Jenis Hoist dan Crane di Industri: Chain Block, Hoist Listrik, Overhead Crane, Gantry, dan Jib Crane

Oleh Suhinar El · Seri Motor Academy: Safety, Lesson 17: Hoist, Chain Block, dan Overhead Crane (artikel 5 dari 7)

Dua kata ini sering tertukar, padahal artinya berbeda. Hoist adalah unit pengangkatnya, yaitu alat yang menaikkan dan menurunkan beban. Crane adalah peralatan yang membawa hoist itu lalu memindahkan bebannya setelah terangkat. Chain block yang digantung di balok adalah hoist tanpa crane. Overhead crane di bay bengkel adalah crane yang di dalamnya ada hoist. Di industri ada empat kelompok utama: overhead hoist yang manual atau bertenaga, underhung crane, top-running crane, dan jib crane.

Potongan bay bengkel dengan overhead crane, jib crane, gantry, dan chain block
Empat alat angkat di satu ruangan, masing-masing untuk pekerjaan yang berbeda. Yang paling sering salah dipakai adalah yang paling dekat dengan meja kerja.

Hoist dan Crane Bukan Hal yang Sama

Pembedanya adalah gerakan mendatar.

Hoist hanya menaikkan dan menurunkan. Ia bisa berdiri sendiri, digantung permanen di satu titik, dan sepanjang umurnya cuma bergerak naik turun di tempat yang sama tanpa pernah berpindah satu meter pun. Chain block di pump house adalah contoh sempurna. Ada hoist, tidak ada crane.

Crane menambahkan kemampuan memindahkan beban setelah terangkat, dan untuk itu ia butuh struktur: girder yang membentang di atas ruangan, boom yang berputar pada porosnya, atau kaki beroda yang bisa didorong ke mana-mana. Hoist tetap ada di dalamnya, menggantung pada trolley yang berjalan di sepanjang struktur itu.

Dalam percakapan sehari-hari di bengkel, orang menyebut semuanya crane. Itu tidak masalah sampai tiba saatnya memesan barang atau membaca aturan. Di situ istilahnya mengikat, dan standarnya berbeda.

Hoist Bertenaga: Listrik atau Pneumatik

Hoist manual digerakkan rantai tangan. Hoist bertenaga punya dua pilihan penggerak, dan pilihannya bukan soal kekuatan, melainkan soal tempat ia akan dipasang.

Hoist listrik adalah yang paling umum. Lebih murah, lebih mudah dirawat, kecepatannya bisa diatur, dan sumber tenaganya tersedia di mana pun ada instalasi listrik yang memadai.

Hoist pneumatik digerakkan udara bertekanan. Pilihan ini dipakai di area yang berbahaya kalau ada percikan listrik, misalnya ruangan dengan uap pelarut, gas mudah terbakar, atau debu yang bisa meledak. Karena tidak ada motor listrik dan tidak ada kontaktor yang memercik, sumber penyulut dari sisi penggeraknya hilang.

Perlu ditambahkan satu hal yang sering disalahpahami. Hoist listrik tetap bisa dipakai di area berbahaya, asalkan motornya, kontrolnya, dan kabelnya memang dirancang khusus untuk lingkungan itu dan bersertifikat sesuai klasifikasi areanya. Konstruksi tahan ledakan bukan barang langka, cuma lebih mahal. Pada kedua jenis hoist, bagian yang bisa beradu dan memercik, misalnya hook dan beberapa komponen mekanis, sering dibuat dari stainless atau perunggu yang tidak memercik.

Underhung dan Top-Running

Dua kelompok crane ini dibedakan dari satu hal: posisi roda end truck terhadap girder runway.

AspekUnderhungTop-running
Posisi rodaBerjalan di flens bawah girder runwayBerjalan di rel yang dipasang di flens atas girder
Kapasitas tipikalLebih rendah, umumnya sampai beberapa tonLebih tinggi, sampai puluhan atau ratusan ton
Kebutuhan strukturBisa digantung pada rangka atap yang sudah adaButuh kolom dan konsol runway tersendiri
Pemanfaatan tinggi ruanganLebih boros, cranenya menggantung di bawah girderLebih hemat, cranenya duduk di atas rel
Jangkauan ke tepiBisa sangat dekat ke dindingTerbatas oleh posisi kolom

Di atas pembedaan itu ada pembedaan kedua: single girder atau double girder. Single girder memakai satu balok melintang dengan hoist menggantung di bawahnya, jadi lebih ringan dan lebih murah. Double girder memakai dua balok dengan trolley berjalan di atasnya, sehingga kapasitasnya lebih besar dan hook bisa naik lebih tinggi karena hoistnya duduk di antara kedua girder, bukan menggantung di bawahnya.

