apa itu crane cab dan pulpit?

Cab-operated berarti operator duduk di kabin yang menempel pada crane dan ikut bergerak bersama bridge, sedangkan pulpit-operated berarti operator berada di ruang kendali tetap yang tidak ikut bergerak. Pada kedua konfigurasi ini operator sering tidak bisa melihat titik ikat beban, sehingga isyarat tangan dari rigger menjadi satu-satunya jalur perintah.

Sumber

  • TPC Training, Industrial Rigging Principles and Practices, Course 318, Lesson 5 (modul internal Motor Academy).
  • ASME B30.2, Overhead and Gantry Cranes, bagian isyarat tangan standar.
  • CCOHS, Materials Handling: Crane and Hoist Hand Signals, untuk uraian posisi tangan tiap isyarat.
  • ISO 16715, Cranes: Hand signals used with cranes, sebagai rujukan internasional yang setara.
  • Permenaker No. 8 Tahun 2020 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pesawat Angkat dan Pesawat Angkut, Lampiran kualifikasi operator dan juru ikat.
Workshop Superintendent Servis & Rewinding Motor Listrik Praktisi kelistrikan lapangan, asesor uji kompetensi ketenagalistrikan, dan Ahli K3 Listrik. Menulis di listrik-praktis.com untuk menerjemahkan praktik kelistrikan industri jadi panduan yang aman dipakai di rumah. Profil lengkap penulis →

Posting Komentar untuk "Isyarat Tangan Operator Crane: 10 Kode Standar yang Wajib Dihafal Rigger"