Keselamatan Las dan Potong: Shade Kaca, Ventilasi, dan Jarak Aman

Oleh Suhinar El. Seri Motor Academy: Safety, Lesson 12: Lingkungan Kerja yang Aman (artikel 6 dari 9)

Dua pengaman utama saat mengelas adalah lensa dengan nomor shade yang sesuai arus dan ventilasi penyedot di sumber asap. Las busur elektroda terbungkus pada arus 60 sampai 160 amper menuntut shade minimal 8 menurut OSHA, dan shade 10 menurut rekomendasi ANSI serta AWS. Bahan mudah terbakar dijauhkan minimal 10,7 meter dari titik pengelasan, dan wadah bekas bahan kimia tidak boleh dilas atau dipotong dalam keadaan apa pun.

Teknisi mengelas dengan lengan penyedot asap lokal dan tirai las kuning di bengkel
Penyedot yang dipasang terlalu dekat mengganggu gas pelindung, terlalu jauh tidak menarik apa pun.

Mata dan Kulit Adalah Korban Pertama

Busur las memancarkan cahaya tampak yang menyilaukan, radiasi ultraviolet dan inframerah, panas, serta percikan logam cair. Ultraviolet membakar permukaan kornea. Rasa sakitnya terlambat datang. Mata baru terasa berpasir beberapa jam kemudian, dan kondisi itu dikenal sebagai mata las.

Yang sering dilupakan: orang yang sekadar lewat atau membantu memegang benda kerja menerima radiasi yang sama. Tirai las dipasang bukan untuk pengelasnya, melainkan untuk orang di sekitarnya. Dasar bahaya radiasinya dibahas di artikel bahaya radiasi pengion dan non pengion di tempat kerja.

Tabel Nomor Shade Lensa Las

Angka di bawah berasal dari lembar fakta OSHA tentang perlindungan mata pada pekerjaan las. Kolom OSHA adalah minimum yang diwajibkan, kolom ANSI dan AWS adalah nilai yang direkomendasikan untuk kenyamanan dan perlindungan lebih baik.

ProsesArusShade minimum OSHARekomendasi ANSI dan AWS
SMAW elektroda di bawah 2,4 mmDi bawah 60 A7-
SMAW elektroda 2,4 sampai 4,0 mm60 sampai 160 A810
SMAW elektroda 4,0 sampai 6,4 mm160 sampai 250 A1012
SMAW elektroda di atas 6,4 mm250 sampai 550 A1114
GMAW atau MIG dan FCAW60 sampai 160 A1011
GMAW atau MIG dan FCAW160 sampai 250 A1012
GMAW atau MIG dan FCAW250 sampai 500 A1014
GTAW atau TIGDi bawah 50 A810
GTAW atau TIG50 sampai 150 A812
GTAW atau TIG150 sampai 500 A1014
Potong oksi bahan bakar, pelat di bawah 25 mm-34
Potong oksi bahan bakar, pelat 25 sampai 150 mm-45
Brazing dengan torch-33 atau 4
Solder dengan torch-22

Cara memilih yang praktis: mulai dari shade yang lebih gelap dari perkiraan, lalu turunkan satu tingkat sampai busur dan kolam las terlihat jelas tanpa menyilaukan. Jangan pernah naik lebih terang dari angka minimum di tabel.

Helm atau kaca mata las yang retak harus diganti. Retakan meneruskan ultraviolet, dan menambalnya dengan lakban atau lem bening tidak menghentikan apa pun karena bahan penambal itu tidak dirancang menyaring panjang gelombang yang merusak kornea.

Ventilasi: Penyedot Lokal Mengalahkan Ventilasi Umum

Asap las adalah kumpulan partikel logam yang menguap lalu mengembun kembali jadi butiran sangat halus, dan partikel sehalus itu masuk sampai ke alveoli. Cara paling baik mengendalikannya adalah menyedotnya di sumber, sebelum menyebar ke udara yang dihirup pengelas.

Jarak lengan penyedot perlu diperhatikan. Terlalu dekat pada proses berpelindung gas seperti MIG atau TIG, penyedot ikut menarik gas pelindungnya dan mutu las rusak. Terlalu jauh, penyedot tidak menarik apa-apa. Patokan umumnya lengan penyedot berada pada jarak satu sampai satu setengah kali diameter corongnya dari titik las, dan diarahkan sedikit menyamping.

