Cara Menentukan Luas Penampang Kabel Instalasi, PUIL 2011

Luas penampang kabel ditentukan dari arus beban maksimum instalasi, lalu dicocokkan dengan tabel KHA (Kapasitas Hantar Arus) PUIL 2011. Aturannya: KHA kabel harus lebih besar dari arus beban, dan rating pengaman (MCB) tidak boleh melebihi KHA pengenal gawai proteksi untuk penampang tersebut.

Untuk instalasi rumah dengan kabel NYM, patokan cepatnya:

Luas penampangKHA terus menerusMCB maksimumPemakaian umum di rumah
1,5 mm²18 A10 AInstalasi penerangan / titik lampu
2,5 mm²26 A20 AJalur stop kontak, AC, pompa air
4 mm²34 A25 AKabel utama rumah 4.400–5.500 VA
6 mm²44 A35 AKabel utama rumah 7.700 VA
10 mm²61 A50 AKabel utama rumah 11.000 VA
16 mm²82 A63 ASambungan daya besar / sub-panel

Sumber: Tabel K.52.3.4 PUIL 2011 Amandemen 1:2013, suhu ambien 30 °C. Angka lengkap sampai 300 mm² beserta jenis kabel lain ada di bagian tabel di bawah, termasuk cara mengoreksinya bila suhu lingkungan di atas 30 °C.

Bagaimana cara menentukan luas penampang kabel instalasi listrik untuk konsumsi listrik dirumah atau dipabrik anda? Untuk praktisi listrik pemula, pertanyaan ini akan kerap muncul ketika anda melakukan instalasi baru. Saya sendiri untuk kasus seperti ini biasanya cukup dengan katalog kapasitas hantar arus (KHA) kabel yang dipakai disesuaikan dengan perhitungan konsumsi listrik maksimum pada instalasi tersebut. KHA kabel harus diatas ampere listrik maksimum dari instalasi tersebut.

Ternyata apa yang saya lakukan dalam penentuan luas penampang kabel tidaklah sesederhana itu meskipun tidak full salah 100 persen ya. Ada banyak faktor yang mempengaruhi penentuan luas penampang dari kabel atau penghantar instalasi diantaranya adalah tegangan kerja, jenis beban listrik, jenis isolasi penghantar, penempatan penghantar dan suhu ambien tempat penghantar tersebut terinstalasi.

Mari kita bahas berdasakan standar listrik terupdate Indonesia saat tulisan ini dibuat yakni SNI PUIL 2011 yang pada dasarnya merujuk pula pada standar listrik internasional yang ada. Pembahasan saya batasi untuk nilai KHA pada tegangan kerja 230/400 (300)V sampai dengan max. 0.6/1KV (1.2KV). Untuk tegangan kerja diluar range tersebut pada PUIL 2011 tidak tercantum, silahkan anda berkonsultasi dengan pihak produsen kabel, biasanya pada katalog kabel sudah dicantumkan.

Tabel KHA (Kapasitas Hantar Arus) kabel / penghantar


Hal penting yang harus anda kuasai dalam penentuan luas penampang kabel adalah memahami pembacaan tabel KHA terus menerus yang terdapat pada PUIL 2011. Disini saya akan membatasi jenis kabel yang paling umum sering digunakan dalam instalasi tegangan rendah yaitu NYA (kabel tembaga pejal berinti tunggal), kabel NYM (kabel tembaga pejal berinti 3 atau lebih) dan kabel NYY mewakili kabel yang sering digunakan untuk instalasi outdoor atau instalasi daya motor listrik.

