Switching Jaringan Tegangan Menengah 20KV untuk Pemula - LISTRIK PRAKTIS BLOGS

Switching Jaringan Tegangan Menengah 20KV untuk Pemula

Switching Jaringan Tegangan Menengah 20KV untuk Pemula

Switching adalah kegiatan merubah kondisi suatu kontak atau circuit breaker dari On menjadi Off atau sebaliknya dengan tujuan tertentu. Istilah switching pada sistem pengoperasian jaringan listrik sangat populer dan sudah menjadi bahasa serapan tersendiri dimana aktivitas ini dilakukan untuk beberapa tujuan antara lain: pengamanan servis suatu gardu listrik atau konsumen tertentu, lokalisir gangguan jaringan listrik, schedulling penyesuaian konfigurasi jaringan, dan sebagainya.

Pada bahasan artikel sebelumnya saya membahas tentang konfigurasi jaringan tegangan menengah 20KV yang membahas tentang konfigurasi jaringan dengan contoh sederhana. Artikel ini adalah kelanjutan dari artikel tersebut dimana pada pembahasan kali ini saya akan fokuskan pada proses switching jaringan tegangan menengah 20KV untuk pemula. Diharapkan pembaca lebih memahami lagi selain konfigurasi jaringan listrik juga proses switching sesuai prosedur.

Berikut ini adalah gambar konfigurasi jaringan ideal yang akan kita bahas:

contoh konfigurasi jaringan 20KV
Gambar1. konfigurasi jaringan 20KV
Ket:
Warna merah = circuit breaker ON
Warna putih = circuit breaker OFF

Selanjutnya gambar diatas akan menjadi referensi konfigurasi ideal khusus dalam bahasan diartikel ini, sehingga prosedur switching servis yang nanti kita bahas mengacu pada kondisi awal dan penormalan terakhir harus seperti gambar diatas.

Adapun langkah switching yang akan kita lakukan adalah switching servis pada tiap breaker yang ada pada gambar diatas yaitu CB inc.1, inc.2, out 1, out 2, Gd.1 s/d Gd.4. Pada dasarnya switching yang dilakukan adalah lokalisir area servis atau pengamanan objek yang akan diservis sehingga pekerja yang melakukan servis aman dari tegangan sentuh dan konsumen lain yang tidak diservis aman tidak ada efek pemadaman.


1. Switching Servis CB Inc.1


a. Langkah Lokalisir


Dengan mereferensi pada gambar 1. diatas, jika kita akan melakukan lokalisir servis di CB Inc.1 maka langkah yang harus dilakukan adalah:

1. Pastikan inc.1 dan inc.2 memiliki pengambilan sumber listrik yang memenuhi syarat untuk sinkron.
Mengenai syarat sinkron lebih detail bisa anda baca di artikel #4 syarat sinkron generator, meskipun Inc diatas bukan keluaran langsung dari generator, tetapi keluaran langsung dari trafo tegangan menengah, maka untuk sinkron trafo atau paralel trafo bisa mengadopsi syarat sinkron generator tersebut.

Untuk memastikan syarat sudut fasa harus sama bisa diwakili dengan memastikan vektor grup antar trafo harus sama.  Sedangkan untuk syarat tegangan trafo harus sama bisa diwakili dengan posisi tap harus sama jika karakteristik dan spesifikasi antar trafo memang identik. Tetapi untuk memastikan tegangan yang sama tersebut bisa juga dilakukan juga dengan memperhatikan alat ukur tegangan output trafo secara langsung.

Adapun untuk syarat sinkron frequensi trafo harus sama selama sumber trafo didapatkan dari gardu induk yang sama maka otomatis frequensi trafo pun akan sama.

2. Switch On CB coupler busbar 20KV
langkah ini akan membuat Inc.1 dan Inc.2 bergabung atau bahasa listriknya "sinkron"

3. Switch Off Inc.1
Pada kondisi ini beban yang semula disupply CB Inc.1, sementara diambil alih oleh CB Inc.2 sehingga supply beban menuju konsumen yang tidak diservis tidak terganggu.

4. Switch Off supply yang menuju Inc.1
 Langkah ini dilakukan untuk mengosongkan tegangan arah masuk menuju CB inc. 1 dalam rangka pengamanan servis.

