Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Menentukan Amper MCB Listrik di PHB Rumah yang Benar

MCB (Miniature Circuit Breaker) adalah komponen listrik yang berfungsi sebagai pengaman beban lebih dan pengaman arus hubung singkat, juga bisa difungsikan sebagai kontak pemisah ( switch Off secara manual ). Komponen ini wajib ada pada instalasi rumah, minimal terpasang satu buah yang biasa disebut sebagai MCB utama yang terletak setelah KWH meter. MCB utama ini sepaket dengan KWH meter dengan otoritas dan kepemilikan adalah punya PLN.  Penentuan kapasitas amper MCB utama di KWH adalah sesuai kontrak daya yang disepakati antara konsumen dan PLN. Konsumen dilarang mengganti kapasitas Amper MCB tersebut tanpa seijin PLN. Adapun jika yang punya rumah ( baca : konsumen ) membagi instalasi rumahnya menjadi beberapa bagian, umumnya mereka menggunakan panel hubung bagi ( PHB ) tersendiri yang tersusun dari beberapa MCB pembagi didalamnya. Dalam penentuan kapasitas amper MCB listrik pada PHB tersebut, konsumen bisa menentukan sendiri sesuai dengan kegunaannya. Lalu bagaimana cara menentukan amper MCB listrik di PHB rumah yang benar?
  

Instalasi KWH dan MCB di PHB


Perhatikan gambar dibawah ini :


Contoh pemasangan KWH dan PHB
Contoh pemasangan KWH dan PHB


Gambar diatas adalah contoh instalasi KWH dan PHB yang sering kita temukan pada beberapa rumah konsumen PLN. Tetapi ada juga di PHB tersebut hanya menggunakan 1 MCB saja artinya tidak dilakukan pembagian beban. Dari gambar diatas dimisalkan PHB dibagi 2 grup pembagian beban. Pembagian beban ini biasanya digunakan misalnya untuk grup ruangan sayap kiri dan grup ruangan sayap kanan, atau grup ruangan lantai atas dan lantai bawah, atau satu grup khusus untuk instalasi menuju stop kontak, dan grup lainnya digunakan untuk jalur menuju saklar. Tergantung konsumen ingin menggunakan yang mana, atau punya selera sendiri yang lain yang lebih praktis dan berguna sesuai keinginan konsumen.

Pembagian beban di PHB ini memerlukan MCB yang nilai kapasitas amper untuk MCB di PHB tersebut kadang menjadi pertanyaan tersendiri bagaimana cara menentukannya, agar instalasi tetap aman, efektif dan terlindungi tentunya.

Saya pribadi banyak menemukan kesalahan persepsi dilapangan mengenai penentuan kapasitas amper MCB di PHB tersebut. Saya akan mencoba menjelaskannya pada artikel ini, tapi sebelumnya perlu anda ketahui terlebih dahulu ada sedikit perbedaan fungsi dari MCB utama dan MCB di PHB ini meskipun secara konstruksi dan prinsip kerja tetap sama.


Fungsi MCB Utama


Seperti yang sudah saya jelaskan diatas, fungsi utama MCB adalah sebagai pengaman beban lebih dan pengaman hubung singkat. Tetapi pada MCB utama yang terletak di KWH meter selain fungsi diatas sebenarnya ada fungsi tambahan yaitu sebagai pembatas arus sesuai kontrak konsumen dan PLN. Artinya ketika MCB utama trip karena kelebihan beban, bukan berarti MCB tersebut bersifat memproteksi listrik yang ada di konsumen dari beban lebih tetapi lebih tepat adalah memproteksi PLN dari penggunaan listrik konsumen ketika melebihi kontrak VA KWH yang sudah disepakati, artinya dalam kasus ini MCB utama  berfungsi sebagai pembatas arus sesuai kontrak konsumen dan PLN, tetapi tetap tanpa menghilangkan  fungsi MCB yang sebenarnya yaitu sebagai pengaman beban lebih dan pengaman hubung singkat. Jika ada gangguan hubung singkat didalam rumah, MCB ini semestinya harus trip mengamankan instalasi konsumen dalam rumah.


Fungsi MCB di PHB


Sama halnya dengan MCB lainnya, MCB di PHB juga bisa difungsikan sebagai pengaman beban lebih dan pengaman hubung singkat. Dalam menentukan MCB di PHB ini sebenarnya fokusnya tidak pada fungsi proteksi beban lebih dan hubung singkat, tetapi lebih kepada MCB sebagai kontak pemutus biasa yang dioperasikan secara manual sesuai kebutuhan seperti pemutusan arus untuk pengamanan untuk servis instalasi, adapun sisi proteksi pada MCB di PHB ini hanya memperhatikan proteksi terhadap instalasi kabel berdasarkan luas penampangnya terhadap kuat hantar arus ( KHA ) yang diijinkan. Tetapi jika memang terjadi kegagalan proteksi pada MCB KWH utama, tentu saja secara otomatis proteksi akan diambil alih MCB di PHB sebagai back up proteksi karena MCB di PHB pun memiliki konstruksi dan prinsip kerja yang sama dengan MCB pada umumnya.

Untuk alternatif PHB khusus yang lebih handal, baca artikel berikut : "Instalasi setelah KWH dan MCB Utama yang lebih handal".


Persepsi Tentang MCB di PHB


Persepsi tentang MCB di PHB yang sudah terjadi dimasyarakat luas adalah sebagai berikut :

Pemasangan MCB di PHB tidak boleh melebihi amper di MCB utama KWH, bahkan ada banyak aplikasi dilapangan, dalam menentukan MCB di PHB ini adalah menggunakan hukum kirchhoff arus ( KCL ), dimana amper arus MCB utama = penjumlahan amper MCB di PHB, misalnya jika di PHB dibagi 2 grup beban MCB, sedangkan di MCB utama KWH kontraknya 6 A, maka di MCB PHB kapasitas amper harus terbagi 2 yaitu MCB grup 1 sebesar 3 A, dan MCB grup 2 sebesar 3 A, atau bisa juga MCB grup 1 dibuat 4 A dan MCB grup 2 dibuat 2 A, yang penting jumlah Amper MCB di PHB tidak melebihi amper di MCB utama KWH. Persepsi ini sangat tidak tepat meskipun dari sisi proteksi tidak masalah tetapi dari sisi konsumen sangat dirugikan karena kontrak VA listrik PLN yang tidak termanfaatkan / tidak terpakai secara optimal.


Menentukan Kapasitas Amper MCB di PHB yang Benar



Langkah awal dalam instalasi listrik rumah yang benar salah satunya adalah pemilihan luas penampang kabel instalasi yang tepat. Luas penampang kabel akan berhubungan dengan kuat hantar arus ( KHA ) atau seberapa besar arus yang aman yang bisa dialirkan pada luas penampang kabel tersebut secara terus menerus. Jika arus yang mengalir pada kabel tersebut diluar kapasitasnya tentu saja ini tidak aman dan bisa menyebabkan hal yang tidak diinginkan bagi rumah konsumen seperti terjadinya kebakaran. Inilah sebenarnya yang harus di proteksi pada instalasi konsumen.

Adapun besarnya KHA terus menerus yang diijinkan terhadap luas penampang kabel berdasarkan PUIL 2000 adalah sebagai berikut :


KHA kabel inti tunggal menurut PUIL
KHA kabel berisolasi menurut PUIL
Tabel KHA terus menerus vs luas penampang kabel


Tabel diatas bisa menjadi referensi berapa luas penampang kabel yang diperlukan untuk instalasi di rumah. Saya pribadi menganjurkan luas penampang kabel minimal dari instalasi sebuah rumah sederhana sebaiknya ada di ratting minimal 2,5 mm^2 dengan tujuan saat ada pengembangan instalasi yang menyebabkan nilai KHA menjadi besar, masih memungkinkan anda tidak perlu membongkar instalasi lama dengan syarat KHA masih dalam kapasitas di luas penampang 2,5 mm^2. Tetapi untuk rumah-rumah khusus atau gedung yang membutuhkan KHA cukap besar silahkan mengkondisikan.

Dari uraian tentang KHA diatas sebetulnya saya ingin menyampaikan korelasinya dengan penentuan kapasitas amper MCB di PHB. Ketika anda memahami sangat pentingnya memperhatikan luas penampang kabel terhadap KHA maka sudah sewajarnya ada proteksi yang bisa mengakomodir pembatasan arus melindungi KHA kabel instalasi tersebut, dalam hal ini bisa terwakili dengan MCB di PHB sebagai back up atau proteksi cadangan jika ada kegagalan fungsi di MCB utama KWH. Sebenarnya ini hanyalah dasar untuk menentukan amper maksimal untuk MCB di PHB, tetapi jika ingin memperhatikan masalah ekonomis tanpa mengurangi aspek proteksi, anda bisa menentukan kapasitas amper MCB di PHB per grup dengan nilai minimal sama dengan amper MCB utama di KWH dengan mengabaikan jumlah grup beban di PHB. Semakin besar kapasitas amper MCB, harga semakin mahal.

Jadi, Untuk kapasitas amper MCB di PHB dari pernyataan diatas bisa disimpulkan untuk nilai minimum dan maksimum amper MCB di PHB yang diijinkan. Nilai minimum adalah kapasitas amper MCB di PHB sama dengan MCB utama di KWH, dan nilai maksimum adalah amper MCB di PHB  sama dengan kemampuan KHA luas penampang kabel instalasi. Anda tidak usah khawatir jikalau amper MCB di PHB tersebut seandainya diatas amper MCB utama di  KWH. Jika terjadi beban lebih dan MCB KWH misalnya gagal trip maka akan tetap aman dan suatu keuntungan tersendiri bagi konsumen bisa memakai listrik diatas kontrak, yang penting instalasi anda tetap aman dari beban lebih karena sudah ada proteksi terhadap KHA kabel oleh MCB di PHB. Pun jika terjadi gangguan hubung singkat maka MCB utama harus segera trip, dan jika gagal trip, MCB di PHB akan trip sebagai proteksi cadangan.

Demikianlah sedikit gambaran tentang cara menentukan amper MCB listrik di PHB rumah yang benar, Semoga bisa menjadi pencerahan bagi anda yang masih atau pernah bingung dan ragu dengan kasus yang sama. Saran, masukan ataupun koreksi silahkan meninggalkan jejak di kolom komentar.


Wassalam.

168 komentar untuk "Cara Menentukan Amper MCB Listrik di PHB Rumah yang Benar"

  1. Terima kasih artikelnya sangat membantu. Izin bertanya. Jika saya menggunakan MCB di PHB untuk pembagian di lantai 1 dan 2. misal MCB utama saya 16 A. lalu saya bagi ke dalam 2 group di PHB dgn rating 20 dan 32 (dengan batas MCB di PHB yang masih di bawah KHA kabel yang digunakan). Apakah jika begitu saat ada arus hubung singkat di atas 16 A di lantai 1 maka yang akan trip duluan adalah MCB utama (2 lantai mati) padahal lokasi yang terjadi hubung singkat itu hanya di lantai 1 saja?

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya, MCB utama akan bekerja.

      konteks dari fungsi MCB PHB pada artikel ini sebenarnya sebagai pembagi jalur beban dengan MCB sebagai sirkit pemisah dengan tujuan lokalisir beban saat terjadi preventif. Adapun dalam konteks proteksi seluruhnya diambil alih oleh MCB utama. Jika MCB PHB yang diinginkan untuk lokalisir proteksi maka otomatis MCB PHB tidak boleh melebihi MCB utama agar lokalisir gangguan lebih efektif tanpa memutuskan MCB utama. Tapi kerugiannya adalah anda tidak bisa mengoptimalkan penggunaan listrik anda saat kondisi beban terkonsentrasi pada satu jalur pembagi karena anda membatasinya dibawah MCB utama yang notabene adalah MCB kontrak yang abudemen bebannya anda bayar. Rekomendasi saya jika PHB dipasang pada 2 lantai saya lebih memilih penggunaan sikring yang ampernya minimal sama dengan MCB utama. pada konteks proteksi"hubung singkat" jika kasus seprti yang anda tanyakan diatas maka fungsi PHB akan bisa melokalisir gangguan tanpa memutus MCB utama karena karakteristik sikring lebih handal dan responsif dalam hal gangguan "hubung singkat". MCB lebih efektif pada pengamanan beban lebih ( over load ).
      Disclaimer : ini hanya pendapat pribadi, silahkan untuk cari literatur lain yang lebih valid seperti referensi pada PUIL 2000.

      terimakasih sudah berkunjung...:)

      Hapus
    2. Salam kenal mau nanya, kalo MCB KWH sring ngetrip dengn waktu kurng lbih 4 smpai 5 jam kira2 apa penyebabnya? Dan setelah smua alat elktronik di cabut stelah MCB KWH di nyalakan lg tapi masih Ngetrip jg hrus di biarkan minimal 3 mnit baru nyala lg kira2 apa penyebabnya?

      Hapus
    3. ada 2 parameter tripnya MCB, pertama parameter suhu, kedua parameter magnet. Kedua parameter tersebut timbul karena adanya nilai arus listrik yang melebihi rating MCB nya. Untuk kasus anda yang terjadi adalah MCB trip karena parameter suhu, ada kenaikan arus listrik karena beban berlebih (bukan short circuit), kenapa tidak langsung bisa dinyalakan karena komponen bimetal MCB butuh waktu untuk menurunkan suhu panasnya sekitar 3 menitan atau lebih.
      demikian.

      Hapus
    4. Sebagai pengalaman dirumah saya om..kasusnya sama persis tiap 5 menit mcb anjlok setelah semua beban dicabut..setengah hari tanpa listrik rasanya bingung cari solusi 😁
      ternyata begitu anjlok terdengar suara ledakan kecil didalam tembok,,ternyata kecurigaan saya tepat pada kabel stop kontak yg ditanam didalam tembok karna mungkin cuaca hujan tembok lembab..akhirnya saya putus kabel tersebut dan solusi beres..sharing pengalaman om 🙏

      Hapus
    5. Terimakasih sharignya pak @ibet

      Hapus
  2. Terima kasih mas, artikelnya sangat membantu,,, saya ingin bertanya, apa yg akan terjadi dgn peralatan listrik jika tanpa mcb? Misalkan listrik rumah itu 900 VA

    BalasHapus
    Balasan
    1. Listrik rumah 900 VA artinya konsumsi arus listrik yang diijinkan adalah 900 VA / 220 V = 4,09 A, maka untuk membatasi arus tidak melebihi angka tersebut dipasanglah MCB 4 A yang dipasang setelah KWH. Jika MCB ini yang anda maksud dan tidak dipasang artinya akses pembatasan arus pemakaian listrik anda tidak dibatasi, pengaruhnya adalah anda tidak punya proteksi terhadap instalasi saat pemakaian arus melebihi nilai KHA penghantar / kabel instalasi sehingga jika itu terjadi, kabel panas, terbakar, rumah kebakaran. tapi jika MCB yang dimaksud adalah di PHB maka tidaklah menjadi masalah selama terpasang MCB lain di KWH sesuai kontrak konsumen dan PLN.

      Hapus
  3. mohon ijin bertanya, bilamana nilai amper mcb utama saya 10 A, dan nilai amper mcb di phb untuk pembagian rumah 2 lantai saya pakai masing2 6A, selama ini sering sekali turun mcb di phb, apakah ada pengaruhnya? dan bagaimana solusinya? terima kasih byk

    BalasHapus
    Balasan
    1. MCB di PHB turun karena pemakaian listrik di jalur MCB PHB tersebut melebihi rating MCB nya yaitu 6 A, sedangkan anda punya akses sesuai kontrak sebesar 10 A, rugi kan? solusinya MCB di PHB rekomendasi saya minimal sama dengan MCB utama di KWH. MCB di PHB hanya difungsikan sebagai pemutus untuk lokalisir jalur ketika dilakukan servis

      Hapus
    2. Malam berarti utk,. Mcb utama 10 A.. Pembagian untuk mcb cadangan nya jika 2 jalur.. Boleh dengan masing2 mcb 10 A dan 10 A ya?

      Hapus
  4. thankyou artikelnya membantu saya :)

    BalasHapus
  5. thankyou, artikelnya sangat membantu saya untuk pemahaman tentang menentukan pembagian grup instalasi, dan mcb :)

    BalasHapus
  6. Pak numpang tanya, kalo kapasitas mesin 75 kw 3 phase perlu mccb berapa ampere dan kabel yang baik ukuran berapa, sebelumnya terima kasih pak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Penentuan amper MCCB sebenarnya acuannya lebih tepat jika parameter arus nominal (In)yang ada di name plate, bukan daya watt nya meskipun dari daya tersebut bisa didapatkan nilai arus dengan rumus daya 3 phasa. P=akar 3*I*V cosh phi
      dengan acuan In di nameplate mesin tsb, nilai MCCB atau disebut pemutus sirkit adalah 250% x In (untuk motor sangkar atau serempak) dan 150% x In (untuk motor rotor lilit AC) untuk lebih jelasnya baca artikel saya tentang "cara menentukan spesifikasi komponen instalasi motor listrik DOL starter).

      untuk luas penampang kabel bisa dilihat pada tabel di artikel diatas menyesuaikan dengan jenis kabel yang dipakai.

      Hapus
  7. Malam Pak. Saya masih bingung soal pemasangan kabel ke MCB. Banyak saya temukan pemasangan kabel phasa (setrum) pada MCB milik PLN dekat KWH dipasang dr bawah (masukan) dan keluar di atas. Begitu jg di MCB utama dlm box, kabel setrum dipasang dr bawah MCB kemudian keluar di atas, dan selanjuntya dipasang paralel dgn beberapa MCB pembagi dr bawah juga, dan keluaran di atas untuk beban. Yang benar yg mana ya? Krn di rumahpun begitu, pada MCB Kwh dipasang dr bawah kemudian keluar di atas masuk ke box. Tksh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tidak usah bingung pak, MCB yang dimaksud merupakan peralatan proteksi untuk arus bolak-balik ( listrik PLN ), dan kalau lihat dari konstruksi dan prinsip kerja dari MCB tersebut memang tidak ada komponen yang harus disupply dengan konversi ke arus searah, jadi menurut saya pemasangan MCB terbalik input dan outputnya tidaklah masalah, tapi untuk kemudahan dan tidak membuat bingung, disarankan dalam satu instalasi pemasangan in dan out MCB harus konsisten, jika mau dari bawah ke atas silahkan, atau sebaliknya pun silahkan, walaupun mau dicampur juga sebenarnya tidak ada masalah, cuma jika terjadi trouble shoot mungkin yang ngatasi gangguan agak bingung nganalisa bebannya.
      demikian.. tks.

      Hapus
  8. Terima kasih sangat membantu sekali..mau nanya juga mas..apakah memasang kabel arde atau ground harus di tanah atau bisa juga kita pakukan ke dinding.terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Arde yang benar harus mengambil dari tanah dengan tahanan pentanahan < 5 Ohm. Pemasangan ground dengan cara dipakukan ke dinding saya tidak merekomendasikan meskipun untuk antisipasi awal pengamanan jika ada arus bocor dari body peralatan elektronik teknik ini berguna.

      Hapus
  9. Terimakasih, dirumah saya MCB utamanya 10 A, kemudian MCB PHBnya saya bagi 3 yakni 10 A, 10 A, dan 4 A. Apakah cara pembagian saya sdh baik atau adakah saranya yg lebih baik ? Mohon penjelasanya ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. untuk yang PHB yang 10A sudah ok, untuk yang 4A anda punya resiko pemakaian beban di jalur tsb dibatasi hanyalah 4A, padahal kontrak anda di MCB utama adalah 10A. Ada kemungkinan di PHB 10A saat beban tidak dipakai tidak bisa dimanfaatkan untuk jalur 4A bisa maksimal, tetap saja dibatasi 4A. Saran saya samakan saja semua 10A. Tapi jikalau yang 4A ini anda gunakan untuk membatasi pemakaian ke rumah penerangan lain dengan maksud membatasi arus pemakaian ya tdk apa-apa.

      Hapus
  10. TERIMAKASIH SANGAT MEMBANTU

    BalasHapus
  11. Terimakasih.. Izin konsultasi pak. Dirumah saya terpasang mcb utama 10A,lalu saya membagi mcb phb menjadi 3 masing2 10A. Nah ketika terjadi konsleting atau pun kelebihan beban mcb utama yg trip bukan salah satu dr mcb phb ygterpasang. Apakah memang demikian prinsip nya. Sedangkan yg sy inginkan mcb yg trip adalah mcb phn dijalur yg ber masalah. Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. untuk PHB MCB yang besarnya sama saat konsleting memang prinsipnya seperti itu, akan ada kalanya MCB PHB yang trip tapi tidak jadi patokan, semuanya tergangtung dari karakteristik MCB tersebut. Jika agan menginginkan lokalisir jalur konsleting berdasarkan jalur, coba ganti MCB di PHB menggunakan sikring. PHB menggunakan MCB pada dasarnya untuk lokalisir saat servis saja, tidak handal dalam lokalisir gangguan.
      semoga membantu.

      Hapus
  12. Berapa ampere yg d gunakan untuk listrik 7700 watt..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jika listriknya AC (arus bolak balik), berlaku rumus:
      P = I x V x Cos phi;
      I = P / (V x Cos phi)
      jika diasumsikan cos phi=1 dan tegangan listrik = 220V, maka ampere yang diperlukan adalah 7700 W / 220V = 35A

      Silahkan anda pakai rumus diatas untuk asumsi besaran parameter listrik yang lain.
      semoga membantu.

      Hapus
  13. Balasan
    1. awalnya saya kira huruf "c" didepan 16 itu artinya current (arus), ternyata bukan..he..
      Kode c16 menjelaskan tripping curve MCB yaitu tipe “C”, dengan proteksi magnetic trip sebesar 5-10In (In : arus nominal atau rating arus dari MCB. Adapun angka “16” adalah rating arus dari MCB sebesar 16 Ampere.

      Hapus
  14. slamat sore pak
    mau nanya, di kantor sya listrik di kwh meter 4400 / 20 ampere, saat ini terbagi 3 group msing2 10 amper. Sedangkan d dlam kantor ada 5 AC, 2 buah pc, dan lampu pnerangan. tetapi saat AC d nyalakan smua mcb kwh lngsung trip, apakah watt nya memang kurang ataukah perlu membagi arus dngan mnambah jmlah group mcb? mohon bantuannya pak, terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo yang trip itu MCB KWH maka itu adalah indikasi kelebihan beban total dikantor anda. Sama sekali tidak ada hubungannya dengan MCB pembagi.
      Silahkan anda hitung kebutuhan konsumsi beban listrik di kantor tersebut,
      5 AC jika per AC adalah 1 PK = 746 Watt x 5 = 3730 watt;
      2 buah PC jika per PC 400 Watt = 2 x 400 watt = 800 watt;
      total beban AC + PC = 3730 + 800 = 4530 watt, dari sini saja sudah pasti overload, belum ditambah penerangan. Atau anda bisa lakukan sendiri perhitungan seperti saya ini dengan memperhatikan daya aktual dikantor anda.
      jadi sekali lagi tripnya MCB KWH tidak ada hubungannya dengan MCB di PHB / pembagian group MCB.
      semoga membantu.

      Hapus
  15. sore pak.
    Mohon sarannya,
    di kantor saya KWH 20A, terpasang PHB dgn 5 MCB dgn ukuran dari kiri ke kanan 10A-10A-10A-8A-6A.
    pada lantai atas terdapat 2 buah AC ukuran masing2 2pk, jika kedua AC tsb dinyalakan bersamaan, MCB 10A paling kiri selalu trip setelah beberapa menit, yg mengakibatkan listrik lantai atas mati, namun lantai bawah masih menyala.
    akhirnya saya coba ganti MCB paling kiri tsb dgn 20A. Namun hal yg sama masih terjadi, MCB paling kiri (yg sekarang 20A) trip, lantai atas mati, namun lantai bawah msh menyala.
    Jadi sebaiknya saya ganti MCB yg mana pak? ukuran brp? agar kedua AC tsb dapat nyala bersamaan.
    Trima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau dihitung dari kebutuhan daya untuk 2 buah AC masing2 2 pk:
      1pk = 746 watt
      2pk = 1492 watt
      2 AC = 2 x 1492 = 2984 watt
      jika asumsi cosphi AC 0.8 maka ampere AC = 2984 / (220 x 0.8) = 17A, untuk MCB 10A pasti trip karena kelebihan beban. Ketika MCB ganti ke 20A ternyata masih trip, mungkin bisa disiasati untuk start AC jangan bersamaan, biar satu nyala stabil dulu baru kemudian start AC yang ke 2.
      Nyala pertama ada arus asut motor kompressor AC yang tinggi, jika berbarengan bisa melebihi 20A dan direspon pertamakali oleh MCB jalur tersebut trip.

      ganti MCB PHB jika melebihi MCB utama (>20A) maka resiko trip kelebihan beban bisa mentripkan MCB utama artinya mematikan semua jalur.

      Hapus
  16. Mau tanya pak...untuk tegangan arus 1300VA kabel jaringan utama yg digunakan 2,5mm,nah untuk kabel dari MCB UTAMA KE MCB PHB berapa diameter kabel yg digunakan?apakan sama dengan kabel jalur utama yg 2,5mm?terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. idealnya semakin dekat dengan sumber atau sebelum percabangan / pembagian beban diameter kabel harus yang paling besar diantara lainnya karena dilewati arus listrik paling besar. Untuk kasus anda, jika kabel jaringan 2,5mm untuk kontrak 1300VA tetap pakai 2,5mm juga masih sangat aman.

      Hapus
  17. salam kenal pak, mau nanya.
    dirumah saya baru terpasang listrik 1300VA, rencana jalur didalam rumah akan saya bagi 2, yaitu 1 jalur menggunakan 4A (kulkas,mesin cuci,mesin air), dan 1 jalur untuk tv dan lampu. MCB utama 6A setelah saya bagi tersebut apakah dengan sistem pembagian MCB tersebut dapat menghemat pulsa atau tidak. terima kasih atas penjelasannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal juga Pak Adam, untuk sistem pembagian di PHB sama sekali tidak ada hubungannya dengan penghematan listrik. Pembagian MCB yang dilakukan biasanya tujuannya untuk pemisahan kelompok beban. Rekomendasi saya kalau di PHB bapak dibagi 2 kelompok beban MCB yang digunakan pakai saja masing-masing disamakan dengan MCB utama yaitu 6A untuk memaksimalkan pemakaian sesuai kontrak.
      tapi kalau memang tetap pakai 4A terserah bapak, kekurangannya jika bapak pakai listrik dijalur 4A tersebut sudah melebihi 4A, MCB di PHB akan trip, padahal bapak punya kontrak dengan PLN 6A, rugi khan?
      hanya saran saja, semoga membantu...:)

      Hapus
  18. terimakasih atas penjelsannya pak, berarti ada oknum yang menawari saya agar mcb di phb diganti yang kecil aja biar token ga cepet hbs.. untung ga jadi..hehehe
    o ya pak ada tips biar hemat token listrik ga? :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. KWH meter pada dasarnya menghitung 2 unsur yaitu konsumsi daya (KW) dan waktu operasi (Hours), rumusnya : KW*H, jadi untuk menghemat listrik, perkecil salah satu atau keduanya dari 2 unsur tersebut. Atau untuk lebih jelas lagi baca artikel saya di--> https://listrik-praktis.blogspot.co.id/2015/09/tips-dan-trik-jitu-menghemat-listrik.html
      atau ketik di kolom search blog ini :"cara hemat listrik"
      semoga membantu.

      Hapus
  19. Permisi gan..
    Mau nanya. Untuk menghitung jmlah mcb berapa amper bgmna caranya gan?? Soalx kbanyakn mcb skrg kkuatan C nya da yg kurang kdang da yg mlbihi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. caranya harus diuji langsung, anda punya beban sebesar Amper MCB tersebut cobalah diinstalasi dan biarkan MCB tersebut merespon, lebih baik lagi jika beban anda variable sehingga bisa tahu di parameter berapa MCB tersebut merespon. Ini tentunya tidak praktis bagi konsumen MCB tersebut, saran saya pengujian tidak perlu dilakukan, percayakan saja pada branded dari MCB tersebut, cari merek yang standar SNI atau bahkan lebih baik lagi merek terkenal kualitas import karena mereka pasti melakukan pengujian produk yang menjadi cerminan kredibilitas perusahaan. Dan pastikan merek tersebut bukan KW tapi asli. biasanya sih cara identifikasi cukup dari harga saja yang lebih mahal. Biasanya loh..:)

      Hapus
  20. Salam...permisi saya mau tanya...mcb utama 10 ampere, daya 2200 watt..pembagian mcb ada 3: 6a 6a 6a apakah pembagian seperti ini sudah benar. Trmakasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. pembagian MCB tersebut bisa benar bisa juga kurang tepat, tapi aman. Hanya saja ada konsekwensi pemakaian daya kontrak yang tidak optimal, misalkan ketika dari 3 jalur tersebut, 2 jalur tidak terpakai, pemanfaatan daya disatu jalur menjadi tidak optimal tetap 6 Amper, padahal daya kontrak yang bisa diserap 10A, itu saja kelemahannya, tetapi selama pemakaian jalur tersebut seimbang/dipakai terus bersamaan, 6A tidaklah masalah.

      demikian.

      Hapus
  21. Salam kenal pak, saya mau tanya
    MCB utama saya 10A, kalau mau saya tambah mcb pembagi 1 lagi dengan 10A, tapi jarak dengan MCB utama jauh bagaimana solusinya sedangkan kabel keluar dari mcb utama sudah tidak ada kabel arde,
    peranyaan saya apakah jika mau dipasang mcb lagi itu bisa tanpa arde atau bisa dipasang arde lagi langsung ke tanah atau harus ganti kabel utama yang keluar dari mcb pln

    BalasHapus
    Balasan
    1. didalam instalasi MCB tidak diperlukan arde gan, jarak pun tidaklah menjadi masalah. MCB intinya berfungsi sebagai pemutus dan sebagai pengaman arus lebih.

      Hapus
  22. Pak boleh nanyak.... maklum baru pemula dalam bidang listrik,,, sebenarnya masang MCB yang kebeban itu yg bagian atas atau bawah dan yg ke sumber/pln pula....Tolong dibalas y.....

    Kepengen belajar.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. kebalik tidak masalah gan, idealnya masuk dari atas (PLN) keluar dari bawah (beban)

      Hapus
  23. salam kenal pak,
    kalau di rumah saya 4 hari ini mcb yang ada di panel PLN (rumah saya cluster) selalu trip tiap 5-6 jam (rumah lain tidak trip) dan mcb di kwh meter saya tidak trip.
    kira2 apa penyebabnya ? saya sudah simulasikan beberapa perangkat elektronik dan mcb di panel PLN tetap trip

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau butuh waktu yang lama untuk trip kemungkinan karakteristik thermal dari MCB bekerja, coba anda pegang body mcb tersebut saat trip apakah panas/hangat. Hal ini disebabkan sudah terjadi beban lebih melebihi mcb tersebut tetapi tdk terlalu besar. Analisa lainnya bisa saja MCB nya sudah lemah/rusak sehingga tidak memenuhi spesifikasi aslinya.Pembuktian bisa dilakukan pengukuran besarnya arus aktual dijalur MCB tersebut sehingga permasalahan sebenarnya bisa diputuskan.

      Hapus
    2. terima kasih infonya Pak.
      kemarin siang sy sudah ganti MCB-nya, tapi masih terjadi trip MCB di panel Distribusi PLN-nya (jedanya memang jadi agak lama sekitar 12 jam. setelah diganti dengan MCB 16A yang baru).
      dari PLN menyarankan untuk ganti Kwh meter, apakah betul itu solusinya atau perlu cek juga instalasi kabel luar ?

      Hapus
    3. MCB di panel PHB (bukan MCB KWH) tidak ada hubungannya dengan KWH meter pak. Solusi ganti KWH meter samasekali tidak tepat, tapi solusi untuk cek instalasi itu baik khawatir ada arus bocor karena kegagalan isolasi kabel. Jika mau dihitung manual bisa dilakukan dengan menghitug beban listrik yang dilayani MCB jalur tersebut. Alat elektronik biasanya ada informasi watt nya.jumlahkan saja seluruhnya, total jumlah watt konversi ke arus dengan cara :
      Arus = watt / (tegangan 220V x cosphi 0.8)
      cosphi 0.8 asumsi pendekatan faktor daya saja.
      jika hasilnya 16 atau melebihi 16A sudah bisa dipastikan over load atau kelebihan beban. Jika kurang dari 16A berarti ada instalasi bocor. Segera cek instalasi rumah bapak.

      Hapus
  24. Pak nanya ya, jika mcb utama saya 16A, elcb saya 25A dgn sensitifitas 30mA, dan mcb di phb 4bh: msg 10A. Apakah instalasi saya sdh bnr?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Instalasi ELCB sudah benar. Instalasi PHB sudah aman. benar tidaknya instalasi di PHB tergantung peruntukannya. Jika diperuntukan sebagai pembatas beban dimasing-masing jalur, nilai batasan 10A tidak relevan juga terhadap MCB utama 16A. Contoh jika setiap jalur berarus masing2 5A saja, MCB utama pasti trip karena total arus 4 jalur x 5A = 20A lebih besar dari 16A nilai MCB utama. Tetapi jika peruntukannya sebagai lokalisir jalur ketika dilakukan servis instalasi atau beban jalur, ini sudah benar meskipun rekomendasi saya nilai MCB di PHB pada peruntukan ini lebih efisien sama dengan MCB utama.

      Hapus
  25. Pagi pak.say pasang listrik 1300 6a kwh..dibagi 4masing2 10a.10a.6a.6a..tapi output dari 6a kwh dipasng cb 25a kemudian dibagi keempat cb ...tanggapan breaker 25amper pak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya kurang mengerti dengan maksud anda mencabang-cabang MCB tersebut. Untuk MCB PHB 10A, 10A, 6A, 6A jika peruntukannya sebagai kontak untuk lokalisir beban, sudah baik pak, artinya salah satu jalur bisa dimanfaatkan sesuai kontrak maksimum dengan PLN jika jalur lain tidak terpakai. untuk percabangan lain sampai dengan 25A ya aman-aman saja meskipun fungsi MCB percabangan tersebut lebih kepada kontak pemisah saja. Mungkin dari aspek ekonomis saja yang perlu diperhatikan, ada pengganti selain MCB yang harganya lebih murah dengan fungsi yang sama.

      Hapus
  26. sy berencana memasang daya listrik rmh 2200 W dgn pembagian 3 or 4 fase. Pertanyaan saya :
    1. Bgmn cara membagi fase jk d rmh tdp mesin air, mesin cuci, kulkas, rice cooker, tv, ac dan lampu ???
    2. Apkah baik & benar jk pembagian fase tsb : 1.fase pertama utk mesin air, 2. fase kedua untuk semua terminal/stop kontak (kulkas,mesin cuci,rice cooker,setrika,tv,dll) 3. fase ketiga utk lampu????
    3. Brp Ampere yg baik & tepat d masing2 fase/MCB PHB melihat dr barang2 tsb d ats???

    mohon jawabannya by email: [email protected] tks

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. terserah pak MN mau dibagi 3 kelompok atau 4 kelompok beban. Pembagian 1 kelompok bebannya pun bisa juga fleksibel, bisa berdasarkan beban, berdasarkan lokasi dll

      2. tidak masalah, kelompok 1 khusus stop kontak, kelompok 2 untuk lampu dan kelompok 3 untuk mesin air, baik2 saja.

      3. Yg tepat menurut saya sama dengan kontak utama KWH atau lebih besar dari kontak utama KWH dengan tujuan optimalisasi daya kontrak (bukan lokalisir beban lebih/gangguan instalasi),
      jika peruntukan untuk lokalisir gangguan atau beban lebih pada kelompok beban tertentu, maka pengelompokan PHB harus disesuaikan dengan kebutuhan konsumsi listrik kelompok beban tsb.

      demikian.

      Hapus
  27. Sangat membantu...Trims topic nya pak Suhinar

    BalasHapus
  28. Trimah kasih sangat membantu.listrik saya 1300 watt. Dengan MCB utama 6 amper dan saya bagi dalam dua grup dimana dalam mcb phb masing 10 amper.apakah penggunaan mcb phb sudah tepat. Apakah bermasalah apabila dalam pemasangan instalasi tersebut kabel ground tdk digunakan dalam stop kontak? Trimahkasih atas banyuannya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tepat ataupun tdk tepat tergantung dari peruntukan PHB tersebut menurut user. Jika diperuntukan untuk lokalisir kelompok beban saat overload tentu saja tdk tepat karena yang trip adalah MCB utama jika terjadi overload. Tapi, jika peruntukan PHB tersebut untuk lokalisir kelompok beban saat akan dilakukan servis jaringan, pemasangan yang Pak Fandi lakukan sudah sangat tepat.
      Mengenai instalasi ground di stop kontak, fungsinya adalah membuang arus bocor ke tanah jika peralatan elektronika yang tersambung dengan stop kontak tersebut ada kebocoran atau kegagalan isolasi ke body peralatan elektronika tsb, sehingga orang yang menyentuh peralatan elektronika tersebut aman dari sengatan listrik. Silahkan simpulkan bermasalah atau tdk menurut anda.
      Bagi saya, peralatan elektronika dirumah, hampir seluruhnya menggunakan body isolator. Jaman sekarang teknologi ilmu bahan sudah sangat berkembang, tidak seperti dulu semua peralatan elektronik mempunyai body besi. Oleh karena itu tidak terpasangnya grounding di stop kontak bagi saya tidak terlalu bermasalah.

      Hapus
  29. dirumah saya daya listik awal 1300 watt di MCB utam 6A, MCB PHB 6A,tanpa dibagi , barusan saya menaikan Daya listik menjadi 2200 watt, MCB utama yg diKWH diganti 10 A, APAKAH YANG DI mcb phb harus diganti 10 A ? seandainya di MCB PHB mau saya group menjadi 3 group, berapa ampere MCB yang tepat ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. MCB PHB harus diganti pak, kalau tetap 6A kontrak naik daya sama saja bohong karena masih dibatasi di PHB 6A tidak bisa pakai 10A.
      Rekomendasi saya 3 grup x @10A untuk optimalisasi pemakaian sesuai daya kontrak. Boleh saja bapak pasang 10A dibagi 3 atau dipasang MCB dibawah MCB induk agar jika terjadi gangguan MCB induk tidak trip, resikonya tidak akan didapatkan optimalisasi sesuai daya kontrak. Saya lebih memilih tetap pada rekomendasi awal.

      Hapus
  30. Terima kasih artikelnya bagus, saya mau tanya
    Asumsi daya listrik 1300watt MCB utama 6A.
    Dibagi 2, utk lt-1 6A & lt-2 6A.
    - jika ada konsleting di lt-2, maka yg trip MCB PHB lt2, lt-1 listrik masih nyala?
    - jika jumlah pemakaian lt1 & lt-2 lebih dari 1300watt, maka yg trip MCB utama?
    (Pemakaian lt1 & lt2 tidak melewati 6A, tapi jumlah pemakaian lt1+lt2 yg melewati 6A)
    Terima kasih banyak

    BalasHapus
    Balasan
    1. - jika konsleting di lt-2 secara ideal MCB yang pertama kali merasakan gangguan akanm langsung respon, kendala dilapangan karakteristik antar MCB belum tentu sama, jika nilai amper MCB utama dan PHB sama masih ada kemungkinan MCB utama yang trip duluan. Untuk kasus "konsleting" dan ketepatan lokalisir beban hanya ditempat gangguan, saya lebih merekomendasikan penggunaan sikring.

      - jika total pemakaian lt1 & lt2 lebih dari 1300 Watt sudah pasti yang akan trip adalah MCB utama meskipun per lt tidak melebihi 6A.

      Hapus
  31. Selamat pagi pak saya mau tanya listrik saya dirumah 1300 atau 6A dan di mcb PHB nya saya bagi 2 satu mcb 6A khusus stopkontak dan satunya lagi mcb 6A khusus saklar dan apa bila terjadi konsleting di saklarnya apakah mcb yg khusus stopkontaknya akan trip juga pak .
    Terimakasih sebelumnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jika konsleting di MCB jalur saklar, MCB distop kontak tidak akan trip. Yang memungkinkan trip hanyalah MCB jalur saklar dan atau MCB utama di KWH tergantung respon MCB. idealnya MCB terdekat dengan lokasi konsleting harus trip lebih dulu.

      Hapus
  32. Di rumah saya mcbnya sudah mulai dol di bagian switch of nya, kira kira untuk prosedur perbaikan mcb itu seperti apa yaa agar cepat di tangani, makasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. MCB sudah mulai rusak lebih baik diganti yang baru bukan diperbaiki. kompetensi memperbaiki adalah otoritas pihak tertentu, masalah proteksi tdk bisa dianggap enteng. Harga MCB tidak terlalu mahal juga.
      Jika MCB yang anda maksud MCB utama di KWH segera hubungi PLN terdekat, jika respon penanganan lambat bisa langsung dilaporkan ke 123

      Hapus
  33. Ass... Saya mau nanya pak, jumlah PHB DAYA tuh artinya apa ya? Makasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wass...
      Jumlah perangkat hubung bagi daya, biasanya terpasang setelah MCB KWH utama

      Hapus
  34. ada pandangan berbeda menurut saya pribadi. Nilai amper yg ada d mcb tidak boleh lebih dr nilai yg ada d mcb utama. Artinya jika kita jumlah kan nilai yg ada d mcb baik itu 1.2.3 buah mcb artinya tidak boleh lebih jumlah amper yg ada d mcb utamanya.
    Contoh : jika mcb utama kita 6 amper maka kita bisa membaginya sesuai kebutuhan. Baik itu rangkaian mcb 2A+2A+2A atau 3A+3A yg terpenting klw d jumlah tidak boleh melebihi nilai amper utama. Agar kerja mcb sesuai fungsinya jika ada arus singkat / lebih tidak membebankan mcb utamanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. memang banyak orang yang memiliki pandangan seperti itu dan sah-sah saja. Pandangan saya pada artikel ini adalah melihat tidak optimalnya sistem pembagian MCB seperti pembagian sesuai pandangan anda tersebut. Melihat aspek koordinasi proteksi dari beban terbawah sampai sumber utama, pembagian MCB seperti ini sudah tepat hanya kekurangannya satu jalur dalam kelompok PHB tidak bisa dioptimalkan pemakaian listriknya sesuai daya kontrak yang ada.
      Misal seperti yang anda contohkan MCB 6A dibagi di PHB menjadi 2A + 2A + 2A maka satu jalur kelompok beban di PHB tersebut hanya bisa dipakai maksimum 2A saja, jika satu jalur tersebut pemakaiannya melebihi 2A maka jalur tersebut saja yang akan trip, kelemahannya anda tdk bisa mengoptimalkan konsumsi jalur tersebut sesuai daya kontrak 6A. Akan ada kalanya pemakaian listrik terpusat disatu jalur karena kepentingan tertentu, dan hal ini tdk akan bisa diakomodir jika pembagian PHB dilakukan seperti yang anda contohkan.
      kesimpulannya semua pandangan sah-sah saja selama faktor proteksi tetap jadi perhatian, selebihnya adalah faktor peruntukan dan efektifitas instalasi saja sesuai keinginan user.

      Hapus
  35. mau nanya,listrik saya pakai pra bayar yg 900va. saya cek di meteran digitalnya untuk beban arus maksimal sebanyak 1,53 kw atau setara 1530 watt.brarti kuat arusnya kurang lebih 4A. yg saya tanyakan,knapa meterannya/kontrak dari pln 900 tpi beban kuat arusnya kok 1530,kok gak setara 900 w?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dicek kembali pak, pembacaannya. Untuk daya terukur 1530 Watt capaian arus kisaran 7 s/d 8 Amper. Untuk kontrak daya 900VA MCB pembatas dari PLN seharusnya 4A, artinya jika capaian arus melebihi 4A, MCB di KWH akan trip. Kalaupun MCB KWH rusak sehingga gagal trip, untuk KWH pra bayar umumnya sudah dilengkapi relay over load didalamnya, relay tersebut akan memutuskan arus listrik ketika capaian arus melebihi kontrak. KWH prabayar akan memberi keterangan dengan kode tertentu pada display yg menerangkan tentang over load.

      kesimpulannya, periksa kembali pembacaan terukur, periksa kembali KWH terpasang di MCB, bisa jadi kalau tdak ada kesalahan pembacaan berarti kesalahan parameter alat pengukuran. Untuk lebih jelasnya bisa pakai alat ukur mandiri seperti watt meter atau clamp amper.

      Hapus
  36. Terimakasih banyak pak, artikelnya sangat membantu dengan bahasa yang mudah dimengerti untuk orang awam seperti saya. Pak mau tanya, mohon maaf mungkin sedikit melenceng dari topik. Sekitar 2 minggu yang lalu rumah saya dilakukan pemasangan listrik baru oleh PLN dengan daya 1300 watt, ternyata beberapa lampu baru setelah dipasang tiba-tiba mati, dan alat elektronik membunyikan suara yang kasar. Setelah saya ukur tegangan di stop kontak, berada di angka 150volt. Kira-kira apa solusinya? apakah dengan pemasangan stabilizer bisa menjadi solusi yang efektif? apabila iya, rekomendasi stabilizer merk apa yang bisa saya pilih? Mohon maaf karena banyak bertanya, dan terimakasih atas respon baiknya. Salam dari Bengkulu

    BalasHapus
    Balasan
    1. solusinya langsung lapor ke PLN karena penyimpangan tegangan terlalu jauh, lebih dari 5% dari tegangan normal 220V yang diijinkan. Anda berhak lapor sebagai konsumen yang mempunyai hak yang sama dan dilindungi. Jika PLN di daerah anda low respon, langsung hubungi pusat telp. 123 dan sampaikan keluhan anda.
      untuk pemasangan stabiliser kurang efektif karena drop tegangan yang terlalu besar, 220V ke 150V (30% dari tegangan normal)kecuali ada spec stabiliser yang memang punya kapasitas step up tegangan sesuai kondisi tersebut.
      demikian.

      salam listrik-praktis...

      Hapus
  37. Terimakasih banyak pak infonya. Saya mau tanya, saya dengan daya 23000 3P dari PLN dan akan dibagi ke dalam 3 jalur masing2 7000W. Bagaimana saya menghitung Circuit breakernya? Bagaimana cara memilih antara MCB atau MCCB?

    BalasHapus
    Balasan
    1. daya terpasang 23000VA 3 phasa berarti MCB pembatas KWH anda 3x35 A. akan dibagi menjadi 3 kelompok masing2 7000W (saya asumsikan 7000VA agar perhitungannya mudah). maka tiap kelompok : I = S/(akar3*380V) = 7000/(akar3*380V) = 10A. Jadi MCB per kelompok yang anda pasang adalah 3x10A (3phasa).
      jika pembagian kelompoknya adalah menjadi listrik satu phasa per kelompok maka perhitungannya akan berbeda tidak seperti diatas.
      penggunaan MCCB biasanya untuk batasan arus lebih dari 100A, dibawah itu masih bisa pake MCB.

      Hapus
    2. yang dimaksud MCB pembatas KWH 3x35A apakah MCB 3P dengan arus 35A? dan untuk MCB 3P saya masih belum terlalu paham cara kerjanya.

      Hapus
    3. jika pembagian kelompoknya dari 23000W 3P menjadi listrik 7000W 1P bagaimana perhitungannya?

      Hapus
    4. ya, MCB pembatas itu yang nempel di KWH meter dan itu otoritas PLN.
      cara kerjanya sama seperti MCB 1 phase, bekerja dengan prinsip magnet (solenoid)dan atau temperatur (bimetal)

      Hapus
    5. 7000VA 1phase, pake rumus diatas tapi tegangan diganti jadi tegangan phase to netral 220V, hasilnya 32A

      Hapus
    6. terimakasih atas bantuannya, penjelasannya cukup jelas. perlu dibuatkan forum sepertinya :).

      Hapus
  38. Selamat malam, terima ksh atas artikelnya di atas..
    Sy mau bertanya, listrik di rmh sy 4A / 900watt MCB utama dr PLN.. Stlh MCB utama ada PHB yang membagi menjadi 2 grup, namun sebelum PHB ke dua grup tsb ada MCB lg sebagai induk dr PHB yg insrtalasinya setelah MCB utama dgn Spec 6A, kemudian di PHB sy pasang MCB 6A dan 4A..
    Di bagian grup 6A sering trip ketika mesin air hidup
    Yg ingin sy tanyakan,
    1. apakah fungsi dr MCB yg dipasang sblm PHB dan stlh MCB utama trsbut??
    2. Utk menghindari trip di grup 6A tsb, apakah tepat jika saya pasang MCB lg di instalasi stop kontak mesin air dgn Spec sesuai dgn beban mesin air tsb,atau bagaimana baiknya menurut bpk??
    terima kasih sebelumnya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selamat malam, terimakasih sudah berkunjung.
      1. untuk pemasangan MCB 6A setelah MCB KWH 4A dan sebelum PHB, pemasangan ini tidak lazim. Kemampuan supply listrik tetap mengacu pada MCB terkecil yang ada di KWH yaitu 4A. Jika arus melampaui 4A tetapi dibawah 6A maka MCB utama akan trip. Jadi fungsi MCB yang dipasang seri dengan KWH meter tersebut saya rasa cuma back up proteksi MCB utama saja tapi hal tersebut hemat saya tidak terlalu diperlukan.
      2.ketika pompa air hidup ada inrush current sekejap yang nilainya diatas 6A yang dirasakan MCB terdekat sehingga MCB trip. Alternatif Solusi :
      2.1 tambah daya
      2.2 start up pompa dilakukan dengan mengkondisikan beban listrik yang lain dimatikan dulu sebentar, kulkas dimatikan dulu, TV dimatikan dulu, AC dimatikan dulu, dll. Solusi ini akan efektif hanya saja anda dibikin repot, he..
      2.3 pakai bank capasitor atau dipasaran ada ada alat yang namanya power saver untuk rumah tangga. Tapi ini untung-untungan jika hitungan power saver tersebut pas sesuai dengan kebutuhan kita maka akan membantu MCB tdk trip, jika tdk sesuai tetap saja akan trip saat pompa air start up.

      demikian.

      Hapus
  39. siang pak... may tanya, jika rumah saya menggunakan daya 1300 watt, mau bagi jadi 3 jalur MCB PHB, bawah 2 jalur dan atas 1 jalur, masing2 dikasi MCB 10 Ampere. masalah ga? mengingat daya 1300 watt menggunakan MCB KWH 6 Ampere.

    tks.

    BalasHapus
    Balasan
    1. tidak masalah pak. MCB jalur difungsikan untuk lokalisir beban sesuai jalur saat dilakukan servis jalur. Kekurangannya adalah ketika terjadi beban lebih di salah satu jalur maka MCB utama lah yang akan trip.
      tapi jika terjadi short circuit salah satu jalur masih memungkinkan MCB jalur yang 10A tersebut bekerja lebih dulu dibanding MCB utama yang 6A.
      kelebihannya anda bisa memaksimalkan pemakaian listrik sesuai daya kontrak.

      Hapus
  40. Slmt sore pak,PLN akan menghapus golongan dibawah 4400va,jika pelanggan 900va diharuskan pindah ke 4400va,apakah dgn instalasi lama yakni kabel 2,5mm masih memadai? atau bolehkah menambah MCB misalnya 10amper,setelah MCB utama(4400va=20ampere)agar arus yg masuk kedlm rumah bisa diperkecil.Terima kasih Pak atas jawabannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. untuk kabel yang biasa dipakai instalasi rumah yaitu NYM, luas penampang 2,5mm memiliki kemampuan KHA 26A dengan pengenal gawai proteksi 20A (sumber PUIL), jadi masih memadai ketika upgrade 4400VA tidak harus ganti kabel.
      menambah MCB setelah KWH silahkan saja, semuanya menjadi otoritas konsumen seperti membatasi kapasitas penghantar di 10A, hanya saja pemanfaatan daya sesuai kontrak tidak optimal.

      Hapus
  41. Slmt MLM pak mau nanya ni.

    Klau arde nya cuma dari kWh ke MCB doang ada mslah gak ya pak... sedangkan semua intalasi GK ada ardenya semua

    Mksih pak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Arde pada instalasi pada dasarnya sebagai pengaman membuang arus bocor body peralatan instalasi ke tanah agar orang yang menyentuh body peralatan yang bocor tersebut terlindungi tidak merasakan sengatan listrik.
      ketika arde tidak terpasang pada instalasi berarti proteksi yang saya jelaskan tersebut tidak berlaku.

      Hapus
  42. maaf mau tanya klo pemasangan mcb terbalik bermasalah atau sama saja
    terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. secara teknis bisa dibilang tidak masalah, tapi setiap komponen sebaiknya dipasang mengikuti rekomendasi produsennya.
      Analisa saya jika terbalik ada aspek k3 kelistrikan yang terabaikan, posisi MCB Off bagian toogle sentuh harusnya bebas tegangan agar aman pada kondisi yang punya potensi tdk aman.

      Hapus
  43. Mau tanya pak,MCB utama 10a, saya bagi 3 jalur masing masing 6a. Salah satu jalur saya matikan (krn sering konslet). Pertanyaannya,dengan matinya satu jalur, apa pengaruhnya pak? Mohon saran

    BalasHapus
    Balasan
    1. pengaruhnya hanya berkurangnya konsumsi listrik bapak karena satu jalur dimatikan...:)

      Hapus
  44. Mau tanya pak ... mcb utama 6 ampere ..saya bagi listrik di rumah dengan 2 grup masing masing mcb phb 6 ampere ... andaikan ada konsleting d salah satu grup mana yang trip duluan mcb phb atau mcb utama.... maksud saya agar lebih mudah menganalisa gangguan bilamana terjadi konsleting disalah satu grup... mohon solusinya

    BalasHapus
    Balasan
    1. jika ada konsleting disalah satu jalur seharusnya MCB jalur tersebut yang trip, tetapi karena besarnya arus konsleting yang tinggi sangat memungkinkan MCB utama ikut trip. Pada kondisi ini apakah masih bisa menganalisa dimana jalur gangguan? jawabnya: BISA.
      caranya adalah ketika terjadi gangguan, pastikan semua MCB Off, Operasikan bertahap dari MCB hulu ke MCB hilir:
      1. On MCB utama, jika langsung trip maka gangguan ada di jalur MCB utama menuju box pembagi
      2. On salah satu MCB, jika MCB dan atau MCB utama ikut trip bisa dipastikan MCB jalur tersebut yang gangguan, segera lokalisir, dan normalkan jalur yg tdk terganggu.
      3. On MCB terakhir, analisa sama seperti poin 2

      terimakasih.

      Hapus
  45. Untuk yang masih bingung menentukan pembatas MCB antara 1 phasa dan 3 phasa untuk tegangan TR di rumah, pakailah rumus dasar:
    1 phasa : I=S/V --> S= daya kontrak terpasang; V= tegangan 1 phasa (220V)
    3 phasa : I=S/(akar3 *V) --> S = daya kontrak 3phasa; V= tegangan 3 phasa (380V)

    Contoh untuk pembatas kontrak 3 phasa 23000VA maka berdasarkan perhitungan rumus diatas MCB pembatas yang dipasang adalah 3x35A. Jika akan dibagi grup per phasa menjadi 1 phasa maka kemampuan per phasanya adalah max 35A.

    BalasHapus
  46. "Kapasitas maksimal MCB PHB sama dengan kemampuan KHA luas penampang kabel instalasi." Yang saya mau tanyakan dari pernyataan bapak tersebut adalah apakah bisa pemakaian MCB PHB diatas MCB utama (kWH)?. Semisal di kWH tertera MCB 6A lalu di MCB PHB dipasang 10A otomatis pemakaian tetap dibatasi sampai dengan 6A saja dan penggunaan MCB 10A kurang pas karena user tidak bisa memakai lebih dari 6A karena kontrak dengan PLN adalah 6A. Jadi pada MCB PHB kl menurut saya maksimal adalah sama seperti yang tertera pada MCB kwh karena meskipun nilai MCB PHB lebih besar dari MCB kWH tetapi tetap saja pemakaian dibatasi sesuai arus pada MCB di kwh.
    Bagaimana pak?. Mksh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul pak, memang lebih efektif ketika nilai max MCB PHB tersebut sama dengan MCB di KWH agar bisa difungsikan sekaligus sebagai back up proteksi dengan nilai Ampere yang sama.
      Untuk pernyataan saya tentang maksimal MCB PHB mengikuti KHA luas penampang kabel adalah faktor proteksi terhadap instalasi ketika user menggunakan MCB PHB tersebut difungsikan sebagai pemisah atau diskonektor untuk melakukan pemisahan jalur atau lokalisir secara manual ketika akan dilakukan servis dijalur tersebut tanpa mematikan MCB utama.
      Ketika MCB KWH 6A ada dibawah rating MCB PHB 10A memang ada pembatasan pemakaian yaitu tetap 6A, tapi ketika ada kegagalan kerja saat arus gangguan yang "tinggi" di MCB 6A, MCB 10A setidaknya akan melakukan tugasnya menyelamatkan instalasi rumah mengacu pada KHA kabel yang sudah jadi referensi pengamanan sebelumnya sehingga kabel instalasi tidak terbakar karena arus gangguan diatas KHA nya.
      Anda mengganti MCB PHB ini menjadi 6A pun tak masalah, tetapi saya hanya memberikan keleluasaan fleksibel ketika MCB yang tersedia diatas rating MCB utama maka boleh saja dan aman selama faktor KHA kabel diperhatikan.

      Silahkan berbeda persepsi tentang masalah ini yang penting faktor proteksi tetap wajib jadi perhatian. Saya sangat mengerti dan menghargai persepsi anda tersebut. Pembaca lain tidak menutup kemungkinan sependapat dengan anda.
      terimakasih apresiasinya ..:)

      Hapus
  47. Mau tanya pak,di rumah saya mcb utama10A,mcb phb 10A 1 buah,untuk 1 AC 1/2 pk,1 mesin cuci,1 kulkas, 2 tv,dan 10 lampu penerangan ( masing2 20 watt).pertanyaan saya:
    1.apakah aman 1 mcb phb 10A ,untuk menyalakan semua menyalakan perangkat perangkat listrik tadi secara bersamaan?
    2.jika saya tambahkan 1lagi mcb phb 10A,dengan tujuan menambah 2 AC 1/2 pk lagi,dan di nyalakan bersamaan dengan perangkat yang lainnya,apakah mcb utama trip, atau ada masalah lainnya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. Aman aman saja. kondisi bersamaan jika terjadi in rush current yang tinggi resikonya mcb utama atau mcb phb yang trip tergantung kecepatan respon masing2 mcb. Meskipun trip tetapi masih dalam konteks aman selama instalasi seperti KHA kabel masih memenuhi standar SNI yang berlaku.
      2. silahkan tambahkan 1 lagi MCB 10A, keuntungan anda hanya punya akses lokalisir jalur saja. adapun seleksi pemakaian arus listrik mengacu pada daya kontrak, MCB PHB yang anda pasang tidak bisa punya peran itu. ketika jumlah konsumsi jalur di PHB yaitu jalur MCB1+MCB2 sudah melebihi 10A maka MCB utamalah yang akan trip. Masalah lainnya saya rasa aman2 saja.

      Hapus
  48. Artikel sangat membantu sekali, dengan gaya bahasa yang baku... Saya ada pertanyaan, dirumah saya rencana akan d pasang listrik dgn dya 1300 v/a, dgn mcb di kwh 6a, dan mcb phb di bagi 2,dengan mcb masing2 6a, tapi sebelum di bagi 2 ad 1 mcb 10a yg terpasang, bererti ada 3 mcb di dalam rumah dengan ampere 10,6,6... Apakah sudah benar dengan pemasangan mcb d dalam rumah saya ini pak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya tidak akan menjawab benar atau salah ya karena itu sifatnya relatif berdasarkan peruntukan yang diinginkan user. Tetapi dengan susunan MCB yang anda lakukan tersebut 10, 6, 6 saya bisa menyatakan bahwa pemasangan MCB di PHB tersebut adalah aman dan bisa berfungsi utama sebagai pemisah jalur ketika diperlukan servis tanpa mematikan jalur lain.

      Hapus
  49. Saya memasang 4 buah PBH masing masing dengan daya 2 ampere( C2 ) , Daya listrik 1300 Watt ( CL 6 ) pada MCB PLN. Pertanyaan saya adalah, apakah MCB( CL 6 milik PLN ) ikut turun atau off seandainya terjadi hubungan pendek( konsleting ) pada salah satu elektronik saya, atau hanya turun/ off pada PBH nya saja, manakah yg benar? Dua duanya off , apa hanya C2 nya saja yg off?.. terimakasi dan mohon panduannya!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pada kasus short circuit karakteristik MCB yang bekerja adalah karakteristik magnetik. Idealnya untuk MCB 2A dan 6A maka MCB 2A harus trip duluan karena nilai setingan arus tercapai karena gangguan akan merasakan lebih awal. Tetapi tidak menutup kemungkinan jika sensitifitas karakterisrik MCB ini berbeda, dengan besarnya arus gangguan tersebut, MCB 6A "bisa saja" respon duluan dibandingkan MCB 2A.

      Hapus
  50. Selamat sore pak,

    Artikel ini sangat bermanfaat.
    Dirumah saya Sudah terpasang listrik 1300VA Dan mcb 6 ampere,Di PHB juga Sudah terpasang mcb sebanyak 3buah.Susunannya sbg berikut: mcb1 10A,mcb2 Dan 3 masing2 6A.mcb 2 Dan mcb3 ini mcb group Barat Dan mcb group Timur didalam rumah.
    Pertanyaan saya :
    1. Untuk mcb1 10A ini berfungsi untuk apa? Terus untuk pemasangan Semua mcb yg didalam PHB tsb apa Sudah aman?

    2. Jika saya mau tambahkan 1mcb 6A lagi untuk pemasangan jalur AC 1pk apakah masih aman?

    3. Jika saya mau menambahan ELCB Kira2 ELCB yg berapa Ampere?
    Terimakasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. MCB 10A sebagai penghubung dan pemutus jalur kelompok beban MCB tersebut. pemasangan sudah aman selama dilakukan mengikuti prosedur kelistrikan yg benar, contohnya nilai KHA kabel di jalur MCB 10A tidak boleh kurang dari KHA 10A
      2. Nambah MCB 6A silahkan, aman2 saja (lihat poin 1)
      3. ELCB dengan tegangan pengenal 30mA dan KHA kontak diatas 6A

      Hapus
  51. Malam pak, sy sdh baca artikel ini total, termasuk semua pertanyaan2nya.. cm sy masih ada bbrp pertanyaan :

    1. Sy akan naikkan listrik rmh sy dari 1300 (6A) ke 3500 (16A).. klo dari penjelasan2 bpk di atas (asumsi sy pasang MCB PHB 4 grup) brarti saran bpk 4 grup @16 amper agar optimal sesuai kontrak PLN ya? krn instalatir sy bilang kalo @16 amper tdk aman, dia sarankan 16-10-10-10.. unt konfirm aja ini

    2. unt kabel sebaiknya pakai kabel Supreme yg tipe apa y pak? NYA, NYM atau NYY? dan yg luas penampangnya brp?

    3. sy kan jg mau pasang RCBO, nah sebaiknya sy beli RCBO 4 buah @16 amper (jadi ga perlu beli MCB mksdnya) ATAU beli RCBO 1 buah 16 amper dan 3 buah MCB 16 amper? atau gmn baiknya unt instalasinya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. tidak aman itu jika rating gawai proteksi (MCB) lebih besar dari pada KHA kabel penghantar. Selama nilai KHA penghantar kabel instalasi lebih besar dari rating MCB ya aman2 saja, masalah yg timbul kedepan bukan aman tdk aman lagi, tapi efektif atau tidak efektif pemilihan rating MCB grup tersebut

      2. Pakai NYM saja sudah cukup dan ekonomis. Untuk maksimum beban 16A,saya sarankan pakai luas penampang minimum 2,5 mm^2 dengan kemampuan Hantar Arus (KHA) sebesar 26A, pengembangan instalasi kedepan tidak perlu ganti kabel, spare masih tinggi. (lihat tabel PUIL 2011 di artikel blog ini: https://www.listrik-praktis.com/2018/10/cara-menentukan-luas-penampang-kabel-PUIL-2011.html)

      3. Beli RCBO 16A/30mA, cukup beli 1 saja, dipasang setelah MCB KWH sebelum pembagian Grup di PHB. Jika punya budget lebih silahkan saja beli 4 buah dipasang dimasing-masing jalur tiap grupnya, setelah MCB KWH tdk perlu dipasang. rating RCBO nya max 16A/30mA (nilai dibawah 16A silahkan disesuaikan)

      Hapus
  52. Artikel.x sangat membantu gan???
    Pertanyaan saya!
    1. Apakah mengutak atik kelistrikan rumah sendiri tidak menyalahi aturan PLN??
    2.di rumah hanya mempunyai 1 mcb di phb sementara rangkaian listriknya luas bercabang2 apakah itu aman??
    Dan prngaruh nggak dengan ngetrip.x mcb kwh meter sebelum beban terlampaui??
    Trimakasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. Yang saya ketahui battery limit PLN dirumah kita hanya sampai metering saja (KWH Meter dan MCB utama), adapun untuk instalasi didalam rumah silahkan dikondisikan oleh user sendiri yang terpenting harus laik operasi (syarat awal kontrak acc PLN). Oleh karena itu untuk mengutak atik instalasi rumah sangat direkomendasikan melibatkan pihak yang berkompeten.

      2. 1 MCB dengan banyak percabangan pada dasarnya aman selama kualitas koneksi dan spesifikasi luas penampang penghantar sesuai dan tetap terjaga

      tripnya MCB pada dasarnya mengacu pada 2 kondisi yaitu thermal karena beban lebih atau magnetik karena konsleting atau hubung singkat. Jika beban belum terlampaui MCB trip periksa apakah MCB tersebut panas? jika ya bimetal MCB sudah tidak bagus. Jika MCB trip tanpa panas berarti magnetik MCB yang kerja, kemungkinan instalasi anda ada yg short. Jadi tripnya MCB sebelum beban terlampaui tdk ada hubungannya dengan 1MCB bercabang cabang, selama insstalasi percabangan sesuai dengan syarat poin 2 diatas.

      Hapus
  53. Sangat membantu sekali pak.
    Saya mau tanya terkait dg kondisi yg ada di kontrakan tempat saya huni. Pada MCB utama tertera CL2 dg daya 450watt dan Arus 2 Amper. Sedangkan MCB di PHB tertera C4 yg berarti 4 Amper.

    Jika saya memakai AC 1/2 PK, ricecooker serta teko pemanas secara bersamaan pada MCB utama terjadi trip. Tapi jika saat saya sedang iseng2 memperbaiki barang elektronik dan terjadi short maka MCB yg ada di PHB terjadi trip.

    Apakah memang seperti itu seharusnya ?

    Lalu jika saya membagi Membagi MCB di PHB menjadi 2 groub, masing2 4 Amper atau masing2 2 Amper, yg satu untuk peralatan rumah dan satunya lagi untuk saat mengerjakan perbaikan elektronik, apakah saat terjadi short pada perbaikan elektronik, hanya MCB untuk perbaikan yg terjadi trip ?

    Mohon bantuan jawabnya pak :)
    Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. jika 1 PK = 746 Watt, maka 1/2 PK = 373 Watt artinya konsumsi listrik untuk AC 1/2 PK adalah 373/(220*0.8) = 2.11 Ampere (asumsi faktor daya 0.8, untuk beban peralatan rumah bahkan bisa dibawah 0.8). Jika MCB utama anda hanya 2A maka tanpa ketika menghidupkan AC tanpa beban lain seperti rice cooker dan pemanas, MCB utama ini jelas akan trip karena over load. Prosesnya tidak sekaligus tetapi mengikuti karakteristik bimeteal MCB terhadap thermal dan waktu. Jadi MCB akan panas dahulu kemudian trip.

      Pada kasus kedua, terjadi short circuit, MCB 4A di PHB trip padahal rating arus diatas MCB utama 2A. Ini bisa terjadi karena saat short circuit terjadi arus yang sangat tinggi dan karakter MCB yang merespon kejadian ini adalah karakter magnetik. Idealnya MCB yang terdekat dengan titik gangguan dalam hal ini adalah MCB PHB akan merasakan duluan dan trip duluan atau bisa juga tergantung dari karakteristik kecepatan respon MCB tersebut terhadap arus gangguan. Jadi dalam kasus ini normal saja.

      Membagi PHB yang anda lakukan sudah benar untuk lokalisir gangguan khususnya saat perbaikan elektronik. Rekomendasi saya untuk kondisi beban anda sebaiknya prioritas melakukan upgrade atau tambah daya di MCB utama dulu. Hubungi pihak PLN terdekat.

      terimakasih.

      Hapus
    2. Terimakasih pak,izin tanya.....rumah yg saya tempati jaringannya 450W,mcb utama c2 dan mcb phb 2 buah masing2 c10.Selama digunakan gak ada masalah padahal alat listrik lumayan banyk mulai dari kulkas,mesin cuci,mesin air,tv, rice cocer,setrika,lampu2,dll tanpa AC.Apakah ada unsur " curi arus" dari pemilik rmh yg lama.,maklum saya buta masalah jaringan listrik.trmksh......

      Hapus
    3. Jika sumber listrik rumah tersebut adalah hanya MCB utama seperti yang anda ceritakan (450VA) maka dengan kondisi beban seperti itu maka indikasi "pencurian listrik" sangat patut dicurigai. Tim P2TL dari PLN pasti akan merespon melakukan investigasi ketidakwajaran ini.

      Hapus
  54. Selamat malam pak..maaf mau nanya..apa penyebab jika daya 900 watt sy pasang MCB 4 A masih juga jeglkek??dan adakah akibat atau resiko jika sy ganti Dr MCB 4A dengan MCB 6A bila dayanya 900 watt??tolong solusinya pak..mksh banyak sebelumnya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jika berbicara tentang MCB KWH meter, daya 900 VA adalah daya kontrak dengan pembatas MCB 4A. Jika masih jeglek artinya ada 2 kemungkinan, pertama anda kelebihan beban listrik melebihi 4A, atau instalasi rumah anda bermasalah (short circuit).
      Jika masalahnya adalah kelebihan beban, mengganti MCB 4A menjadi 6A adalah langkah yang tepat, tetapi itu semua adalah otoritas dari PLN. Hubungi PLN terdekat untuk melakukan prosedur TAMBAH DAYA LISTRIK. Anda tidak diperbolehkan mengganti sendiri MCB di KWH tersebut tanpa ijin PLN.

      Hapus
  55. assallamu allaikum wr.wb
    mas sy mw nanya ,dirumah saya pakai daya 1300 watt dan di mcb kwh meter pakai 6A sedangkan di phb dalam rumah 4A ,phb tidak saya bagi-bagi ,saya bwrencana mengganti mcb di phb dgn 6A
    aman tidak ya dari sisi safety..
    makasih sebwlumnya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waalaikumsalam wr.wb
      MCB utama 6A, MCB PHB 4A tidak dibagi-bagi, sayang amat ya, kontrak daya 6A anda batasi pemakaian di 4A.
      Mengganti MCB PHB menjadi 6A dan dibagi-bagi aman saja jika spec KHA kabel instalasi anda relevan. (lihat tabel KHA di artikel ini)

      Hapus
  56. Untuk mcb pengaman harus berapa persen dari beban yang ada misal beban 2A mcbnya apa harus 2A atau boleh lebih?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Boleh lebih selama KHA kabel pada MCB tersebut masih mampu dinaikan Ampere nya

      Hapus
  57. any one can explain me about pemasangan Master MCB ke 2 MCB berapa ampere yang dibutuhkan...

    BalasHapus
  58. Permisi artikel yg sangat baik...mau bertanya Jika mcb utama saya 10 ampere dan mcb didalam rumah saya terpasang 16 ampere apa itu aman" saja?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Secara teknis aman, hanya fungsi selektif saja yang hilang. Yang harusnya trip MCB PHB bisa jadi yang trip MCB utama jika ada gangguan. itu saja. over all... aman. (asumsi KHA kabel instalasi rumah harus diatas 10 atau 16 A ya...)

      Hapus
  59. Slmat malam bang, mhn izin mau bertanya , listrik saya di rumah awalnya 2200, trus sekarang saya naikkan jadi 3500, ini saya mau pasang genset, bagaiman cara pemasangan cham starter ???apakah langsung dari meteran listrik ke cham starter, ato dari meteran ke mcb dulu baru ke cham starter??? Dan untuk mcb sya di dekat meteran ada ukuran 32A, untuk cham starter yg paling aman berapa ampere bang, untk listrik 3500

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pemasangan cam starter bisa anda baca pada artikel saya disini tetapi perlu diperhatikan:
      1. pastikan bahwa cam starter yg dipakai sesuai dengan nameplate pada artikel, jika beda tipe silahkan mengkondisikan.
      2. Lakukan oleh orang yang mempunyai kompetensi kelistrikan
      untuk spec cam starter yang paling aman adalah menyesuaikan dengan kapasitas genset (sedikit diatas Ampere genset, lebih besar lebih baik). Jika kapasitas genset sama dengan daya PLN 3500VA berarti rating cam starter harus diatas 16A. Pemilihan 32A cukup aman selama KHA luas penampang kabel mendukung.

      Terimakasih.

      Hapus
  60. Selamat malam Pak Sulhinar, artikelnya sangat bermanfaat sekali.

    Mau nanya, MCB utama di rumah saya 4A dan di PHB saya pasang RCBO 10A (30mA) dan MCB 4A lalu ke jaringan rumah. Alasan pake RCBO akan trip ketika ada arus bocor di jaringan/kesetrum dan MCB PHB akan trip ketika kelebihan beban. Apakah aman saja penggunaan RCBO 10A tersebut? Tks sebelumnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sangat aman pak. Fitur RCBO yang anda manfaatkan adalah yg 30mA. Adapun yang 10A adalah kapasitas Pemutus RCBO dialiri listrik saat kondisi normal.
      kesimpulannya aman karena proteksi beban lebih sudah ter back-up MCB 4A, dan RCBO akan memutuskan listrik jika ada arus bocor yang terjadi dengan selisih arus 30mA (contoh kasus: orang kesetrum)

      Hapus
  61. salam kenal pak...listrik sy terpasang 900VA..sy ingin menambahkan mcd lagi satu khusus ke dapur. sedangkan di box mcb sudah terpasang mcb induk 10A, 6A ke instalasi rmh keseluruhan..nah untuk jalur ke dapur pasang mcb brapa amper?? dan itu perlu jika listrik cm 900VA?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal. MCB daya 900VA pada KWH meter PLN akan terpasang MCB pembatas 2A. Untuk jalur dapur dan untuk optimalisasi pemakaian listrik sesuai daya terpasang bisa anda pasang MCB jalur dapur sama dengan MCB KWH yaitu 2A saja cukup kecuali anda dimasa mendatang akan menaikan daya kontrak PLN, bisa coba diatasnya yang penting luas penampang kabel instalasi diperhatikan, harus mempunyai nilai KHA diatas MCB terpasang pada jalur tersebut.
      Terimakasih.

      Hapus
  62. Daya 900 mau saya bagi 2 grop 4a + 4a apakah aman saja

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aman pak, hanya sisi selektivitas proteksi saja yang jadi koreksi. Pada dasarnya aman dengan catatan luas penampang kabel linstalasi rumah memiliki KHA diatas 4A ya. Baca artikel cara menentukan luas penampang kabel disini

      Hapus
  63. Halo artikel ini sangat bermanfaat, boleh bertanya? Utk daya 1300va akan dibuat 3 group, berapa masing2 ampere yg dibutuhkan atau yg seharusnya terpasang? Mohon pencerahan 🙏🙏🙏

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sesuaikan dengan luas penampang kabel yang mencerminkan kemampuan KHA kabel. Rekomendasi saya per grup dipasang dibawah MCB KWH induk 6A atau sama dengan MCB KWH induk 6A dengan tetap mempertimbangkan luas penampang kabel instalasi tentunya.

      Hapus
    2. Salam kenal pak Suhinar,apakah benar pembagian group yg saya gunakan pada daya 1300VA,MCB utama 6A.
      group 1 khusus stop kontak menggunakan MCB 4A,
      group 2 untuk penggunaan lampu 7 titik @25watt MCB 2A,dan
      group khusus AC ½pk menggunakan MCB 2A.

      Hapus
    3. Grup 1 Ok
      Grup 2 Ok
      Grup 3 rekomendasi saya pake 4A saja pak, untuk AC1/2PK pake pembatas 2A terlalu mepet, khawatir tarikan awal kompressor AC lama-lama ngetripin MCB, tapi kalau selama ini anda tidak masalah, no problem.

      Hapus
  64. Salam kenal Pak Suhinar, sebelumnya terimakasih untuk artiker yang sangat bermanfaat ini.

    Saya izin bertanya. Sebelumnya saya menggunakan listrik daya 1300, dengan penggunaan 2 kulkas, 1AC dan lampu. Dan semua aman2 aja.
    Kemudian saya pindah rumah, dan tetap menggunakan daya 1300. Namun kali ini menggunakan meteran prabayar (token). Dengan penggunaan yg sama, yaitu 2 kulkas, 1AC dan lampu. Namun kali ini mcb utama sering jepret, nyaris terjadi setiap hari. Jika dinyalakan lg, akan jepret lg dgn jeda waktu beberapa menit atau 1 jam. Jepretnya minimal 2 kali sehari. Setiap mau dinyalakan kembali mcb utama panas, tp tdk panas2 banget. Mcb utama 6a dan mcb pbh di bagi 2 masing2 10a. Kira2 penyebabnya apa ya? Mohon bantuannya. Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih dan salam kenal juga Pak Sudrajat.
      Saya sangat faham dengan kasus yg bapak tanyakan. Ini analisanya:
      1. Berubahnya KWH pasca menjadi prabayar tidak masalah karena yg trip adalah MCB KWH, bukan relay OL didalam KWH prabayar (klo terjadi biasanya muncul tulisan “overload” di display atau kode khusus)
      2. Dengan beban yg sama tetapi pindah rumah dan MCB utama selalu trip dengan indikasi panas / hangat, ini kesimpulannya OVER LOAD yg disebabkan :

      a. Kualitas tegangan PLN yang masuk rumah lama lebih baik daripada rumah baru. Pada dasarnya semakin jauh posisi konsumen terhadap trafo kios atau trafo TR PLN maka drop tegangan semakin besar. Bisa jadi rumah lama dekat trafo atau gardu PLN sedangkan rumah baru lebih jauh. Dengan beban yang sama penurunan nilai tegangan akan berimbas terhadap kenaikan konsumsi arus listrik yang akan diidentifikasi oleh MCB lewat sensitifitas bimetalnya, apalagi nilai beban rumah bapak sudah limit mendekati kontrak daya pembatas PLN.
      Solusi : pengaturan operasi beban listrik, atau pasang alat perbaikan factor daya (yg kata orang alat penghemat listrik / padahal bukan!!!), atau TAMBAH DAYA :)

      b. Dengan berpindahnya rumah, maka karakteristik MCB KWH kemungkinan ada perbedaan meskipun rating sama 6A (lihat merk). MCB di rumah lama lebih handak terhadap karakteristik overload dari pada MCB rumah baru. Beda kualitas bahan bimetal. Silahkan cek merk dan samakan jika penasaran.

      Demikian.

      Hapus
  65. Pak saya mau tanya, kalo semisal mcb utama saya 10a , trus sya bagi 4group mcb di PHB masing2 10a semua untuk rumah saya, sesuai yg bapak anjurkan biar ga rugi, trus semisal 4group itu saya nyalakan semua secara bersamaan apa yang terjadi pak, apakah tetap aman atau terjadi sesuatu pak? trimakasih pak salam.

    BalasHapus
    Balasan
    1. tidak masalah dinyalakan semua pak, aman sekali selama instalasi memenuhi standard. Angka yg tertera pada MCB itu adalah angka pembatas arus dan proteksi nominal. Mau dinyalain semua selama konsumsi arus tiap MCB dibawah 10A, anteng aja pak... Jika total beban seluruh grup MCB mencapai lebih 10A maka MCB utamalah yg trip artinya tidak ada seleksi jalur yg dipadamkan, ini kelemahannya tetapi secara teknis sangat...sangat...sangat aman.

      Hapus
  66. Artikel yg bermanfaat pak. Mau tanya sekalian, kalau di rumah hanya menggunakan kwh meter PLN (2200)
    dan sekring saya naikkan ke 16ampere, dr penjelasan bapak, pemakaian listrik bisa maksimal dgn trip kemungkinan di kwh meter PLN nya.
    Nah, apakah ada risiko pada perangkat elektronik rumah kalau seandainya trip meteran PLNnya? (kalau pemakaian over 2200watt)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Selama instalasi memenuhi standard, trip di metering PLN tidak masalah sama sekali untuk perangkat elektronik anda karena MCB KWH PLN untuk konsumen selain fungsi proteksi MCB KWH PLN tersebut lebih difungsikan sebagai "PEMBATAS" agar listrik yang anda gunakan tidak melebihi daya kontrak. Jika pemakaian ingin melebihi daya kontrak maka harus tambah daya (upgrade rating MCB KWH oleh PLN)

      Hapus
  67. Ass. Syalom, mohon petunjuk MCB 10 A di Kwh, mau bagi 2 grup MCB berapa maksimal Amper masing masing MCB di PHB, terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa pake 10A masing-masing, atau bisa pakai masing-masing 6A jika fungsi selektif koordinasi proteksi ingin dipakai, atau silahkan disesuaikan kebutuhan kelompok bebannya.

      Hapus
  68. Minta pendapatnya pak, daya listrik rumah saya 3500 va. Di meteran tertulis 16 ampere.
    Kemudian disebelahnya ada mcb 10 ampere 1 buah, disebelahnya lagi baru ada 4 buah mcb masing2 6 ampere.
    Tadi dipakai ngelas dengan mesin las 450 watt ada 1 mcb turun.
    Padahal tdk ada 1 pun lampu menyala dan tdk ada satu pun alat elektronik yg ada, krn rumah baru jadi. Tapi ada 1 mesin gerinda yg nyantol di colokan.
    Apakh ini normal?
    Apakah ini normal?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk mesin las 450Watt konsumsi arus harusnya di 2 s/d 3 Ampere. Seharusnya memakai MCB 6A sudah cukup. Arus starting dengan karakteristik time MCB harusnya terakomodir. Mesin gerinda jika mesin tersebut tidak operasi harusnya tdk terlalu berpengaruh juga.
      Ini tidak normal, Silahkan diperiksa mesin las terasebut khawatir sudah rusak atau ada short circuit.

      Hapus
  69. Saya mau tanya Pak, setiap kali listrik di wilayah rumah kami mati dan kemudian hidup setelah sekian lama, listrik di rumah tetangga langsung menyala tapi listrik di rumah kami hidup mati bergantian secara cepat, dan di meteran terdengar seperti suara TIK TIK seperti bunyi relay. Kami kira tegangan tidak cukup tapi kami tidak yakin karena lampu tetangga terang.

    Kondisi hidup mati bergantian cepat membuat saya khawatir dan langsung mematikan mcb meteran. Bunyi masih terdengar dan sekitar 20 Detik bunyi hilang. Setelah itu saya naikkan mcb meteran dan listrik rumah normal.

    Kondisi apakah ini Pak, dan apakah aman apalagi rumah seringkali ditinggal. Sebagai info daya 5500 VA dan PHB 10 10 16A.
    Kami duga setelah tambah daya langsung bunyi, terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saran saya anda laporkan kondisi seperti ini ke PLN, karena sudah masuk kondisi tidak normal, sarankan untuk minta ganti kwh yang lebih bagus. nyala-hidup bergantian jelas tidak akan aman terhadap life time peralatan elektronik anda.
      kalau permasalahan rumah ditinggal dan kondisi ini terjadi, secara instalasi jika instalasi dalam rumah sudah standard harusnya aman pak.

      Hapus
  70. pak mau tanya, listrik saya 2200 = 10 A
    MCB dalam dipasang 16A, 10A, 10A
    apakah aman pak?
    karena saya baca2 katanya yang dalam tidak boleh lebih tinggi dr yg MCB luar?
    makasih sebelumnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. idealnya pak untuk koordinasi proteksi yang baik, MCB di dalam rumah atau di PHB tidak boleh lebih tinggi dibanding MCB di KWH utama atau max sama dengan MCB KWH utama.
      jika bicara aman dan tidak aman kembali lagi ke konsep berapa luas penampang kabel instalasi di rumah anda sehingga didapatkan kesimpulan KHA kabel nilainya harus ada diatas rating arus MCB pembatasnya. Selama syarat ini dipenuhi maka instalasi akan aman. Silahkan baca artikel saya tentang KHA kabel untuk jelasnya ya.
      Terimakasih...

      Hapus
  71. saya mau tanya pak, bagaimana cara menentukan jumlah kelompok MCB dirumah ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. tidak ada standar khusus tergantung keinginan user untuk konsep kemudahan, efektifitas dan efisiensi.
      contoh: satu jalur untuk semua stop kontak, satu jalur untuk semua perlampuan, satu jalur untuk semua per AC an, atau satu jalur untuk ruang atas, dsb.

      Hapus
  72. pak saya saya mau tanya saya menggunakan listrik 1300 kemudian saya bagi 2 group satu nya 6A dan stu nya lagi 4A masalah yang sering saya hadapi pertama mcb yang di group sering trip dan ke dua apabila mcb di group trip mcb yang utama juga ikut trip ke tiga apabila ada mati listrik dari PLN mcb utama gak mau hidup secara otomatis harus di hidupkan manual apakah ada saran solusi pa? terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. Jika ingin MCB di grup saja yang trip tanpa mentripkan MCB utama, maka usahakan penjumlahan rating MCB group total adalah dibawah rating MCB utama.
      Contoh MCB utama 6A, maka 2 group bisa dipasang 4A dan 2A. Metoda seperti ini dijamin MCB utama tidak akan trip saat salah satu MCB di PHB trip karena beban lebih. Resikonya anda tidak bisa menggunakan listrik sesuai optimal kontrak. akan trap trip terus di MCB group, makanya saya tidak rekomendasi teknik ini. Kalau mau silahkan.

      2. Saat PLN mati kemudian hidup kembali, MCB utama selalu trip, itu artinya ada inrush current akibat terlalu banyak beban listrik dirumah yang standby On saat mati listrik dan saat listrik hidup kembali semua beban listrik yang standby on tadi hidup secara bersamaan yang menyebabkan arus terjadi isangat tinggi yang menjadi sensing magnetik MCB utama trip. Tipsnya matikan beban listrik besar saat mati lampu agar saat lampu hidup kembali MCB utama tdk trip.

      Hapus
  73. boleh tanya bang, instalasi listrik 3 phase , MCB utama menggunakan mcb 3 phase misal 60 Ampere. Dibagi menjadi 10 group mcb masing masing 1 phase. Berapa mcb tiap phasenya bang?

    BalasHapus
    Balasan
    1. grup 1: phase R= 3 MCB x 60A
      grup 2: phase S= 3 MCB x 60A
      grup 3: phase T= 4 MCB x 60A
      Ini contoh setting maksimum ya, kemungkinan seting dibawah 60A per MCB 1 phase silahkan dikondisikan dengan peruntukan jalur instalasinya.

      Hapus
  74. Assalamu'alaikum, terimakasih penjelasan nya secara jelas dan menambah ilmu.
    Saya mau tanya, saya pasang elcb ke mcb phb lantai 1. Dari mcb phb lantai 1 saya ssmbung lagi ke mcb phb di lantai 2 untuk kelistrikan di lt 2, jadi dari mcb phb lt 1 dilanjut ke mcb phb lt2 apakah elcb nya masih berfungsi? Mohon pencerahan nya.
    Terimakasih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. ELCB mash berfungsi mengamankan jalur MCB lantai 1 dan MCB lantai 2

      Hapus
  75. Selamat siang pak mau tanya daya saya di rumah 900V
    Di bagi menjadi 2 jalur
    Jalur 1 MCB 6A dan jalur 2 MCB 4A apa Masi aman pak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aman dengan syarat KHA kabel diatas 6A dan diatas 4A. Baca artikel saya tentang menentukan nilai KHA kabel

      Hapus
  76. SaLam sehat , konsultasi : saya sedang progres rumah 2 lantai, rencana daya PLN 5500VA,
    rencana Lantai 1 : pompa air 3 unit, UPS 1000VA, AC 1 PK, 2 unit , Ariston water heater 40 Liter, setrika 500 watt, hair dryer 1000 watt, kulkas 2 pintu besar 700 watt, dispenser super hot 96 : 500 watt, oven microwave 800 watt, kompor Listrik 2 tungku

    Lantai 2 : pompa air 1 unit, AC 1 PK 1 unit, AC 1/2PK 1 unit, dispenser 96 1 unit

    mohon ulasan smart nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. untuk daya kontrak 5500VA, listrik yg bisa anda gunakan adalah kisaran : 5500 VA x 0,8 = 4400 Watt (asumsi faktor beban cosphi 0,8). Jika saya hitung2 dengan beban listrik yang anda sebutkan, jelas ini kondisi overload ketika seluruh beban kondisi operasi semua. Anda bisa mensiasati dengan managemen operasi peralatan listrik anda sebijak mungkin.

      Terimakasih.

      Hapus
  77. Selamat siang pak,, mohon bimbingan,, listrik pln di kwh 11.000 .. mcb kwh 50 a... kira kira untuk mcb phb ,, berapa ampere yg harus di gunakan,,??, dan kabelnya yang ukuran brpa yang harus digunakan pak,, terima kasih,,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk di PHB silahkan bapak kondisikan berdasarkan peruntukannya yang penting batas max tidak boleh melebihi 50A. Setelah itu luas penampang kabel agar dikondisikan KHA berada diatas nilai rating MCB. Untuk lebih jelasnya bapak bisa pakai kabel NYA atau NYM mengacu pada tabel KHA PUIL 2011, bisa dibaca diartikel menentukan luas penampang kabel pada blog ini

      terimakasih

      Hapus
  78. izin nanya pak, daya di rmh saya sebsr 2200 watt, mslhnya belakangan ini kl listrik dr pln padam,, setelah listik dr pln hidup kembali, mcb utama di meteran trip, jd mesti kt hidupkan kembali scr manual, kejadian sudah 3x selm ini, 6 bln lalu ada gnt mcb meteran krn ada penambahan daya dr 1300 ke 2200, mohon masukan dr bapak, terima kasih sy ucapkan,..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kemungkinan penyebab adalah arus asut yang tinggi saat PLN On. Ini disebabkan beban2 listrik nyala bersamaan seperti, AC, kulkas, pompa air dll yang On bersamaan. Jadi saat PLN mati usahakan beban listrik yang punya potensi arus asut tinggi dimatikan terlebih dulu. Jika solusi ini tidak mempan, anda boleh menyampaikan keluhan anda ke PLN sebagai dasar penggantian MCB baru.
      terimakasih.

      Hapus

Silahkan berkomentar yang sesuai dengan topik, Mohon Maaf komentar dengan nama komentator dan isi komentar yang berbau P*RN*GRAFI, OB*T, H*CK, J*DI dan komentar yang mengandung link aktif, Tidak akan ditampilkan!