Memasang Instalasi Listrik Rumah Tambahan

Dalam artikel ini penulis tidak akan membahas rinci instalasi pemasangan  baru di rumah tinggal, tapi dengan artikel ini diharapkan pembaca mulai memahami bahkan mempraktekan untuk mengerjakan sendiri instalasi rumah yang memang sebelumnya sudah terpasang instalasi bawaan yang masih sederhana. bayangkan

ketika anda kesulitan menemukan stop kontak nganggur untuk ngecharge smartphone anda? atau anda kesulitan cahaya diruangan baru yang belum terpasang lampu? haruskah anda tarik kabel jelimet kesana kemari dengan stecker kombinasi yang sebenarnya kalau anda tidak mempedulikan besarnya arus pada stecker kombinasi tersebut atau koneksi stecker terhadap stop kontak yang longgar akan sangat berbahaya sekali bagi rumah anda beserta keselamatan penghuni didalamnya karena bisa menyebabkan over heating diluar kapasitas kemampuan material kabel dan stecker kombinasi yang anda pakai dan bisa menyebabkan kebakaran. pada dasarnya panas berlebih yang ditimbulkan tersebut berasal dari loncatan arus yang kontinyu karena koneksi stecker dan stop kontak longgar, atau pemakaian beban yang banyak / besar yang terpusat disatu titik stop kontak dan penghantar. ketika beban yang mengkonsumsi daya (watt) semakin besar, pada tegangan pemakaian yang tetap maka akan menghasil arus (Ampere) yang besar pula. ( baca artikel tentang hukum Ohm ).Oleh karena itu alangkah baiknya anda sendiri bisa melakukan penambahan instalasi baru dengan aman dan menghasilkan keamanan pula serta kenyamanan bagi penghuni rumah karena akses listrik tambahan yang aman dan mudah.

Mengenal Komponen Dasar Listrik di Rumah Tinggal


Baiklah, sebelum kita mulai membahas perlu diketahui terlebih dahulu sekilas pengenalan singkat terhadap alat-alat instalasi dasar yang terdapat dirumah tinggal.

1. KWH Meter


KWH   Meter  yang terpasang dirumah anda adalah   alat   penghitung   pemakaian   energi   listrik yang nantinya jadi acuan berapa rupiah anda harus membayar pemakaian listrik selama periade 1 bulan ke PLN.  Berdasarkan jenis dan prinsip kerjanya KWH Meter dibagi menjadi 2 jenis, KWH Meter analog dan KWH Meter digital. Pada KWH Meter  analog   bekerja menggunakan metode induksi medan magnet dimana medan magnet tersebut menggerakan piringan yang terbuat dari alumunium. Pengukur Watt atau Kwatt, yang pada umumnya disebut Watt-meter / Kwatt   meter   disusun  sedemikian rupa, sehingga  kumparan   tegangan dapat berputar dengan bebasnya, dengan jalan demikian tenaga listrik dapat diukur, baik dalam satuan WH (watt Jam) ataupun dalam Kwh (kilowatt Hour).
Untuk lebih jelasnya baca artikel " Pengenalan tentang KWH meter "

Gambar KWH Meter Analog
Gambar KWH Meter Analog

2. MCB ( Miniatur Circuit Breaker )

MCB adalah komponen / peralatan listrik yang berfungsi sebagai pemutus arus beban lebih. MCB ini sering dijumpai terpasang sepaket dengan KWH meter PLN dirumah pelanggan masing-masing. meskipun fungsi utama MCB ini adalah pemutus arus beban lebih, MCB yang terpasang di KWH lebih difungsikan sebagai pembatas arus saja dimana spesifikasi Ampere dari MCB tersebut berdasarkan kontrak KWH terpasang, misalkan kontrak KWH anda adalah 400 VA, maka MCB yang terpasang di KWH adalah 2 Ampere, begitu juga yang 900 VA, maka MCB yang terpasang di KWH adalah 4 Ampere dan begitu seterusnya.
MCB 1 phase
MCB 1 phase