Beberapa logam jauh lebih berbahaya saat dilebur:

  • Lapisan seng pada baja galvanis. Uapnya menyebabkan demam asap logam dengan gejala mirip flu beberapa jam setelah bekerja.
  • Kadmium pada lapisan pelindung baut tertentu. Jauh lebih beracun dari seng.
  • Timbal pada cat lama. Masih ditemukan pada rangka mesin tua.
  • Krom dan nikel pada baja tahan karat. Menghasilkan krom heksavalen.

Bila penyedot lokal tidak tersedia, ventilasi umum adalah pilihan kedua, dan filter serta kipasnya harus dibersihkan terjadwal. Jenis partikelnya dibahas di artikel beda debu, fume, uap, dan kabut bahan kimia.

Pencegahan Kebakaran Saat Pekerjaan Panas

Percikan las melayang jauh lebih jauh dari dugaan kebanyakan orang. Butiran logam cair yang terlontar dari busur masih cukup panas untuk menyulut majun berminyak setelah menempuh sepuluh meter, dan sebagiannya menyusup lewat celah lantai atau lubang dinding ke ruangan sebelah tanpa terlihat oleh pengelasnya.

  1. Jauhkan bahan mudah terbakar minimal 10,7 meter, atau tutup dengan selimut tahan api bila tidak bisa dipindahkan.
  2. Periksa area sebelum mulai, termasuk balik dinding dan kolong lantai yang dilas.
  3. Siapkan APAR yang sesuai di dekat lokasi. Lihat artikel jenis APAR untuk panel listrik, motor, dan belitan terbakar.
  4. Pasang tirai las untuk melindungi orang sekitar.
  5. Lakukan pengawasan area setelah pekerjaan selesai, karena bara bisa menyala kemudian.

Jangan pernah mengelas atau memotong wadah bekas bahan kimia, termasuk drum oli yang terlihat kosong dan kering. Sisa uap di dalam drum yang terlihat kosong sudah cukup untuk meledak. Bahasan unsur apinya ada di artikel segitiga api dan piramida api.

Zona radius 10,7 meter bebas bahan mudah terbakar di sekitar titik pengelasan
Radius dihitung dari titik busur, bukan dari posisi berdiri pengelasnya.

Torch, Regulator, dan Flashback Arrestor

  • Hanya pekerja terlatih yang boleh memasang dan menyetel peralatan gas.
  • Jauhkan oli dan gemuk dari fitting dan regulator oksigen. Oksigen bertekanan yang bertemu minyak bisa menyala sendiri tanpa percikan.
  • Nyalakan dengan pemantik gesek, jangan dengan korek api atau puntung.
  • Selang oksigen dan selang bahan bakar dibedakan warnanya supaya tidak tertukar saat memasang.
  • Uji kebocoran dengan air sabun, bukan dengan api.
  • Pasang flashback arrestor di antara regulator dan selang. Alat ini menghentikan nyala api yang menjalar balik ke dalam selang dan tabung.

Konteks Motor Academy: Jangan Biarkan Arus Las Lewat Bearing

Di bengkel servis motor listrik, pengelasan paling sering dipakai untuk membangun kembali diameter poros yang aus, memperbaiki retak pada housing atau end shield, dan membuat dudukan atau rangka.

Satu hal yang khas pekerjaan ini: penempatan klem massa. Arus las selalu mencari jalan kembali ke sumbernya lewat jalur dengan tahanan terendah. Kalau klem massa dipasang jauh dari titik las, misalnya di ujung poros yang berlawanan sementara pengelasan dikerjakan di ujung seberangnya, arus bisa mengalir melewati bearing. Setiap kali kontak antara bola dan lintasan terputus, muncul busur mikro yang melelehkan titik-titik kecil di permukaan lintasan bearing. Kerusakan ini terlihat sebagai bekas bopeng, dan bila berlanjut membentuk alur melintang yang dikenal sebagai fluting.

Pencegahannya sederhana dan tidak menambah biaya: pasang klem massa sedekat mungkin dengan titik las, pada benda kerja yang sama, sehingga arus tidak punya alasan melewati bearing. Bila memungkinkan, lepas bearing lebih dulu sebelum pekerjaan las pada poros. Catatan ini saya tulis sebagai praktik bengkel, dan untuk pekerjaan yang masuk garansi sebaiknya dicocokkan dengan prosedur pabrikan motornya.

Hal kedua: percikan dan panas merusak isolasi belitan. Saat mengelas di dekat stator yang masih terpasang, tutup belitan dengan selimut tahan api, bukan kain majun atau kardus.

Diagram penempatan klem massa las yang benar dan yang salah sehingga arus melewati bearing motor
Jalur arus las yang melewati bearing meninggalkan bekas busur mikro pada lintasannya.

Sudut Pandang Workshop

Dua kebiasaan yang paling sering saya lihat perlu diperbaiki di area las bengkel. Pertama, tirai las yang dilipat dan disandarkan ke dinding karena dianggap menghalangi gerak. Tirai itu melindungi orang yang berjalan lewat, dan mereka tidak memakai helm las.

Kedua, posisi klem massa yang dipasang di meja kerja, bukan di benda kerjanya. Kalau meja itu bersentuhan dengan rangka motor yang sedang diperbaiki, arus las akan mencari jalannya sendiri, dan jalur yang dipilihnya tidak pernah sesuai harapan. Memindahkan klem ke benda kerja butuh waktu lima detik dan menghindarkan kerusakan yang baru ketahuan berbulan-bulan kemudian saat motor mulai bising.

Cek Pemahaman

  • Ventilasi apa yang paling baik saat mengelas? Penyedot atau exhaust lokal di sumber asap.
  • Berapa jarak minimal bahan mudah terbakar dari titik las? Sekitar 10,7 meter.
  • Berapa shade minimum OSHA untuk SMAW pada arus 60 sampai 160 amper? Shade 8, sedangkan ANSI dan AWS merekomendasikan 10.
  • Bolehkah mengelas drum bekas yang sudah kosong? Tidak boleh.

Baca juga:

Ringkasan

Pilih shade lensa dari tabel sesuai proses dan arusnya, lalu turunkan satu tingkat hanya sampai kolam las terlihat jelas. Pasang penyedot lokal di sumber asap, bukan mengandalkan kipas ruangan. Jauhkan bahan mudah terbakar 10,7 meter dan jangan menyentuh wadah bekas bahan kimia dengan api. Di bengkel motor, pasang klem massa pada benda kerja yang sama dan sedekat mungkin dengan titik las.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa nomor shade kaca las untuk las listrik?

Untuk las busur elektroda terbungkus atau SMAW pada arus 60 sampai 160 amper, OSHA mensyaratkan minimal shade 8 sedangkan ANSI dan AWS merekomendasikan shade 10. Pada arus 160 sampai 250 amper, minimumnya shade 10 dengan rekomendasi 12. Pada arus 250 sampai 550 amper, minimumnya shade 11 dengan rekomendasi 14.

Ventilasi apa yang terbaik saat mengelas?

Penyedot atau exhaust lokal yang dipasang di sumber asap, karena menangkap partikel sebelum menyebar ke udara yang dihirup pengelas. Lengan penyedot jangan terlalu dekat pada proses berpelindung gas seperti MIG dan TIG, karena bisa menarik gas pelindung dan merusak mutu las.

Berapa jarak aman bahan mudah terbakar dari pengelasan?

Minimal 10,7 meter dari titik pengelasan, setara 35 kaki pada acuan aslinya. Bila bahan itu tidak bisa dipindahkan, tutup dengan selimut tahan api dan periksa juga bagian balik dinding serta kolong lantai yang dilas karena percikan dapat menyusup lewat celah.

Kenapa tidak boleh mengelas drum bekas bahan kimia?

Karena sisa uap bahan kimia di dalam drum yang terlihat kosong dan kering sudah cukup untuk membentuk campuran yang mudah meledak. Panas dari pengelasan atau pemotongan menjadi sumber nyala, dan tekanan ledakan di dalam wadah tertutup tidak punya jalan keluar.

Apa fungsi flashback arrestor?

Flashback arrestor dipasang di antara regulator dan selang untuk menghentikan nyala api yang menjalar balik dari torch ke dalam selang dan tabung. Tanpa alat ini, nyala balik dapat mencapai tabung gas dan menyebabkan ledakan.

Sumber dan Rujukan

Workshop Superintendent Servis & Rewinding Motor Listrik Praktisi kelistrikan lapangan, asesor uji kompetensi ketenagalistrikan, dan Ahli K3 Listrik. Menulis di listrik-praktis.com untuk menerjemahkan praktik kelistrikan industri jadi panduan yang aman dipakai di rumah. Profil lengkap penulis →

Posting Komentar untuk "Keselamatan Las dan Potong: Shade Kaca, Ventilasi, dan Jarak Aman"