Cara Menentukan Amper MCB Listrik di PHB Rumah yang Benar - LISTRIK PRAKTIS BLOGS

Cara Menentukan Amper MCB Listrik di PHB Rumah yang Benar

Cara Menentukan Amper MCB Listrik di PHB Rumah yang Benar

MCB (Miniature Circuit Breaker) adalah komponen listrik yang berfungsi sebagai pengaman beban lebih dan pengaman arus hubung singkat, juga bisa difungsikan sebagai kontak pemisah ( switch Off secara manual ). Komponen ini wajib ada pada instalasi rumah, minimal terpasang satu buah yang biasa disebut sebagai MCB utama yang terletak setelah KWH meter. MCB utama ini sepaket dengan KWH meter dengan otoritas dan kepemilikan adalah punya PLN.  Penentuan kapasitas amper MCB utama di KWH adalah sesuai kontrak daya yang disepakati antara konsumen dan PLN. Konsumen dilarang mengganti kapasitas Amper MCB tersebut tanpa seijin PLN. Adapun jika yang punya rumah ( baca : konsumen ) membagi instalasi rumahnya menjadi beberapa bagian, umumnya mereka menggunakan panel hubung bagi ( PHB ) tersendiri yang tersusun dari beberapa MCB pembagi didalamnya. Dalam penentuan kapasitas amper MCB listrik pada PHB tersebut, konsumen bisa menentukan sendiri sesuai dengan kegunaannya. Lalu bagaimana cara menentukan amper MCB listrik di PHB rumah yang benar?
  

Instalasi KWH dan MCB di PHB


Perhatikan gambar dibawah ini :


Contoh pemasangan KWH dan PHB
Contoh pemasangan KWH dan PHB


Gambar diatas adalah contoh instalasi KWH dan PHB yang sering kita temukan pada beberapa rumah konsumen PLN. Tetapi ada juga di PHB tersebut hanya menggunakan 1 MCB saja artinya tidak dilakukan pembagian beban. Dari gambar diatas dimisalkan PHB dibagi 2 grup pembagian beban. Pembagian beban ini biasanya digunakan misalnya untuk grup ruangan sayap kiri dan grup ruangan sayap kanan, atau grup ruangan lantai atas dan lantai bawah, atau satu grup khusus untuk instalasi menuju stop kontak, dan grup lainnya digunakan untuk jalur menuju saklar. Tergantung konsumen ingin menggunakan yang mana, atau punya selera sendiri yang lain yang lebih praktis dan berguna sesuai keinginan konsumen.

Pembagian beban di PHB ini memerlukan MCB yang nilai kapasitas amper untuk MCB di PHB tersebut kadang menjadi pertanyaan tersendiri bagaimana cara menentukannya, agar instalasi tetap aman, efektif dan terlindungi tentunya.

Saya pribadi banyak menemukan kesalahan persepsi dilapangan mengenai penentuan kapasitas amper MCB di PHB tersebut. Saya akan mencoba menjelaskannya pada artikel ini, tapi sebelumnya perlu anda ketahui terlebih dahulu ada sedikit perbedaan fungsi dari MCB utama dan MCB di PHB ini meskipun secara konstruksi dan prinsip kerja tetap sama.


Fungsi MCB Utama


Seperti yang sudah saya jelaskan diatas, fungsi utama MCB adalah sebagai pengaman beban lebih dan pengaman hubung singkat. Tetapi pada MCB utama yang terletak di KWH meter selain fungsi diatas sebenarnya ada fungsi tambahan yaitu sebagai pembatas arus sesuai kontrak konsumen dan PLN. Artinya ketika MCB utama trip karena kelebihan beban, bukan berarti MCB tersebut bersifat memproteksi listrik yang ada di konsumen dari beban lebih tetapi lebih tepat adalah memproteksi PLN dari penggunaan listrik konsumen ketika melebihi kontrak VA KWH yang sudah disepakati, artinya dalam kasus ini MCB utama  berfungsi sebagai pembatas arus sesuai kontrak konsumen dan PLN, tetapi tetap tanpa menghilangkan  fungsi MCB yang sebenarnya yaitu sebagai pengaman beban lebih dan pengaman hubung singkat. Jika ada gangguan hubung singkat didalam rumah, MCB ini semestinya harus trip mengamankan instalasi konsumen dalam rumah.


Fungsi MCB di PHB


Sama halnya dengan MCB lainnya, MCB di PHB juga bisa difungsikan sebagai pengaman beban lebih dan pengaman hubung singkat. Dalam menentukan MCB di PHB ini sebenarnya fokusnya tidak pada fungsi proteksi beban lebih dan hubung singkat, tetapi lebih kepada MCB sebagai kontak pemutus biasa yang dioperasikan secara manual sesuai kebutuhan seperti pemutusan arus untuk pengamanan untuk servis instalasi, adapun sisi proteksi pada MCB di PHB ini hanya memperhatikan proteksi terhadap instalasi kabel berdasarkan luas penampangnya terhadap kuat hantar arus ( KHA ) yang diijinkan. Tetapi jika memang terjadi kegagalan proteksi pada MCB KWH utama, tentu saja secara otomatis proteksi akan diambil alih MCB di PHB sebagai back up proteksi karena MCB di PHB pun memiliki konstruksi dan prinsip kerja yang sama dengan MCB pada umumnya.

Untuk alternatif PHB khusus yang lebih handal, baca artikel berikut : "Instalasi setelah KWH dan MCB Utama yang lebih handal".