3. Sikring / Fuse


Sikring atau fuse adalah peralatan listrik yang digunakan sebagai pengaman dari arus lebih akibat short circuit atau orang awam sering memakai istilah konslet. Fungsi sikring dirumah sangat vital sekali karena merupakan bagian dari proteksi yang bisa mengamankan peralatan listrik seperti kabel-kabel instalasi dari terbakar karena arus lebih yang berasal dari gangguan short circuit, bahkan alat ini pun bisa mengamankan rumah dari kebakaran karena awal kebakaran bisa berasal dari titik api peralatan listrik imbas panas yang ditimbulkan akibat arus listrik berlebih karena short circuit ataupun karena material yang dipakai diluar kapasitasnya. sikring ini di instalasi rumah terpasang setelah MCB KWH meter.  

Rumah sikring patron
Rumah sikring patron

 

4. MCB Pembagi


Sama halnya dengan penjelasan tentang MCB diatas, tetapi peralatan ini lebih difungsikan sebagai pemutus arus utama berdasarkan kelompok pembagian beban dirumah sesuai dengan keinginan perancang instalasi atau pemilik rumah. komponen ini optional boleh ada boleh juga tidak, salah satu kelebihan terpasangnya komponen untuk pembagian kelompok beban ini adalah jika terjadi gangguan atau servis instalasi di rumah, maka bagian rumah yang lain tidak perlu padam. komponen ini cocok untuk instalasi rumah yang besar.
MCB Pembagi
MCB Pembagi

5. Stop Kontak


Stop kontak adalah peralatan listrik yang berfungsi sebagai media penghubung dan pemutus antara arus listrik dengan beban listrik.
Stop kontak
Stop kontak

6. Stecker


Stecker adalah peralatan listrik yang berfungsi sebagai penghubung beban ke sumber listrik. Stecker ini dalam pemakaiannya berpasangan dengan stop kontak. Ada berbagai jenis stecker, untuk pemasangan dirumah tinggal biasanya memakai stecker seperti tampak dibawah ini :
Stecker tanpa kabel ground
Stecker tanpa kabel ground
Stecker dengan kabel ground
Stecker dengan kabel ground

7. Saklar


Saklar adalah komponen peralatan listrik yang berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan sirkit dan mengubahnya menjadi berbeban atau tidak. sama halnya dengan stecker, perbedaannya jika stecker membutuhkan media berupa stop kontak, tetapi saklar tidak memerlukan media tersebut sehingga saklar lebih cocok digunakan untuk pengendali putus hubung beban dengan sumber listrik yang instalasinya sudah tetap tidak pindah-pindah, seperti mengendalikan lampu. berdasarkan jenisnya terdapat cukup banyak jenis saklar, diantaranya : saklar tunggal, saklar seri, saklar tukar dan sebagainya. Pada umumnya untuk dirumah tinggal pemakaian saklar tunggal lebih banyak digunakan.
Saklar tunggal
Saklar tunggal

8. Fitting lampu


Fitting lampu adalah komponen peralatan listrik tempat dipasangnya lampu atau biasa juga disebut rumah lampu.
Fitting lampu
Fitting lampu

9. Kabel


Kabel adalah komponen peralatan listrik yang digunakan sebagai penghantar listrik dan tentunya bersifat konduktor. Kualitas baik tidaknya suatu kabel sangat dipengaruhi dari luas penampang dan material pembuat kabel tersebut termasuk kualitas isolasi yang membungkus kabel tersebut. pada instalasi rumah kabel yang biasa digunakan adalah kabel jenis pejal ( bukan serabut ) tunggal ( NYA ), pejal kelompok ( NYM ), pejal kelompok dengan kualitas isolasi lebih baik ( NYY )