5. Masukan arde jalur menuju Inc.1
Memasukkan arde akan selalu menjadi langkah terakhir sebelum servis dilakukan. Tujuan masuknya arde ini adalah sebagai pengaman bagi pekerja servis. Jika karena suatu hal ada tegangan yang masuk ke jalur servis tersebut, otomatis arus listrik akan langsung disalurkan ke arde atau tanah sehingga pekerja aman dan sistem yang bertegangan dijalur tersebut akan trip otomatis karena short circuit ke tanah.

Jadi, sebelum arde masuk harus dipastikan bahwa jalur yang akan di arde sudah bebas dari tegangan.

6. Selesai

lokalisir servis CB Inc.1
Gambar 2. Lokalisir servis CB Inc.1

b. Langkah Penormalan


Langkah penormalan merupakan langkah pengembalian kondisi konfigurasi jaringan saat servis menjadi konfigurasi ideal kembali seperti konfigurasi jaringan pada gambar.1.

Adapun switching langkah penormalan servis Inc.1 yang perlu dilakukan adalah:

1. Lepas arde jalur menuju CB Inc.1
Melepas arde akan menjadi langkah awal dari setiap penormalan pasca servis yang dilakukan. Sebelum jalur dikirim tegangan atau dinormalkan, posisi arde tidak boleh kondisi masuk atau harus dalam kondisi lepas karena saat dikirim tegangan dan jika arde masih kondisi masuk akan menyebabkan gangguan short circuit ke tanah yang akan mengganggu sistem.

2. Switch On CB Inc.1
Langkah ini akan membuat CB Inc.1 sinkron dengan CB Inc.2. Perhatikan dengan syarat sinkron yang sudah saya jelaskan diatas.

3. Switch Off coupler busbar 20KV
Langkah ini adalah langkah terakhir, Inc.1 dan Inc.2 kembali mengambil alih beban masing-masing dan konfigurasi jaringan kembali pada konfigurasi semula seperti pada gambar.1.

4. Selesai.


2. Switching Servis CB inc.2


Untuk aktifitas switching lokalisir Inc.2, langkah dan penjelasannya sama dengan servis Inc.1 diatas hanya saja semua hal yang berhubungan dengan CB Inc.1 diganti dengan Inc.2, begitu juga sebaliknya.


3. Switching Servis CB Out.1


a. Langkah Lokalisir


Berikut ini adalah langkah switching untuk lokalisir CB Out.1 yang perlu dilakukan:
1. Switch On coupler busbar 20KV
langkah ini adalah langkah penting ketika kita akan mengkondisikan sistem menjadi terkonfigurasi ring/loop dengan tujuan untuk melakukan langkah selanjutnya yaitu melakukan lokalisir sesuai dengan CB yang akan diservis.

Tujuan dari switch On coupler adalah untuk menjadikan semua outgoing dalam sistem menjadi se phase atau satu sumber yaitu Inc.1 yang sudah bergabung secara langsung dengan Inc.2 sehingga proses sinkron disisi beban untuk merubah konfigurasi dari radial menjadi ring tidak terkendala dengan syarat sinkron karena sistem sudah se phase.

2. Switch On a2 Gd.3
Langkah inilah yang merupakan proses berubahnya konfigurasi radial menjadi ring / loop sehingga semua konsumen tersupply dari 2 arah.

3. Switch Off a2 Gd.1
Langkah ini untuk membebaskan tegangan ke arah CB Out.1

4. Switch Off CB Out.1

5. Switch Off coupler busbar 20KV
Langkah ini menjadikan supply busbar 20KV menjadi terpisah kembali

6. Masukkan arde jalur CB Out.1 arah menuju a2 Gd.1
Untuk arde menuju busbar tidak dilakukan pengardean dikarenakan busbar bagian kiri yang disupply dari CB Inc.1 masih bertegangan dan pada busbar tersebut secara umum masih terdapat kelompok beban lain yang memang tidak tergambar disini yang keberlangsungan supply listriknya tidak boleh terganggu. Demikian juga pada busbar sebelah kanan yang disupply CB Inc.2 pun begitu keadaannya.
Untuk mensiasati hal ini CB Out.1 bisa dikondisikan rack out atau cubicle breaker dikeluarkan dan diberi tag out atau peringatan pada bagian instalasi yang bertegangan agar menjadi perhatian para pekerja.

7. Selesai
lokalisir servis CB Out.1
Gambar 3. Lokalisir servis CB Out.1

b. Langkah Penormalan


Langkah penormalan untuk servis CB Out.1 ini bisa dilakukan dengan cara:

1. Lepas arde jalur CB Out.1 arah menuju a2 Gd.1

2. Switch On coupler busbar 20KV

3. Switch On a2 Gd.1

4. Switch On CB Out.1
Pada langkah ini konfigurasi menjadi tipe ring kembali untuk dilakukan pemutusan atau pembagian jalur beban ke konfigurasi ideal kembali.

5. Switch Off a2 Gd.3

6. Switch Off coupler busbar 20KV

7. Selesai, konfigurasi jaringan kembali ke konfigurasi ideal seperti gambar.1


4. Switching Servis CB Out.2


a. Langkah Lokalisir


Langkah lokalisir untuk sevis CB Out.2 bisa dilakukan dengan cara:

1. Switch On coupler busbar 20KV

2. Switch On a2 Gd.3

3. Switch Off a3 Gd.4

4. Switch Off CB Out.2

5. Switch Off coupler busbar 20KV

6. Masukkan arde jalur CB Out.2 arah menuju a3 Gd.4

7. Selesai
lokalisir servis CB Out.2
Gambar 4. Lokalisir servis CB Out.2

b. Langkah Penormalan


Langkah penormalan untuk servis CB Out.1 ini bisa dilakukan dengan cara:

1. Lepas arde jalur CB Out.2 menuju Gd.4

2. Switch On coupler busbar 20KV

3. Switch On a3 Gd.4

4. Switch On CB Out.2
Pada langkah ini konfigurasi menjadi tipe ring kembali untuk dilakukan pemutusan atau pembagian jalur beban ke konfigurasi ideal kembali.

5. Switch Off a2 Gd.3

6. Switch Off coupler busbar 20KV

7. Selesai, konfigurasi jaringan kembali ke konfigurasi ideal seperti gambar.1

 

5. Switching Servis Gd. 1


a. Langkah Lokalisir


Berikut ini adalah langkah switching untuk lokalisir Gd.1 yang perlu dilakukan:

1. Switch On coupler busbar 20KV

2. Switch On a2 Gd.3

3. Switch Off a2 Gd.2

4. Switch Off a3, a2, a1 Gd.1

5. Switch Off CB Out.1

6. Switch Off coupler busbar 20KV

7. Masukkan arde a3 Gd.1 arah a2 Gd.2

8. Masukkan arde a2 Gd.1 arah CB Out.1

9. Selesai
lokalisir servis CB Gd.1
Gambar 5. Lokalisir servis CB Gd.1

b. Langkah Penormalan


Langkah penormalan dari servis Gd.1 bisa dilakukan dengan cara:

1. Lepaskan arde a3 Gd.1 arah a2 Gd.2

2. Lepaskan arde a2 Gd.1 arah CB Out.1

3. Switch On coupler busbar 20KV

4. Switch On CB Out.1

5. Switch On a2, a3, a1 Gd.1

6. Switch Off a2 Gd.3

7. Switch Off coupler busbar 20KV

8.Selesai, konfigurasi jaringan kembali ke konfigurasi ideal seperti gambar.1


6. Switching Servis Gd. 2


a. Langkah Lokalisir


Berikut ini adalah langkah switching untuk lokalisir Gd.2 yang perlu dilakukan, langkahnya lebih sederhana karena Gd.2 berada pada ujung konfigurasi radial yang disupply dari CB Out.1 sehingga tidak ada proses sinkron untuk merubah konfigurasi menjadi tipe ring.

1. Switch Off a3 Gd.1

2. Switch Off a3, a2, a1 Gd.2

3. Masukkan arde a3 Gd.2 arah a2 Gd.3

4. Masukkan arde a2 Gd.2 arah a3 Gd.1

5. Selesai
lokalisir servis CB Gd.2
Gambar 6. Lokalisir servis CB Gd.2

b. Langkah Penormalan


Langkah penormalan dari servis Gd.1 bisa dilakukan dengan cara:

1. Lepaskan arde a3 Gd.2 arah a2 Gd.3

2. Lepaskan arde a2 Gd.2 arah a3 Gd.1

3. Switch On a3 Gd.1

4. Switch On a2, a3, a1 Gd.2

5. Selesai, konfigurasi jaringan kembali ke konfigurasi ideal seperti gambar.1


7. Switching Servis Gd.3


a. Langkah Lokalisir


Berikut ini adalah langkah switching untuk lokalisir Gd.3 yang perlu dilakukan, langkahnya lebih sederhana seperti servis Gd.2 karena Gd.3 juga berada pada ujung konfigurasi radial yang disupply dari CB Out.2 sehingga tidak ada proses sinkron untuk merubah konfigurasi menjadi tipe ring.


1. Switch Off a2 Gd.4

2. Switch Off a3, a2, a1 Gd.3

3. Masukkan arde a3 Gd.3 arah a2 Gd.4

4. Masukkan arde a2 Gd.3 arah a3 Gd.2

5. Selesai
lokalisir servis CB Gd.3
Gambar 7. Lokalisir servis CB Gd.3

b. Langkah Penormalan


Langkah penormalan dari servis Gd.1 bisa dilakukan dengan cara:

1. Lepaskan arde a3 Gd.3 arah a2 Gd.4

2. Lepaskan arde a2 Gd.3 arah a3 Gd.2

3. Switch On a2 Gd.4

4. Switch On a2, a3, a1 Gd.3

5. Selesai, konfigurasi jaringan kembali ke konfigurasi ideal seperti gambar.1


8. Switching Servis Gd.4


a. Langkah Lokalisir


Berikut ini adalah langkah switching untuk lokalisir Gd.4 yang perlu dilakukan:

1. Switch On coupler busbar 20KV

2. Switch On a2 Gd.3

3. Switch Off a3 Gd.3

4. Switch Off a3, a2, a1 Gd.4

5. Switch Off CB Out.2

6. Switch Off coupler busbar 20KV

7. Masukkan arde a2 Gd.4 arah a3 Gd.3

8. Masukkan arde a3 Gd.4 arah CB Out.2

9. Selesai

lokalisir servis CB Gd.4
Gambar 8. Lokalisir servis CB Gd.4

b. Langkah Penormalan


Langkah penormalan dari servis Gd.4 bisa dilakukan dengan cara:

1. Lepaskan arde a2 Gd.4 arah a3 Gd.3

2. Lepaskan arde a3 Gd.4 arah CB Out.2

3. Switch On coupler busbar 20KV

4. Switch On CB Out.2

5. Switch On a2, a3, a1 Gd.4

6. Switch Off a2 Gd.3

7. Switch Off coupler busbar 20KV

8. Selesai, konfigurasi jaringan kembali ke konfigurasi ideal seperti gambar.1

Demikianlah artikel tentang switching jaringan tegangan menengah 20KV untuk pemula, semoga dengan contoh beberapa prosedur switching servis di masing-masing breaker bisa menambah pemahaman anda terutama pada konsep masuk dan lepasnya arde, maksud dan tujuan sinkron untuk merubah sistem radial menjadi ring, dan sebagainya.

Semoga bermanfaat, koreksi, saran ataupun masukan silahkan untuk meninggalkan jejak dikolom komentar sebagai media yang memfasilitasi anda berpartisipasi menebar manfaat lebih luas.

Wassalam.
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, atau ketikan email anda pada kotak yang disediakan kemudian klik tombol "Subscribe" Jangan lupa cek email untuk verifikasi. Nama email anda kami rahasiakan. GRATISSS!!!
0 Komentar untuk "Switching Jaringan Tegangan Menengah 20KV untuk Pemula"

Silahkan berkomentar yang sesuai dengan topik, Mohon Maaf komentar dengan nama komentator dan isi komentar yang berbau P*RN*GRAFI, OB*T, H*CK, J*DI dan komentar yang mengandung link aktif, Tidak akan ditampilkan!

Back To Top