Bahaya Radiasi Pengion dan Non Pengion di Tempat Kerja
Oleh Suhinar El. Seri Motor Academy: Safety, Lesson 11: Melindungi Kesehatan di Tempat Kerja (artikel 7 dari 9)
Radiasi pengion (alfa, beta, gamma, sinar-X) punya energi cukup besar untuk melepaskan elektron dari atom di dalam sel tubuh, dan di Indonesia batas dosisnya untuk pekerja radiasi dipatok 20 mSv per tahun rata-rata dalam periode lima tahun. Radiasi non pengion (UV, inframerah, gelombang mikro, cahaya tampak) tidak merusak dengan cara itu, tapi tetap bisa membakar mata dan kulit. Di bengkel motor listrik, jenis kedua yang jauh lebih sering melukai orang: sinar UV dari busur las.
⚠ Tulisan ini informasi keselamatan kerja, bukan panduan medis dan bukan pengganti pelatihan proteksi radiasi. Pekerjaan dengan sumber radiasi pengion di Indonesia wajib punya izin BAPETEN dan Petugas Proteksi Radiasi bersertifikat. Kalau Anda merasa pernah terpapar, periksakan ke dokter atau dokter perusahaan.
Urutan penahan ini yang dipakai di lapangan untuk memilih bahan pelindung.
Dua Keluarga Radiasi yang Sering Tertukar
Kata "radiasi" dipakai untuk dua hal yang bahayanya berbeda jauh. Pembedanya energi per partikel atau per gelombang, bukan seberapa panas atau seberapa terang sumbernya.
Radiasi pengion energinya cukup untuk mencopot elektron dari atom. Kalau itu terjadi di dalam sel, ikatan kimia di dalamnya bisa putus dan DNA bisa rusak. Sumbernya bahan radioaktif dan mesin penghasil sinar-X. Dosis besar sekaligus menimbulkan luka bakar radiasi dan gangguan darah; dosis kecil yang menumpuk bertahun-tahun menaikkan risiko kanker.
Radiasi non pengion energinya di bawah ambang itu. Yang terjadi bukan ionisasi, melainkan pemanasan jaringan atau reaksi fotokimia di permukaan. Gelombang mikro memanaskan dari dalam, inframerah memanaskan permukaan, UV memicu reaksi di kornea dan kulit. Mata jadi organ yang paling rentan karena lensa dan kornea tidak punya pembuluh darah untuk membuang panas.
Alfa, Beta, Gamma: Tabel Daya Tembus dan Penahannya
| Jenis | Apa yang dipancarkan | Daya tembus | Penahan praktis | Risiko terbesar |
|---|---|---|---|---|
| Alfa | Partikel berat (2 proton + 2 neutron) | Beberapa sentimeter di udara | Selembar kertas, lapisan kulit mati | Bila tertelan atau terhirup, karena seluruh energinya dilepas di satu titik jaringan |
| Beta | Elektron berkecepatan tinggi | Beberapa meter di udara, milimeter di jaringan | Aluminium tipis, akrilik, logam ringan | Luka bakar kulit dan cedera lensa mata |
| Gamma dan sinar-X | Gelombang elektromagnetik berenergi tinggi | Menembus tubuh dan dinding bata | Timbal tebal, beton, baja | Paparan seluruh tubuh dari jarak jauh |
Modul aslinya menyebut alfa sebagai yang "paling tidak berbahaya". Itu hanya benar untuk paparan dari luar tubuh. Begitu bahan pemancar alfa masuk lewat napas, mulut, atau luka terbuka, posisinya berbalik: tidak ada lagi kulit mati yang menahan, dan energinya habis diserap sekumpulan kecil sel di sekitarnya. Karena itu aturan penanganan serbuk radioaktif pemancar alfa justru lebih ketat soal kebersihan dan respirator daripada soal pelindung badan. Pembahasan jenis respirator dan batasnya ada di jenis respirator: masker debu, cartridge, supplied-air, dan SCBA.
Radiasi Non Pengion: UV Las yang Paling Sering Melukai
Busur las memancarkan UV, cahaya tampak yang sangat terang, dan inframerah sekaligus. UV-nya yang bikin mata perih beberapa jam setelah mengelas, kondisi yang di bengkel biasa disebut "mata las". Secara medis ini radang kornea akibat UV, dan gejalanya memang tertunda: terasa seperti ada pasir di mata, berair, silau, biasanya 6 sampai 12 jam setelah paparan.
Dua hal yang sering disalahpahami soal ini:
- Tidak perlu melihat langsung ke busur. Pantulan dari dinding terang, pelat logam, atau lantai keramik sudah cukup. Orang yang cuma lewat di belakang tukang las bisa kena.
- Kacamata hitam biasa tidak melindungi. Yang dibutuhkan lensa dengan nomor shade sesuai arus las, bukan sekadar lensa gelap. Perbedaan safety glasses, goggles, dan face shield dibahas di safety glasses vs goggles vs face shield.
Pengendaliannya murah dan hampir selalu diabaikan: pasang tabir las (welding screen) mengelilingi titik kerja. Satu tabir lipat tiga sudah memotong hampir semua paparan pantulan ke teknisi lain di area yang sama. Inframerahnya juga perlu diperhitungkan kalau pekerjaan las berlangsung lama, karena panas yang terus mengenai lensa mata dikaitkan dengan katarak pada tukang las senior.
Gelombang mikro dan radar jarang ada di bengkel motor, tapi ada di plant pelanggan: antena radar, pemanas induksi, dan pengering gelombang mikro. Aturannya sama, jaga jarak dari mulut pemancar dan jangan berdiri di depan antena yang sedang aktif.
Tabir las bekerja untuk orang yang tidak sedang mengelas, dan itu bagian yang paling sering dilupakan.
Tiga Faktor yang Menentukan Seberapa Parah Paparan
Untuk radiasi pengion, besar kecilnya cedera ditentukan jarak, intensitas sumber, dan lama paparan. Ketiganya bisa diatur, dan yang paling murah selalu jarak.
Untuk sumber yang mendekati titik, intensitas turun mengikuti kuadrat jarak. Jarak dilipatduakan, laju dosis tinggal seperempat. Contoh hitungan dengan angka bulat:
| Jarak dari sumber | Laju dosis | Dosis bila berada di sana 15 menit |
|---|---|---|
| 1 meter | 400 µSv/jam | 100 µSv |
| 2 meter | 100 µSv/jam | 25 µSv |
| 4 meter | 25 µSv/jam | 6,25 µSv |
| 8 meter | 6,25 µSv/jam | 1,56 µSv |
Mundur dari 1 meter ke 8 meter memotong dosis jadi sekitar 1/64. Tidak ada APD seharga berapa pun yang memberi pengurangan sebesar itu. Rumus kuadrat terbalik ini berlaku untuk sumber titik di ruang terbuka; begitu ada hamburan dari dinding dan lantai, angka sebenarnya lebih besar dari hitungan di atas, jadi hasil hitung tetap harus dibuktikan dengan pengukuran.
Alat Pantau: Film Badge, Dosimeter Saku, dan Geiger Counter
Tiga alat ini menjawab pertanyaan yang berbeda, dan salah satu kesalahan umum adalah memakainya bergantian seolah sama.
- Film badge atau TLD badge. Dipakai di luar pakaian, di dada, selama periode tertentu lalu dikirim ke lembaga yang ditunjuk untuk dibaca. Fungsinya mencatat dosis kumulatif seorang pekerja, bukan memberi peringatan saat itu juga. Hasilnya masuk ke rekaman dosis yang wajib disimpan.
- Dosimeter saku. Bentuknya seperti pena atau kotak kecil, bisa dibaca sendiri saat itu juga. Gunanya mengetahui dosis yang sudah diterima selama satu shift atau satu pekerjaan.
- Survey meter atau Geiger counter. Mengukur laju dosis di suatu titik, bukan dosis orang. Inilah alat yang dipakai untuk menentukan sampai mana batas area kerja harus dipasang.
⚠ Semua alat ukur radiasi wajib dikalibrasi berkala dan rekaman kalibrasinya disimpan. Survey meter yang kalibrasinya mati bisa membaca jauh lebih rendah dari kenyataan, dan pembacaan rendah palsu lebih berbahaya daripada tidak mengukur sama sekali.
Nilai Batas Dosis dan Aturan Indonesia
Pengawasan pemanfaatan tenaga nuklir di Indonesia ada di BAPETEN, dengan dasar UU 10/1997 tentang Ketenaganukliran dan PP 33/2007 tentang Keselamatan Radiasi Pengion dan Keamanan Sumber Radioaktif. Angka batas dosisnya diatur di Peraturan Kepala BAPETEN No. 4 Tahun 2013.
| Penerima | Dosis efektif seluruh tubuh | Lensa mata | Kulit, tangan, kaki |
|---|---|---|---|
| Pekerja radiasi | Rata-rata 20 mSv/tahun dalam 5 tahun, akumulasi 5 tahun maksimal 100 mSv, dan tidak boleh sampai 50 mSv dalam satu tahun tertentu | Rata-rata 20 mSv/tahun dalam 5 tahun, maksimal 50 mSv dalam satu tahun | 500 mSv/tahun |
| Anggota masyarakat | 1 mSv/tahun | 15 mSv/tahun | 50 mSv/tahun |
Tiga konsekuensi praktisnya. Pertama, siapa pun yang bekerja dengan sumber radiasi harus punya rekaman dosis perorangan, bukan sekadar merasa aman. Kedua, setiap pemegang izin wajib menunjuk Petugas Proteksi Radiasi yang tugasnya mengawasi program proteksi, memelihara rekaman dosis, dan memberitahu hasil pemantauan kepada pekerja yang bersangkutan. Ketiga, batas untuk orang yang kebetulan lewat jauh lebih ketat, 1 mSv per tahun, dan itulah dasar kenapa barikade radiografi dipasang lebar.
Kasus yang Bikin Satu Perusahaan Kaget
Modul Lesson 11 mencatat satu perusahaan fabrikasi baja yang memakai radiografi sinar-X untuk memeriksa sambungan las. Setelah diukur, ternyata sinarnya menjangkau jauh lebih luas dari perkiraan mereka, termasuk ke area kerja yang selama ini dianggap aman.
Pelajarannya satu kalimat: batas area radiografi harus diukur dengan survey meter, bukan ditebak dari jarak yang terasa "kelihatannya cukup jauh". Dinding bata biasa bukan penahan gamma, dan sinar-X tidak memberi tanda apa pun saat melewatinya. Tidak ada panas, tidak ada bau, tidak ada suara.
Lebar barikade ditentukan hasil pengukuran survey meter, bukan perkiraan jarak aman.
Radiasi di Bengkel Motor Listrik
Bengkel servis motor listrik hampir tidak pernah punya sumber radiasi pengion sendiri. Yang ada tiga situasi berikut.
- Las build-up poros dan perbaikan housing. Sumber UV harian. Pengendaliannya tabir las dan shade yang benar, bukan kacamata gelap seadanya.
- Pengeringan dan curing varnish dengan lampu inframerah. Panas radiasi ke kulit dan mata bila berlama-lama di depan panel pemanas. Pakai pelindung wajah dan atur jarak kerja.
- Pekerjaan di plant pelanggan saat ada radiografi pipa atau las. Ini yang paling berisiko karena bukan pekerjaan kita sendiri. Kalau melihat barikade radiografi, tali kuning hitam, lampu rotary, atau tanda trefoil, jangan menerobos dengan alasan "cuma lewat sebentar". Minta jadwal radiografi dari pihak plant sebelum tim masuk.
Satu hal yang perlu diluruskan: motor listrik, inverter, dan panel distribusi tidak memancarkan radiasi pengion. Medan elektromagnetik frekuensi rendah dari kabel dan belitan masuk kategori non pengion dengan energi jauh di bawah UV. Bahaya nyata dari peralatan itu tetap sengatan listrik dan busur api, yang dibahas di aturan dasar keselamatan kerja listrik.
Sudut Pandang Workshop
Dari semua bahaya di Lesson 11, radiasi adalah yang paling jarang saya temui dan paling mudah diabaikan. Di bengkel kami tidak ada sumber radioaktif, tidak ada film badge, dan tidak ada Petugas Proteksi Radiasi. Jadi jujur saja, bagian pengion dari artikel ini lebih relevan untuk teknisi yang sering masuk plant pelanggan daripada untuk pekerjaan harian di workshop.
Yang justru saya lihat berulang kali adalah mata las. Biasanya bukan pada tukang lasnya, karena dia pakai helm. Yang kena helper yang memegang benda kerja, atau teknisi yang kebetulan mengukur stator dua meter dari titik las. Gejalanya baru muncul malam hari, dan paginya orangnya datang dengan mata merah sambil bilang "kelilipan". Tabir las harganya jauh lebih murah daripada satu hari kerja yang hilang, tapi di banyak bengkel kecil barang itu tidak ada sama sekali.
Cara cek yang saya pakai sederhana: berdiri di posisi orang lain saat ada pekerjaan las. Kalau dari posisi itu masih kelihatan kilatan busurnya, berarti posisi itu masih kena UV.
Cek Pemahaman
Tiga faktor yang menentukan seberapa parah cedera akibat radiasi adalah... (jarak dari sumber, intensitas sumber, dan lama paparan). Bahan yang dipakai menahan radiasi gamma dan sinar-X adalah... (timbal dan beton; kertas hanya menahan alfa, aluminium menahan beta). Apakah orang yang tidak melihat langsung ke busur las bisa kena mata las? (Bisa, karena pantulan UV dari dinding dan pelat logam sudah cukup)
Baca Juga
- Bahaya kesehatan kerja yang tersembunyi: 6 jenis yang merusak pelan-pelan
- Safety glasses vs goggles vs face shield: mana yang tepat
- Alat pelindung diri (APD): 9 jenis dan kewajiban menyediakannya
- Penyakit paru akibat debu kerja: silikosis sampai asbestosis
- Cara menjumlahkan desibel dan menghitung dosis bising harian
- Jenis respirator: masker debu, cartridge, supplied-air, dan SCBA
- Aturan dasar keselamatan kerja listrik: checklist 6 area
Pertanyaan yang Sering Muncul
Apa beda radiasi pengion dan non pengion?
Radiasi pengion punya energi cukup besar untuk melepaskan elektron dari atom, sehingga bisa merusak DNA di dalam sel. Contohnya alfa, beta, gamma, dan sinar-X. Radiasi non pengion energinya di bawah ambang itu dan bekerja dengan memanaskan jaringan atau memicu reaksi di permukaan. Contohnya UV, inframerah, gelombang mikro, dan cahaya tampak.
Apa yang bisa menahan radiasi gamma?
Timbal tebal, beton, dan baja. Kertas hanya menahan partikel alfa, aluminium tipis menahan partikel beta, sedangkan gamma dan sinar-X menembus keduanya dan juga menembus dinding bata biasa. Ketebalan penahan yang dibutuhkan tergantung energi sumbernya dan harus dihitung, bukan dikira-kira.
Apakah sinar las berbahaya bagi orang di sekitarnya?
Berbahaya. Sinar UV dari busur las memantul dari dinding terang, pelat logam, dan lantai, jadi orang yang tidak melihat langsung ke busur tetap bisa mengalami mata las. Gejalanya tertunda 6 sampai 12 jam, terasa seperti ada pasir di mata, berair, dan silau. Pengendalian yang paling efektif adalah memasang tabir las mengelilingi titik kerja.
Apa fungsi dosimeter radiasi dan bedanya dengan survey meter?
Dosimeter perorangan seperti film badge atau dosimeter saku mencatat dosis yang diterima satu orang. Film badge dibaca lembaga resmi secara berkala, dosimeter saku bisa dibaca sendiri saat itu juga. Survey meter atau Geiger counter mengukur laju dosis di suatu titik, bukan dosis orang, dan dipakai untuk menentukan sampai mana batas area kerja harus dipasang.
Berapa batas dosis radiasi untuk pekerja di Indonesia?
Menurut Peraturan Kepala BAPETEN No. 4 Tahun 2013, pekerja radiasi dibatasi rata-rata 20 mSv per tahun dalam periode lima tahun, dengan akumulasi lima tahun maksimal 100 mSv dan tidak boleh mencapai 50 mSv dalam satu tahun tertentu. Batas untuk kulit, tangan, dan kaki 500 mSv per tahun. Untuk anggota masyarakat batasnya 1 mSv per tahun.
Siapa yang mengawasi pemanfaatan radiasi di Indonesia?
BAPETEN (Badan Pengawas Tenaga Nuklir), dengan dasar UU 10/1997 tentang Ketenaganukliran dan PP 33/2007. Setiap pemanfaatan sumber radiasi pengion wajib berizin dan pemegang izin wajib menunjuk Petugas Proteksi Radiasi bersertifikat yang mengawasi program proteksi dan memelihara rekaman dosis pekerja.



Posting Komentar untuk "Bahaya Radiasi Pengion dan Non Pengion di Tempat Kerja"
Posting Komentar
Silahkan berkomentar yang sesuai dengan topik, Mohon Maaf komentar dengan nama komentator dan isi komentar yang berbau P*RN*GRAFI, OB*T, H*CK, J*DI dan komentar yang mengandung link aktif, Tidak akan ditampilkan!