Persepsi Tentang MCB di PHB


Persepsi tentang MCB di PHB yang sudah terjadi dimasyarakat luas adalah sebagai berikut :

Pemasangan MCB di PHB tidak boleh melebihi amper di MCB utama KWH, bahkan ada banyak aplikasi dilapangan, dalam menentukan MCB di PHB ini adalah menggunakan hukum kirchhoff arus ( KCL ), dimana amper arus MCB utama = penjumlahan amper MCB di PHB, misalnya jika di PHB dibagi 2 grup beban MCB, sedangkan di MCB utama KWH kontraknya 6 A, maka di MCB PHB kapasitas amper harus terbagi 2 yaitu MCB grup 1 sebesar 3 A, dan MCB grup 2 sebesar 3 A, atau bisa juga MCB grup 1 dibuat 4 A dan MCB grup 2 dibuat 2 A, yang penting jumlah Amper MCB di PHB tidak melebihi amper di MCB utama KWH. Persepsi ini sangat tidak tepat meskipun dari sisi proteksi tidak masalah tetapi dari sisi konsumen sangat dirugikan karena kontrak VA listrik PLN yang tidak termanfaatkan / tidak terpakai secara optimal.


Menentukan Kapasitas Amper MCB di PHB yang Benar



Langkah awal dalam instalasi listrik rumah yang benar salah satunya adalah pemilihan luas penampang kabel instalasi yang tepat. Luas penampang kabel akan berhubungan dengan kuat hantar arus ( KHA ) atau seberapa besar arus yang aman yang bisa dialirkan pada luas penampang kabel tersebut secara terus menerus. Jika arus yang mengalir pada kabel tersebut diluar kapasitasnya tentu saja ini tidak aman dan bisa menyebabkan hal yang tidak diinginkan bagi rumah konsumen seperti terjadinya kebakaran. Inilah sebenarnya yang harus di proteksi pada instalasi konsumen.

Adapun besarnya KHA terus menerus yang diijinkan terhadap luas penampang kabel berdasarkan PUIL 2000 adalah sebagai berikut :


KHA kabel inti tunggal menurut PUIL
KHA kabel berisolasi menurut PUIL
Tabel KHA terus menerus vs luas penampang kabel


Tabel diatas bisa menjadi referensi berapa luas penampang kabel yang diperlukan untuk instalasi di rumah. Saya pribadi menganjurkan luas penampang kabel minimal dari instalasi sebuah rumah sederhana sebaiknya ada di ratting minimal 2,5 mm^2 dengan tujuan saat ada pengembangan instalasi yang menyebabkan nilai KHA menjadi besar, masih memungkinkan anda tidak perlu membongkar instalasi lama dengan syarat KHA masih dalam kapasitas di luas penampang 2,5 mm^2. Tetapi untuk rumah-rumah khusus atau gedung yang membutuhkan KHA cukap besar silahkan mengkondisikan.

Dari uraian tentang KHA diatas sebetulnya saya ingin menyampaikan korelasinya dengan penentuan kapasitas amper MCB di PHB. Ketika anda memahami sangat pentingnya memperhatikan luas penampang kabel terhadap KHA maka sudah sewajarnya ada proteksi yang bisa mengakomodir pembatasan arus melindungi KHA kabel instalasi tersebut, dalam hal ini bisa terwakili dengan MCB di PHB sebagai back up atau proteksi cadangan jika ada kegagalan fungsi di MCB utama KWH. Sebenarnya ini hanyalah dasar untuk menentukan amper maksimal untuk MCB di PHB, tetapi jika ingin memperhatikan masalah ekonomis tanpa mengurangi aspek proteksi, anda bisa menentukan kapasitas amper MCB di PHB per grup dengan nilai minimal sama dengan amper MCB utama di KWH dengan mengabaikan jumlah grup beban di PHB. Semakin besar kapasitas amper MCB, harga semakin mahal.

Jadi, Untuk kapasitas amper MCB di PHB dari pernyataan diatas bisa disimpulkan untuk nilai minimum dan maksimum amper MCB di PHB yang diijinkan. Nilai minimum adalah kapasitas amper MCB di PHB sama dengan MCB utama di KWH, dan nilai maksimum adalah amper MCB di PHB  sama dengan kemampuan KHA luas penampang kabel instalasi. Anda tidak usah khawatir jikalau amper MCB di PHB tersebut seandainya diatas amper MCB utama di  KWH. Jika terjadi beban lebih dan MCB KWH misalnya gagal trip maka akan tetap aman dan suatu keuntungan tersendiri bagi konsumen bisa memakai listrik diatas kontrak, yang penting instalasi anda tetap aman dari beban lebih karena sudah ada proteksi terhadap KHA kabel oleh MCB di PHB. Pun jika terjadi gangguan hubung singkat maka MCB utama harus segera trip, dan jika gagal trip, MCB di PHB akan trip sebagai proteksi cadangan.

Demikianlah sedikit gambaran tentang cara menentukan amper MCB listrik di PHB rumah yang benar, Semoga bisa menjadi pencerahan bagi anda yang masih atau pernah bingung dan ragu dengan kasus yang sama. Saran, masukan ataupun koreksi silahkan meninggalkan jejak di kolom komentar.


Wassalam.
Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, atau ketikan email anda pada kotak yang disediakan kemudian klik tombol "Subscribe" Jangan lupa cek email untuk verifikasi. Nama email anda kami rahasiakan. GRATISSS!!!
68 Komentar untuk "Cara Menentukan Amper MCB Listrik di PHB Rumah yang Benar"

Terima kasih artikelnya sangat membantu. Izin bertanya. Jika saya menggunakan MCB di PHB untuk pembagian di lantai 1 dan 2. misal MCB utama saya 16 A. lalu saya bagi ke dalam 2 group di PHB dgn rating 20 dan 32 (dengan batas MCB di PHB yang masih di bawah KHA kabel yang digunakan). Apakah jika begitu saat ada arus hubung singkat di atas 16 A di lantai 1 maka yang akan trip duluan adalah MCB utama (2 lantai mati) padahal lokasi yang terjadi hubung singkat itu hanya di lantai 1 saja?

ya, MCB utama akan bekerja.

konteks dari fungsi MCB PHB pada artikel ini sebenarnya sebagai pembagi jalur beban dengan MCB sebagai sirkit pemisah dengan tujuan lokalisir beban saat terjadi preventif. Adapun dalam konteks proteksi seluruhnya diambil alih oleh MCB utama. Jika MCB PHB yang diinginkan untuk lokalisir proteksi maka otomatis MCB PHB tidak boleh melebihi MCB utama agar lokalisir gangguan lebih efektif tanpa memutuskan MCB utama. Tapi kerugiannya adalah anda tidak bisa mengoptimalkan penggunaan listrik anda saat kondisi beban terkonsentrasi pada satu jalur pembagi karena anda membatasinya dibawah MCB utama yang notabene adalah MCB kontrak yang abudemen bebannya anda bayar. Rekomendasi saya jika PHB dipasang pada 2 lantai saya lebih memilih penggunaan sikring yang ampernya minimal sama dengan MCB utama. pada konteks proteksi"hubung singkat" jika kasus seprti yang anda tanyakan diatas maka fungsi PHB akan bisa melokalisir gangguan tanpa memutus MCB utama karena karakteristik sikring lebih handal dan responsif dalam hal gangguan "hubung singkat". MCB lebih efektif pada pengamanan beban lebih ( over load ).
Disclaimer : ini hanya pendapat pribadi, silahkan untuk cari literatur lain yang lebih valid seperti referensi pada PUIL 2000.

terimakasih sudah berkunjung...:)

Terima kasih mas, artikelnya sangat membantu,,, saya ingin bertanya, apa yg akan terjadi dgn peralatan listrik jika tanpa mcb? Misalkan listrik rumah itu 900 VA

mohon ijin bertanya, bilamana nilai amper mcb utama saya 10 A, dan nilai amper mcb di phb untuk pembagian rumah 2 lantai saya pakai masing2 6A, selama ini sering sekali turun mcb di phb, apakah ada pengaruhnya? dan bagaimana solusinya? terima kasih byk

Listrik rumah 900 VA artinya konsumsi arus listrik yang diijinkan adalah 900 VA / 220 V = 4,09 A, maka untuk membatasi arus tidak melebihi angka tersebut dipasanglah MCB 4 A yang dipasang setelah KWH. Jika MCB ini yang anda maksud dan tidak dipasang artinya akses pembatasan arus pemakaian listrik anda tidak dibatasi, pengaruhnya adalah anda tidak punya proteksi terhadap instalasi saat pemakaian arus melebihi nilai KHA penghantar / kabel instalasi sehingga jika itu terjadi, kabel panas, terbakar, rumah kebakaran. tapi jika MCB yang dimaksud adalah di PHB maka tidaklah menjadi masalah selama terpasang MCB lain di KWH sesuai kontrak konsumen dan PLN.

MCB di PHB turun karena pemakaian listrik di jalur MCB PHB tersebut melebihi rating MCB nya yaitu 6 A, sedangkan anda punya akses sesuai kontrak sebesar 10 A, rugi kan? solusinya MCB di PHB rekomendasi saya minimal sama dengan MCB utama di KWH. MCB di PHB hanya difungsikan sebagai pemutus untuk lokalisir jalur ketika dilakukan servis

thankyou artikelnya membantu saya :)

thankyou, artikelnya sangat membantu saya untuk pemahaman tentang menentukan pembagian grup instalasi, dan mcb :)

Pak numpang tanya, kalo kapasitas mesin 75 kw 3 phase perlu mccb berapa ampere dan kabel yang baik ukuran berapa, sebelumnya terima kasih pak

Penentuan amper MCCB sebenarnya acuannya lebih tepat jika parameter arus nominal (In)yang ada di name plate, bukan daya watt nya meskipun dari daya tersebut bisa didapatkan nilai arus dengan rumus daya 3 phasa. P=akar 3*I*V cosh phi
dengan acuan In di nameplate mesin tsb, nilai MCCB atau disebut pemutus sirkit adalah 250% x In (untuk motor sangkar atau serempak) dan 150% x In (untuk motor rotor lilit AC) untuk lebih jelasnya baca artikel saya tentang "cara menentukan spesifikasi komponen instalasi motor listrik DOL starter).

untuk luas penampang kabel bisa dilihat pada tabel di artikel diatas menyesuaikan dengan jenis kabel yang dipakai.

Malam Pak. Saya masih bingung soal pemasangan kabel ke MCB. Banyak saya temukan pemasangan kabel phasa (setrum) pada MCB milik PLN dekat KWH dipasang dr bawah (masukan) dan keluar di atas. Begitu jg di MCB utama dlm box, kabel setrum dipasang dr bawah MCB kemudian keluar di atas, dan selanjuntya dipasang paralel dgn beberapa MCB pembagi dr bawah juga, dan keluaran di atas untuk beban. Yang benar yg mana ya? Krn di rumahpun begitu, pada MCB Kwh dipasang dr bawah kemudian keluar di atas masuk ke box. Tksh

Tidak usah bingung pak, MCB yang dimaksud merupakan peralatan proteksi untuk arus bolak-balik ( listrik PLN ), dan kalau lihat dari konstruksi dan prinsip kerja dari MCB tersebut memang tidak ada komponen yang harus disupply dengan konversi ke arus searah, jadi menurut saya pemasangan MCB terbalik input dan outputnya tidaklah masalah, tapi untuk kemudahan dan tidak membuat bingung, disarankan dalam satu instalasi pemasangan in dan out MCB harus konsisten, jika mau dari bawah ke atas silahkan, atau sebaliknya pun silahkan, walaupun mau dicampur juga sebenarnya tidak ada masalah, cuma jika terjadi trouble shoot mungkin yang ngatasi gangguan agak bingung nganalisa bebannya.
demikian.. tks.

Terima kasih sangat membantu sekali..mau nanya juga mas..apakah memasang kabel arde atau ground harus di tanah atau bisa juga kita pakukan ke dinding.terima kasih

Arde yang benar harus mengambil dari tanah dengan tahanan pentanahan < 5 Ohm. Pemasangan ground dengan cara dipakukan ke dinding saya tidak merekomendasikan meskipun untuk antisipasi awal pengamanan jika ada arus bocor dari body peralatan elektronik teknik ini berguna.

Terimakasih, dirumah saya MCB utamanya 10 A, kemudian MCB PHBnya saya bagi 3 yakni 10 A, 10 A, dan 4 A. Apakah cara pembagian saya sdh baik atau adakah saranya yg lebih baik ? Mohon penjelasanya ...

untuk yang PHB yang 10A sudah ok, untuk yang 4A anda punya resiko pemakaian beban di jalur tsb dibatasi hanyalah 4A, padahal kontrak anda di MCB utama adalah 10A. Ada kemungkinan di PHB 10A saat beban tidak dipakai tidak bisa dimanfaatkan untuk jalur 4A bisa maksimal, tetap saja dibatasi 4A. Saran saya samakan saja semua 10A. Tapi jikalau yang 4A ini anda gunakan untuk membatasi pemakaian ke rumah penerangan lain dengan maksud membatasi arus pemakaian ya tdk apa-apa.

Terimakasih.. Izin konsultasi pak. Dirumah saya terpasang mcb utama 10A,lalu saya membagi mcb phb menjadi 3 masing2 10A. Nah ketika terjadi konsleting atau pun kelebihan beban mcb utama yg trip bukan salah satu dr mcb phb ygterpasang. Apakah memang demikian prinsip nya. Sedangkan yg sy inginkan mcb yg trip adalah mcb phn dijalur yg ber masalah. Terima kasih

untuk PHB MCB yang besarnya sama saat konsleting memang prinsipnya seperti itu, akan ada kalanya MCB PHB yang trip tapi tidak jadi patokan, semuanya tergangtung dari karakteristik MCB tersebut. Jika agan menginginkan lokalisir jalur konsleting berdasarkan jalur, coba ganti MCB di PHB menggunakan sikring. PHB menggunakan MCB pada dasarnya untuk lokalisir saat servis saja, tidak handal dalam lokalisir gangguan.
semoga membantu.

Berapa ampere yg d gunakan untuk listrik 7700 watt..

Jika listriknya AC (arus bolak balik), berlaku rumus:
P = I x V x Cos phi;
I = P / (V x Cos phi)
jika diasumsikan cos phi=1 dan tegangan listrik = 220V, maka ampere yang diperlukan adalah 7700 W / 220V = 35A

Silahkan anda pakai rumus diatas untuk asumsi besaran parameter listrik yang lain.
semoga membantu.

awalnya saya kira huruf "c" didepan 16 itu artinya current (arus), ternyata bukan..he..
Kode c16 menjelaskan tripping curve MCB yaitu tipe “C”, dengan proteksi magnetic trip sebesar 5-10In (In : arus nominal atau rating arus dari MCB. Adapun angka “16” adalah rating arus dari MCB sebesar 16 Ampere.

slamat sore pak
mau nanya, di kantor sya listrik di kwh meter 4400 / 20 ampere, saat ini terbagi 3 group msing2 10 amper. Sedangkan d dlam kantor ada 5 AC, 2 buah pc, dan lampu pnerangan. tetapi saat AC d nyalakan smua mcb kwh lngsung trip, apakah watt nya memang kurang ataukah perlu membagi arus dngan mnambah jmlah group mcb? mohon bantuannya pak, terima kasih

kalo yang trip itu MCB KWH maka itu adalah indikasi kelebihan beban total dikantor anda. Sama sekali tidak ada hubungannya dengan MCB pembagi.
Silahkan anda hitung kebutuhan konsumsi beban listrik di kantor tersebut,
5 AC jika per AC adalah 1 PK = 746 Watt x 5 = 3730 watt;
2 buah PC jika per PC 400 Watt = 2 x 400 watt = 800 watt;
total beban AC + PC = 3730 + 800 = 4530 watt, dari sini saja sudah pasti overload, belum ditambah penerangan. Atau anda bisa lakukan sendiri perhitungan seperti saya ini dengan memperhatikan daya aktual dikantor anda.
jadi sekali lagi tripnya MCB KWH tidak ada hubungannya dengan MCB di PHB / pembagian group MCB.
semoga membantu.

sore pak.
Mohon sarannya,
di kantor saya KWH 20A, terpasang PHB dgn 5 MCB dgn ukuran dari kiri ke kanan 10A-10A-10A-8A-6A.
pada lantai atas terdapat 2 buah AC ukuran masing2 2pk, jika kedua AC tsb dinyalakan bersamaan, MCB 10A paling kiri selalu trip setelah beberapa menit, yg mengakibatkan listrik lantai atas mati, namun lantai bawah masih menyala.
akhirnya saya coba ganti MCB paling kiri tsb dgn 20A. Namun hal yg sama masih terjadi, MCB paling kiri (yg sekarang 20A) trip, lantai atas mati, namun lantai bawah msh menyala.
Jadi sebaiknya saya ganti MCB yg mana pak? ukuran brp? agar kedua AC tsb dapat nyala bersamaan.
Trima kasih.

kalau dihitung dari kebutuhan daya untuk 2 buah AC masing2 2 pk:
1pk = 746 watt
2pk = 1492 watt
2 AC = 2 x 1492 = 2984 watt
jika asumsi cosphi AC 0.8 maka ampere AC = 2984 / (220 x 0.8) = 17A, untuk MCB 10A pasti trip karena kelebihan beban. Ketika MCB ganti ke 20A ternyata masih trip, mungkin bisa disiasati untuk start AC jangan bersamaan, biar satu nyala stabil dulu baru kemudian start AC yang ke 2.
Nyala pertama ada arus asut motor kompressor AC yang tinggi, jika berbarengan bisa melebihi 20A dan direspon pertamakali oleh MCB jalur tersebut trip.

ganti MCB PHB jika melebihi MCB utama (>20A) maka resiko trip kelebihan beban bisa mentripkan MCB utama artinya mematikan semua jalur.

Mau tanya pak...untuk tegangan arus 1300VA kabel jaringan utama yg digunakan 2,5mm,nah untuk kabel dari MCB UTAMA KE MCB PHB berapa diameter kabel yg digunakan?apakan sama dengan kabel jalur utama yg 2,5mm?terima kasih

idealnya semakin dekat dengan sumber atau sebelum percabangan / pembagian beban diameter kabel harus yang paling besar diantara lainnya karena dilewati arus listrik paling besar. Untuk kasus anda, jika kabel jaringan 2,5mm untuk kontrak 1300VA tetap pakai 2,5mm juga masih sangat aman.

salam kenal pak, mau nanya.
dirumah saya baru terpasang listrik 1300VA, rencana jalur didalam rumah akan saya bagi 2, yaitu 1 jalur menggunakan 4A (kulkas,mesin cuci,mesin air), dan 1 jalur untuk tv dan lampu. MCB utama 6A setelah saya bagi tersebut apakah dengan sistem pembagian MCB tersebut dapat menghemat pulsa atau tidak. terima kasih atas penjelasannya

Salam kenal juga Pak Adam, untuk sistem pembagian di PHB sama sekali tidak ada hubungannya dengan penghematan listrik. Pembagian MCB yang dilakukan biasanya tujuannya untuk pemisahan kelompok beban. Rekomendasi saya kalau di PHB bapak dibagi 2 kelompok beban MCB yang digunakan pakai saja masing-masing disamakan dengan MCB utama yaitu 6A untuk memaksimalkan pemakaian sesuai kontrak.
tapi kalau memang tetap pakai 4A terserah bapak, kekurangannya jika bapak pakai listrik dijalur 4A tersebut sudah melebihi 4A, MCB di PHB akan trip, padahal bapak punya kontrak dengan PLN 6A, rugi khan?
hanya saran saja, semoga membantu...:)

terimakasih atas penjelsannya pak, berarti ada oknum yang menawari saya agar mcb di phb diganti yang kecil aja biar token ga cepet hbs.. untung ga jadi..hehehe
o ya pak ada tips biar hemat token listrik ga? :)

KWH meter pada dasarnya menghitung 2 unsur yaitu konsumsi daya (KW) dan waktu operasi (Hours), rumusnya : KW*H, jadi untuk menghemat listrik, perkecil salah satu atau keduanya dari 2 unsur tersebut. Atau untuk lebih jelas lagi baca artikel saya di--> https://listrik-praktis.blogspot.co.id/2015/09/tips-dan-trik-jitu-menghemat-listrik.html
atau ketik di kolom search blog ini :"cara hemat listrik"
semoga membantu.

Permisi gan..
Mau nanya. Untuk menghitung jmlah mcb berapa amper bgmna caranya gan?? Soalx kbanyakn mcb skrg kkuatan C nya da yg kurang kdang da yg mlbihi.

caranya harus diuji langsung, anda punya beban sebesar Amper MCB tersebut cobalah diinstalasi dan biarkan MCB tersebut merespon, lebih baik lagi jika beban anda variable sehingga bisa tahu di parameter berapa MCB tersebut merespon. Ini tentunya tidak praktis bagi konsumen MCB tersebut, saran saya pengujian tidak perlu dilakukan, percayakan saja pada branded dari MCB tersebut, cari merek yang standar SNI atau bahkan lebih baik lagi merek terkenal kualitas import karena mereka pasti melakukan pengujian produk yang menjadi cerminan kredibilitas perusahaan. Dan pastikan merek tersebut bukan KW tapi asli. biasanya sih cara identifikasi cukup dari harga saja yang lebih mahal. Biasanya loh..:)

Salam...permisi saya mau tanya...mcb utama 10 ampere, daya 2200 watt..pembagian mcb ada 3: 6a 6a 6a apakah pembagian seperti ini sudah benar. Trmakasih.

pembagian MCB tersebut bisa benar bisa juga kurang tepat, tapi aman. Hanya saja ada konsekwensi pemakaian daya kontrak yang tidak optimal, misalkan ketika dari 3 jalur tersebut, 2 jalur tidak terpakai, pemanfaatan daya disatu jalur menjadi tidak optimal tetap 6 Amper, padahal daya kontrak yang bisa diserap 10A, itu saja kelemahannya, tetapi selama pemakaian jalur tersebut seimbang/dipakai terus bersamaan, 6A tidaklah masalah.

demikian.

Salam kenal pak, saya mau tanya
MCB utama saya 10A, kalau mau saya tambah mcb pembagi 1 lagi dengan 10A, tapi jarak dengan MCB utama jauh bagaimana solusinya sedangkan kabel keluar dari mcb utama sudah tidak ada kabel arde,
peranyaan saya apakah jika mau dipasang mcb lagi itu bisa tanpa arde atau bisa dipasang arde lagi langsung ke tanah atau harus ganti kabel utama yang keluar dari mcb pln

didalam instalasi MCB tidak diperlukan arde gan, jarak pun tidaklah menjadi masalah. MCB intinya berfungsi sebagai pemutus dan sebagai pengaman arus lebih.

Pak boleh nanyak.... maklum baru pemula dalam bidang listrik,,, sebenarnya masang MCB yang kebeban itu yg bagian atas atau bawah dan yg ke sumber/pln pula....Tolong dibalas y.....

Kepengen belajar.....

kebalik tidak masalah gan, idealnya masuk dari atas (PLN) keluar dari bawah (beban)

salam kenal pak,
kalau di rumah saya 4 hari ini mcb yang ada di panel PLN (rumah saya cluster) selalu trip tiap 5-6 jam (rumah lain tidak trip) dan mcb di kwh meter saya tidak trip.
kira2 apa penyebabnya ? saya sudah simulasikan beberapa perangkat elektronik dan mcb di panel PLN tetap trip

Pak nanya ya, jika mcb utama saya 16A, elcb saya 25A dgn sensitifitas 30mA, dan mcb di phb 4bh: msg 10A. Apakah instalasi saya sdh bnr?

Pagi pak.say pasang listrik 1300 6a kwh..dibagi 4masing2 10a.10a.6a.6a..tapi output dari 6a kwh dipasng cb 25a kemudian dibagi keempat cb ...tanggapan breaker 25amper pak?

kalau butuh waktu yang lama untuk trip kemungkinan karakteristik thermal dari MCB bekerja, coba anda pegang body mcb tersebut saat trip apakah panas/hangat. Hal ini disebabkan sudah terjadi beban lebih melebihi mcb tersebut tetapi tdk terlalu besar. Analisa lainnya bisa saja MCB nya sudah lemah/rusak sehingga tidak memenuhi spesifikasi aslinya.Pembuktian bisa dilakukan pengukuran besarnya arus aktual dijalur MCB tersebut sehingga permasalahan sebenarnya bisa diputuskan.

Instalasi ELCB sudah benar. Instalasi PHB sudah aman. benar tidaknya instalasi di PHB tergantung peruntukannya. Jika diperuntukan sebagai pembatas beban dimasing-masing jalur, nilai batasan 10A tidak relevan juga terhadap MCB utama 16A. Contoh jika setiap jalur berarus masing2 5A saja, MCB utama pasti trip karena total arus 4 jalur x 5A = 20A lebih besar dari 16A nilai MCB utama. Tetapi jika peruntukannya sebagai lokalisir jalur ketika dilakukan servis instalasi atau beban jalur, ini sudah benar meskipun rekomendasi saya nilai MCB di PHB pada peruntukan ini lebih efisien sama dengan MCB utama.

Saya kurang mengerti dengan maksud anda mencabang-cabang MCB tersebut. Untuk MCB PHB 10A, 10A, 6A, 6A jika peruntukannya sebagai kontak untuk lokalisir beban, sudah baik pak, artinya salah satu jalur bisa dimanfaatkan sesuai kontrak maksimum dengan PLN jika jalur lain tidak terpakai. untuk percabangan lain sampai dengan 25A ya aman-aman saja meskipun fungsi MCB percabangan tersebut lebih kepada kontak pemisah saja. Mungkin dari aspek ekonomis saja yang perlu diperhatikan, ada pengganti selain MCB yang harganya lebih murah dengan fungsi yang sama.

terima kasih infonya Pak.
kemarin siang sy sudah ganti MCB-nya, tapi masih terjadi trip MCB di panel Distribusi PLN-nya (jedanya memang jadi agak lama sekitar 12 jam. setelah diganti dengan MCB 16A yang baru).
dari PLN menyarankan untuk ganti Kwh meter, apakah betul itu solusinya atau perlu cek juga instalasi kabel luar ?

MCB di panel PHB (bukan MCB KWH) tidak ada hubungannya dengan KWH meter pak. Solusi ganti KWH meter samasekali tidak tepat, tapi solusi untuk cek instalasi itu baik khawatir ada arus bocor karena kegagalan isolasi kabel. Jika mau dihitung manual bisa dilakukan dengan menghitug beban listrik yang dilayani MCB jalur tersebut. Alat elektronik biasanya ada informasi watt nya.jumlahkan saja seluruhnya, total jumlah watt konversi ke arus dengan cara :
Arus = watt / (tegangan 220V x cosphi 0.8)
cosphi 0.8 asumsi pendekatan faktor daya saja.
jika hasilnya 16 atau melebihi 16A sudah bisa dipastikan over load atau kelebihan beban. Jika kurang dari 16A berarti ada instalasi bocor. Segera cek instalasi rumah bapak.

sy berencana memasang daya listrik rmh 2200 W dgn pembagian 3 or 4 fase. Pertanyaan saya :
1. Bgmn cara membagi fase jk d rmh tdp mesin air, mesin cuci, kulkas, rice cooker, tv, ac dan lampu ???
2. Apkah baik & benar jk pembagian fase tsb : 1.fase pertama utk mesin air, 2. fase kedua untuk semua terminal/stop kontak (kulkas,mesin cuci,rice cooker,setrika,tv,dll) 3. fase ketiga utk lampu????
3. Brp Ampere yg baik & tepat d masing2 fase/MCB PHB melihat dr barang2 tsb d ats???

mohon jawabannya by email: aymnseroja@gmail.com tks

1. terserah pak MN mau dibagi 3 kelompok atau 4 kelompok beban. Pembagian 1 kelompok bebannya pun bisa juga fleksibel, bisa berdasarkan beban, berdasarkan lokasi dll

2. tidak masalah, kelompok 1 khusus stop kontak, kelompok 2 untuk lampu dan kelompok 3 untuk mesin air, baik2 saja.

3. Yg tepat menurut saya sama dengan kontak utama KWH atau lebih besar dari kontak utama KWH dengan tujuan optimalisasi daya kontrak (bukan lokalisir beban lebih/gangguan instalasi),
jika peruntukan untuk lokalisir gangguan atau beban lebih pada kelompok beban tertentu, maka pengelompokan PHB harus disesuaikan dengan kebutuhan konsumsi listrik kelompok beban tsb.

demikian.

Sangat membantu...Trims topic nya pak Suhinar

Trimah kasih sangat membantu.listrik saya 1300 watt. Dengan MCB utama 6 amper dan saya bagi dalam dua grup dimana dalam mcb phb masing 10 amper.apakah penggunaan mcb phb sudah tepat. Apakah bermasalah apabila dalam pemasangan instalasi tersebut kabel ground tdk digunakan dalam stop kontak? Trimahkasih atas banyuannya..

Tepat ataupun tdk tepat tergantung dari peruntukan PHB tersebut menurut user. Jika diperuntukan untuk lokalisir kelompok beban saat overload tentu saja tdk tepat karena yang trip adalah MCB utama jika terjadi overload. Tapi, jika peruntukan PHB tersebut untuk lokalisir kelompok beban saat akan dilakukan servis jaringan, pemasangan yang Pak Fandi lakukan sudah sangat tepat.
Mengenai instalasi ground di stop kontak, fungsinya adalah membuang arus bocor ke tanah jika peralatan elektronika yang tersambung dengan stop kontak tersebut ada kebocoran atau kegagalan isolasi ke body peralatan elektronika tsb, sehingga orang yang menyentuh peralatan elektronika tersebut aman dari sengatan listrik. Silahkan simpulkan bermasalah atau tdk menurut anda.
Bagi saya, peralatan elektronika dirumah, hampir seluruhnya menggunakan body isolator. Jaman sekarang teknologi ilmu bahan sudah sangat berkembang, tidak seperti dulu semua peralatan elektronik mempunyai body besi. Oleh karena itu tidak terpasangnya grounding di stop kontak bagi saya tidak terlalu bermasalah.

dirumah saya daya listik awal 1300 watt di MCB utam 6A, MCB PHB 6A,tanpa dibagi , barusan saya menaikan Daya listik menjadi 2200 watt, MCB utama yg diKWH diganti 10 A, APAKAH YANG DI mcb phb harus diganti 10 A ? seandainya di MCB PHB mau saya group menjadi 3 group, berapa ampere MCB yang tepat ?

MCB PHB harus diganti pak, kalau tetap 6A kontrak naik daya sama saja bohong karena masih dibatasi di PHB 6A tidak bisa pakai 10A.
Rekomendasi saya 3 grup x @10A untuk optimalisasi pemakaian sesuai daya kontrak. Boleh saja bapak pasang 10A dibagi 3 atau dipasang MCB dibawah MCB induk agar jika terjadi gangguan MCB induk tidak trip, resikonya tidak akan didapatkan optimalisasi sesuai daya kontrak. Saya lebih memilih tetap pada rekomendasi awal.

Terima kasih artikelnya bagus, saya mau tanya
Asumsi daya listrik 1300watt MCB utama 6A.
Dibagi 2, utk lt-1 6A & lt-2 6A.
- jika ada konsleting di lt-2, maka yg trip MCB PHB lt2, lt-1 listrik masih nyala?
- jika jumlah pemakaian lt1 & lt-2 lebih dari 1300watt, maka yg trip MCB utama?
(Pemakaian lt1 & lt2 tidak melewati 6A, tapi jumlah pemakaian lt1+lt2 yg melewati 6A)
Terima kasih banyak

- jika konsleting di lt-2 secara ideal MCB yang pertama kali merasakan gangguan akanm langsung respon, kendala dilapangan karakteristik antar MCB belum tentu sama, jika nilai amper MCB utama dan PHB sama masih ada kemungkinan MCB utama yang trip duluan. Untuk kasus "konsleting" dan ketepatan lokalisir beban hanya ditempat gangguan, saya lebih merekomendasikan penggunaan sikring.

- jika total pemakaian lt1 & lt2 lebih dari 1300 Watt sudah pasti yang akan trip adalah MCB utama meskipun per lt tidak melebihi 6A.

Selamat pagi pak saya mau tanya listrik saya dirumah 1300 atau 6A dan di mcb PHB nya saya bagi 2 satu mcb 6A khusus stopkontak dan satunya lagi mcb 6A khusus saklar dan apa bila terjadi konsleting di saklarnya apakah mcb yg khusus stopkontaknya akan trip juga pak .
Terimakasih sebelumnya

Di rumah saya mcbnya sudah mulai dol di bagian switch of nya, kira kira untuk prosedur perbaikan mcb itu seperti apa yaa agar cepat di tangani, makasih

MCB sudah mulai rusak lebih baik diganti yang baru bukan diperbaiki. kompetensi memperbaiki adalah otoritas pihak tertentu, masalah proteksi tdk bisa dianggap enteng. Harga MCB tidak terlalu mahal juga.
Jika MCB yang anda maksud MCB utama di KWH segera hubungi PLN terdekat, jika respon penanganan lambat bisa langsung dilaporkan ke 123

Jika konsleting di MCB jalur saklar, MCB distop kontak tidak akan trip. Yang memungkinkan trip hanyalah MCB jalur saklar dan atau MCB utama di KWH tergantung respon MCB. idealnya MCB terdekat dengan lokasi konsleting harus trip lebih dulu.

Ass... Saya mau nanya pak, jumlah PHB DAYA tuh artinya apa ya? Makasih

Wass...
Jumlah perangkat hubung bagi daya, biasanya terpasang setelah MCB KWH utama

Salam kenal mau nanya, kalo MCB KWH sring ngetrip dengn waktu kurng lbih 4 smpai 5 jam kira2 apa penyebabnya? Dan setelah smua alat elktronik di cabut stelah MCB KWH di nyalakan lg tapi masih Ngetrip jg hrus di biarkan minimal 3 mnit baru nyala lg kira2 apa penyebabnya?

ada pandangan berbeda menurut saya pribadi. Nilai amper yg ada d mcb tidak boleh lebih dr nilai yg ada d mcb utama. Artinya jika kita jumlah kan nilai yg ada d mcb baik itu 1.2.3 buah mcb artinya tidak boleh lebih jumlah amper yg ada d mcb utamanya.
Contoh : jika mcb utama kita 6 amper maka kita bisa membaginya sesuai kebutuhan. Baik itu rangkaian mcb 2A+2A+2A atau 3A+3A yg terpenting klw d jumlah tidak boleh melebihi nilai amper utama. Agar kerja mcb sesuai fungsinya jika ada arus singkat / lebih tidak membebankan mcb utamanya.

ada 2 parameter tripnya MCB, pertama parameter suhu, kedua parameter magnet. Kedua parameter tersebut timbul karena adanya nilai arus listrik yang melebihi rating MCB nya. Untuk kasus anda yang terjadi adalah MCB trip karena parameter suhu, ada kenaikan arus listrik karena beban berlebih (bukan short circuit), kenapa tidak langsung bisa dinyalakan karena komponen bimetal MCB butuh waktu untuk menurunkan suhu panasnya sekitar 3 menitan atau lebih.
demikian.

memang banyak orang yang memiliki pandangan seperti itu dan sah-sah saja. Pandangan saya pada artikel ini adalah melihat tidak optimalnya sistem pembagian MCB seperti pembagian sesuai pandangan anda tersebut. Melihat aspek koordinasi proteksi dari beban terbawah sampai sumber utama, pembagian MCB seperti ini sudah tepat hanya kekurangannya satu jalur dalam kelompok PHB tidak bisa dioptimalkan pemakaian listriknya sesuai daya kontrak yang ada.
Misal seperti yang anda contohkan MCB 6A dibagi di PHB menjadi 2A + 2A + 2A maka satu jalur kelompok beban di PHB tersebut hanya bisa dipakai maksimum 2A saja, jika satu jalur tersebut pemakaiannya melebihi 2A maka jalur tersebut saja yang akan trip, kelemahannya anda tdk bisa mengoptimalkan konsumsi jalur tersebut sesuai daya kontrak 6A. Akan ada kalanya pemakaian listrik terpusat disatu jalur karena kepentingan tertentu, dan hal ini tdk akan bisa diakomodir jika pembagian PHB dilakukan seperti yang anda contohkan.
kesimpulannya semua pandangan sah-sah saja selama faktor proteksi tetap jadi perhatian, selebihnya adalah faktor peruntukan dan efektifitas instalasi saja sesuai keinginan user.

Silahkan berkomentar yang sesuai dengan topik, Mohon Maaf komentar dengan nama komentator dan isi komentar yang berbau P*RN*GRAFI, OB*T, H*CK, J*DI dan komentar yang mengandung link aktif, Tidak akan ditampilkan!

Back To Top