Untuk bengkel rewinding berukuran menengah, single girder top-running biasanya menjadi titik temu yang masuk akal antara kapasitas yang dibutuhkan, harga yang sanggup dibayar, dan tinggi angkat yang tersedia di bangunannya.

Keluarga Gantry

Gantry crane pada dasarnya adalah top-running crane yang relnya tidak dipasang di dinding, melainkan ditopang oleh kakinya sendiri. Jadi ia tetap top-running. Bedanya cuma strukturnya ikut dibawa.

  • Gantry penuh punya kaki di kedua sisi, berdiri di atas rel di lantai atau di atas roda.
  • Semigantry atau half-gantry punya kaki hanya di satu sisi. Sisi yang lain berjalan di runway yang terpasang di dinding, jadi ia setengah gantry setengah top-running biasa.
  • Trackless gantry berjalan di atas roda bebas tanpa rel sama sekali. Inilah yang paling fleksibel dan paling sering dipakai untuk pekerjaan lapangan, karena bisa didorong ke mana saja selama lantainya rata.

Fleksibilitas itu ada harganya. Trackless gantry yang didorong terlalu cepat membuat beban yang menggantung tertinggal lalu berayun mengejar, dan ayunan itu bisa menjungkalkan seluruh rangkanya. Aturan praktisnya tiga: dorong pelan, turunkan beban serendah mungkin dulu, dan jangan berbelok sambil berjalan.

Potongan melintang crane underhung dan top-running pada girder runway
Perhatikan garis putus-putus di kedua panel. Selisih tinggi hook itulah yang biasanya menentukan pilihan di ruangan yang langit-langitnya terbatas.

Tiga Tipe Jib Crane

Jib crane adalah crane dengan boom mendatar yang berputar. Jangkauannya terbatas pada lingkaran di sekitar titik putarnya, dan justru di situlah kelebihannya. Ia melayani satu stasiun kerja tanpa mengganggu crane utama di atas.

Wall-Bracket Jib

Dipasang pada kolom atau dinding, menjorok ke ruangan. Ada tiga variannya berdasarkan cara boom ditopang: top-braced dengan batang penahan miring dari atas, under-braced dengan penahan dari bawah, dan full-cantilever tanpa penahan sama sekali sehingga seluruh bagian bawah boom bebas hambatan. Putarannya tidak pernah penuh. Dinding menghalanginya.

Base-Mounted atau Pillar Jib

Berdiri sendiri di atas pondasi lantai, tidak butuh dinding. Rotasinya bisa dirancang tetap, parsial, atau penuh 360 derajat. Karena berdiri bebas, ia bisa diletakkan di tengah ruangan, tepat di sebelah mesin atau meja kerja yang dilayaninya.

Mast-Type Jib

Tiangnya berbantalan di dua tempat, yaitu di lantai dan di plafon atau rangka atap. Karena ditopang di kedua ujungnya, momen yang harus ditahan pondasi jauh lebih kecil. Pondasinya pun lebih sederhana daripada pillar jib berjangkauan setara.

Cara Pengoperasian

Ada tiga cara crane dikendalikan, dan pilihannya menentukan siapa saja yang terlibat dalam satu pengangkatan.

  • Pendant. Kotak tombol yang menggantung dan dibawa berjalan di lantai. Rigger merangkap operator, jadi cukup satu orang yang paham seluruh pekerjaannya.
  • Cab-operated. Operator duduk di kabin yang menempel pada crane dan ikut bergerak bersama bridge.
  • Pulpit-operated. Operator berada di ruang kendali tetap yang tidak ikut bergerak.

Pada dua yang terakhir, operator sering tidak bisa melihat titik ikat beban, jadi rigger di lantai memberi perintah lewat isyarat tangan standar. Aturan dan daftar isyaratnya dibahas tersendiri di artikel isyarat tangan operator crane.

Tiga tipe jib crane: wall-bracket, pillar base-mounted, dan mast-type
Yang tengah bisa berputar penuh tapi butuh pondasi paling berat. Yang kanan ditopang dua ujung, jadi pondasinya jauh lebih ringan.

Konteks Motor Academy: Peta Alat Angkat di Bengkel Rewinding

Bengkel rewinding yang tertata punya lebih dari satu alat angkat, dan masing-masing menempati wilayahnya sendiri.

AlatWilayahPekerjaan khasnya
Overhead craneBay utama, membentang penuhMenurunkan motor dari truk, memindahkan stator antar-stasiun, mencabut rotor
Jib craneStasiun winding dan perakitanMengangkat endshield, bearing housing, dan komponen sedang tanpa mengganggu crane utama
Chain block dan gantry portabelDibawa keluar bengkelBongkar pasang motor di pump house, cooling tower, dan area produksi pelanggan

Nilai jib crane sering diremehkan, padahal justru dia yang paling mengubah alur kerja sehari-hari. Tanpa jib, setiap kali seseorang di stasiun perakitan butuh mengangkat endshield, dia harus berhenti dan menunggu sampai crane utama selesai dipakai orang lain di ujung bay sana. Dengan jib, dua pekerjaan berjalan bersamaan.

Satu hal yang jarang dibahas di artikel rigging mana pun, dan justru relevan untuk pembaca blog ini: hoist itu sendiri adalah motor listrik. Di dalamnya ada motor dengan rem elektromagnetik, kontaktor, limit switch yang memutus rangkaian kontrol, dan kabel kontrol yang menuju pendant. Artinya hoist yang bermasalah sering kali bukan masalah mekanis, melainkan masalah kelistrikan: coil rem yang lemah, kontaktor yang terbakar, atau limit switch yang kontaknya kotor.

Bagi bengkel yang memang sehari-hari memperbaiki motor listrik, ini kabar baik. Kemampuan yang sudah ada bisa dipakai untuk merawat alat angkatnya sendiri, dengan satu batas yang jelas: perbaikan hoist tetap dikerjakan oleh personel yang berwenang untuk itu, dan setiap pekerjaan dicatat.

Sudut Pandang Workshop

Kesalahan yang paling mahal dalam urusan crane bukan terjadi saat mengoperasikannya, melainkan saat memilihnya.

Bengkel memesan crane berdasarkan kapasitas, karena kapasitas adalah satu-satunya angka yang gampang ditentukan tanpa perlu mengukur apa pun di bangunannya. Lima ton, sepuluh ton, selesai. Yang sering tidak dihitung ada dua: tinggi angkat bersih setelah dikurangi headroom cranenya sendiri, dan jangkauan hook ke tepi ruangan.

Saya pernah melihat bengkel yang cranenya cukup kuat tapi hooknya tidak bisa mencapai meja kerja di sudut, karena posisi kolom membatasi perjalanan trolley. Motor harus diturunkan dulu di tengah ruangan, lalu digeser dengan cara lain. Setiap hari, selama bertahun-tahun.

Karena itu saran saya untuk bengkel yang akan memasang crane: gambar dulu denah lantainya, tandai semua titik tempat beban perlu diturunkan, lalu periksa satu per satu apakah hook benar-benar bisa sampai ke sana. Pekerjaan setengah hari di atas kertas. Hasilnya menentukan alur kerja selama umur bangunan.

Satu lagi soal jib crane. Jib yang dipasang di stasiun winding sering dianggap pelengkap, padahal dia yang paling sering dipakai dalam sehari. Kalau anggaran terbatas dan harus memilih antara menaikkan kapasitas crane utama atau menambah satu jib, hampir selalu jib yang memberi hasil lebih besar, karena yang ditingkatkan bukan kemampuan mengangkat yang lebih berat, melainkan jumlah pekerjaan yang bisa berjalan bersamaan.

Cek Pemahaman

  1. Jenis tenaga hoist yang dipilih untuk area berbahaya kalau ada percikan listrik adalah …
    Jawaban: pneumatik.
  2. Gantry crane adalah salah satu jenis top-running crane.
    Jawaban: Benar. Relnya ditopang kakinya sendiri, bukan dinding.
  3. Dua jenis crane yang dikendalikan operator khusus bersama rigger pemberi isyarat adalah …
    Jawaban: cab-operated dan pulpit-operated.
  4. Apa pembeda utama crane underhung dan top-running?
    Jawaban: posisi roda end truck, di flens bawah girder untuk underhung, di rel pada flens atas untuk top-running.

Baca Juga

Ringkasan

  • Hoist adalah unit pengangkat. Crane adalah peralatan yang membawa hoist dan memindahkan beban.
  • Empat kelompok utama: overhead hoist, underhung crane, top-running crane, dan jib crane.
  • Hoist pneumatik dipilih untuk area yang berbahaya bila ada percikan listrik.
  • Hoist listrik tetap bisa dipakai di area berbahaya asalkan motor, kontrol, dan kabelnya berkonstruksi khusus.
  • Underhung berjalan di flens bawah girder, top-running di rel pada flens atas.
  • Double girder memberi kapasitas lebih besar dan tinggi hook lebih tinggi daripada single girder.
  • Gantry adalah top-running yang relnya ditopang kakinya sendiri. Trackless gantry didorong pelan tanpa berbelok.
  • Tiga tipe jib: wall-bracket, base-mounted atau pillar yang bisa 360 derajat, dan mast-type yang ditopang dua ujung.
  • Crane pendant dioperasikan rigger sendiri. Cab dan pulpit butuh rigger pemberi isyarat.
  • Hoist adalah motor listrik dengan rem, jadi gangguannya sering bersifat kelistrikan.

Pertanyaan yang Sering Muncul

Apa beda hoist dan crane?

Hoist adalah unit yang menaikkan dan menurunkan beban, sedangkan crane adalah peralatan yang membawa hoist tersebut lalu memindahkan bebannya secara mendatar setelah terangkat. Chain block yang digantung permanen di sebuah balok adalah hoist tanpa crane, sementara overhead crane di bay bengkel adalah crane yang di dalamnya terpasang hoist pada trolley berjalan.

Apa beda underhung crane dan top-running crane?

Pembedanya adalah posisi roda end truck terhadap girder runway. Pada underhung, roda berjalan menggantung di flens bagian bawah girder, sehingga cranenya bisa digantung pada rangka atap yang sudah ada tapi kapasitasnya lebih terbatas. Pada top-running, roda duduk di atas rel yang dipasang di flens atas girder, sehingga kapasitasnya jauh lebih besar dan tinggi hook lebih baik, tapi butuh kolom serta konsol runway tersendiri.

Apa itu gantry crane?

Gantry crane adalah top-running crane yang runway-nya tidak dipasang di dinding melainkan ditopang oleh kakinya sendiri, baik di atas rel di lantai maupun di atas roda. Variannya ada tiga: gantry penuh dengan kaki di kedua sisi, semigantry yang berkaki di satu sisi saja sementara sisi lain berjalan di runway dinding, dan trackless gantry yang beroda bebas tanpa rel sama sekali.

Apa saja jenis jib crane?

Ada tiga. Wall-bracket jib dipasang pada kolom atau dinding dengan varian top-braced, under-braced, dan full-cantilever. Base-mounted atau pillar jib berdiri sendiri di atas pondasi lantai dan rotasinya bisa sampai 360 derajat. Mast-type jib tiangnya berbantalan di lantai sekaligus di plafon, sehingga pondasinya lebih sederhana untuk jangkauan yang setara.

Kapan memakai hoist pneumatik?

Ketika alat akan dipasang di area yang berbahaya bila ada percikan listrik, misalnya ruangan dengan uap pelarut, gas mudah terbakar, atau debu yang bisa meledak. Karena digerakkan udara bertekanan dan tidak punya motor listrik maupun kontaktor, sumber penyulut dari sisi penggeraknya hilang, meski hoist listrik berkonstruksi khusus juga tetap bisa dipakai di area semacam itu.

Sumber

  • TPC Training, Industrial Rigging Principles and Practices, Course 318, Lesson 5 (modul internal Motor Academy).
  • ASME B30.2, Overhead and Gantry Cranes (Top Running Bridge, Single or Multiple Girder).
  • ASME B30.11, Monorails and Underhung Cranes, dan ASME B30.17 untuk top-running bergirder tunggal.
  • ASME B30.16, Overhead Underhung and Stationary Hoists.
  • Permenaker No. 8 Tahun 2020 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pesawat Angkat dan Pesawat Angkut.
Workshop Superintendent Servis & Rewinding Motor Listrik Praktisi kelistrikan lapangan, asesor uji kompetensi ketenagalistrikan, dan Ahli K3 Listrik. Menulis di listrik-praktis.com untuk menerjemahkan praktik kelistrikan industri jadi panduan yang aman dipakai di rumah. Profil lengkap penulis →

Posting Komentar untuk "Jenis Hoist dan Crane di Industri: Chain Block, Hoist Listrik, Overhead Crane, Gantry, dan Jib Crane"