Kabel NYM
Kabel NYM via kitani.co.id
Kabel NYA
Kabel NYA via kitani.co.id
                                   
Kabel NYY
Kabel NYY via kitani.co.id

Itulah sekilas tentang Komponen Dasar Listrik di Rumah Tinggal, selanjutnya saya akan membahas topik utama artikel ini yaitu Memasang Sendiri Instalasi Listrik tambahan di rumah tinggal

Instalasi Stop Kontak


Pada kasus penambahan instalasi baru, instalasi penambahan stop kontak tentu sangat berpeluang besar dilakukan,dan penulis merekomendasikan stop kontak tempel di tembok, bukan stop kontak tanam ditembok. alasan hal tersebut agar anda tidak repot-repot membobok tembok.

Peralatan dan bahan yang diperlukan :


- Stop kontak tempel
- Bor listrik, sekrup dan fischer untuk menempel stop kontak di tembok
- Palu dan paku klem, untuk menempel dan merapikan kabel yang keluar dari stop kontak
- Kabel NYM secukupnya ( isi 2 atau 3 inti, 3 inti jika diperlukan instalasi ground / optional )
- Tang kombinasi, untuk mengupas dan membuat koneksi kabel baru dengan sumber
- Obeng plus dan Tespen
- Isolasi listrik anti panas

Cara memasang instalasi :


1. Pastikan instalasi sumber tempat pengambilan tegangan untuk instalasi baru sudah aman tidak bertegangan, bisa dilakukan dengan cara meng off kan MCB utama di kwh meter, serta pastikan bahwa instalasi tersebut sudah aman dengan menggunakan tespen

2. Cari sumber listrik terdekat dengan rencana pemasangan stop kontak baru tersebut, bisa dilakukan dengan mencari lokasi stop kontak lama yang sudah terinstalasi sebelumnya, karena setiap stop kontak pasti mempunya 2 polaritas kabel yaitu fase ( setrum ) dan netral

3. Jika sudah ketemu tempat yang memungkinkan untuk menyambung kabel baru dengan instalasi yang tersedia seperti pangkal kabel stop kontak lama, maka kupas ujung kabel baru secara proporsional dan sambungkan dengan sumber tegangan instalasi lama tersebut bisa lewat juction box jika sudah disediakan pada instalasi lama, atau tanpa junction box dengan cara kabel disatukan dan dipelintir menggunakan tang kombinasi serta jangan lupa setelah itu isolasi kabel yang sudah disambungkan tadi jangan sampai inti kabelnya terlihat, untuk keamanan dari berbagai kemungkinan short atau kesetrum

4. Pasang instalasi kabel baru menggunakan paku klem, pasang dengan memperhatikan kerapihan dan estetika tentunya

5. Pasang stop kontak tempel ditempat yang sudah direncanakan, pastikan pemasangan sudah kokoh dan benar

6. Sambungkan / pasang kabel baru yang sudah disambung pangkal ujungnya dengan instalasi yang lama, dengan cara membuka body penutup stop kontak terlebih dahulu, kupas ujung kabel baru terlebih dahulu secara proporsional untuk kemudian dirangkai distopkontak tempel tersebut. Temukan dan pastikan di stop kontak tersebut sudah ada fasilitas untuk menyambung inti kabel. biasanya ada 3 titik disertai mur atau sekrup untuk mengencangkan. 3 titik ini adalah 1 titik grounding biasanya terletak ditengah tersambung dengan material besi, dan 2 titik adalah fase dan netral yang tersambung dengan material yang akan menerima stecker nantinya. Tentu saja anda akan mudah menemukan dan memahaminya.

7. Jika kabel baru sudah terinstalasi dengan stop kontak tersebut, tutup body stop kontak pastikan tidak ada bagian yang terlewat

8. On kan kembali MCB utama di KWH meter, cek tegangan di stop kontak instalasi baru, pastikan bagian yang nyetrum hanya 1 lubang di stop kontak tersebut yang menandakan itu adalah fase, dan 1 lubang lainnya adalah netral ( tidak nyetrum )

9. Cobalah dengan menggunakan beban listrik seperti carger HP, masukan stecker charger tersebut ke stop kontak, apakah bekerja sebagaimana mestinya ? jika bekerja berarti instalasi anda sudah benar, jika tidak bekerja sedangkan cek memakai tespen sudah bagus hanya satu bagian yang nyetrum maka kemungkinan instalasi kabel netral tidak benar atau terlepas dari sumber sehingga tidak bermuatan.

10. Selesai

Instalasi Saklar dan Fitting Lampu


Sama halnya dengan instalasi stop kontak, instalasi baru saklar pun saya rekomendasikan memakai saklar tempel, dengan alasan yang sama seperti diatas. Saklar yang saya instalasi saya asumsikan adalah saklar tunggal.

Peralatan dan bahan yang diperlukan :


- Saklar tempel
- Fitting lampu
- Bor listrik, sekrup dan fischer untuk menempel stop kontak di tembok
- Palu dan paku klem, untuk menempel dan merapikan kabel yang keluar dari stop kontak
- Kabel NYM secukupnya ( isi 2 inti )
- Tang kombinasi, untuk mengupas dan membuat koneksi kabel baru dengan sumber
- Obeng plus dan Tespen
- Isolasi listrik anti panas

Cara memasang instalasi :


1. Pastikan instalasi sumber tempat pengambilan tegangan untuk instalasi baru sudah aman tidak bertegangan, bisa dilakukan dengan cara meng off kan MCB utama di kwh meter, serta pastikan bahwa instalasi tersebut sudah aman dengan menggunakan tespen

2. Cari sumber listrik terdekat dengan rencana pemasangan saklar dan fitting lampu baru tersebut, bisa dilakukan dengan mencari lokasi stop kontak lama yang sudah terinstalasi sebelumnya, karena setiap stop kontak pasti mempunya 2 polaritas kabel yaitu fase ( setrum ) dan netral, fase diperlukan untuk saklar kemudian menuju fitting lampu, sedangkan netral langsung menuju fitting lampu.

3. Pasang saklar tempel ditempat yang sudah direncanakan, pastikan pemasangan sudah kokoh dan benar
 
4. Buka body saklar dan kupas kabel baru secara proporsional dan sambungkan 2 inti kabel baru tersebut di pada titik sambungan didalam bagian saklar yang sudah tersedia. 2 inti kabel ini menandakan fase masuk dan fase keluar yang nantinya akan menuju fitting lampu.
Cattatan : Perlu diperhatikan bahwa dilarang ada polaritas netral di instalasi saklar !

Instalasi saklar tunggal dan fiting lampu
Instalasi saklar tunggal dan fiting lampu

5. Pasang instalasi kabel baru menuju sumber tegangan dengan paku klem, pasang dengan memperhatikan kerapihan dan estetika tentunya. sampai di sumber tegangan jangan dulu disambungkan, kupas secara proporsional dan biarkan  menunggu instalasi kabel fitiing lampu.

6. Pasang fitting lampu ditempat yang direncanakan, sambungkan 2 inti kabel baru yang sudah disediakan di bagian fiiting lampu yang tersedia, pastikan kabel baru sudah terpasang dan fitting lampu sudah terpasang dengan benar,. tarik kabel baru yang ujungnya sudah terhubung ke fitting lampu menuju sumber tegangan yang tersedia, dan disana sudah tersedia pula 2 ujung kabel yang belum disambungkan yang berasal dari saklar

7. Saatnya menyambung kabel, 2 kabel berasal dari saklar, 2 kabel berasal dari fitting lampu, dan 2 kabel sumber tegangan yang sudah tersedia dari instalasi lama. caranya adalah: hubungkan 1 kabel yang berasal dari saklar dengan fasa / setrum sumber tegangan, dan hubungkan satu kabel lainnya yang berasal dari saklar tersebut dengan satu kabel yang berasal dari fitting lampu. Ini menandakan bahwa fase sudah masuk ke saklar dan keluar dari saklar menuju fitting lampu, kemudian satu lagi kabel dari fitting lampu yang belum tersambung, sambungkanlah dengan kabel netral sumber tegangan dari instalasi lama tersebut.


8. Isolasi dengan baik memakai isolasi listrik anti panas dibagian koneksi sambungan baru saklar, fitting lampu dan sumber tegangan yang baru saja dilakukan

9. On kan kembali MCB utama di KWH meter, cek tegangan di fitting lampu dikondisikan dengan On Off saklar baru yang terpasang. Atau lebih praktisnya, pasang lampu di fitting lampu tersebut kemudian uji coba dengan menekan saklar On, dan Saklar Off. jika lampu sudah bisa nyala dan mati sebagaimana mestinya, berarti instalasi anda sudah baik. Jika lampu tidak bisa hidup sebagaimana mestinya maka periksa kembali apakah lampu yang dipasang tersebut masih bagus? Jika lampu masih bagus, maka pastikan kembali urutan instalasi anda sesuai dengan langkah-langkah diatas.


10. Selesai

sangat direkomendasikan agar dalam pekerjaan instalasi selalu memperhatikan 5 langkah keselamatan kerja kelistrikan serta didampingi oleh orang yang berkompeten.

Demikianlah artikel Memasang Instalasi Listrik tambahan di rumah tinggal, pada umumnya untuk penambahan instalasi baru, kebanyakan hanya sebatas memasang stop kontak tambahan dan fitting lampu tambahan. untuk lebih rinci lagi bagaimana cara instalasi yang baik tiap komponen peralatan listrik di rumah, akan saya jelaskan di artikel lainnya, silahkan baca artikel tentang cara memasang sendiri instalasi saklar dan cara memasang sendiri instalasi stop kontak. Mudah-mudahan bermanfaat.

Saran, masukan ataupun koreksi silahkan meninggalkan jejak di kolom komentar.

Wassalam.
loading...

Berlangganan update artikel terbaru via email:

29 Responses to "Memasang Instalasi Listrik Rumah Tambahan "

  1. kalo kabel ground di non aktifkan , ada resiko gak gan?

    ReplyDelete
    Replies
    1. resiko jika kabel ground non aktif, jika pada peralatan listrik yang punya body logam seandainya terdapat kebocoran arus, maka ada resiko tersengat listrik bagi orang yang memegangnya, tetapi jika ground aktif arus bocor tersebut akan dialirkan ketanah sehingga bagi orang yang memegang peralatan yg punya kebocoran tersebut aman saja tdk akan merasakan sengatan listrik karena tahanan pentanahan lebih kecil dari tahanan manusia.

      Delete
    2. aktif ground harus didukung juga dengan stecker / colokan yang punya fitur ground nya, agar fungsinya efektif.

      Delete
  2. Saya msih awam . Gan bedanya ground, protecting earth, sama netral tuh apa ? Mksh.

    ReplyDelete
    Replies
    1. ground secara bahasa adalah pembumian, artinya ground berasal dari titik pembumian dengan nilai ideal tahanan pembumian sebesar max 5 Ohm ( lebih kecil lebih baik ), fungsi ground ini sebagai proteksi ketika body peralatan listrik terdapat arus bocor, maka arus bocor tsb akan dialirkan ke titik ground ini atau ke tanah menghindari aliran listrik arus bocor mengalir ke tubuh manusia.

      netral adalah polaritas nol yang berasal dari titik bintang suatu trafo pembangkit ataupun trafo jaringan. Salah satu fungsinya sebagai pasangan dengan Line / setrum 1 phasa sehingga mendapatkan nilai beda tegangan (VLN) untuk keperluan beban peralatan listrik

      protecting earth ? bukankah sama dengan ground? dibawah ane mungkin bisa bantu jawab gan... he..he..

      terimakasih sudah mampir...

      Delete
  3. Kalo kita memasang kwh meter (beli sendiri) sesudah APP & MCB dari PLN boleh tidak? KWH meter ini mau saya gunakan untuk melihat pemakaian listrik kamar kos

    ReplyDelete
    Replies
    1. boleh saja tidak masalah, yang penting transaksi tetap ada pada kwh PLN. kwh meter tambahan tidak meniadakan kwh PLN.

      Delete
  4. Kabel NYY biasanya digunakan dimana pak? Apakah bisa untuk instalasi rumah? Trus ada yang mengatakan klo kabel (misal NYM) 3x2.5 lebh hemat listrik dibanding 3x1.5.. dan untuk standar instalasi rumah baeknya pake yg ukuran kabel brp?? Thanks yaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. - Kabel NYY dipergunakan untuk instalasi tertanam (kabel tanah)karena memiliki lapisan isolasi yang lebih kuat dari kabel NYM, contoh untuk lampu taman. Untuk instalasi rumah bisa digunakan dan sangat aman tetapi tidak efisien masalah harga (terlalu mahal)dibanding kabel NYM.
      - Untuk standar instalasi rumah saran saya pake kabel NYM minimal 3x2.5mm karena kemampuan ampere KHA cukup besar sekitar 25 A (reff. PUIL), sehingga anda tidak khawatir jika dikemudian hari ada perluasan instalasi dirumah tidak perlu ganti kabel selama masih memenuhi kapasitas KHA kabel tersebut.
      - Antara kabel 1.5 dan 2.5 adalah adanya perbedaan luas penampang kabel, dimana luas penampang berbanding terbalik dengan nilai hambatan kabel, semakin besar luas penampang semakin kecil nilai hambatannya. Jika nilai hambatan kabel semakin kecil maka rugi2 daya dipenghantar juga semakin kecil. Persepsi "lebih hemat" berasal dari uraian tersebut. Jadi pernyataan tersebut memang benar, tetapi untuk instalasi rumah skala kecil, pengaruhnya hampir tidak akan terasa.

      Delete
    2. Gitu ya pak.. trus saya pernah menemukan dalam instalasi rumah saya kabel dengan isi 4 didalamnya.. bisa dijelaskan apa saja itu? Krn yg saya tau cuma 3 yaitu phasa, netral, dan ground.

      Delete
    3. Memang benar pak, dalam instalasi 1 phasa khususnya rumah yang dikenal hanya phasa, netral dan ground. Jika bapak menemukan 4 kabel konteksnya dimana dulu posisi instalasi tersebut, misalnya: untuk saklar tunggal yang digabung stop kontak akan terdapat 4 kabel yaitu, 1 kabel fasa input dari sumber menuju saklar dan stop kontak, 1 kabel netral menuju stop kontak, 1 kabel ground menuju stop kontak, dan 1 kabel terakhir adalah fasa output keluaran saklar menuju lampu.
      agar lebih jelas bapak bisa baca artikel saya tentang "instalasi listrik rumah dengan memahami wiring diagram"

      Delete
    4. oh iya pak.. saya juga udah baca beberapa artikel mengenai jenis kabel... ada yang isinya sampe 5 kabel pak.. tapi sy juga bingung tuh kabel isi 5 biasanya diaplikasikan dimana yaa...

      Delete
  5. @ P' Muh Akram Syawal, itulah perlunya memahami single line dan wiring diagram sebelum memasang instalasi. Untuk jumlah kabel 5 atau bahkan lebih akan sangat mungkin dijumpai dilapangan. Sebagai contoh untuk kabel 5 bisa diperuntukan untuk instalasi saklar ganda + stop kontak dengan ground pada satu jalur instalasi. kabel pertama fasa untuk fasa in saklar dan fasa stop kontak; kabel ke dua untuk netral stop kontak; kabel ke tiga untuk ground stop kontak, kabel ke empat untuk fasa out saklar menuju lampu 1; kabel ke lima untuk fasa out saklar menuju lampu 2. Itu hanyalah contoh untuk instalasi 1 fasa di rumah, untuk aplikasi lain bisa dilakukan di sistem instalasi 3 fasa. Demikian.

    ReplyDelete
  6. Terima kasih pak... Saya sudah mulai paham pak...

    ReplyDelete
  7. Kalau saya ingin masang timer di salah satu saklar (lampu taman & teras), bagaimana cara instalasi yang paling mudah & praktis?

    ReplyDelete
    Replies
    1. paling mudah dan praktis pasang photocell gan, pasang timer analog juga bisa tapi lebih tidak praktis dalam modifikasi instalasi. untuk lebih jelasnya baca artikel saya yang lain tentang phootocell, timer, dan perbandingan photocell dan timer.
      semoga membantu..

      Delete
  8. Pak maaf mau tanya... sy kan baru renovasi rumah jadi 2 lantai, mcb di dalam rumah ada 2 masing2 utk lantai yg berbeda
    nah kenapa ya listrik di lantai bawah klo mcb off dan saklar on ada beberapa lampu yg kedip2 yaitu lampu lilin,,.dan stop kontak jg msh nyala...kata tukang nya dia salah potong kabel , harusnya potong setrum dia potong massa. itu bahaya tdk pa? dan apa pengaruhnya nanti utk listrik di rmh sy? terima kasih pa... mohon pencerahannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. pastikan instalasi yang masuk ke MCB tersebut adalah kabel fasa (ada setrumnya) bukan kabel netral. bisa dites dengan tespen untuk kabel input MCB apakah bertegangan atau tdk. Jika tdk berarti kabel netral yg masuk MCB. Ini akan berbahaya dikemudian hari berhubungan dengan keselamatan penghuni rumah atau pelaku servis dari bahaya setrum listrik. pada kondisi ini ketika MCB di Off kabel akan tetap bertegangan atau tidak ada proses pembebasan tegangan pada instalasi.
      lebih baik dipastikan dulu instalasi yang masuk ke MCB agar clear masalahnya.
      terimakasih

      Delete
  9. Saya mau memperbaiki instalasi listrik rumah, kira2 ketika saya sudah menonaktifkan MCB menjadi OFF apakah listrik masih tetap mengalir atau tidak ? Jika ya, bagaimana caranya agar saya tidak tersengat listrik ketika ingin memperbaiki ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. jika instalasinya sudah benar dan sesuai standar, seharusnya ketika meng OFF kan MCB KWH, instalasi aman dari tegangan, pastikan saja dengan tespen. Atau jika ingin benar-benar aman dalam pekerjaan kelistrikan, baca artikel saya yang lain tentang 5 langkah keselamatan kerja kelistrikan.
      http://www.listrik-praktis.com/2015/10/5-langkah-keselamatan-kerja-kelistrikan.html

      Delete
  10. pak saya mau tanya.. dirumah saya dayanya 900 (4a)..kemudian yg dr kwh itu saya bagi lagi pakai 2 mcb masing-masing 4a... di rumah ada 4 ruangan, jadi setiap satu mcb menangani 2 ruangan..nah yg jadi masalah ketika ruang 3 dan 4 terjadi beban lebih malah mcb kwh yg turun..bukan mcb pembaginya, itu kenapa ya pak???...trus apakah boleh mcb pembagi sama besarnya (ampere) dengan mcb kwh..?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Karena spesifikasi MCB besar ampernya sama maka ketika terjadi beban lebih salah satu MCB akan trip kalau bukan yang utama maka yang pembagi akan trip tergantung dari kecepatan respon antara MCB utama dan MCB pembagi tersebut. Penyusunan MCB pembagi seperti ini diperuntukan hanya untuk lokalisir beban ketika ada servis instalasi, tdk perlu MCB utama yang di Off, cukup MCB pembaginya saja sesuai jalur instalasi yg akan diservis.
      Jika yang diinginkan adalah lokalisir beban saat terjadi beban lebih maka besarnya MCB pembagi harus dibawah MCB utama. Jika 4A utama berarti 2A pembagi. Ini tidak saya rekomendasikan karena akan berdampak tidak optimalnya pemakaian daya listrik sesuai kontrak yaitu 4A. Pemakaian 2A sudah langsung jepret MCB PHB nya.

