Cara Membuat Alarm Pagar Rumah yang Awet, Mudah dan Efektif - LISTRIK PRAKTIS BLOGS

Cara Membuat Alarm Pagar Rumah yang Awet, Mudah dan Efektif

Cara Membuat Alarm Pagar Rumah yang Awet, Mudah dan Efektif

loading...
Berbekal pengalaman dibobolnya pintu pagar rumah dan diambilnya 1 unit sepeda motor satu bulan yang lalu, maka perlu kiranya dilakukan antisipasi lain untuk menghindari hal tersebut terulang kembali. Selain mengganti gembok yang lebih safety ternyata ada cara lain yang lebih meyakinkan menurut saya. Hal tersebut adalah dengan dipasangnya alarm gate open.

Alarm gate open adalah aplikasi alarm dimana ketika pintu gerbang rumah kita dibuka tanpa ijin alarm ini akan berbunyi dengan keras sebagai indikasi pemberitahuan kepada si pemilik rumah bahwa ada yang membuka pintu gerbang rumahnya dengan paksa atau tanpa ijin. Aplikasi alarm jenis ini sebenarnya banyak ditawarkan ditoko online misalnya alarm wireless magnetik yang menurut saya untuk pemasangan di pintu gerbang sangatlah tidak cocok.

Perlu diketahui, untuk alarm yang sifatnya outdoor seperti alarm pintu gerbang yang tidak terisolir dengan cuaca panas dan hujan, pemakaian alarm wireless magnetik yang banyak dipasaran sangatlah kurang cocok karena tidak akan bertahan lama disebabkan interaksi langsung dengan cuaca. Disamping itu juga dibutuhkan penggantian power supply berupa battery secara berkala. Sedangkan yang kita inginkan alarm tersebut bisa tetap awet bertahan lama dan menjadi proteksi yang kita inginkan tanpa kekhawatiran rusak karena cuaca dan tanpa keharusan mengganti power supply untuk battery.

Kali ini saya akan mengulas tentang cara membuat alarm pagar rumah yang awet, mudah dan efektif. Disebut awet karena tidak ada perangkat elektronik sensitif cuaca yang terpasang dipagar rumah yang sifatnya out door. Disebut mudah karena aplikasi ini adalah aplikasi sederhana tanpa rangkaian rumit, dasar pemahaman adalah rangkaian self holding relay. Disebut efektif karena alarm ini bisa dipastikan bekerja ketika pintu gerbang dibuka secara paksa atau tanpa ijin tanpa kekhawatiran rusaknya komponen di wilayah outdoor ataupun kekhawatiran power supply yang lemah.

Merancang Single Line Diagram Alarm Gate Open


Dalam perancangan setiap instalasi pada dasarnya kita harus mengetahui terlebih dahulu spesifikasi dari alat yang kita rancang untuk selanjutnya dituangkan dalam bentuk single line diagram kontrol. Adapun perancangan dari alarm gate open ini saya lampirkan gambar single line diagram dibawah ini:

Diagram kontrol alarm gate open
Diagram kontrol alarm gate open

Pada rancangan gambar diatas saya akan menjelaskan secara garis besar dari masing-masing komponen yang digunakan.

1. Power Supply

Power supply untuk rangkaian saya menggunakan sistem tegangan 12 Vdc. Ini tentu ada alasannya terutama untuk faktor safety terhadap tegangan kejut atau short circuit pada kondisi yang tidak terprediksikan. Tegangan 12 Vdc merupakan tegangan yang cukup aman jika tersentuh manusia, bahkan untuk sistem DC tegangan tersebut sama sekali tidak terasa efek apapun bagi tubuh manusia.

Hal ini juga memperhatikan bahwa terdapat instalasi di luar ruangan yaitu pada pintu gerbang yang berpotensi tersentuh atau instalasi bocor ke pintu gerbang yang bersifat logam yang membahayakan lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu pemakaian tegangan kerja ini jadi perhatian khusus. Jangan sampai anda yang sudah mengerti tentang rangkaian ini, mengganti tegangan kerja 12Vdc menjadi tegangan rumah 220Vac agar lebih praktis dan hemat. Ini sangatlah tidak direkomendasikan. Nyawa orang-orang disekitar anda bisa jadi taruhannya.

2. Fuse

Pada rangkaian ini, fuse merupakan komponen penting yang berperan sebagai pengaman rangkaian ketika terjadi hubung singkat yang mengancam instalasi dan berdampak kerusakan lebih parah. Keberadaan fuse ini tidak bisa diabaikan meskipun secara analisa kinerja rangkaian, keberadaan fuse tidak berpengaruh pada prinsip kerja rangkaian. Tetapi pada suatu kondisi ada kejanggalan instalasi rangkaian karena sesuatu yang mengakibatkan hubung singkat rangkaian, keberadaan fuse ini sangat vital perannya.

3. Switch Aktivasi

Switch aktivasi ini berupa toogle switch atau semacam mini saklar yang berfungsi menentukan status kerja alarm aktif atau non aktif. Kondisi aktif adalah posisi toogle switch "close" atau on, sedangkan kondisi tidak aktif adalah posisi toogle switch "open". Pada dasarnya fungsi toogle switch ini sebagai penyambung dan pemutus power supply menuju ke rangkaian. Anda bisa mengganti toogle switch ini dengan varian yang berbeda seperti include lampu indikator dan sebagainya silahkan berkreasi selama fungsi dasar dari toogle switch terhadap rangkaian ini tidak berubah.

Pengkondisian rangkaian untuk diaktifkan atau tidak diaktifkan ini juga penting. Saat penghuni rumah yang menggunakan akses pintu gerbang maka alarm tidak perlu aktif artinya rangkaian di non aktifkan. Tetapi saat kondisi tertentu dan kita butuh penjagaan dan kewaspadaan akan akses pintu gerbang, maka alarm gate open harus diaktifkan dan akan membantu anda memberitahukan jika pintu gerbang tersebut ada yang membuka tanpa ijin.

4. Push Button Start - Stop

Ada 2 jenis push button yang saya gunakan pada rangkaian ini yaitu push button normally close yang difungsikan sebagai tombol reset, dan ada pula push button normally open yang difungsikan sebagai tombol tes alarm.

Tombol reset berfungsi untuk mereset alarm ketika alarm tersebut kerja. Tombol ini diperlukan karena sistem kerja rangkaian diatas menggunakan auxiliary kontak relay yang difungsikan self holding artinya alarm akan bekerja dan mengunci / berbunyi terus jika limit switch tertekan saat pintu gerbang dibuka. Ketika limit switch sudah tertekan pada kondisi alarm mode aktif maka alarm tersebut akan terus berbunyi meskipun pintu gerbang ditutup kembali. Push button normally close inilah yang bisa mereset kerja alarm tersebut agar berhenti berbunyi.

Tombol tes atau start pada rangkaian diatas adalah untuk mengaktifkan alarm secara manual. Meskipun pintu gerbang tidak terbuka, alarm masih bisa diaktifkan secara manual dengan menekan push button normally open ini. Contoh kasus jika anda mengetahui ada pencuri masuk teras rumah dengan loncat pagar atau tanpa membuka pintu gerbang maka anda tidak perlu mengambil resiko kontak fisik dengan pencuri untuk menangkap atau mengusirnya, akan lebih baik jika anda bisa mengaktifkan alarm secara manual sebagai tanda untuk mengusir si pencuri karena khawatir dipergoki masa yang lebih banyak.

Tombol tes selain untuk pengoperasian alarm secara manual seperti yang disebutkan diatas, tombol ini juga bisa dipakai sebagai tombol tes ketika mengaktifkan alarm. Dengan menekan tombol ini anda akan tahu apakah alarm ini sudah bekerja posisi standby seperti yang kita inginkan atau ada kerusakan rangkaian seperti terlepasnya koneksi dan lain-lain.

5. Limit Switch

Limit switch pada dasarnya memiliki kontruksi yang sama seperti push button. Perbedaannya adalah dalam cara pengoperasian. Pada limit switch pengoperasian dilakukan secara tidak langsung atau lewat perantara kontak dengan benda lain dalam hal ini adalah pintu gerbang. Ketika pintu gerbang dibuka maka kondisi limit switch harus kita tempatkan sedemikian rupa supaya tombol limit switnya tertekan oleh pintu gerbang yang dibuka meskipun hanya sesaat. Dengan tertekannya limit switch menandakan pintu gerbang telah dibuka tanpa ijin dan limit switch tersebut akan menjadi triger terkirimnya aliran listrik menuju coil relay sehingga alarm gate open akan segera bekerja.

Berikut adalah gambar limit switch yang saya gunakan :

Limit Switch
Limit Switch
Untuk bentuk limit switch terdapat banyak variasi sesuai dengan pengkondisian dan peruntukannya. Penentuan bentuk limit switch ini harus disesuaikan dengan kondisi lapangan sehingga cocok dan efektif digunakan. Disinilah butuh keterampilan khusus seorang instalatir alarm tersebut.

Limit switch adalah satu-satunya komponen yang diinstalasi secara outdoor dan berinteraksi dengan cuaca langsung. Anda tidak perlu khawatir dengan hal ini karena limit switch ini harganya cukup murah. Untuk limit switch ukuran kecil seperti gambar diatas saya dapatkan harga dibawah Rp. 10.000,- (sepuluh ribu rupiah) dan ini sangat murah jika dibandingkan dengan fungsi yang bisa dia berikan. Untuk limit switch tertentu harganya bisa mahal tergantung dengan kualitasnya.

6. Relay SPDT 12 Vdc

Relay SPDT atau Single Pole Double Throw yaitu relay dengan satu kutub kontak dan dua keluaran kontak yaitu NO dan NC. Prinsip kerjanya sama dengan kontaktor pada umumnya yaitu jika coil relay diberikan tegangan sesuai dengan tegangan kerjanya maka kontak relay akan berubah kondisi, normally close akan menjadi open dan normally open akan menjadi close.

Pada rangkaian alarm gate open ini saya menggunakan relay SPDT 12Vdc dengan KHA kontak10A. Spesifikasi tegangan relay memperhatikan tegangan sumber DC pada rangkaian, dan spesifikasi KHA kontak relay memperhatikan beban yang dikendalikan relay tersebut dalam hal ini adalah sirine alarm atau buzzer 12Vdc, amper lebih besar lebih baik. Pada dasarnya penggunaan KHA kontak 10A relay tersebut terlalu besar untuk ukuran buzzer 12Vdc / 6Watt. Karena yang banyak tersedia dipasaran tempat saya adalah spesifikasi relay tersebut, maka tidak ada salahnya juga digunakan. Harga relay ini pun tidak terlalu mahal bahkan saya pikir super murah hanya Rp. 6000,- (enam ribu rupiah) dibanding fungsinya yang sangat luar biasa.

Kontak yang dipakai dalam relay ini adalah kontak NO nya saja sebagai aplikasi kontak self holding. Untuk penjelasan rangkaian self holding, anda bisa mebaca artikel saya terdahulu yaitu SELF HOLDING, instalasi dasar kontaktor.

Berikut adalah penampakan relay beserta konfigurasi pin nya.

Relay SPDT 12Vdc
Relay SPDT 12Vdc

Perlu diketahui juga untuk praktek instalasi dilapangan, anda harus memastikan kembali mana posisi kontak NC dan mana posisi kontak NO agar instalasi yang anda buat bekerja sesuai dengan harapan. Anda bisa menggunakan Ohm meter untuk mengeceknya.

7. Buzzer / Sirine Alarm 12 Vdc

Buzzer atau sirine alarm yang digunakan pada rangkaian ini adalah jenis sirine alarm 12Vdc. Anda boleh menambahkan lampu rotary jika diperlukan dengan memasangnya paralel bersama sirine tersebut. Perlu diperhatikan untuk spesifikasi tegangan lampu rotary tersebut harus mengikuti sumber yaitu 12Vdc.

Sirine alarm ini merupakan komponen utama yang harganya pun lebih tinggi dibandingkan komponen lainnya dalam rangkaian alarm gate open ini. Untuk jenis alarm seperti pada gambar diagram kontrol diatas, harganya dikisaran Rp. 85.000,- (delapan puluh lima ribu rupiah).

Mohon maaf dalam artikel ini saya hanya menjelaskan tentang diagram kontrol instalasinya saja, semoga para pembaca bisa memahami dan menerjemahkannya pada diagram pengawatannya secara mandiri. Untuk diagram pengawatan secara spesifik mudah-mudahan bisa dibahas dilain kesempatan.

Demikian artikel tentang cara membuat alarm pagar rumah yang awet, mudah dan efektif, semoga bermanfaat. Saran dan masukan ataupun koreksi silahkan meninggalkan jejak dikolom komentar. Terimakasih.

Wassalam...
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, atau ketikan email anda pada kotak yang disediakan kemudian klik tombol "Subscribe" Jangan lupa cek email untuk verifikasi. Nama email anda kami rahasiakan. GRATISSS!!!
loading...
0 Komentar untuk "Cara Membuat Alarm Pagar Rumah yang Awet, Mudah dan Efektif"

Silahkan berkomentar yang sesuai dengan topik, Mohon Maaf komentar dengan nama komentator dan isi komentar yang berbau P*RN*GRAFI, OB*T, H*CK, J*DI dan komentar yang mengandung link aktif, Tidak akan ditampilkan!

Back To Top