Ergonomi Kerja: Sesuaikan Pekerjaan dengan Tubuh Pekerja

Oleh Suhinar El. Seri Motor Academy: Safety, Lesson 11: Melindungi Kesehatan di Tempat Kerja (artikel 4 dari 9, artikel pilar)

Ergonomi adalah ilmu menyesuaikan pekerjaan dengan tubuh pekerja, bukan memaksa pekerja menyesuaikan diri dengan pekerjaan. Praktiknya berputar pada tiga hal: mendesain stasiun kerja sesuai ukuran tubuh pemakainya, mengurangi gerakan mengangkat dan memutar badan, serta menghilangkan keharusan membungkuk berulang kali. Di Indonesia, ergonomi termasuk salah satu dari lima faktor bahaya yang wajib diukur dan dikendalikan menurut Permenaker No. 5 Tahun 2018.

Perbandingan mengerjakan stator di lantai dengan membungkuk dan di meja putar setinggi pinggang
Menaikkan benda kerja ke ketinggian pinggang menghapus ratusan gerakan membungkuk dalam satu hari kerja.

Skala Masalahnya

Modul TPC Training Course 109 mencantumkan angka Amerika Serikat: sekitar 19 juta pekerja mengalami cedera otot dan tulang setiap tahun, dengan biaya sekitar 100 miliar dolar per tahun. Angka itu khusus Amerika Serikat, bukan angka dunia. Saya sebutkan karena ada infografis yang beredar menuliskannya sebagai angka global, dan itu keliru.

Untuk Indonesia, saya belum menemukan rincian setara yang bisa dirujuk langsung dari sumber resmi, jadi saya tidak akan menampilkan angka nasional di sini. Yang bisa dipakai dari data Amerika itu bukan besarannya, melainkan proporsinya: cedera otot dan tulang akibat kerja jumlahnya jauh lebih banyak daripada kecelakaan yang biasanya kita bayangkan sebagai "kecelakaan kerja".

Bahaya yang Tidak Terasa Hari Ini

Sepuluh pelajaran sebelumnya di seri ini membahas bahaya yang langsung terasa: tersengat, terjepit, jatuh, terbakar. Semuanya punya satu momen yang jelas, dan momen itu bisa dicatat sebagai insiden.

Lesson 11 membahas kelompok bahaya yang lain: ergonomi, kebisingan, radiasi, debu dan asbes, serta bahan yang berbahaya bagi janin. Ciri bersamanya adalah tidak ada momennya. Kerusakannya terkumpul sedikit demi sedikit, dan sering baru terasa setelah bertahun-tahun. Karena tidak ada insiden untuk dicatat, bahaya kelompok ini juga tidak muncul di statistik kecelakaan kerja. Pengantar umumnya ada di bahaya kesehatan kerja: zat toksik, bising, radiasi.

Punggung: Yang Menentukan Bukan Beratnya, tapi Berapa Kali Membungkuk

Orang biasanya mengira cedera punggung datang dari satu angkatan yang terlalu berat. Kenyataannya lebih sering sebaliknya: beban yang biasa-biasa saja, diangkat dari lantai, ratusan kali sehari, selama bertahun-tahun.

Empat perbaikan yang disebut modul, diurutkan dari yang paling murah:

  1. Jangan mengangkat sambil memutar badan. Angkat dulu sampai beban stabil, baru geser kaki untuk berputar. Memutar pinggang sambil menahan beban adalah kombinasi yang paling sering mencederai punggung bawah. Teknik angkat lengkapnya ada di 6 aturan mengangkat beban yang benar.
  2. Taruh barang kecil di rak atau platform, bukan di lantai. Mengangkat dari ketinggian pinggang jauh lebih ringan bagi punggung daripada mengangkat beban yang sama dari lantai.
  3. Miringkan dan naikkan wadah komponen. Bak atau keranjang yang dimiringkan dan dinaikkan dari lantai memungkinkan operator mengambil, memproses, dan menaruh kembali tanpa membungkuk sama sekali.
  4. Pasang hoist kecil kalau pekerjaan itu sering mengangkat beban berat. Modul menyebut biayanya terbayar oleh naiknya efisiensi dan turunnya cedera, dan menurut saya itu bukan klaim yang berlebihan untuk bengkel yang setiap hari memindahkan rotor.

Bak komponen dimiringkan di dudukan setinggi pinggang dibandingkan bak yang tergeletak di lantai
Memiringkan wadah membuat isi bagian belakang tetap terjangkau tanpa perlu mencondongkan badan ke dalam bak.

Lengan dan Bahu: Turunkan Kontrolnya

Pekerjaan yang mengharuskan lengan terus terangkat ke atas membebani saraf dan otot bahu. Keluhannya biasanya nyeri yang menjalar, dan muncul lebih cepat daripada keluhan punggung.

Modul memberi satu contoh kasus yang enak diceritakan ulang: sebuah perusahaan stamping logam memindahkan posisi tombol kontrol mesinnya turun ke ketinggian pinggang, dari yang sebelumnya harus dijangkau dengan lengan terangkat. Hasilnya dua-duanya membaik, cederanya hilang dan produksinya naik. Pelajaran yang saya ambil bukan soal tombolnya, tapi soal asumsinya: ergonomi sering dianggap biaya yang mengurangi produktivitas, padahal gerakan yang tidak nyaman juga lambat.

Pekerja Komputer Juga Masuk Hitungan

Bagian ini sering dilewati di bengkel karena dianggap urusan kantor. Padahal planner, admin, dan QC di workshop duduk di depan layar berjam-jam, dan keluhan mereka sama nyatanya. Yang perlu diatur menurut modul:

  • Tinggi kursi, sehingga kaki menapak dan paha sejajar lantai. Kalau kursinya tidak bisa turun cukup rendah, tambahkan sandaran kaki.
  • Kemiringan dan posisi layar, supaya leher tidak mendongak atau menunduk terus-menerus.
  • Silau dari lampu atau jendela yang memantul di layar. Silau membuat orang memajukan kepala tanpa sadar, dan dari situlah nyeri leher dimulai.
  • Meja yang bisa diatur kalau memungkinkan, karena satu ketinggian meja tidak pernah cocok untuk semua orang.

Pergelangan tangan pengguna keyboard punya risiko tersendiri, dan itu dibahas terpisah di carpal tunnel syndrome pada teknisi.

Diagram posisi duduk ergonomis di depan komputer dengan kaki menapak dan layar sejajar mata
Garis mata ke bagian atas layar adalah patokan paling cepat untuk menilai ketinggian monitor.

Apa Kata Aturan di Indonesia

Permenaker No. 5 Tahun 2018 tentang K3 Lingkungan Kerja mengatur lima faktor bahaya: fisika, kimia, biologi, ergonomi, dan psikologi. Faktor ergonomi di dalamnya mencakup cara kerja, posisi kerja, desain alat dan tempat kerja, serta pengangkatan beban yang melebihi kapasitas.

Dua hal yang perlu diketahui pengelola bengkel:

  • Pasal 6 mewajibkan pengukuran lingkungan kerja untuk mengetahui tingkat pajanan kelima faktor itu, termasuk ergonomi. Jadi ergonomi bukan sekadar anjuran kenyamanan, melainkan sesuatu yang harus diukur.
  • Pengendaliannya diarahkan ke perbaikan cara kerja, posisi kerja, serta desain ulang alat dan tempat kerja agar sesuai dengan pekerjanya. Urutan ini sejalan dengan hierarki pengendalian yang dibahas di pengendalian bahaya: ventilasi, prosedur, dan APD.

Cek Pemahaman
Ilmu menyesuaikan pekerjaan dengan pekerja disebut... (ergonomi). Kondisi ergonomi yang buruk paling sering menyebabkan... (cedera otot dan tulang)

Penerapannya di Bengkel Motor Listrik

Empat titik yang menurut saya paling layak dikerjakan lebih dulu di bengkel servis dan rewinding:

MasalahYang biasa terjadiPerbaikan
Stator besar dikerjakan di lantaiTeknisi berjongkok dan membungkuk berjam-jam saat menyisipkan kumparanMeja putar atau rotating stand dengan tinggi yang bisa diatur, sehingga benda kerja bisa diputar tanpa pemakainya yang berpindah posisi
Gulungan kawat dan material kecil di lantaiDiambil dengan membungkuk, puluhan kali per hariRak setinggi pinggang untuk material yang paling sering diambil
Rotor dan end shield dipindah manualDiangkat dua orang dengan postur seadanya karena crane-nya jauhHoist kecil atau jib crane di dekat area kerja, bukan hanya satu crane besar di tengah bengkel
Meja kerja satu ukuran untuk semuaTeknisi yang lebih pendek berjinjit, yang lebih tinggi membungkukPlatform injakan yang bisa dipindah, atau meja dengan tinggi berbeda per stasiun

Dari keempatnya, meja putar stator yang paling besar dampaknya dan paling sering ditunda. Alasannya biasanya bukan biaya, tapi karena stator besar memang terasa lebih "aman" di lantai.

Cara Mengusulkannya ke Atasan

Modul menutup bagian ergonomi dengan satu pesan yang praktis: perbaikan ergonomi biasanya sederhana, murah, dan berhasil, jadi sampaikan usulannya daripada dipendam.

Yang membuat usulan diterima menurut pengalaman saya bukan argumen kesehatannya, melainkan angka yang bisa dicek. Hitung berapa kali seorang teknisi membungkuk dalam satu pekerjaan, lalu kalikan dengan jumlah unit per bulan. Angka seperti "400 kali membungkuk per stator, 12 stator per bulan" lebih mengubah keputusan daripada kalimat "posisinya kurang ergonomis".

Sudut Pandang Workshop

Saya tidak akan berpura-pura bahwa bengkel kami sudah selesai urusan ergonominya. Masih ada pekerjaan yang dikerjakan di lantai karena alasan ruang, dan masih ada meja yang tingginya warisan dari entah siapa.

Yang berubah adalah cara menilainya. Dulu kalau ada teknisi mengeluh pegal, yang ditanya adalah posisinya. Sekarang yang ditanya lebih dulu adalah ketinggian benda kerjanya. Pertanyaan pertama itu menyalahkan orang, pertanyaan kedua menyalahkan desain, dan hampir selalu desainnya yang memang bisa diubah.

Peta Seri Lesson 11

Artikel ini pilar Lesson 11. Delapan artikel lain menurunkannya ke topik masing-masing:

Baca juga: penanganan material manual dan cedera punggung bawah untuk sisi teknik angkatnya, dan 4 jenis bahaya di tempat kerja untuk pengelompokan bahayanya.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu ergonomi kerja?

Ergonomi kerja adalah ilmu menyesuaikan pekerjaan dengan tubuh pekerja, bukan sebaliknya. Penerapannya mencakup desain stasiun kerja sesuai ukuran tubuh pemakainya, pengurangan gerakan mengangkat dan memutar badan, serta penghapusan keharusan membungkuk berulang kali. Di Indonesia ergonomi termasuk faktor bahaya yang diatur Permenaker No. 5 Tahun 2018.

Apa contoh penerapan ergonomi di tempat kerja?

Menaruh material kecil di rak setinggi pinggang alih-alih di lantai, memiringkan dan menaikkan wadah komponen agar isinya terjangkau tanpa membungkuk, memindahkan tombol kontrol mesin ke ketinggian pinggang, memasang hoist kecil untuk pekerjaan yang sering mengangkat beban berat, dan menyediakan meja kerja yang tingginya bisa disesuaikan.

Kenapa membungkuk berulang lebih berbahaya daripada beban berat sekali angkat?

Karena kerusakannya terkumpul. Beban yang biasa-biasa saja, diangkat dari lantai ratusan kali sehari selama bertahun-tahun, membebani punggung bawah lebih besar daripada satu angkatan berat yang jarang terjadi. Cedera jenis ini juga tidak punya satu momen kejadian, sehingga tidak tercatat sebagai insiden dan sering baru terasa setelah bertahun-tahun.

Bagaimana posisi duduk yang ergonomis di depan komputer?

Atur tinggi kursi agar kaki menapak dan paha sejajar lantai, tambahkan sandaran kaki bila kursi tidak bisa cukup rendah, sangga punggung bawah dengan sandaran kursi, jaga siku sekitar 90 derajat dengan lengan atas rileks di sisi badan, dan letakkan layar sehingga bagian atasnya sejajar garis mata. Hilangkan juga silau lampu atau jendela yang memantul di layar.

Apa aturan ergonomi di Indonesia?

Permenaker No. 5 Tahun 2018 tentang K3 Lingkungan Kerja memasukkan ergonomi sebagai satu dari lima faktor bahaya yang diatur, bersama faktor fisika, kimia, biologi, dan psikologi. Cakupannya meliputi cara kerja, posisi kerja, desain alat dan tempat kerja, serta pengangkatan beban melebihi kapasitas. Pasal 6 mewajibkan pengukuran untuk mengetahui tingkat pajanan kelima faktor tersebut.

Sumber dan Rujukan

Workshop Superintendent Servis & Rewinding Motor Listrik Praktisi kelistrikan lapangan, asesor uji kompetensi ketenagalistrikan, dan Ahli K3 Listrik. Menulis di listrik-praktis.com untuk menerjemahkan praktik kelistrikan industri jadi panduan yang aman dipakai di rumah. Profil lengkap penulis →

Posting Komentar untuk "Ergonomi Kerja: Sesuaikan Pekerjaan dengan Tubuh Pekerja"