      Delete
  11. Pk sya mu tanya kalau menghubungkan jalur netral ke ground tujuan untuk apa. Serta dampak baik dan buruk nya apa. Mhon pencerahan nya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Jika itu dilakukan pada instalasi rumah konsumen 3 phasa, netral yang ditanahkan diperlukan sebagai saluran untuk membuang arus akibat tidak seimbangnya beban 3 phasa. Netral yang ditanahkan tersebut juga sebagai pengaman terhadap eksistensi titik netral sebagai acuan tegangan kerja beban 1 phasa (phasa to netral).
      Dari pengalaman saya, Jika titik netral pada konsumen 3 phasa tsb tidak ditanahkan, ketika titik netral tersebut putus dari sumber, konsumen 3 phasa akan kehilangan referensi titik netral sebagai acuan tegangan kerja 1 phasa sehingga tegangan kerja yang diterima oleh alat 1 phasa menjadi tegangan phase to phase (over voltage) yang mengakibatkan peralatan 1 phase pada konsumen akan rusak.

      silahkan mencari refferensi lain juga, dan boleh dishare disini untuk klarifikasi jawaban lebih valid..he..he..

      Delete
  12. mohon izin pak,, mau tanya kalau MCB Penghambat Lebih besar dari MCB Utama apa pengaruhnya ya pak,, Daya 1300 MCB utama 6Amp dan MCB pembagi 10 Amp,,

    ReplyDelete
    Replies
    1. tidak ada pengaruh apa-apa, hanya saja ketika terjadi beban lebih MCB utama yang akan trip duluan dibanding MCB pembagi, dan itu wajar saja. MCB pembagi dalam kasus ini digunakan untuk lokalisir jalur jika ada servis instalasi.
      demikian...

      Delete
  13. pak saya mau tanya saya baru pasang meteran listrik (token) daya meteran 900watt dalam pemasangan meteran listrik kta orng pln ga perlu pake arde(pembumian).banyak yang bilang klo ga pake arde bahaya klo ada petir...
    terus dari bok mcb yang di pasang pln ada tiga kabel yaitu hitam.biru.kuning orang pln cuma pasang dua jalur kabel aja kabel yang warna kuning cuma di ttup isolasi aja.mohon info nya pak trims sms nomor saya 085719106808.meteran listrik saya belum ada sebulan

    ReplyDelete
    Replies
    1. untuk kwh token kebanyakan seperti itu pak, saya kurang tahu apakah ada regulasi khusus tentang kewajiban PLN menyediakan arde dsb. Tapi kalau memang rumah bapak mau dilengkapi arde, bapak buat sendiri saja dengan menanam elektroda pentanahan kedalam tanah sampai ketemu titik air atau nilai R ground dibawah 5 ohm. elektroda tersebut nanti dihubungkan ke penangkap petir sebagai pengaman rumah dari bahaya petir.
      Selain sebagai perlindungan terhadap petir arde juga bisa digunakan sebagai perlindungan terhadap arus bocor pada body peralatan.

      Delete

Silahkan berkomentar yang sesuai dengan topik, Mohon Maaf komentar dengan nama komentator dan isi komentar yang berbau P*RN*GRAFI, OB*T, H*CK, J*DI dan komentar yang mengandung link aktif, Tidak akan ditampilkan!

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel