Instalasi Listrik Setelah KWH dan MCB Utama yang Lebih Handal

Pernahkah anda memperhatikan instalasi rumah jaman dulu dan rumah jaman sekarang khususnya tentang instalasi setelah KWH dan MCB utama PLN? Saya pribadi merasakan adanya perbedaan dimana rumah yang lama hampir semuanya terinstalasi setelah KWH dan MCB utama pasti terpasang rumah sikring ( box berwarna hitam ) termasuk sikring patron didalamnya. Dan rumah sekarang saya jarang sekali menemukan hal semacam itu. Setiap saya berkunjung ke rumah teman yang notabene rumahnya adalah rumah baru, saya jarang sekali menemukan susunan instalasi setelah KWH dan MCB utama terpasang box sikring patron, yang ada hanyalah rumah MCB dengan minimal ada 1 MCB didalamnya. Jika anda mungkin termasuk salah satu orang yang menyadarinya, menurut anda apakah hal ini adalah suatu kemajuan atau malah kemunduran dalam bidang instalasi khususnya instalasi rumah ? Saya akan mencoba membahasnya bagaimana instalasi listrik setelah KWH dan MCB utama yang lebih handal.

2 Macam Instalasi Listrik Setelah KWH Secara Umum


Ada 2 macam instalasi secara umum yang biasa kita temukan pada instalasi rumah seprti terlihat pada gambar dibawah ini :

Instalasi KWH - MCB Utama - sikring patron
Gambar 1. Instalasi KWH - MCB Utama - sikring patron

Instalasi KWH - MCB Utama - MCB di PHB
Gambar 2. Instalasi KWH - MCB Utama - MCB di PHB

Dari 2 gambar diatas, rumah tempat anda tinggal termasuk yang mana? mana kira2 yang lebih baik ?

Sebelum saya menjelaskan lebih jauh alangkah baiknya anda membaca artikel saya sebelumnya yaitu tentang cara menentukan amper MCB di PHB rumah yang benar, agar wawasan anda mulai terbuka atau mendapat sedikit gambaran tentang peran MCB di PHB. Dalam hal ini tidak berarti saya lebih memilih gambar no. 2 daripada gambar no. 1, bahkan dalam menentukan instalasi setelah KWH dan MCB utama tersebut bisa jadi saya memilih sebaliknya. Tetapi dengan paparan diartikel ini saya berharap kita punya satu persepsi yang sama.


Karakteristik MCB


Ada 2 karakteristik MCB yang perlu kita ketahui yaitu karakteristik  thermal dan karakteristik magnetik.

- Karakteristik thermal akan membuat MCB trip karena adanya kenaikan suhu pada komponen bimetal dikarenakan adanya aliran arus melebihi nilai rating amper MCB tersebut. Komponen strip bimetal akan berubah bentuk dari lurus menjadi melengkung dipengaruhi suhu tertentu sesuai rating MCB dan perubahan strip bimetal tersebut cukup untuk membuat switch kontak MCB berubah kondisi dari On menjadi Off. Karakteristik ini mewakili MCB sebagai proteksi beban lebih.

- Karakteristik magnetik akan membuat MCB trip karena adanya arus hubung singkat yang besar mengalir pada solenoid / kumparan yang menjadikan solenoid tersebut memiliki medan magnet yang kuat yang cukup untuk menarik switch pemutus aliran listrik pada MCB sehingga switch MCB berubah kondisi dari On menjadi Off.. Karakteristik ini mewakili MCB sebagai proteksi terhadap hubung singkat.


Fungsi MCB Utama


Seperti yang sudah dijelaskan pada prinsip kerja dari MCB diatas, fungsi utama MCB adalah sebagai pengaman beban lebih dan pengaman hubung singkat. Tetapi pada MCB utama yang terletak di KWH meter selain fungsi diatas sebenarnya ada fungsi tambahan yaitu sebagai pembatas arus sesuai kontrak konsumen dan PLN. Artinya ketika MCB utama trip karena kelebihan beban, bukan berarti MCB tersebut bersifat memproteksi listrik yang ada di konsumen dari beban lebih tetapi lebih tepat adalah memproteksi PLN dari penggunaan listrik konsumen ketika melebihi kontrak VA KWH yang sudah disepakati, artinya dalam kasus ini MCB utama  berfungsi sebagai pembatas arus sesuai kontrak konsumen dan PLN, tetapi tetap tanpa menghilangkan  fungsi MCB yang sebenarnya yaitu sebagai pengaman beban lebih dan pengaman hubung singkat. Jika ada gangguan hubung singkat didalam rumah, MCB ini semestinya harus trip mengamankan instalasi konsumen dalam rumah.

