Berapa mA Arus Listrik yang Mematikan

Oleh Suhinar El · Seri Motor Academy — Safety, Lesson 8: Bekerja Aman dengan Listrik (artikel 2 dari 5)

Arus sekitar 50 mA — nol koma nol lima ampere — yang melewati tubuh sudah bisa mematikan. Angka itu kecil sekali: MCB 6 A di rumah baru bekerja pada arus 120 kali lebih besar. Artinya instalasi rumah bisa dengan tenang mengalirkan arus yang mematikan lewat tubuh seseorang tanpa satu pun pengaman di panel merasa ada yang salah.

Dan ini bagian yang jarang dihitung orang: dengan hukum Ohm, selisih antara tangan kering dan tangan berkeringat bukan soal "sedikit lebih berbahaya". Selisihnya seratus kali lipat. Artikel ini menunjukkan hitungannya pada tegangan Indonesia 230 V.

Infografis efek arus listrik pada tubuh manusia dari 1 mA sampai 4000 mA
Zona mematikan dimulai jauh di bawah arus kerja peralatan rumah tangga.

Empat Besaran Dasar dalam Satu Tabel

BesaranSatuanAnalogi pipa airDalam konteks keselamatan
Arus (I)ampere (A)Debit air yang mengalirInilah yang membunuh, bukan tegangan
Tegangan (V)volt (V)Tekanan yang mendorong airPendorong yang menentukan berapa arus yang masuk
Hambatan (R)ohm (Ω)Sempitnya pipaSatu-satunya yang melindungi kita — dan nilainya berubah
Daya (P)watt (W)Kerja yang dihasilkan airMenentukan panas dan luka bakar

Dua rumus yang dipakai di seluruh artikel ini:

Hukum Ohm: V = I × R, atau dibalik menjadi I = V ÷ R
Daya: P = V × I

Kalau ingin memahami hukum Ohm dari dasar beserta penerapannya di rangkaian seri dan paralel, pembahasan lengkapnya ada di artikel hukum Ohm dalam kelistrikan. Di sini kita pakai rumusnya untuk satu tujuan saja: menghitung berapa arus yang lewat tubuh.

Tabel Efek Arus Listrik pada Tubuh

Angka-angka berikut dari modul pelatihan EASA, dan garis besarnya sejalan dengan rujukan teknik kelistrikan pada umumnya:

Arus lewat tubuhYang terjadi
Di bawah 1 mAUmumnya tidak terasa
1–3 mAMulai terasa, seperti geli atau kesemutan
3–10 mATerasa jelas, kejutan terasa tidak nyaman
10–20 mANyeri, otot mulai berkontraksi, masih bisa melepaskan diri
20–50 mAKontraksi otot kuat; sebagian orang sudah tidak bisa melepaskan pegangan
50–150 mATidak bisa melepaskan diri, nyeri hebat, napas terganggu — mulai mematikan
150–4.000 mAFibrilasi ventrikel: jantung bergetar tanpa memompa, kematian bila tidak segera ditangani
Di atas 4.000 mAJantung lumpuh total, luka bakar berat pada jalur arus

Perhatikan bahwa ambang "masih bisa melepaskan diri" ada di sekitar 10–20 mA. Di atas itu, otot tangan menggenggam sendiri dan korban justru tidak bisa melepaskan kabel yang menyetrumnya. Ini yang sering disalahpahami sebagai "ditarik listrik".

⚠ Angka-angka ini bukan batas pasti. Keparahan sengatan tergantung tiga hal sekaligus: besar arus, jalur yang dilewati, dan lamanya arus mengalir. Arus 100 mA selama sepersekian detik berbeda akibatnya dengan 100 mA selama beberapa detik. Pembahasan ketiga faktor itu ada di artikel bahaya sengatan listrik.

Tabel Hambatan Tubuh dan Bahan

Inilah variabel yang berubah-ubah, dan karena itu paling menentukan:

Kondisi / bahanHambatan perkiraan
Kulit kering100.000 – 600.000 Ω
Kulit lembap atau berkeringat±1.000 Ω
Kulit basah±150 Ω
Bagian dalam tubuh, jalur tangan–kaki400 – 600 Ω
Bagian dalam tubuh, jalur telinga–telinga±100 Ω
Kayu keringSangat tinggi (isolator praktis)
Kayu basahTurun drastis — menjadi penghantar
Kawat tembaga±1 Ω

Perhatikan lompatan dari 100.000 Ω ke 1.000 Ω: keringat saja menurunkan hambatan kulit seratus kali lipat. Dan begitu kulit benar-benar basah, yang tersisa hampir hanya hambatan internal tubuh.

Hitung Sendiri pada Tegangan 230 V

Tegangan nominal instalasi tegangan rendah di Indonesia adalah 230 V fasa–netral dan 400 V fasa–fasa menurut SPLN T6.001:2013 — dulu ditulis 220/380 V, dan di lapangan kedua penyebutan masih dipakai bergantian. Mari masukkan ke rumus I = V ÷ R.

Kasus 1 — Tangan kering, hambatan 100.000 Ω

I = 230 ÷ 100.000 = 0,0023 A = 2,3 mA
Masuk zona "terasa". Kaget, tapi masih bisa melepaskan diri.

Kasus 2 — Tangan berkeringat, hambatan 1.000 Ω

I = 230 ÷ 1.000 = 0,23 A = 230 mA
Masuk zona fibrilasi. Dari kaget menjadi mematikan, hanya karena keringat.

Kasus 3 — Berdiri di lantai basah, jalur tangan–kaki ±500 Ω

I = 230 ÷ 500 = 0,46 A = 460 mA
Hampir sepuluh kali ambang mematikan.

Kasus 4 — Kulit basah, 150 Ω

I = 230 ÷ 150 = 1,53 A = 1.533 mA
Jauh di dalam zona fibrilasi, dengan risiko luka bakar serius.

Sebagai pembanding, modul aslinya memakai tegangan Amerika 120 V: kulit basah di sana menghasilkan sekitar 800 mA. Pada 230 V angkanya hampir dua kali lipat — satu lagi alasan kenapa contoh dari materi berbahasa Inggris tidak bisa ditelan mentah-mentah di Indonesia.

Perbandingan arus yang lewat tubuh saat tangan kering dan tangan basah pada 230 volt
Keringat menurunkan hambatan kulit seratus kali lipat — dan menaikkan arus seratus kali lipat.

Kenapa MCB Tidak Menyelamatkan Nyawa, Tapi ELCB Bisa

Sekarang bandingkan hasil hitungan tadi dengan apa yang dilihat pengaman di panel:

PengamanBereaksi padaMelindungiTerhadap orang kesetrum 460 mA
MCB 6 AArus beban di atas 6.000 mAKabel dan instalasi dari panas berlebihTidak bereaksi sama sekali
MCB 16 AArus beban di atas 16.000 mAKabel dan instalasiTidak bereaksi sama sekali
ELCB / RCD / RCBO 30 mASelisih arus fasa dan netral di atas 30 mAManusiaMemutus dalam hitungan milidetik

Logikanya: MCB menghitung berapa besar arus yang lewat, sedangkan ELCB menghitung apakah ada arus yang tidak kembali. Arus yang mengalir lewat tubuh ke tanah tidak kembali lewat netral — dan selisih itulah yang dideteksi.

Angka 30 mA dipilih bukan sembarangan: lihat lagi tabel efek arus di atas. Tiga puluh miliampere berada tepat di antara ambang "masih bisa melepaskan diri" dan ambang mematikan. Soal pemasangan dan cara kerjanya ada di artikel kenapa harus memasang ELCB di rumah dan artikel RCBO.

Jadi kalimat yang sering terdengar — "rumah saya aman, MCB-nya bagus" — keliru secara teknis. MCB melindungi kabel. Yang melindungi orang adalah ELCB dan grounding yang benar.

Kenapa Tegangan Tinggi Jauh Lebih Berbahaya

Semua hitungan di atas mengasumsikan kulit masih berfungsi sebagai hambatan. Pada tegangan tinggi, asumsi itu runtuh: lapisan kulit tertembus, dan yang tersisa hanya hambatan internal tubuh yang nilainya ratusan ohm saja. Hambatan kulit yang tadinya melindungi hilang dari persamaan.

Itu sebabnya pekerjaan pada tegangan menengah 3,3 kV ke atas bukan sekadar "versi lebih besar" dari pekerjaan 230 V. Aturannya berbeda, jarak amannya berbeda, dan penanganan korbannya pun berbeda — dibahas di artikel pertolongan pertama korban tersengat listrik.

Di Atas 200 mA: Jantung Berhenti, Bukan Bergetar

Ada hal yang terdengar aneh pada awalnya. Modul menjelaskan bahwa pada arus yang sangat besar — di atas sekitar 200 mA — otot jantung justru terkunci berhenti sepenuhnya, bukan bergetar tidak teratur seperti pada fibrilasi.

Jangan salah menyimpulkan bahwa ini lebih aman. Pada arus sebesar itu, luka bakar dalam dan kerusakan organ menjadi masalah utama, dan korban tetap dalam bahaya maut. Yang membedakan hanyalah mekanisme kerusakannya, bukan tingkat keselamatannya.

Penerapan di Bengkel Motor Listrik

Tabel hambatan di atas bukan teori ketika dipakai menilai area kerja sendiri:

Situasi di bengkelYang terjadi pada hambatan tubuhPengendaliannya
Bekerja di dekat oven varnish dan oven burn-outKeringat deras menurunkan hambatan kulit ke sekitar 1.000 ΩJeda istirahat, lap tangan sebelum memegang alat ukur, sarung tangan isolasi
Lantai basah saat pembersihan statorJalur tangan–kaki terhubung penuh, hambatan tinggal ratusan ohmKeringkan lantai dulu, pakai alas karet, jangan mengukur sambil berdiri di genangan
Mengukur tegangan dengan tangan berkeringatDua tangan memegang dua probe — jalur tangan ke tangan melewati dadaPakai sarung tangan isolasi, pegang probe satu tangan bila memungkinkan
Memegang rangka motor yang isolasi belitannya tembusRangka bertegangan, tubuh menjadi jalur ke tanahPE motor wajib tersambung, uji tahanan isolasi sebelum energize
Memakai alat genggam di tempat lembapHambatan turun sekaligus risiko bocor arus naikAlat berisolasi ganda atau ber-ground, plus ELCB pada sirkuit

Soal sarung tangan isolasi dan pemilihannya, lihat artikel jenis sarung tangan safety. Soal alat genggam berisolasi ganda, lihat kabel ground vs double insulation pada alat listrik.

Cek Pemahaman
1. Arus dalam rangkaian diukur dalam satuan… (ampere)
2. Daya sama dengan tegangan dikali… (arus)
3. Dibandingkan kulit basah, hambatan kulit kering… (jauh lebih besar — sehingga arus yang lewat jauh lebih kecil)
4. Arus sekitar berapa yang sudah mulai mematikan? (sekitar 50 mA)

Sudut Pandang Workshop

Hitungan di artikel ini mengubah cara saya menilai risiko di bengkel, dan intinya satu kalimat: yang berubah bukan tegangannya, tapi kita. Tegangan di panel tetap 230 V sepanjang hari. Yang naik-turun drastis adalah hambatan tubuh teknisi — pagi hari kering, siang hari di dekat oven sudah basah kuyup.

Karena itu aturan yang kami pakai bukan "hati-hati dengan listrik", tapi aturan yang bisa dicek: tidak ada pengukuran tegangan dengan tangan basah, dan tidak ada pekerjaan listrik di lantai yang masih basah. Lap tangan dulu, keringkan lantai dulu. Dua tindakan yang makan waktu setengah menit dan mengembalikan faktor pelindung seratus kali lipat.

Satu kebiasaan lagi yang kami ubah: mengukur dengan satu tangan sebisa mungkin, tangan satunya di saku atau di belakang badan. Alasannya ada di tabel jalur arus — dua tangan memegang dua probe berarti arus melintasi dada, tepat melewati jantung.

Teknisi mengukur tegangan dengan satu tangan memakai sarung tangan isolasi
Satu tangan memegang probe agar arus tidak melintasi dada bila terjadi kontak.

Lanjutan Seri Lesson 8

Bacaan pendukung: apa itu grounding dan pentanahan listrik serta bahaya mesin berputar bagi teknisi maintenance.

Pertanyaan yang Sering Muncul

Berapa mA arus listrik yang bisa mematikan manusia?

Arus sekitar 50 mA yang melewati tubuh sudah mulai mematikan, dan pada rentang 150 sampai 4.000 mA terjadi fibrilasi ventrikel yang membuat jantung bergetar tanpa memompa darah. Sebagai pembanding, ambang di mana orang masih bisa melepaskan pegangannya sendiri hanya sekitar 10 sampai 20 mA.

Kenapa kesetrum saat tangan basah jauh lebih berbahaya?

Karena hambatan kulit turun drastis. Kulit kering punya hambatan sekitar 100.000 ohm, kulit berkeringat sekitar 1.000 ohm, dan kulit basah sekitar 150 ohm. Pada tegangan 230 V, arus yang lewat berturut-turut menjadi sekitar 2,3 mA, 230 mA, dan 1.533 mA. Artinya kondisi tangan mengubah sengatan dari sekadar kaget menjadi mematikan.

Berapa hambatan tubuh manusia?

Tergantung kondisi kulit dan jalur arusnya. Kulit kering 100.000 sampai 600.000 ohm, kulit lembap sekitar 1.000 ohm, dan kulit basah sekitar 150 ohm. Hambatan bagian dalam tubuh untuk jalur tangan ke kaki sekitar 400 sampai 600 ohm, sehingga pada kulit basah praktis hanya hambatan internal itu yang tersisa.

Kenapa MCB tidak trip saat orang kesetrum?

Karena MCB bereaksi terhadap besarnya arus beban, sedangkan arus yang mematikan manusia jauh lebih kecil daripada arus kerja peralatan. MCB 6 A baru bekerja di atas 6.000 mA, sementara orang bisa mati pada 50 mA. Yang mampu mendeteksi kebocoran arus lewat tubuh adalah ELCB atau RCD 30 mA, karena alat itu mengukur selisih arus antara fasa dan netral.

Apakah listrik 220 V atau 230 V bisa mematikan?

Bisa, dan justru inilah tegangan yang paling banyak memakan korban karena ada di setiap rumah. Pada 230 V dengan tangan berkeringat, arus yang lewat tubuh sekitar 230 mA, sudah berada di zona fibrilasi. Tegangan rendah bukan berarti tegangan aman.

Sumber

  • EASA Vo-Tech Vol. 1 Safety — TPC Training Course 109, Lesson 8: Working Safely with Electricity
  • SPLN T6.001:2013 tentang tegangan-tegangan standar (230/400 V untuk tegangan rendah)
  • Rujukan umum teknik kelistrikan mengenai ambang persepsi, ambang lepas, dan fibrilasi pada arus bolak-balik
Workshop Superintendent Servis & Rewinding Motor Listrik Praktisi kelistrikan lapangan, asesor uji kompetensi ketenagalistrikan, dan Ahli K3 Listrik. Menulis di listrik-praktis.com untuk menerjemahkan praktik kelistrikan industri jadi panduan yang aman dipakai di rumah. Profil lengkap penulis →

Posting Komentar untuk "Berapa mA Arus Listrik yang Mematikan"