Simpanlah tabel dibawah ini sebagai panduan untuk anda agar tidak salah menentukan luas penampang kabel dalam perencanaan instalasi. Tabel saya ambil dari sumber SNI yang berlaku saat ini yaitu PUIL 2011 amandemen 1 tahun 2013

a. KHA Kabel NYA dan sejenisnya

KHA kabel NYA
Tabel KHA kabel NYA dan sejenisnya

Versi teks Tabel K.52.3.1 — KHA terus menerus dan proteksi untuk kabel instalasi inti tunggal berinsulasi PVC, suhu ambien 30 °C, suhu konduktor maksimum 70 °C:

Luas penampangKHA terus menerusKHA pengenal gawai proteksi
Dalam konduitDi udaraDalam konduitDi udara
0,5 mm²2,5 A2 A
0,75 mm²7 A15 A4 A10 A
1 mm²11 A19 A6 A10 A
1,5 mm²15 A24 A10 A20 A
2,5 mm²20 A32 A16 A25 A
4 mm²25 A42 A20 A35 A
6 mm²33 A54 A25 A50 A
10 mm²45 A73 A35 A63 A
16 mm²61 A98 A50 A80 A
25 mm²83 A129 A63 A100 A
35 mm²103 A158 A80 A125 A
50 mm²132 A198 A100 A160 A
70 mm²165 A245 A125 A200 A
95 mm²197 A292 A160 A250 A
120 mm²235 A344 A250 A315 A
150 mm²391 A315 A
185 mm²448 A400 A

Untuk penampang 240 mm² ke atas, lihat tabel gambar di atas atau PUIL 2011 langsung. Kolom “dalam konduit” berlaku untuk satu atau lebih kabel tunggal tanpa selubung; kolom “di udara” untuk kabel tunggal dengan jarak antar kabel sekurang-kurangnya sama dengan diameternya.


b. KHA Kabel NYM dan sejenisnya

KHA kabel NYM
Tabel KHA kabel NYM dan sejenisnya

Versi teks Tabel K.52.3.4 — KHA terus menerus untuk kabel instalasi berinsulasi dan berselubung PVC serta kabel fleksibel, voltase pengenal 230/400 (300) V dan 300/500 (400) V, suhu ambien 30 °C:

Luas penampangKHA terus menerusKHA pengenal gawai proteksi
1,5 mm²18 A10 A
2,5 mm²26 A20 A
4 mm²34 A25 A
6 mm²44 A35 A
10 mm²61 A50 A
16 mm²82 A63 A
25 mm²108 A80 A
35 mm²135 A100 A
50 mm²168 A125 A
70 mm²207 A160 A
95 mm²250 A200 A
120 mm²292 A250 A
150 mm²335 A250 A
185 mm²382 A315 A
240 mm²453 A400 A
300 mm²504 A400 A

Tabel ini yang paling sering dipakai untuk instalasi rumah dan gedung, karena NYM adalah kabel standar instalasi tetap dalam ruangan.


c. KHA Kabel NYY dan sejenisnya


KHA kabel NYY
Tabel KHA kabel NYY dan sejenisnya

Versi teks Tabel K.52.3.5a — KHA terus menerus kabel tanah berkonduktor tembaga, berinsulasi dan berselubung PVC, voltase pengenal 0,6/1 kV (1,2 kV), suhu ambien 30 °C:

Luas penampangInti tunggal2 inti3 dan 4 inti
Di tanahDi udaraDi tanahDi udaraDi tanahDi udara
1,5 mm²40 A26 A31 A20 A26 A18,5 A
2,5 mm²54 A35 A41 A27 A34 A25 A
4 mm²70 A46 A54 A37 A44 A34 A
6 mm²90 A58 A68 A48 A56 A43 A
10 mm²122 A79 A92 A66 A75 A60 A
16 mm²160 A105 A121 A89 A98 A80 A
25 mm²206 A140 A153 A118 A128 A106 A
35 mm²249 A174 A187 A145 A157 A131 A
50 mm²296 A212 A222 A176 A185 A159 A
70 mm²365 A269 A272 A224 A228 A202 A
95 mm²438 A331 A328 A271 A275 A244 A
120 mm²499 A386 A375 A314 A313 A282 A
150 mm²561 A442 A419 A361 A353 A324 A
185 mm²637 A511 A475 A412 A399 A371 A
240 mm²743 A612 A550 A484 A464 A436 A

Kolom “3 dan 4 inti” adalah yang dipakai untuk kabel daya motor 3 fasa. Perhatikan bahwa KHA kabel yang ditanam di tanah lebih besar daripada yang dipasang di udara, karena tanah membantu membuang panas. Untuk penampang 300 mm² ke atas, lihat tabel gambar di atas.

Dari 3 tabel diatas saya akan memberikan contoh sederhana bagaimana cara membaca tabel KHA tersebut.

Contoh Kasus:

Sebagai seorang praktisi listrik anda sudah mulai merencanakan suatu instalasi dimana perhitungan beban listrik yang anda laksanakan ternyata ada pada angka 20 Ampere. Pemilihan kabel instalasi sudah anda tentukan yaitu kabel jenis NYM. Berapakah luas penampang kabel NYM yang akan anda pilih?

Penyelesaian:

Lihat kembali pada tabel KHA kabel NYM diatas apakah ada angka KHA 20 Ampere? Jika tidak ada bulatkan angka 20 Ampere ini ke nilai KHA diatasnya (jangan pembulatan ke angka dibawahnya, sangat beresiko). Berarti anda akan membulatkan nilai 20 Ampere ini ke nilai KHA  26 Ampere. Lihat pada tabel KHA kabel NYM kembali, pasangkan nilai KHA terus menerus 26 Ampere dengan luas penampang kabel pada kolom sebelah kirinya.

Dari tabel KHA kabel NYM tersebut, maka untuk nilai KHA terus menerus 26 Ampere anda akan mendapatkan nilai luas penampang kabel yaitu 2,5 mm^2.

Untuk penentuan KHA pengenal gawai proteksi serta hubungan KHA pengenal gawai proteksi terhadap KHA kabel serta nilai arus maksimum beban mudah-mudahan bisa saya ulas pada artikel selanjutnya. Saat ini anda cukup fokus pada cara penentuan luas penampang kabelnya saja agar didapatkan luas penampang kabel yang aman terhadap instalasi yang ada.

Pada dasarnya persoalan kasus diatas sudah selesai seperti pada penyelesaian yang telah diuraikan diatas. Tetapi sebagai seorang perencana dan pelaksana instalasi listrik, anda boleh berimprovisasi dalam penentuan besaran luas penampang kabel yang berbeda selama tidak keluar dari koridor panduan tabel diatas.

Sebagai contoh, karena anda memandang instalasi yang anda rancang kedepannya akan ada pertumbuhan beban yang banyak serta jarak kabel instalasi yang panjang, maka anda menentukan perhitungan KHA kabel dengan besaran persentase tertentu misalnya 125%. Sehingga dari arus beban yang anda hitung 20 Ampere maka KHA terus menerus anda kalikan dulu nilai 20 Ampere dengan 125% sehingga didapatkan KHA terus menerus yaitu 25 Ampere. Kalau anda merujuk pada tabel KHA kabel NYM diatas, nilai 25 Ampere bisa dibulatkan ke nilai 26 Ampere sehingga luas penampang kabel NYM yang diharapkan tetap pada nilai 2,5 mm^2.

Sebagai catatan, nilai 125% ini pada sebuah instalasi cahaya / penerangan sebetulnya tidak ada acuan khusus, hanya improvisasi dan pertimbangan seorang perencana instalasi saja, jika anda mau menggunakan angka 130% misalnya, silahkan saja selama dapat dipertanggung jawabkan. Tetapi, untuk instalasi motor listrik, nilai 125% dalam penentuan nilai KHA terus menerus kabel adalah suatu standar khusus yang harus dipatuhi. (lihat poin 2.2.8.3 pada PUIL 2011 halaman 51 yang berbunyi "KHA kabel (Iz) sesuai 510.5.3.1 adalah 125 % arus pengenal beban penuh motor (IB).
Menurut persamaan pada Ayat 433.1 maka arus pengenal GPHP harus ≤ Iz,biasanya nilainya diantara IB dan Iz
")

Untuk instalasi motor secara khusus semoga bisa saya bahas pada artikel berikutnya.

Cara berikutnya dalam menentukan luas penampang kabel ini (selain instalasi motor listrik) selain faktor kali dengan persentase tertentu adalah adalah dengan menaikan nilai luas penampang kabel atau KHA terus menerus kabel pada nilai satu tingkat diatasnya. Pada aplikasi dilapangan, saya banyak menemukan teknik seperti ini.

Sebagai contoh, pada kasus diatas anda sudah menentukan nilai luas penampang kabel untuk perhitungan beban maksimum 20 Ampere adalah 2,5 mm^2. Dengan cara ini, maka penentuan luas penampang kabel tidak lagi diangka 2,5 mm^2 tetapi anda naikan satu tingkat diatasnya yaitu 4 mm^2 (lihat kembali tabel KHA NYM diatas). Dengan begitu anda memiliki spare KHA terus menerus dengan total KHA di angka 34 Ampere, spare yang cukup luas untuk pengembangan instalasi kedepan tanpa mengganti kabel instalasi yang ada. Silahkan anda pilih teknik sesuai dengan kebutuhan anda.

Untuk penentuan luas penampang kabel jenis yang lain bisa anda lakukan dengan cara yang sama seperti kasus yang dicontohkan diatas dengan tabel KHA yang sesuai dengan jenis kabel instalasi yang dipakai.

Tabel faktor koreksi KHA

Penentuan luas penampang kabel berdasarkan tabel KHA diatas adalah pada kondisi ideal yaitu pada suhu ambien atau suhu sekitar penghantar pada nilai 30 deg C. Untuk kondisi suhu yang panas diatas 30 deg C, anda harus memasukan nilai faktor koreksi dalam penentuan KHA terus menerus kabel. Semakin panas suhu lingkungan sekitar kabel, maka semakin tinggi nilai penurunan KHA sebuah kabel atau penghantar.

Berikut ini adalah tabel faktor koreksi yang bisa anda jadikan panduan yang bersumber dari PUIL 2011 amandemen 1 tahun 2013.

Faktor koreksi KHA kabel
Tabel faktor koreksi KHA kabel

Versi teks Tabel K.52.3.2 — faktor koreksi KHA terus menerus terhadap suhu ambien, dinyatakan dalam persen dari nilai KHA pada tabel:

Suhu ambienInsulasi karetInsulasi PVC
t ≤ 30 °C98%100%
30 °C < t ≤ 35 °C90%94%
35 °C < t ≤ 40 °C80%87%
40 °C < t ≤ 45 °C69%80%
45 °C < t ≤ 50 °C56%71%
50 °C < t ≤ 55 °C40%62%

NYA, NYM, dan NYY semuanya berinsulasi PVC, jadi pakai kolom paling kanan. Suhu ambien yang dimaksud adalah suhu udara di sekitar kabel, bukan suhu ruangan yang jauh dari jalur kabel — jalur di atas plafon seng atau di dalam ruang panel tertutup bisa jauh lebih panas daripada ruangan di bawahnya.


Untuk kabel NYA, NYM ataupun NYY merupakan kabel berinsulasi PVC, anda bisa lihat tabel K.52.3.2 diatas pada kolom ke 3.

Contoh kasus:

Kasus yang sama seperti persoalan sebelumnya diatas yaitu penentuan luas penampang kabel pada beban maksimum 20 Ampere menggunakan kabel NYM, tetapi lingkungan instalasi berada pada suhu ambien 40 deg C.

Penyelesaian:

Anda harus mulai menghitung KHA dengan memperhatikan tabel faktor koreksi diatas. Untuk KHA terus menerus 20 Ampere pada kondisi normal yaitu suhu ambien 30 deg C, maka didapatkan luas penampang 2,5 mm^2. Maka pada suhu ambien 40 deg C nilai KHA menerus pada tabel dikalikan faktor koreksi terlebih dahulu yaitu 87% (lihat tabel koreksi diatas pada 35 deg C < t <=40 deg C didapatkan faktor koreksi pada kolom bahan insulasi PVC 87%).

Maka, nilai KHA 26 Ampere pada tabel KHA kabel NYM, pada suhu 40 deg C akan mengalami penurunan menjadi 87% x 26 A = 22,62 A. Karena beban maksimun perhitungan sebelumnya adalah 20 Ampere maka pada suhu 40 deg C luas penampang 2,5 mm^2 masih layak digunakan dengan kemampuan KHA terus menerus sebesar 22,62 Ampere. Andai saja perhitungan beban maksimum anda sebelumnya ada pada nilai 24 Ampere misalnya, maka pada suhu 40 deg C anda harus menggunakan kabel NYM dengan luas penampang satu tingkat diatas suhu ambien 30 deg C yaitu 4 mm^2.

Untuk improvisasi nilai luas penampang kabel NYM pada suhu 40 deg C ini caranya hampir sama dengan contoh sebelumnya, hanya saja nilai KHA kabel terus menerus pada tabel anda turunkan menjadi 87% dari nilai sebenarnya terlebih dahulu.

Contoh kasus instalasi rumah

Untuk instalasi rumah tangga, arus maksimum sudah ditentukan oleh golongan daya PLN, jadi perhitungannya lebih singkat. Arus dihitung dari daya tersambung dibagi tegangan 220 V:

Daya tersambungArus maksimumMCB PLNKabel utama NYM minimum
450 VA2,0 A2 A1,5 mm²
900 VA4,1 A4 A1,5 mm²
1.300 VA5,9 A6 A1,5 mm²
2.200 VA10,0 A10 A1,5 mm²
3.500 VA15,9 A16 A2,5 mm²
4.400 VA20,0 A20 A2,5 mm²
5.500 VA25,0 A25 A4 mm²
7.700 VA35,0 A35 A6 mm²
11.000 VA50,0 A50 A10 mm²

Kolom terakhir diambil dari kolom KHA pengenal gawai proteksi pada tabel K.52.3.4, bukan dari kolom KHA terus menerus. Inilah cara membacanya yang benar: penampang kabel dipilih agar rating MCB di depannya tidak melebihi angka pada kolom gawai proteksi. Dengan begitu, kalau terjadi beban lebih, MCB akan turun sebelum kabel sempat panas berlebihan.

Perhatikan bahwa untuk 450 sampai 2.200 VA, tabel mengizinkan 1,5 mm². Di lapangan, kabel utama dari kWh meter ke kotak MCB tetap lazim dipasang 4 mm² dan jalur stop kontak 2,5 mm². Alasannya bukan KHA, melainkan dua hal lain: menekan rugi tegangan pada jalur yang panjang, dan menyediakan ruang untuk penambahan daya di kemudian hari tanpa membongkar instalasi. Yang tidak boleh dilakukan adalah kebalikannya — memasang kabel di bawah nilai tabel dengan alasan hemat.

Contoh: rumah 2.200 VA ingin menambah jalur khusus untuk AC 1 PK (840 W) dan pompa air (250 W) pada satu jalur yang sama.

Penyelesaian: total beban jalur itu 1.090 W. Arusnya 1.090 ÷ 220 = 4,95 A. Dengan kebiasaan memberi cadangan 125%, KHA yang dicari menjadi 6,2 A. Pada tabel K.52.3.4, penampang terkecil 1,5 mm² sudah punya KHA 18 A, jauh di atas kebutuhan. Namun karena jalur ini memberi daya ke dua motor listrik yang punya arus start tinggi, dan MCB jalurnya akan dipasang 10 A, maka penampang 2,5 mm² adalah pilihan yang lebih tepat: MCB 10 A masih di bawah batas gawai proteksi 20 A untuk 2,5 mm², dan rugi tegangan saat motor start jadi lebih kecil.

Contoh kasus instalasi industri: kabel daya motor 3 fasa

Di sinilah aturan 125% berubah dari sekadar improvisasi perencana menjadi kewajiban standar, sesuai poin 2.2.8.3 PUIL 2011 yang dikutip di atas.

Contoh kasus: motor induksi 3 fasa 15 kW, tegangan 380 V, arus beban penuh pada name plate 28,5 A. Kabel yang dipakai NYY 4 inti, dipasang di udara pada tray, melewati area dengan suhu ambien 40 °C. Berapa luas penampang kabelnya?

Penyelesaian, tiga langkah:

  1. Hitung KHA minimum. KHA kabel (Iz) = 125% × arus beban penuh = 1,25 × 28,5 A = 35,6 A.
  2. Pilih penampang dari tabel. Pada tabel K.52.3.5a kolom 3 dan 4 inti di udara: 4 mm² = 34 A (masih di bawah 35,6 A, tidak memenuhi), 6 mm² = 43 A. Maka pilihannya 6 mm².
  3. Terapkan faktor koreksi suhu. Pada 40 °C, insulasi PVC turun ke 87%. KHA efektif 6 mm² menjadi 0,87 × 43 A = 37,4 A. Karena 37,4 A masih di atas 35,6 A, penampang 6 mm² tetap memenuhi syarat.

Perhatikan margin yang tersisa hanya sekitar 5%. Kalau motor yang sama dipasang di ruang panel dengan suhu 45 °C, faktor koreksinya turun ke 80% sehingga KHA efektif 6 mm² menjadi 34,4 A — sudah di bawah 35,6 A, dan penampang harus dinaikkan ke 10 mm². Inilah alasan suhu ambien tidak boleh diabaikan pada instalasi industri: kabel yang benar di atas kertas bisa gagal hanya karena dipasang di lokasi yang lebih panas.

Satu catatan yang sering terlewat: arus start motor tidak dipakai untuk menentukan penampang kabel. Arus start yang mencapai 5–7 kali arus nominal hanya berlangsung beberapa detik dan tidak sempat memanaskan kabel sampai batas insulasi. Arus start justru dipakai untuk memilih karakteristik pengaman dan setelan overload relay, bukan untuk ukuran kabel.

Kesalahan yang Sering Terjadi di Lapangan

  1. Membulatkan KHA ke angka di bawahnya. Kalau arus beban 20 A dan tabel hanya punya 18 A dan 26 A, yang dipilih harus 26 A. Membulatkan ke 18 A berarti kabel bekerja di atas kemampuannya setiap hari.
  2. Memasang MCB lebih besar dari kolom gawai proteksi. MCB 32 A pada kabel 2,5 mm² membuat kabel jadi bagian yang paling lemah: kabel akan terbakar lebih dulu sebelum MCB turun.
  3. Memakai tabel KHA tanpa mengoreksi suhu. Jalur di atas plafon seng atau di dalam panel tertutup bisa mencapai 45–50 °C, dan KHA di situ hanya 71–80% dari nilai tabel.
  4. Menghitung kabel dari daya kontrak, bukan dari beban terpasang. Keduanya berbeda saat instalasi direncanakan untuk pengembangan.
  5. Menyamakan NYM dengan NYY untuk instalasi luar atau tanam. NYM tidak dirancang untuk ditanam langsung di tanah maupun terkena cuaca; untuk itu gunakan NYY atau NYFGbY.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Kabel 2,5 mm² kuat berapa ampere?

Untuk NYM pada suhu 30 °C, KHA terus menerus 2,5 mm² adalah 26 A dengan pengaman maksimum 20 A. Untuk NYA dalam konduit 20 A, dan di udara 32 A.

Kabel 1,5 mm² kuat berapa watt?

NYM 1,5 mm² punya KHA 18 A, tetapi pengamannya dibatasi 10 A. Pada 220 V satu fasa, batas praktisnya adalah 10 × 220 = 2.200 watt.

Kabel 4 mm² untuk berapa watt?

NYM 4 mm² punya KHA 34 A dengan pengaman maksimum 25 A, sehingga batas praktisnya 25 × 220 = 5.500 watt pada instalasi satu fasa.

Apa bedanya KHA terus menerus dan KHA pengenal gawai proteksi?

KHA terus menerus adalah arus maksimum yang boleh mengalir di kabel secara berkelanjutan tanpa merusak insulasi. KHA pengenal gawai proteksi adalah rating pengaman terbesar yang boleh dipasang di depan kabel itu, dan nilainya selalu lebih kecil. Angka kedua inilah yang menentukan ukuran MCB.

Apakah kabel serabut dan kabel pejal punya KHA yang sama?

Untuk penampang nominal yang sama, tabel PUIL memberi nilai KHA yang sama. Perbedaan keduanya ada pada kemudahan pemasangan dan ketahanan terhadap tekukan berulang, bukan pada kemampuan hantar arusnya.

Kenapa kabel yang sama punya KHA berbeda saat ditanam dan saat di udara?

Yang membatasi KHA adalah suhu insulasi, dan suhu itu ditentukan oleh seberapa cepat panas kabel terbuang. Tanah menyerap panas lebih baik daripada udara diam, sehingga kabel tanah boleh dialiri arus lebih besar untuk penampang yang sama.



Demikianlah artikel singkat tentang sekilas penentuan luas penampang kabel instalasi listrik sesuai PUIL 2011, semoga menjadi petunjuk yang bermanfaat bagi anda, saran, koreksi dan masukan silahkan meninggalkan jejak pada kolom komentar yang sudah disediakan.

Wassalam..

Baca juga



Pustaka:
- SNI 0225:2011 (PUIL 2011) 
- SNI 0225:2011/Amd 1:2013
Workshop Superintendent Servis & Rewinding Motor Listrik Praktisi kelistrikan lapangan, asesor uji kompetensi ketenagalistrikan, dan Ahli K3 Listrik. Menulis di listrik-praktis.com untuk menerjemahkan praktik kelistrikan industri jadi panduan yang aman dipakai di rumah. Profil lengkap penulis →

8 komentar untuk "Cara Menentukan Luas Penampang Kabel Instalasi, PUIL 2011"

Comment Author Avatar
Semoga dapat bermanfaat bagi siswa jurusan LISTRIK
Comment Author Avatar
Terimakasih atas apresiasinya Pak Leo, semoga informasi yang ditampilkan di blog ini menjadikan keberkahan tersendiri bagi semua pihak yang berkontribusi.
Comment Author Avatar
Pak, kalau mempertimbangkan kerapatan/kerenggangan kabel (misal kabel di stadion sepakbola), cara penentuan luas penampangnya gimana ya? trimakasih:)
Comment Author Avatar
kerapatan/kerenggangan kabel tidak berpengaruh pada luas penampang kabel, yang harus diperhatikan pada kondisi ini hanyalah metode penempatan kabel antara phasa satu dan lainnya harus mengikuti standard untuk menghindari panas kabel karena pengaruh induksi. standard silahkan baca di PUIL
Comment Author Avatar
Trima kasih untuk penjelasan tentang penentuan ukuran kabel berdasarkan"KHA".Lebih menambah pengetahuan ttg kelistrikan...Thanks Pak😇😇
Comment Author Avatar
Artikel yang sangat bermanfaat, saran saya semua isi artikel ini di buatkan buku nya pak, nanti saya yang jadi pembeli pertamanya. Semoga diberikan berkah artikel ini aamiin
Comment Author Avatar
makasih apresiasinya pak. mudah2an bisa realisasi

Silahkan berkomentar yang sesuai dengan topik, Mohon Maaf komentar dengan nama komentator dan isi komentar yang berbau P*RN*GRAFI, OB*T, H*CK, J*DI dan komentar yang mengandung link aktif, Tidak akan ditampilkan!