Fungsi MCB di PHB


Sama halnya dengan MCB lainnya, MCB di PHB juga bisa difungsikan sebagai pengaman beban lebih dan pengaman hubung singkat. Dalam menentukan MCB di PHB ini sebenarnya fokusnya tidak pada fungsi proteksi beban lebih dan hubung singkat, tetapi lebih kepada MCB sebagai kontak pemutus biasa yang dioperasikan secara manual sesuai kebutuhan seperti pemutusan arus untuk pengamanan untuk servis instalasi, adapun sisi proteksi pada MCB di PHB ini hanya memperhatikan proteksi terhadap instalasi kabel berdasarkan luas penampangnya terhadap kuat hantar arus ( KHA ) yang diijinkan. Tetapi jika memang terjadi kegagalan proteksi pada MCB KWH utama, tentu saja secara otomatis proteksi akan diambil alih MCB di PHB sebagai back up proteksi karena MCB di PHB pun memiliki konstruksi dan prinsip kerja yang sama dengan MCB pada umumnya.


Karakteristik Sikring / Fuse 


Berbeda dengan MCB,  sikring / fuse hanya memiliki karakteristik thermal. Dalam keadaan normal atau arus yang mengalir pada elemen lebur sikring dibawah ratingnya, maka suhu elemen lebur akan cenderung stabil, tetapi jika terjadi lonjakan arus yang tinggi melebihi nilai ratingnya misalkan karena terjadi short circuit, maka suhu elemen lebur akan naik dengan cepat mencapai suhu titik leburnya sehingga memutus aliran listrik dengan cepat. Semakin besar arus diatas rating elemen lebur pada sikring maka waktu peleburan / pemutusan elemen lebur semakin cepat. Bayangkan jika yang terjadi adalah short circuit yang menghasilkan lonjakan arus yang sangat tinggi maka sikring akan lebih cepat melokalisir gangguan dengan meleburkan elemen leburnya dibandingkan kecepatan MCB mengaktifkan solenoid magnetnya. Jadi khusus untuk gangguan short circuit, sikring lebih handal dibandingkan MCB. Pengalaman saya membuktikan  he..he... Saya punya MCB utama di KWH rating 6 A dan sikring patron rating 10 A. Setiap kelebihan beban MCB utama tersebut selalu trip, tetapi saat ada gangguan short circuit karena sedang mengerjakan sesuatu yang berhubungan dengan instalasi saat itu, ternyata sikring lebih cepat bereaksi dibandingkan MCB utama, padahal rating sikring tersebut diatas rating MCB utama. Anda mungkin punya analisa sendiri... silahkan...

Adapun cara menentukan rating fuse yang benar adalah hampir sama dengan menentukan rating MCB di PHB yaitu dengan memperhatikan 2 faktor yaitu rating MCB KWH sesuai kontrak PLN sebagai batas minimum rating, dan KHA kabel instalasi sebagai maksimum rating. Untuk lebih jelasnya baca artikel yang berjudul "Cara Menentukan Amper MCB di PHB Rumah yang Benar ".

Kesimpulan



Dari uraian diatas dapat kita simpulkan bahwa proteksi yang paling vital pada instalasi rumah kita adalah proteksi karena adanya gangguan short circuit / hubung singkat. Short circuit akan menimbulkan peningkatan suhu yang ekstrim pada material instalasi sehingga jika ada kegagalan pada proteksi karena gangguan short circuit tersebut akan menimbulkan kerugian yang sangat besar seperti kebakaran. Dari dampak yang sangat vital tersebut maka dibutuhkan suatu proteksi yang handal melokalisir dengan memutuskan aliran listrik secara cepat jika terjadi gangguan tersebut. Saya lebih merekomendasikan pemilihan sikring / fuse dibandingkan MCB dengan alasan sikring memiliki sifat break current / memutuskan arus listrik lebih cepat dan lebih responsif terhadap gangguan hubung singkat serta dengan karakteristik sikring faktor kegagalan proteksi bekerja sangatlah minim dibandingkan dengan MCB.

Saya menyadari bahwa maraknya pemilihan MCB daripada sikring pada instalasi setelah KWH dan MCB utama pada rumah jaman sekarang dibandingkan rumah jaman dulu adalah karena aspek estetika / keindahan / good looking serta praktis jika trip tinggal di On saja, dengan menomor duakan aspek proteksi. Deretan MCB di PHB lebih indah / rapi dilihat dan lebih praktis dari pada sikring yang terkesan jadoel, dan jika elemennya sudah melebur harus ganti elemen sikring yang baru...:) Tetapi saya lebih memprioritaskan aspek proteksi dibandingkan estetika dan kepraktisan . Dalam jangka pendek pemakaian MCB tersebut memang tidak akan terasa pengaruhnya dibandingkan sikring, tetapi dalam jangka panjang jika sering terjadi gangguan hubung singkat, akan berpengaruh pada stabilitas dan keawetan material instalasi. Pemilihan pemakaian sikring dengan kehandalannya justru akan lebih menjamin keamanan dan ketentraman tersendiri bagi kita dari gangguan hubung singkat yang tidak bisa terprediksi sebelumnya.

Jika anda hendak melakukan pembagian beberapa grup beban pada PHB, anda bisa mengkombinasikan antara sikring dan MCB. Hal ini tidak mengurangi kehandalan proteksi anda.

Instalasi KWH - MCB Utama - Fuse - MCB di PHB
Instalasi KWH - MCB Utama - Fuse - MCB di PHB

Gambar diatas adalah contoh instalasi yang lebih handal dibandingkan tanpa ada sikring sebelum PHB, atau akan lebih baik lagi jika MCB di PHB digantikan panel dengan grup sikring didalamnya ( MCB cukup terpasang pada KWH saja sebagai pembatas arus sesuai kontrak PLN ).

Demikianlah artikel tentang instalasi listrik setelah KWH dan MCB utama yang lebih handal. Tidak ada tujuan dengan artikel ini untuk mendeskriditkan pihak tertentu atau menyalahkan pemilihan MCB dibanding sikring pada instalasi setelah KWH dan MCB Utama. Saya hanya bermaksud membandingkan pemilihan instalasi tersebut mana yang lebih handal dan menentramkan. Silahkan anda sikapi dengan bijak, the choice is your's... :)

Saran, masukan ataupun koreksi silahkan meninggalkan jejak di kolom komentar.


Wassalam.
loading...

Berlangganan update artikel terbaru via email:

29 Responses to "Instalasi Listrik Setelah KWH dan MCB Utama yang Lebih Handal"

  1. Replies
    1. sama2 pak, terimakasih sudah berkunjung..:)

      Delete
  2. maaf mau tanya. jika di pasang seperti itu apa aman jika ada pemeriksaan dari PLN..
    karna yg saya tau jika pemasangan dr pln gax ada PHB nya....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aman Pak, Otoritas PLN itu hanya sampai MCB utama di KWH. Selama MCB utama sesuai kontrak dan semua Instalasi rumah pemakaian listriknya melewati / terhitung di KWH, aman.
      yang tidak boleh itu : mengganti MCB Utama di KWH tanpa ijin PLN dan diluar kontrak, instalasi tidak melewati KWH ( pencurian listrik ), merusak segel KWH meter. Adapun sistem protreksi yang kita buat sendiri setelah kwh selama tidak melanggar hal2 diatas adalah otoritas konsumen.

      Delete
  3. Trima kasih utk "penerangan jalan" pikiran saya pak, sukses slalu

    ReplyDelete
  4. Kolom artikel nya bagus bagus pak, saya banyak belajar dan pas banget saya lagi mau bangun rumah dan kelistrikan yang baik.
    Tapi saya ada pertanyaan untuk masalah ground yang baik itu seperti bagaimana, apa bisa membuat sumber ground yang baru, karena ground dari pln saya ga bisa liat ada dimana, terima kasih dan maaf saya masih pemula mohon pencerahannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ground yang baik menurut PUIL adalah yang memiliki resistansi pentanahan sama dengan 5 Ohm atau dibawah 5 Ohm. cara mengetahui besarnya resistansi pentanahan tersebut harus diukur dengan alat ukur khusus. Idealnya untuk ground memang lebih baik kita membuat sumber yang baru. Saat ini umumnya dari PLN yang masuk KWH khususnya KWH prabayar / token, grounding dari PLN memang tidak disertakan sehingga untuk keamanan instalasi mengenai ground bisa kita buat sumber tersendiri dengan spesifikasi yang baik.

      Delete
  5. Bagus penjelasannya.. mau nanya pak.. mcb utama 2A dan mcb phb 2A.. waktu mengganti atap pekakas yg digunakan 1 gerinda tangan dan 3 mesin bor tangan atau total beban 1000wat.. karena beban wat yang besar tukang bangunan mengganti mcb phb 2A menjadi 10A..
    Menurut bapak apakah berbahaya seperti itu ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. MCB utama 2A??? saya rasa konsumen PLN terkecil saat ini 4A pak atau 900VA. kalau 2A berarti kontrak PLN 450VA, dulu memang ada, tapi sekarang mungkin masih ada ya..he..

      Ok, perlu diketahui bahwa untuk pembatas arus di MCB utama 2A sebenarnya pemakaian daya max yang bisa diserap adalah 440 VA atau 440Watt (asumsi tegangan PLN 220 Volt dan cosphi 1). Untuk total beban 1000 Watt jelas tidak akan terlayani alias MCB utama akan langsung trip karena overload. Jadi mau ganti MCB di PHB 100 A pun tidak ada gunanya kalo MCB utama cuma 2A. Beban 1000 Watt akan mentripkan MCB utama tersebut.

      terlepas dari konteks tersebut, jika anda mengganti MCB di PHB jauh diatas ratting MCB utama yaitu 2A vs 10A, hal tersebut tidaklah bermasalah, MCB di PHB akan cenderung berfungsi sebagai media isolasi jalur saja jika akan diservis. Adapun untuk proteksi beban lebih dan hubung singkat sudah tercover oleh MCB utama yang 2A itu.

      yang perlu diperhatikan dari area pengamanan MCB adalah luas penampang kabel atau kemampuan KHA (kuat hantar arus) dijalur instalasi. Pastikan memenuhi kriteria diatas ratting MCB pembatasnya.

      semoga membantu.

      Delete
  6. Tapi kenapa tidak trip ya saat pemakaian 1000watt.. tolong pak penjelasannya, mungkin ada yg salah dengan kelistrikan rumah saya..

    ReplyDelete
    Replies
    1. coba diperiksa lagi gan, barangkali MCB utama tersebut bukan 2A melainkan 6A.
      Logikanya ketika pemakaian 1000 Watt, asumsi cos phi 0.9 maka arus yang mengalir adalah I = P / (V x cos phi) = 1000 / (220 x 0.9) = 5A. Untuk MCB 2A sangat jelas sudah over load. Tapi jika MCB utama tersebut ternyata 6A maka aman tdk akan trip.

      Kalau memang MCB utama agan memang 2A, kesimpulannya:
      - MCB utama sudah gagal fungsi sebagai proteksi overload. Ini akan berbahaya jika luas penampang kabel / KHA kabel dibawah kapasitasnya (<5A), tapi jika luas penampang kabel / KHA kabel melebihi 5 A (besar), beban 1000 watt MCB tidak trip tidak masalah.

      - Segera laporkan ke PLN dan minta ganti MCB utama 2A anda karena dikhawatirkan MCB tersebut sudah tdk punya kemampuan untuk trip bahkan ketika gangguan hubung singkat. Ini akan sangat berbahaya sekali karena arus hubung singkat sangatlah besar dan harus segera diamankan MCB tersebut. Gagal pengamanan karena gangguan hubung singkat bisa menyebabkan kabel terbakar bahkan rumah kebakaran.

      Delete
  7. Di artikel sebelumnya,agan sebutkan bahwa pemasangan MCB PHB nilai nominalnya boleh melebihi rating arus pada MCB utama.Tapi di bagian tanya jawab di atas,ada yang memasang MCB PHB dengan nilai 10 A sedangkan MCB utama 2 A dan agan jawab tidak boleh.
    Jadi harus ada ketentuan dan syarat seperti apa gan supaya pemasangan MCB PHB aman dipasang dengan rating arus di atas MCB utama.
    Terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. coba dibaca lagi baik2 gan, rasanya sudah sangat jelas penjelasan MCB 2A vs 10A. Boleh dan tidak boleh lihat konteksnya...:)
      Pada dasarnya tidak masalah MCB di PHB melebihi MCB utama, syarat dan ketentuannya lihat kemampuan KHA kabel instalasi. MCB di PHB yang dipasang tersebut harus dibawah rating dari KHA kabel instalasi tersebut untuk melindungi instalasi ketika MCB utama gagal proteksi.

      semoga membantu. terimakasih.

      Delete
  8. Kpd Mas Admin mau tanya sedikit, di kantor saya pemasangan seperti gambar 2. diatas (kwh-mcb utama-mcb di phb) "mcb di phb ada 4 buah" tapi masih terjadi trip, dimana letak permasalahannya?...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebaiknya kenali dulu penyebab trip MCB tersebut, beban lebih atau shor circuit agar masalah teratasi.
      Jika yang anda maksud tripnya di MCB utama perhatikan kembali proporsional amper antara MCB utama dan MCB PHB. Jika yang anda inginkan koordinasi proteksi untuk lokalisir beban sesuai jalur gangguan maka MCB di PHB tidak boleh lebih besar dari MCB utama.

      Delete
  9. Assalamualaikum...
    Maaf mau tanya.

    Sy bru pasang instalasi listrik 450 VA.
    MCB KWH 3A, lalu saya pasang MCB PHB 2A. Baru kasi nyala tv sj ko sdh ngetip ya MCB KWH.a...??
    Apakah kesalahan pada MCB PHB?
    Misal MCB PHB di ganti 4A atau tdk usah pakai MCB PHB, langsung MCB KWH sj. Apakah ada pengaruh...

    Mohon pencerahan.a... Soal.a masih awam.
    Terimakasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wa'alaikum salam...
      Instalasi listrik 450VA, MCB KWH terpasang seharusnya 2A.
      MCB PHB 2A dengan beban hanya TV saja seharusnya tidak ngetrup. Coba MCB PHB di bypass / tidak digunakan, apakah sama akan ngetripin MCB KWH?
      jika ya, periksa kembali instalasi anda atau TV anda.
      jika tdk, periksa MCB PHB kemungkinan sudah lemah.

      di PHB MCB diganti 4A akan percuma jika arus aktual memang melebihi 2A, tetap saja akan trip di MCB KWH.

      di PHB tidak pasang MCB tidak terlalu berpengaruh, proteksi sepenuhnya diambil alih MCB KWH.

      Delete
  10. maaf om admin,
    mohon pencerahannya,
    saya mau tanya :
    dirumah saya pasang mcb kwh 4 ampere, rencana mau saya bagi 2 group. kira kira mcb phb yg cocok dikasih berapa ampere ya om admin.

    thx.

    ReplyDelete
    Replies
    1. rekomendasi saya masing-masing grup dipasang MCB minimal sama dengan MCB utama yaitu 4A. Hal ini dimaksudkan agar pemakaian konsumsi listrik tetap bisa optimal mengikuti daya kontrak.

      Delete
  11. Salam kenal mas admint, saya mau bertanya rekomendasi terbaik untuk pemasangan listrik rumah baru dengan daya 1300 VA jenis Token dengan rencana pembagi dua mcb masing masing 6A, bahan komponen apa saja yang harus dipersiapkan untuk dibeli serta hal apa saja yang harus diperhatikan agar kualitas lebih aman dan handal terima kasih

    ReplyDelete
    Replies
    1. komponen yang disiapkan MCB 6A 2 buah serta rumah MCB atau perangkat PHB untuk penempatan MCB tersebut.
      Hal yang harus diperhatikan adalah luas penampang kabel harus memiliki KHA diatas 6A. Rekomendasi saya luas penampang kabel minimal 2.5mm agar proses upgrade instalasi tidak perlu ganti kabel lagi.

      Delete
  12. Pak Suhinar dibagian kesimpulan, "Saya menyadari maraknya pemilihan sikring ....pada rumah zaman sekarang"
    sepertinya terbalik ya pak, mungkin maksudnya MCB.

    ReplyDelete
    Replies
    1. sip... corrected.
      tks koreksinya om radi, ditunggu koreksi pada artikel yang lain ya, he..he...

      Delete
    2. sharing tentang pembangkit ditempat kerja dong, artikel nanti saya posting dengan credit yang dicantumkan. InsyaAlloh menebar manfaat dan keberkahan bagi pembaca yang lain...:)

      Delete
  13. Assalamualaikum
    Misalnya rumah baru. Lebih baik pake sikring apa engga ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. wa'alaikum salam, pake sikring lebih baik. Kombinasi proteksi sikring dan MCB lebih baik..:)

      Delete
  14. Bagus mana gan untuk pendamping mcb di phb sekring/elcb/Rcbo

    ReplyDelete
    Replies
    1. dari aspek melindungi instalasi dari gangguan hubung singkat, sikring lebih responsif, tetapi dari aspek melindungi keluarga dari bahaya listrik RCBO atau ELCB yang bisa diandalkan.
      Biar tidak bingung kombinasi saja RCBO (fungsi MCB dan ELCB) dan sikring (fungsi short circuit), atau pilih salah satu, semuanya bagus..:)

      Delete

Silahkan berkomentar yang sesuai dengan topik, Mohon Maaf komentar dengan nama komentator dan isi komentar yang berbau P*RN*GRAFI, OB*T, H*CK, J*DI dan komentar yang mengandung link aktif, Tidak akan ditampilkan!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel